Jumat, 17 Jul 2026
light_mode

Bupati Tidak Datang, Paripurna LKPJ Bupati Madina Ditunda

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
  • print Cetak
Rapat Paripurna DPRD Madina tentang LKPJ bupati yang ditunda

Rapat Paripurna DPRD Madina tentang LKPJ bupati yang ditunda

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Paripuran DPRD penyampaian LKPJ bupati Madina, Senin (30/5/2016) gagal dilaksanakan gara-gara Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tak hadir.

Hanya Sekretaris Daerah, Drs.Syafei Lubis pejabat tertingi dari pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang hadir, sehingga Paripurna DPRD tentang penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Bupati Tahun Anggaran 2015 dibatalkan Ketua DPRD Madina Hj.Leli Artati untuk hari ini.

Informasi yang beredar di gedung dewan, bupati tidak hadir dengan alasan berada di luar kota.

“Sesuai dengan PP Nomor 3 Tahun 2007, nota pengantar LKPJ harus langsung diserahkan bupati. Namun berhubung, kata Sekda, bupati sedang berada di luar kota, akhirnya pariprna diskor,” ujar Leli sambil mengetukkan palu.

Usai men-skors rapat paripurna, menjawab wartawan Leli Hartati menyatakan bahwa sesaui aturan, penyerahan nota LKPJ harus bupati yang menyerahkan langsung, tak bisa diwakilkan.

“Sudah coba kita lihat dalam peraturan, tidak boleh diperwakilkan, LKPJ harus langsung oleh kepala daerah,” tegasnya.

Leli mengakui, sampai saat ini pihaknya belum menerima secara tertulis atas ketidakhadiran bupati, pihak DPRD Madina hanya menerima secara lisan saja.

Dijelaskan Leli bahwa tidak ada satu pasal pun di PP Nomor 3 Tahun 2007 yang mengatakan ketika kepala daerah berhalangan bisa diperwakilkan. Sementara jadwal paripurna sudah melalui Badan Musawarah DPRD Madina yang dihadiri pihak eksekutif.

“Kita malakukan sekor 3 kali berturut-turut dengan rentang waktu satu jam sekali skor, namun jika tidak datang juga terpaksa ditunda sampai batas yang tidak ditentukan,” katanya.

Jika bupati tidak datang dalam rentang 30 hari, maka Pemkab Madina bisa langsung mengajukan ke gubenur. Itu sesuai dengan Pasal 6 PP Nomor 3 Tahun 2007 berbunyi : selama 30 hari jika tidak dibahas bisa langsung diajukan ke Gubernur.

“Jadi jangan nanti ada peranggapan bahwa DPRD Madina tidak membahas, bagaimana membahas jika belum diserahkan bupati kepada DPRD. Walaupun nanti sifatnya dari LKPJ hanya rekomendasi, akan tetapi jangan nanti hanya rekomendasi saja,” ujarnya.

Peliput : Maradotang Pulungan

Editor  : Mandailing Online

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    Empat Orang Keluar Dari Fraksi Golkar Plus

    • calendar_month Jumat, 27 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kisruh DPRD Madina PANYABUNGAN, Gelombang aksi para anggota DPRD Madina tidaksaja melayangkan mosi tidak percaya kepada Ketua DPRD Madina, As Imran KahytamiDauay, SH. Aksi keluar dari Fraksi Gokar Plus juga terjadi, pada Jum’at (27/1). Sebanyak 4 orang anggota Fraksi Gokar Plus melayangkan surat pernyataan keluardari fraksi itu yang dibacakan pada rapat paripurna DPRD Madina, Jum’at […]

  • Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    Bupati Dinilai Tak Becus Membina BPA, Mosi Tak Percaya Kepada Bupati Disiapkan

    • calendar_month Selasa, 11 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) –  Sutan Palembang Nasution salah satu raja Mandailing mengecam pendapat bupati Mandailing Natal (Madina) yang menyebutkan pengurus Badan Pemangku Adat (BPA) sudah meninggal dunia dan uzur. “Sangat aneh seorang Bupati mengatakan pengurus BPA sudah uzur,” katanya Senin (10/11). “Saya yakin apabila hal ini tidak segera diklarifikasi oleh bupati, maka seluruh raja-raja yang […]

  • Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    Ratusan Pemuda di Madina Ikuti Seminar Internasional

    • calendar_month Senin, 11 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online)- Penyelenggaraan seminar kepemudaan di aula Gedung Serbaguna, Panyabungan, Mandailing Natal, Sukses dihadiri 700 anak muda Madina, Syafi’i Efendi M.M (Motivator Muda Indonesia) berikan pemahaman pentingnya mindset serta mental wirausaha bagi Peserta yang hadir. Minggu, (10/9/2023). Event Internasional Seminar Youth Power dengan sub tema ” Kekuatan Pemuda dalam tatanan Kewirausahaan”, berlangsung meriah […]

  • Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah harus melibatkan kalangan pelaku usaha dalam setiap perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama sektor ekonomi. Kebijakan dan program pembangunan daerah yang hanya berdasar asumsi birokrat semata akan berakibat tidak singkronnya kebijakan dengan kondisi rill yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, jika setiap perumusan kebijakan ekonomi berdasar dari masukan para pelaku usaha maka […]

  • Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    Tambang Emas Ilegal Kotanopan Berkedok Reklamasi

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ) – Ketua Dewan Penasehat Korps Advokat Alumni UMSU (KOUM), Zakaria Rambe menganggap reklamasi ambang emas ilegal di Kecamatan Kotanopan hanya kedok. Ketelibatan pemerintahbdan aparat justru menguatkan dugaan pelegalan yang ilegal. Hal ini kata Zakaria juga terbukti tidak adanya ketegasan Polisi dalam menindak para pelaku tambang emas ilegal meski perintah itu […]

  • Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Radayu Irawan, S.Pt Penulis, tinggal di Sidimpuan Mi instan, siapa orang Indonesia yang tak pernah merasakan kenikmatannya? Harganya murah, memasaknya praktis, rasanya maknyus. Hampir semua kalangan menyukainya. Namun yang paling sering mengkonsumsinya adalah masyarakat kalangan menengah bawah. Mereka tidak lagi memikirkan bahaya mengkonsumsi mi instan setiap hari, pertimbangannya adalah daripada tidak makan. Begitulah kondisi […]

expand_less