Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Memimpikan Swasembada Pangan Seutuhnya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
  • print Cetak

Oleh: Radayu Irawan, S.Pt
Penulis, tinggal di Sidimpuan

Mi instan, siapa orang Indonesia yang tak pernah merasakan kenikmatannya? Harganya murah, memasaknya praktis, rasanya maknyus. Hampir semua kalangan menyukainya.

Namun yang paling sering mengkonsumsinya adalah masyarakat kalangan menengah bawah. Mereka tidak lagi memikirkan bahaya mengkonsumsi mi instan setiap hari, pertimbangannya adalah daripada tidak makan. Begitulah kondisi memaksanya.

Bagaimana jadinya kalau harga mi instan akan naik? Mungkinkah akan banyak masyarakat yang kelaparan?

Sebelumnya, sudah disebutkan bahwa mi instan akan mengalami kenaikan hingga 3 kali lipat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Syahrul Yasin Limpo selaku Menteri Pertanian.

Adapun alasan harga mi instan naik karena dampak perang Rusia-Ukraina. Sedangkan Indonesia masih ketergantungan atas impor komoditas dari kedua negara tersebut. (Suara.com 18/08/2022)

Ternyata kenaikan harga mi instan dalam sebulan telah berlangsung dua kali. Kenaikan harga per karton mencapai Rp5.000, yakni dari sebelumnya Rp100.000 menjadi Rp105.000 per karton. (Inews.id 20 Agustus 2022)

Ironis Negeri Agraris

Dilansir dari CNBC Indonesia (14/08/2022)
Indonesia mendapatkan penghargaan dari International Rice Research Institute (IRRI). Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan sistem ketahanan pangan Indonesia dalam hal swasembada beras tahun 2019-2021.

Ini menjadi bukti bahwa seyogianya negeri ini mampu untuk menggenjot swasembada pangan lainnya, selain beras. Mengingat kebutuhan pangan rakyat tidak hanya beras.

Pemerintah harusnya dapat memahami ketergantungan Indonesia terhadap gandum. Bukankah seyogianya pemerintah membuat langkah yang nyata agar swasembada pangan, selain beras dapat juga dicapai?

Sebagai negara agraris, kondisi Indonesia sesungguhnya berada pada situasi yang ironis. Sebab belum mampu mencapai swasembada pangan secara menyeluruh. Kondisi ini diperparah pula dengan ketidakseriusan pemerintah dalam membangun pertanian. Padahal pertanian, menyangkut hidup dan matinya suatu bangsa.

Jika swasembada beras dapat diraih karena dukungan penuh dan fasilitas dari pemerintah, namun mengapa hal yang sama tidak direalisasikan untuk pangan lainnya? Bukankah rakyat juga sangat membutuhkan gandum, gula, terigu, daging dan yang sejenisnya?

Menelisik Masalah

Jika kita telisik lebih dalam masalah gagalnya swasembada pangan di negeri agraris, sebenarnya banyak faktor yang membuat tidak terealisasinya swasembada pangan secara sempurna di negeri ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Beberapa kebijakan hadir untuk menghentikan alih fungsi lahan pertanian, namun realitas berkata lain. Banyak petani yang terpaksa harus merelakan lahannya demi mengejar pembangunan manufaktur dan permukiman. Alhasil lahan pertanian berubah menjadi lahan pabrik ataupun perumahan. Walaupun ada lahan tersisa untuk pertanian, tapi kondisi lahannya pun memprihatinkan karena tercemar limbah rumah tangga ataupun pabrik.

Permasalahan lainnya adalah tentang pengadaan pupuk. Dukungan pemerintah terhadap subsidi pupuk masih terbatas. Jika ada pupuk non subsidi harganya pun tak bersahabat dengan kantong petani.

Tidak adanya sokongan fasilitas, sarana dan prasarana dari pemerintah. Canggihnya zaman teknologi saat ini, belum tercermin pada sektor pertanian negeri agraris ini. Padahal, jika ditopang dengan alat dan mesin pertanian yang mumpuni, tentu swasembada akan lebih cepat diraih.

Solusi

Lantas, bagaimana agar swasembada pangan secara sempurna dapat terealisasi?

Jika saat ini sistem kapitalisme sekuler yang mewarnai negeri ini tidak mampu mewujudkan swasembada pangan seutuhnya, maka Islam sebagai agama sekaligus ideologi, mampu untuk merealisasikan nya.

Untuk merealisasikannya Islam menggunakan politik pertanian yang terdiri dari dua strategi penting, yaitu intensifikasi pertanian dan ekstensifikasi pertanian.

Intensifikasi pertanian yaitu peningkatan produktivitas dan kualitas pertanian. Terdiri atas pengadaan benih dan pupuk yang berkualitas, inovasi berbasis teknik pertanian modern serta dukungan fasilitas sarana dan prasarana untuk menunjang pengembangan sektor pertanian.

