Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Realisasi Kebun Plasma Tak Ada Sejak 1998, DPR RI Kunjungi Natal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mei 2016
  • print Cetak
Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

Anggota DPR RI, Suasana Dachi foto bersama dengan warga dan Muspida

NATAL (Mandailing Online) – DPR RI turun tangan mengumpul bukti terkait belasan tahun tak ada realisasi kebun plama sawit dari PT. DIS kepada 4 desa di Natal.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Suasana Dachi SH reses dan mengunjungi warga Desa Bintuas dan Desa Buburan, Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (14/5).

Kunjungannya ini bertujuan guna mendengar aspirasi masyarakat dua desa itu secara langsung mengenai persoalan kebun plasma yang tak terrealisasi sejak tahun 1998.

Suasana Dachi didampingi Kordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Herdensi.

Kepala Desa Bintuas, Nirman dan Kepala Desa Buburan, Wazirman dalam masing-masing laporannya menjelaskan bahwa warga di kedua desa itu belum menimati kebun plasma sejak PT Rimba Mujur Mahkota (RMM) tahun 1998 membuka perkebunan sawit di kawasan itu. Hingga berubah nama menjadi PT. Dinamika Inti Sentosa, pun realisasi plasma belum kunjung dirasakan warga.

Perjanjian akan memberikan lahan plasma bagi masyarakat setempat seluas 2 hektar setiap rumah tangga, namun dalam perjalanannya hingga tahun 2016 atau hampir delapan belas tahun, hak lahan plasma masyarakat tidak kunjung diberikan sebagaimana yang diamanatkan Undang-undang dan peraturan.

Kedua kepala desa ini juga menyebut, selama hampir delapan belas tahun, berbagai upaya telah mereka lakukan mulai dari melaporkannya kepada bupati dan DPRD Madina dan Pemprov Sumut, bahkan sudah pernah berangkat ke Jakarta menemui Kementerian Transmigrasi, tetapi upaya yang mereka lakukan sampai sekarang belum membuahkan hasil. Sementara, lahan plasma yang seharusnya menjadi hak untuk warga Desa Bintuas seluas 740 Ha dan plasma bagi warga Desa Buburan seluas 596 Ha sampai saat ini tidak diketahui statusnya dan dimana posisinya.

Atas dasar itu semua, dua desa ini mengajukan tiga permintaan kepada DPR RI : Pertama, PT RMM atau PT DIS agar segera merealisasikan kebun plasma masyarakat. Kedua menuntut BPN melakukan pengukuran ulang terhadap serifikat HGU perusahaan. Ketiga, menuntut Pemkab Madina dan Pemprov Sumut mengaudit PT RMM/DIS dengan melibatkan akuntan publik, serta meminta bupati agar berperan aktif menyelesaikan persoalan kami ini.

Sementara itu, Ketua Koperasi Buburan, Dasruddin menyampaikan, masyarakat sudah banyak melakukan upaya hingga melakukan aksi unjuk rasa,

“Pak Bupati juga sudah pernah datang ke desa kami, tapi bukan untuk menyelesaikan permasalahan, dia hanya melihat-lihat kebun saja, kami menilai ini semua kebohongan pemerintah dengan pihak pengusaha,” ungkapnya.

Tokoh masyarakat Bintuas, Wajirman menilai PT RMM atau PT DIS telah memperkosa, membodohi, dan merampas hak rakyat.

“Harapan kami,  pembodohan dan pemerkosaan hak ini ini secepatnya diakhiri. Bukan hak kami yang kami peroleh dari perusahaan PT RMM, tetapi limbah yang kami dapatkan selama ini, sebab sungai Bintuas dan Buburan sudah tercemar dampak dari limbah perusahaan. Karena itulah, kami berharap kepada anggota DPR RI tolong berikan ketegasan dan kejelasan hukum sama kami,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI, Suasana Dachi dalam sambutannya menyampaikan, tujuannya hadir ke tengah-tengah masyarakat Desa Bintuas dan Buburan guna mendengarkan aspirasi masyarakat,

“Perlu saya sampaikan apa yang diharapkan masyaraka itu benar adanya, dan berdasarkan ketentuan undang-undang, apabila ada perusahaan yang mengelola lahan masyarakat diwajibkan mengeluarkan dua puluh persen dari luas lahan usaha untuk masyarakat,” ungkap Dachi.

