Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Eksekusi Kebun Sawit DL Sitorus Tak Mudah

  • account_circle Redaksi Abdul Holik
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2015
  • print Cetak

Kejatisu Bentuk Tim Terpadu.

Medan – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) membentuk tim terpadu untuk mengeksekusi 47.000 ha lahan perkebunan kelapa sawit yang dikuasai PT Torganda, perusahaan DL Sitorus di kawasan hutan negara Register 40, Padang Lawas dan Padang Lawas Utara. "Kita tahu untuk mengeksekusi lahan ini tidaklah mudah karena akan mendapatkan perlawanan dari pekerja. Untuk itu, kita bentuk tim terpadu untuk melakukan eksekusi," kata juru bicara Kejatisu, Chandra Purnama, di Medan, Selasa (12/5).

Chandra mengatakan, tim terpadu terdiri unsur kejaksaan, Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan/Dinas Kehutanan Pemprov Sumut, dan pihak kepolisian.

Dijelaskan Chandra, sebelum melakukan eksekusi ini, pihaknya sudah terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada pekerja dan masyarakat sekitar PT Torganda. Pekerja PT Torganda maupun masyarakat diharapkan bisa memahami dan tidak terjadi kericuhan ketika tim terpadu melakukan eksekusi nanti.

Menurut Chandra, pihaknya juga sudah menyampaikan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait sengketa lahan tersebut kepada manajemen PT Torganda dan seluruh pekerjanya yang mencapai 15.000 orang.

"Jadi dengan adanya sosialisasi ini, kita harapkan tidak terjadi perlawanan nanti saat eksekusi," katanya.

Chandra mengatakan, sesuai putusan MA, lahan Register 40 tersebut harus dirampas untuk negara. Putusan tersebut, katanya, harus dijalankan karena sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).

Teknisnya, lanjut Chandra, setelah dieksekusi nanti, maka manajemen PT Torganda itu akan diambil alih oleh negara.

"Putusannya kan dirampas untuk negara. Jadi manajemennya nanti semua ditukar dan dikendalikan negara, bukan mengada-ada, memang itulah putusan MA yang akan dijalankan," kata Chandra.

Untuk eksekusi nanti, lanjut Chandra, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian bahkan TNI untuk pengamanan di lokasi. Dia berharap tidak ada keributan dalam eksekusi nanti.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum Medan, Khaidir Harahap menilai, eksekusi lahan Register 40 tersebut sebenarnya sudah terlalu lama dilakukan.
"Seharusnya putusan MA itu sudah dilakukan sejak lama, jangan sampai berlarut.

Kejaksaan harus tegas dalam hal ini, karena ini menyangkut aset negara. Jadi tarik ulur seolah-olah hanya gertak sambal saja untuk melakukan eksekusi tapi tidak ada aksinya. Jika memang kejaksaan serius mau melakukan eksekusi sekarang ini, tentu masyarakat mendukung. Mafia tanah memang harus diberantas dari negeri ini," katanya.

Sumber : medanbisnis

  • Penulis: Redaksi Abdul Holik

Rekomendasi Untuk Anda

  • BURANGIR DALAM PILKADA

    BURANGIR DALAM PILKADA

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Moechtar Nasution Apa keterkaitan burangir dengan pilkada Madina yang direncanakan pada penghujung tahun ini akan dilaksanakan? Jelas sekali secara denotatif tidak akan diketemukan korelasinya namun jika dimakna ini secara konotatif sesungguhnya pasti akan bisa dihubungkan sinerginya. Burangir, kata ini mengalami penyimpangan makna yang sangat jauh dari arti yang sebenarnya persis seperti nama buah-buahan […]

  • Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    Sekda Lepas Keberangkatan 4 Calhaj Susulan

    • calendar_month Senin, 20 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekretaris Daerah (Sekda) Mandailing Natal (Madina) Gozali Pulungan melepas empat orang calon haji (Calhaj) dari Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan menuju Asrama Haji Medan, Minggu (19/6). Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kemenag Madina H. Irfansyah Nasution, Kadis Sosial Dedy, Kadis Perdagangan Jhon Amriadi, […]

  • Mitigasi Iklim Pesisir, Komunitas PINARA Ajak Warga Ubah Limbah Sabut Jadi Cocopeat

    Mitigasi Iklim Pesisir, Komunitas PINARA Ajak Warga Ubah Limbah Sabut Jadi Cocopeat

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) — Ancaman perubahan iklim di wilayah pesisir membutuhkan tindakan nyata yang berkesinambungan dimulai dari tingkat lokal. Menjawab tantangan tersebut, Komunitas PINARA (People, Innovation, Nature Awareness, and Renewable Action) kembali melangkah melalui praktik lapangan pembuatan cocopeat dari limbah sabut kelapa bersama kaum muda dan perempuan pesisir di Desa Buburan, Kecamatan Natal, Kabupaten […]

  • Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    Wabup Atika Salurkan Gaji untuk Petugas Kebersihan

    • calendar_month Senin, 3 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan gaji pokoknya. Kali ini, Atika menyalurkan gajinya kepada petugas kebersihan dan keamanan di Rumah Dinas Bupati dan Wakil. “Alhamdulillah pada kesempatan ini saya menyalurkan gaji kepada petugas kebersihan dan keamanan berjalan sukses,” kata Atika setelah membagikan gaji pokoknya di Parkir […]

  • Pengusaha Ternak Sapi di Madina Prediksi Harga Daging Sapi Naik Jelang Ramadhan 1445 H

    Pengusaha Ternak Sapi di Madina Prediksi Harga Daging Sapi Naik Jelang Ramadhan 1445 H

    • calendar_month Kamis, 29 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tri Utomo salah satu penjual sapi di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal ( Madina ) memprediksi harga sapi kurban akan naik tahun ini baik harga daging kiloan maupung harga per ekor nya. Seperti biasa memang, satu hari jelang ramadhan, mengkonsumsi daging sapi atau diistilahkan “poken bante” menjadi tradisi di Kabupaten ini. […]

  • Korban Kebakaran Kotanopan Tinggal di Tenda, Makan di Rumah Tetangga

    Korban Kebakaran Kotanopan Tinggal di Tenda, Makan di Rumah Tetangga

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal saat ini tinggal di tenda darurat. Sebanyak 9 tenda didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mandailing Natal. Jumlah mereka sebanyak 8 keluarga. Delapan unit rumah, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor ludes terbakar di Desa Ujung Marisi, […]

expand_less