Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Petugas Kebersihan Pasar Masih Kurang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 6 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejauh ini jumlah petugas kebersihan pasar di Madina masih 25 orang. Itu sudah termasuk tenaga supir, pengumpul dan pengangkut sampah.

Jumlah ini masih kurang. Sejatinya ada penambahan sebanyak sekitar 33 petugas agar seluruh pasar kelas III di (Mandailing Natal) yang berjumlah 33 pasar dapat terkaper.

Dari 25 petugas itu, 8 orang diantaranya bertugas mengangkut sampah dari pasar kelas II Kotanopan, sementara yang lainnya menanggungjawabi pengangkutan sampah dari Pasar Baru Panyabungan dan pasar kelas III di kawasan Kecamatan Siabu, Bukit Malintang dan Panyabungan Utara. .

Itu diungkap Kabid Pasar Disperindag Madina, Mangatas Tua Nasution menjawab wartawan usai melakukan peninjauan mendadak terhadap para petugas kebersihan pasar, Selasa (6/10) di Panyabungan.

Peninjauan mendadak ini dalam rangka meningkatkan disiplin dan meningkatkan kinerja para petugas kebersihan pasar.

Mangatas mengungkap, selain menggenjot kinerja para petugas, dia juga menekankan agar petugas harus selalu memakai pakaian tugas resmi. Sebab, selama ini selalu ada yang enggan memakai seragam sehingga banyak kalangan yang beranggapan bahwa mereka bukan petugas sampah.

Kinreja petugas ini juga ditingkatkan dengan penambahan gaji. Sejak tahun 2014 gaji bulanan per petugas sudah sebesar Rp 1,5 Juta, sebelumnya masih 800.000 rupiah.

Di sisi lain, Mangaratas mengata, pengelolaan kebersihan pasar kelas III berada di dalam kewenangan kepala pasar kecamatan.

“Pada Pasar Kelas III petugas kita hanya untuk mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan, sementara untuk petugas untuk mengumpulkan sampah yang ada kita serahkan kepada pihak kecamatan, karena pasar kelas III yang ada sudah kita serahkan kepada pihak kecamatan baik untuk penarikan Pendapatan Aslih Daerahnya (PAD) maupun untuk membersihkannya,” terang Mangatas.

“Setiap harinya kepala pasar akan melihat mana sampah pasar yang harus diprioritaskan, sehingga sewaktu-waktu kita bisa panggil petugas kebersihan pasar yang ada di wilayah kotanopan, semuanya tergantung situasi dan kondisi sampah,” tegas Mangatas.

Upaya mengatasi kekurangan jumlah petugas itu bukan tak ada. Hanya saja sejauh ini, jika dilakukan penambahan akan muncul penilaian masyarakat sebagai petugas fiktif. Sebab, pasar kelas III di Madina seara umum hanya sekali dalam sepekan dibuka, sehingga menjadi sorotan berbagai pihak dalam sistem pertanggungjawaban penggajian.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sekitar 5000 anak yatim di seluruh penjuru Mandailing Natal (Madina) memperoleh santunan uang. Penyaluran santunan secara simbolis diberikan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi Nasution kepada ratusan anak yatim di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan usai solat Jum’at (29/4/2022) untuk anak yatim yang berasal dari […]

  • Gatot: Sengketa Tapal Batas Sumut-Riau Tunggu Mendagri

    Gatot: Sengketa Tapal Batas Sumut-Riau Tunggu Mendagri

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTAPINANG : Permasalahan sengketa tapal batas antara Propinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Propinsi Riau masih menunggu kepastian dari Kementrian Dalam Negeri RI. Perbatasan tersebut melibatkan tiga Kabupaten di Sumut dan dua Kabupaten di Riau. Yakni, Kabupaten Padang Lawas, Labuhanbatu Selatan (Labusel) dan Labuhabatu, Sumut. Sementara di Propinsi Riau di antaranya Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan […]

  • PT.RPR dan Koperasi SPI Tanda Tangani Kerja Sama Pola Kemitraan

    PT.RPR dan Koperasi SPI Tanda Tangani Kerja Sama Pola Kemitraan

    • calendar_month Rabu, 2 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) PT Rendi Permata Raya ( RPR ) akhirnya melakukan penandatangan perjanjian kerjasama pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit pola kemitraan dengan Koperasi Siriom Permata Indah. Penandatangan kerja sama itu sendiri berlangsung di Medan Rabu 2/8/2023. Eko Anshari dari PT. Rendi Permata Raya pada Mandailing Online membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, […]

  • Babak Baru Kasus Smartvillage, Direktur PT ISN Ditetapkan Tersangka

    Babak Baru Kasus Smartvillage, Direktur PT ISN Ditetapkan Tersangka

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online )– Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Madina) melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Jupri Banjarnahor mengumumkan Direktur PT Infomedia Solusi Net (ISN) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Smartvillage di Kabupaten Madina tahun 2023. Hal ini disampaikan Jupri dihadapan wartawan di Kantor Kejari Madina, Jum’at (5/3/2026). “Dalam kasus dugaan korupsi proyek Smartvillage […]

  • Produksi Karet Menurun Dratis di Madina

    Produksi Karet Menurun Dratis di Madina

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu belakangan ini, membuat produksi karet petani di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalami penurunan. Bahkan, penurunan sangat drastis terjadi sejak seminggu terakhir sehingga sangat berdampak pada perekonomian petani. “Satu minggu terakhir kita tidak bisa menderes (menyadap karet -red) akibat tingginya curah hujan, hal ini sudah mulai berdampak pada stok […]

  • DPRD Siantar Dinilai Mandul

    DPRD Siantar Dinilai Mandul

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIANTAR- Berbagai masalah yang terjadi di DPRD Siantar memunculkan penilaian bahwa lembaga legislatif itu mandul dalam melaksanakan peran. Kepada METO, Rabu (27/10) Ketua Studi Otonomi Politik dan Demokrasi (SoPO), Christian Silitonga mengatakan, sikap DPRD yang tidak menjalankan fungsi dan tugas sebagai lembaga legislatif menjadikan lembaga itu dianggap tidak penting dalam pelaksanaan pemerintahan. Christian mengatakan, seharusnya […]

expand_less