Ekstensifikasi pertanian yaitu menambah luas areal lahan. Dalam negara Islam tidak diperkenankan membiarkan tanah diam (tanah yang tidak terurus atau tidak ditanami) selama lebih dari 3 tahun berturut-turut. Jika ini terjadi maka negara akan mengambil alih tanah ini dan memberikannya kepada yang mampu untuk mengelolanya.

Hal ini sesuai dengan hadis
“Dari jabir RA berkata, Rasulullah SAW bersabda : barang siapa mempunyai sebidang tanah, maka hendaklah ia menanaminya, jika ia tidak bisa atau tidak mampu menanami, maka hendaklah diserahkan kepada orang lain (untuk ditanami) dan janganlah menyewakan (HR.Muslim).

Dengan dua strategi ini menjadikan produktivitas pertanian dapat terkontrol dengan baik. Negara khilafah atau negara islam juga akan mengerahkan pegawai negeri khusus seperti departemen pertanahan untuk mengawasi tanah yang dimiliki rakyat. Direktorat perindustrian untuk menciptakan sarana dan prasarana pertanian berupa alat atau mesin.

Maka, dampak dari strategi ini serta keterikatan antara satu departemen dengan departemen lainnya adalah melimpahnya pangan dan meningkatnya hasil pertanian. Oleh karena itu, impian untuk mewujudkan swasembada pangan bukan lagi sekedar cita-cita melainkan sudah dapat terealisasi seutuhnya. Tentu, impian untuk terwujudnya swasembada pangan hanya dapat terealisasi dengan menggunakan sistem islam dalam bingkai negara (khilafah). Wallahualam bishawab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Barcelona vs Real Betis: Barca Dibayangi Cedera Pemain

    Barcelona vs Real Betis: Barca Dibayangi Cedera Pemain

    • calendar_month Minggu, 15 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Melawan Betis, Barcelona kehilangan bek Andreu Fontas yang mengalami cedera lutut kanan dan Pedro Rodriquez yang cedera paha usai menghadapi Osasuna. Keduanya akan bergabung dengan jajaran pemain Barca yang mengalami cedera panjang seperti David Villa dan Ibrahim Affelay. Barca akan menjamu Real Betis di Stadion Camp Nou, Senin (16/1/2012) dini hari WIB. Sementara full back […]

  • Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    Disdik Madina kutip dana sertifikasi?

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Keterbukaan Informasi Publik (KIP) di jajaran pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sangat tertutup. Apalagi, terkait kasus dugaan pengutipan dana sertifikasi, insentif dari gubernur dan dan non sertifikasi kepada guru. Sehingga terkesan terciptanya sarang korupsi. Salah seorang guru yang telah bersertifikasi, mengungkapkan pada awalnya mereka tidak setuju adanya […]

  • Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN – Samiun Siregar, mantan Anggota DPRD Psp periode 2009-2014, maju menjadi salah satu peserta/calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Pudun Jae, Kecamatan Psp Angkola Julu. Hal itu terlihat dari hasil pendaftaran calon Pilkades serentak 2015. “Pilkades sudah hangat di sini (Desa Pintu Langit Jae,red). Apalagi dengan hadirnya mantan anggota DPRD sebagai […]

  • Sumut Tembus Angka 8.241 Positif Corona, Terbanyak di Sumatera

    Sumut Tembus Angka 8.241 Positif Corona, Terbanyak di Sumatera

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Positif virus Corona atau COVID-19 di Sumatera Utara (Sumut) menembus angka 8.241 kasus. Angka ini menempatkan Sumut sebagai provinsi sebaran virus corona terbanyak di pulau Sumatera. Berdasarkan data dari tim Humas BNPB yang dilansir Detik.com, terdapat tambahan 131 kasus baru pada Jumat (11/9/2020). Dari jumlah tersebut, 4.959 orang dinyatakan sembuh dan […]

  • Bocoran Timur Pradopo Soal Penggantinya

    Bocoran Timur Pradopo Soal Penggantinya

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    JAKARTA, – Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Timur Pradopo segera lengser dari jabatannya pada Agustus 2013 mendatang. Orang nomor satu di korps berbaju cokelat itu hanya menjawab diplomatis ketika ditanya siapa kandidat kuat penggantinya. Ia mengisyarakatkan bahwa calon Kapolri harus berpangkat Komisaris Jenderal. “Semua yang berkaitan dengan jabatan Kapolri kan sudah disiapkan, tentunya yang punya […]

  • Zainal Arifin Umumkan Dirinya Kepada Publik

    Zainal Arifin Umumkan Dirinya Kepada Publik

    • calendar_month Selasa, 6 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Zainal Arifin menjadi salah satu Bacalon Legislatif DPRD Mandailing Natal Dapil 5 pada Pemilu 2024, mengumumkan perihal dirinya kepada publik. Pengumuman ini wajib disampaikannya kepada publik sesuai amanah Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2023 Tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota Pasal 12 ayat 1 […]

expand_less