Dachi menyatakan akan memperjuangkan hak plasma rakyat. Dia akan melakukan  kordinasi dengan bupati, kapolres dan tentunya akan memperjuangkannya di tingkat fraksi Partai Gerindra maupun di Komisi DPR RI.

“Sebenarnya saya sudah undang pak bupati, tetapi tidak hadir. Ada apa ini? Saya memang manusia biasa bukan malaikat dan tidak bisa menjanjikan apa-apa, saya hanya bisa berjanji akan memperjuangkan hak-hak plasma rakyat, tentu bukan lip service,” tambahnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    UKT Bukti Komersialisasi Pendidikan Tinggi?

    • calendar_month Selasa, 28 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Mariani Siregar, M.Pd.I Dosen Pendidikan Tinggi di Indonesia kembali menuai kontroversi. Pasalnya, terjadi polemik yang sangat menyita perhatian publik terkait biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang semakin tinggi. Meskipun tidak semua PTN maupun PTS memberlakukan biaya UKT dengan angka yang tinggi, tetapi sejumlah PTN yang sejatinya adalah plat merah, seperti menyaingi biaya kuliah perguruan […]

  • Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa Hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani menyomasi DPRD Sumut terkait belum dilaksanakanya tindakan korektif atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut. Surat somasi ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting c/q Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto. “Padahal surat monitoring kepada keduanya […]

  • Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    Vonis Rendah, Jaksa KPK Banding Vonis Penyuap Bupati Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Medan (Mandailing Online) – Pemilik PT Sige Sinar Gemilang Surung Panjaitan, yang menjadi terdakwa penyuap Bupati Mandailing Natal, Sumatra Utara, Muhammad Hidayat Batubara senilai Rp1 miliar untuk mendapatkan proyek pembangunan RSUD Panyabungan, divonis 2,5 tahun penjara. Dalam pembacaan vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan pada Senin (21/10), majelis hakim yang diketuai Agus Setiawan, […]

  • Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    Pencuri Lari ke Tapian Adaboru, Dibalbal Warga Dekat Lopo

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang residivis babak belur dihajar warga Kayujati, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumut. Beruntung polisi cepat datang, sehingga nyawa lelaki berbadan kecil itu bisa diselamatkan. Residivis ini juga target operasi (TO) pihak kepolisian selama ini. Kejadian ini terjadi di Lingkungan 6, Kelurahan Kayujati, Senin (25/11), sekitar pukul 05.30. Belum jelas […]

  • Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    Hari Ini, Pemeriksaan Hewan Kurban Serentak Dilakukan di Madina

    • calendar_month Selasa, 20 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) :  melibatkan 34 orang petugas teknis dan dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal, hari ini selasa ( 20/6/2023 ) secara serentak dilakukan pemeriksaan hewan kurban, selain memeriksa kesehatan hewan, petugas juga memeriksa kelayakan baik dari segi usia maupun surat vaksin hewan yang di kurban kan. Kepala […]

  • Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

    Inflasi Tahunan Padangsidimpuan Terendah Nasional

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Sibolga – Secara spasial, Pulau Sumatera mencatat inflasi 1,87% (mtm) pada bulan November 2014, atau lebih besar dibanding kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi tersebut terpicu akibat kenaikan harga BBM bersubsidi, juga akibat kenaikan harga komoditas pangan strategis, khususnya cabai merah. "Pada November 2014, Sumatera Barat mengalami inflasi tertinggi di Indonesia dengan mencatatkan inflasi sebesar 3,27 […]

expand_less