Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pendukung Jokowi Mulai Kampanye Tangkap Tiga Jenderal Ini

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
  • print Cetak

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pemenang Pilpres 2014.

Dalam waktu dekat Jokowi yang didukung PDI Perjuangan, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Hanura dan Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) akan membuka “kantor transisi”. Di kantor ini ia akan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pemerintahan yang akan dibentuknya setelah pelantikan pada 20 Oktober nanti.

Sementara itu, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang dinyatakan kalah dalam perolehan suara hasil penghitungan KPU telah menyatakan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi.

Di luar dari kontestasi yang memasuki babak baru itu, di kalangan relawan pendukung Jokowi mulai muncul kewaspadaan terhadap wajah pemerintahan baru yang akan dibentuk Jokowi bersama pasangannya JK.

Beberapa kelompok relawan ada yang mewanti-wanti agar Jokowi tidak merekrut tokoh dari kalangan tertentu yang dianggap a-nasionalis.

Ada juga pendukung Jokowi dari kelompok aktivis HAM dan prodemokrasi yang mulai kampanye menolak jenderal purnawirawan yang selama ini ikut membantu kemenangan Jokowi.

Di laman Facebook seorang pendukung Jokowi dari kalangan aktivis HAM misalnya, dipasang foto Wiranto, AM Hendropriyono dan Sutiyoso saat ketiganya masih aktif di dinas militer.

Di foto itu Hendropriyono masih berpangkat mayor jenderal diapit Wiranto yang masih berpangkat brigardir jenderal di sebelah kanan, dan Sutiyoso yang masih berpangkat kolonel di sebelah kiri.

Di bagian bawah foto terdapat tulisan dengan tinta merah bebunyi: “Kejar dan Tangkap!!!”

Dalam bagian komentar untuk foto itu, pemilik laman Facebook menulis:

“Tugas kita berikutnya:
Mencegah orang yang menumpahkan darah rakyat masuk ke kabinet.
Dan tentunya menuntaskan pengadilan HAM bagi pembunuh dan penculik aktivis. #revolusimental
.”

Hendropriyono sejatinya bukan tokoh baru di kalangan PDIP. Ia adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dalam pemerintahan Megawati Soekarnoputri (2001-2003).

Sementara Wiranto adalah Ketua Umum Partai Hanura, yang di pernah duduk sebagai Menteri Pertahanan di era pemerintahan Abdurrahman Wahid-Megawati Soekarnoputri (1999-2001).

Wiranto pernah dua kali mengikuti pemilihan presiden. Di tahun 2004 ia menjadi capres berpasangan dengan Salahuddin Wahid, dan di tahun 2009 ia menjadi cawapres berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Sementara Sutiyoso yang kini adalah Ketua Umum PKP juga memiliki hubungan istimewa dengan Megawati. Ia menjabat sebagai Pangdam Jaya ketika peristiwa serangan terhadap kantor PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta, pada 27 Juli 1996.

Di tahun 1997 ia dipercaya Soeharto menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pada tahun 2002, giliran Megawati yang mendukung Sutiyoso menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2002-2007.

Sumber : rmol

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution menyatakan Pemda Madina akan mempertemukan pihak PT SMGP dengan kepala Desa Sibanggor Julu. Itu dikatakan Sukhairi kepada Mandailing Online dan Start News di Panyabungan, Selasa (13/9/2022) menyikapi polemik beredarnya balasan surat PT Sorik Marapai Geothermal Power (SMGP) kepada kepala Desa Sibanggor Julu yang belakangan […]

  • Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    Pameran Pembangunan HUT 17 tahun Madina

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2016
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Hari Pertama pameran pembangunan Ulang Tahun ke 17 Kabupaten Mandailing Natal, yang dimeriahkan SKPD dan Swasta yang berdomisili di kabupaten Madina. Tetap terlihat kemeriahan meskipun  di protes para pengunjung karena lokasi sekarang yang ada di Tapian Siri Siri sulit di akses pengunjung terutama yang datang secara rombongan. Terlalu jauh untuk jalan kaki, sementara kalau naik […]

  • Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte. Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta. Berikut ini hasil catatannya : Pada tanggal 18 Agustus […]

  • Ratusan Siswa Ikuti Kegiatan TST di SD IT Adnani Panyabungan

    Ratusan Siswa Ikuti Kegiatan TST di SD IT Adnani Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tingkatkan Pengetahuan dan Karakter peserta didik Sekolah Dasar (SD). Sekolah Dasar Islam Terpadu Adnani (SD IT Adnani) adakan kegiatan edukasi dan berbagai lomba bagi siswa jenjang SD yangnada di Kota Panyabungan. Sabtu, 14/10/2023 di Halaman Sekolah Adnani. Acara tersebut dibuka langsung Camat Panyabungan Edi Sahlan, Ia dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada […]

  • PT KIJ Langgar Kontrak Kerja

    PT KIJ Langgar Kontrak Kerja

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL  (Mandailing Online) – Proyek lanjutan pembangunan pengamanan pantai Muara Batang Natal di Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diduga melewati batas waktu kontrak kerja. Hingga 1 Desember, PT.Kartika Indah Jaya (KIJ) selaku perusahaan pelaksana kegiatan proyek, masih belum menuntaskan pekerjaan dan tetap beraktivitas. Padahal, berdasar perjanjian kontrak kerja antara Kementrian Pekerjaan Umum  melalui Satker […]

  • Operasi Penertipan Tambang Emas Ilegal di Madina, 12 Alat Berat Milik Penambang Diamankan

    Operasi Penertipan Tambang Emas Ilegal di Madina, 12 Alat Berat Milik Penambang Diamankan

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    KOTA NOPAN ( Mandailing Online) : Total alat berat yang berhasil diamankan Polres Mandailing Natal ( Madina) dalam operasi penertipan tambang emas ilegal di wilayah hukum Polsek Kota Nopan ada 12 unit, namun baru 1 unit yang di amankan di markas kepolisian Polres Madina. Sampai sore ini, Selasa 28/5/2024 Polisi masih terus memburu pelaku tambang […]

expand_less