Selasa, 16 Jun 2026
light_mode

SRI dan BPGC Bantuk Tim Pengembangan Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Mar 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Sumatera Rainforest Institute (SRI) dan Batang Pungkut Green Conservation (BPGC) sepakat membentuk tim pengembangan kopi Mandailing.  Tujuannya, mengupayakan kembali kejayaan kopi Mandailing.  

Demikian disampaikan Penasehat BPGC Iswar Matondang didampingi direktur SRI Rasyid Assaf Dongoran,M.Si kepada wartawan, Rabu (4/3) di Panyabungan.

Gerakan tim dinyatakan sebagai bentuk respon terhadap keluhan petani kopi di Mandailing Natal (Madina), yang kemampuan produksi dan mutunya masih sangat rendah. Sementara di saat yang sama begitu banyak produsen dan eksportir kopi dari kabupaten lain di Sumatera, Sulawesi, Jawa Timur dan Aceh yang di sinyalir menggunakan nama Kopi  Mandailing.

Rasyid menyatakan, di antara agenda kerja yang telah ditetapkan adalah pendampingan petani kopi, mulai dari pembibitan sampai pragmentasi hingga pemasaran, serta kampanye kopi arabika Mandailing yang asli.

“Tentu saja ini bukan kerja yang mudah  dan butuh dukungan dari semua pihak  sehingga petani kopi Mandailing Natal mampu meningkatkan produksi dan mutu kopi Mandailing, dengan harapan beberapa tahun kedepan kejayaan kopi Mandaling kembali ke tanah Mandaling,” harap Rasyid.

Sementara itu, Iswar menjelaskan bahwa kopi Mandailing yang terkenal sampai saat ini dunia international tentu saja tidak bisa lepas dari sajarah. Kopi Mandailing telah dikenal dunia sejak 1878, terutama varietas arabika.

Kopi ini tumbuh di ketinggian 1.200 kaki di atas permukaan air laut dan yang membawanya pertama kali adalah pemerintah kolonial Belanda. Pembibitan kopi Belanda pada waktu itu terdapat di desa Tanobato namun kopi tersebut tidak ditanam di sana tapi di daerah Pakantan.

“Banyak nyawa yang hilang ketika membawa bibit kopi dari Tanobato ke Pakantan yang berjarak sekitar 50 kilometer,” ujarnya.

Saat ini kata Iswar, sisa-sisa kejayaan kopi Mandailing masih terlihat di beberapa desa sekitar Pakantan, Ulupungkut dan Kotanopan. Di beberapa kebun masyarakat masih terdapat kopi-kopi tua yang sudah tidak produktif lagi.

“Di beberapa desa di wilayah Mandailing Julu dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mulai bergiat menanam kopi, seperti di Desa Simpang Banyak, Ulu Pungkut. Luas lahan yang ditanam kopi masih sangat terbatas, dan kopi yang dihasilkan masih jauh dari yang di harapkan, baik dari segi kualitas, maupun kuantitas. Untuk itu, kita harus berupaya untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing,” kata Iswar.

 

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    Kapolres Dihadiahi Ayam Kampung

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Berhasil Menutup Galian C BINJAI- Masyarakat Tanah Merah Lingkungan III, IV dan V Binjai Selatan punya cara unik untuk mengucapkan terimakasih. Senin (22/11) kemarin, ratusan warga tersebut memberikan hadiah berupa ayam kampung kepada Kapolresta Binjai AKBP Rina Sari Ginting. Tanda terimakasih itu dialamatkan warga karena kepolisian akhirnya menutup aktivitas galian C di Kelurahan Bhakti Karya, […]

  • Propam dalami penganiayaan wartawan

    Propam dalami penganiayaan wartawan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penganiayaan yang dilakukan mantak Kapolres Pematang Siantar, AKBP Fathori terhadap Andi Siahaan, salah satu wartawan televisi swasta di dalam sel Polresta P. Siantar, kini didalami penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) serta Direktorat Reskrim Polda Sumut. Kapoldasu Irjen Oegroseno mengatakan, dugaan penganiayaan yang dilakukan Fathori saat menjabat Kapolresta P. Siantar sudah ditangani […]

  • Situs Islam di Barus dihantam banjir

    Situs Islam di Barus dihantam banjir

    • calendar_month Senin, 3 Des 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Salah satu situs bersejarah, yakni makam para aulia (ulama) pengembang Agama Islam di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, mengalami rusak dihatam arus Sungai Sirahar, akibat banjir yang melanda daerah tersebut. “Makam aulia berlokasi di Desa Kinali, Kecamatan Barus tergerus banjir sepanjang 386 meter, dan rubuh,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Suku Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa penduduk asli Indonesia. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku tersebut secara turun-temurun bermukim di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya, orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu Tano Rura Mandailing […]

  • Pembunuh Guru SD Ditangkap

    Pembunuh Guru SD Ditangkap

    • calendar_month Senin, 20 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Tersangka pembunuh Eliza (45), Guru SD di Desa Bandar Panjang, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akhirnya ditangkap polisi. Pelaku ternyata mantan murid korban berinisial HA (21) yang juga warga Bandar Panjang. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan yang dikonfirmasi wartawan di kantornya di Panyabungan, Kamis (16/12/2010), mengatakan awalnya polisi sangat kesulitan mengungkap […]

  • Pemkab Madina Tidak Berwenang Tutup PT Sorikmas

    Pemkab Madina Tidak Berwenang Tutup PT Sorikmas

    • calendar_month Selasa, 31 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pasca tertembaknya salah seorang warga yang berbuntut pembakaran sejumlah fasilitas perusahaan tambang emas PT Sorikmas Mining, Ahad (29/05/2011) siang kemarin, Pemkab Mandailing Natal (Madina) bertindak cepat. Namun Pemkab Madina tidak berwenang menutup PT Sorikmas Mining. Hal itu ditegaskan Bupati Madina Aspan Sofian Batubara ketika konfirmasi melalui telepon, Senin (30/05/2011) pagi, mengenai langkah-langkah yang diambil […]

expand_less