Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Harga Minyak Tanah Capai Rp 7.000/Liter Seluruh Kades di Panyabungan Timur Ajukan Keberatan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Melambung tingginya harga minyak tanah (mitan) di tingkat pedagang pengecer di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan dirasakan telah snagat membebani masyarakat, direspon para kepala desa (kades) di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina.
Pada Selasa (16/8) lalu, seluruh Kades se-Panyabungan Timur mengajukan keberatan kepada Pemkab Madina c/q Bagian Perekonomian, atas tingginya harga mitan. Para Kades ini pun meminta kepada Pemkab untuk segera turun tangan dan menertibkan para pedagang pengecer yang menjual mitan dengan harga sesuka hatinya. Pasalnya, berdasar laporan masyarakat, harga mitan di tingkat pedagang pengecer saat ini mencapai Rp7.000 per liter dan bahkan ada pula yang menjual seharga Rp9.000 per liter.

Padahal, menurut para Kades, Pemkab Madina menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) mitan di Madina seharga Rp3.700 per liter. “Tingginya harga mitan di Madina khususnya di Panyabungan Timur saat ini jelas-jelas akibat ulah para pedagang yang ingin mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Karenanya kita meminta Pemkab berkordinasi dengan aparat terkait untuk segera menertibkan hal ini dan jika perlu menindak para pedagang yang nakal karena telah snagat merugikan masyarakat,” kata para Kades dalam suratnya yang ditujukan ke Bagian Perekonomian Pemkab Madina.

Secara terpisah, Ketua DPC PPP Madina, M Dahler Nasution SP, kepada MedanBisnis, menyatakan sangat mendukung tindakan yang dilakukan para kepala desa itu dalam menyahuti keluhan masyarakat. Dahler juga meminta agar Pemkab Madina segera menindaklanjuti apa yang telah disampaikan para Kades tersebut serta menindak tegas para pelaku penyimpangan yang telah membuat masyarakat resah.

“Kita tahu di Madina ini program konversi mitan ke gas elpiji belum berjalan sepenuhnya, sehingga Madina masih mendapatkan kouta mitan bersubsidi dan masih ada ketentuan HET-nya.
Tapi kenyataan di lapangan masyarakat membeli mitan dengan harga yang sangat jauh di atas HET dengan alasan mitan langka. Tentunya kelangkaan ini juga perlu dipertanyakan dan perlu ditelusuri oleh aparat terkait kenapa ini bisa terjadi. Tentunya pasti ada yang melakukan penyimpangan, dan ini perlu ditindak tegas,” ujarnya.

Sementara, Kabag Perekonomian Madina Ir Donna Dameria melalui Kasubbag Produksi Industri dan Perdagangan membenarkan tentang pengaduan para Kades di Panyabungan Timur terkait tingginya harga mitan dan pihaknya akan segera menindaklanjutinya.

“Kita sudah menerima laporan dari para kepala desa di Panyabungan Timur, dan dalam waktu dekat kita akan menurunkan tim untuk menertibkan ini. Jika nantinya ada pedagang yang memang dengan sengaja menjual mitan jauh diatas HET yang telah ditentukan maka kita akan beri tindakan,” katanya. (zamharir rangkuti)
Sumber : medanbisnisdaily.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengusaha Penggilingan Padi Sebut Harga Gabah di Madina Normal

    Pengusaha Penggilingan Padi Sebut Harga Gabah di Madina Normal

    • calendar_month Sabtu, 25 Jan 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Pengusaha penggilingan Padi di Kabupaten Mandailing Natal bicara harga gabah. Dari Januari 2025 sampai hari ini belum ada kenaikan, namun dipastikan tak ada penurunan harga. Stok gabah dan beras di awal tahun melimpah. Diketahui Tahun 2025 ini Harga Gabah Basah (HGB) stak di harga Rp.5.600 perkilonya, sementara Harga Gabah Kering […]

  • Maret, Panwaslu Kukuhkan Panwascam

    Maret, Panwaslu Kukuhkan Panwascam

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) akan mengukuhkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) awal Maret mendatang. Program ini untuk mensukseskan pemungutan suara ulang pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Mandailing Natal periode 2011-2016 tanggal 20 April 2011 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Panwaslu Kabupaten Madina, M Ikbal Nasution melalui telepon selulernya, Senin (21/2). “Hal ini sangat […]

  • BBM Masih Langka di Madina

    BBM Masih Langka di Madina

    • calendar_month Minggu, 7 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Memasuki hari ketiga bulan suci Ramadhan 1432 H, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) masih tetap terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (03/08/2011). Hal tersebut bisa dilihat dari panjangnya antrean masyarakat Kota Panyabungan di SPBU yang tersedia BBM. Kelangkaan minyak bersubsidi di sejumlah SPBU di Panyabungan tetap menjadi pertanyaan masyarakat. Pasalnya bila dilihat dari […]

  • Tema Infrastruktur Jalan, SAHATA Pilih Optimalisasi APBD dengan Skala Prioritas

    Tema Infrastruktur Jalan, SAHATA Pilih Optimalisasi APBD dengan Skala Prioritas

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANG LAWAS UTARA (Mandailing Online) – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor 2 Saipullah Nasution-Atika Azmi Utammi (Paslon SAHATA) memilih optimalisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan skala prioritas untuk meningkatkan ruas jalan daerah. Hal itu, kata Saipullah, karena kondisi APBD Madina saat ini hanya memungkinkan membangun 10 kilometer jalan per […]

  • Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online – Meski berstatus desa tertinggal, Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dari data yang diperoleh dari laman kementerian desa baru merealisasikan Dana Desa thun 2025 sebesar Rp571,3 juta dari total pagu Rp894 juta. Serapan anggaran itu setara 63,9%. Penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap Satu Rp428,8 juta (75,06%) dan Tahap Dua Rp142,4 juta (24,94%). […]

  • DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    DPRD Tidak Terima Alasan Dinas PU

    • calendar_month Kamis, 5 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Soal Pembatalan Tender Proyek Panyabungan (MO) – DPRD Mandailing Natal (Madina) tidak bisa menerima alasan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Madina dalam hal pembatalan tender proyek di instansi itu. Rapat dengar pendapat yang digelar di ruang Komisi III DPRD Madina, Kamis (5/7) pun ditunda untuk dilanjutkan besok. Pihak PU menyatakan pembatalan tender proyek pada 26 Juni […]

expand_less