Senin, 1 Jun 2026
light_mode

Seperti Inilah Rasulullah SAW Merayakan Hari Raya Iedul Fitri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
  • print Cetak
kaligrafi taqabbalallahu minna waminkum

kaligrafi taqabbalallahu minna waminkum

Idul Fitri, secara turun temurun sudah membudaya di negeri ini. Namun bukan berarti menjadi suatu keharusan untuk dirayakan secara berlebihan. Padahal, Rasulullah saw telah memberikan beberapa contoh yang perlu diperhatikan.

Yang paling utama, sudahkah kita mengeluarkan zakat fitrah atau maal sebelum shalat Ied? Tujuannya, untuk berbagi kegembiraan dihari fitri ini dengan kaum dhuafa atau fakir miskin agar ikut merasakan kebahagiaan dihari itu. Namun apabila imam sudah mengumandangkan takbir untuk shalat Ied, maka sudak tidak lagi disebut zakat melainkan sedekah.

Lalu bagaimana Rasulullah merayakan Idul Fitri ? Janganlah merayakan dengan berlebihan, sangat istimewa bahkan terkesan ada yang dipaksaan hingga diluar kemampuan. Untuk itu Islam menganjurkan hendaknya menyambut dengan niat baik, dengan kondisi seadanya, meski sebaiknya berpakaian yang paling bagus, tapi tidak harus baru, karena semua ini merupakan salah satu bentuk syukur terhadap nikmat Allah.

Ketika menjelang berangkat sholat Ied, dianjurkan makan meski hanya sebutir kurma, karena ada hadist yang mengatakan :

“Rasulullah saw tidak keluar pada hari Idul Fitri hingga beliau makan, sedangkan pada hari Raya Kurban beliau tidak makan hingga kembali (dari masjid) lalu beliau makan dari sembelihannya”. (HR Tirmidzi, Ahmad,).

Pada pelaksanaan Sholat Ied sangat dianjurkan agar para wanita dan anak-anak untuk ikut. Seandainya ada wanita yang sedang haid, diusahakan tetap menghadirinya, meskipun hanya dibelakang shaf atau diluar masjid, tujuannya agar semuanya bersama-sama merasakan dan merayakan kegembiraan.

Disunnahkan pada waktu ketempat shalat dengan berjalan kaki,:

“Termasuk sunnah untuk keluar menunaikan shalat Id dengan jalan kaki”.(HR Tirmidzi).

Disaat pulang dianjurkan untuk tidak melewati jalan yang dilalui ketika berangkat, karena ada hadist yang mengatakan :

“Rasulullah saw pada hari raya biasa mengambil jalan yang berlainan (ketika pergi dan ketika kembali)”(HR Bukhari)

Ketika dalam perjalanan, sebaiknya selalu mengumandangkan takbir hingga menjelang dimulainya sholat Id. Yang perlu diperhatikan, Rasulullah saw tidak mengerjakan shalat sesudah Subuh hingga sebelum shalat Ied dimulai, kecuali shalat Tahiyatul Masjid.

Pada saat sholat Ied, tidak ada azan maupun iqamah serta mendahulukan khutbah sebelum shalat.

“Aku menghadiri shalat Ied bersama Rasulullah saw, Abu Bakar, Umar dan Ali, semua melakukan shalat sebelum khutbah” (HR Bukhari, Ahmad, Muslim).

Barulah setelah sholat Ied selesai, sampai dirumah dianjurkan untuk melakukan sholat sunnah dua rakaat, karena Rasul mengerjakan shalat sunnah dua rakaat sesampai dirumah.

Kemudian setelah itu menjalin tali silaturrahmi, saling memberi dan mengucapkan salam serta maaf, meskipun bermaaf-maafan tidak harus hari raya dan meninggalkan sesuatu perkara yang melampaui batas .

Dikutip dari : Eramuslim.com/rz

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Awas!!! Lobang Maut di Tambangan Jae

    Awas!!! Lobang Maut di Tambangan Jae

    • calendar_month Kamis, 2 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LOBANG MAUT – Satu unit angkutan pedesaan harus mengambil sisi pingir jalan untuk menghindar dari sebuah lobang yang dalam di jalur titik Desa Tambangan Jae, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, Rabu (1/1/2014). Berdasar keterangan warga setempat, lobang ini sangat dalam sehingga jika pengemudi kederaan tak hati-hati di malam hari kenderaannya bisa terjungkal, malah dapat mengancam keselamatan […]

  • Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    Udara Sibanggor Terindikasi Tak Beres, Rakyat Harus Dilindungi

    • calendar_month Sabtu, 13 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Menurut saya, kondisi Sibanggor Julu kini sangat tidak beres. Dibutuhkan kedatangan tim ahli indevenden pengukur zat hidrogen-sulfur di sana. Pengundangan tim ahli itu sebisanya diinisiasi DPRD Mandailing Natal. Jika DPRD Mandailing Natal enggan maka DPRD Sumatera Utara harus berinisiasi. Alasan saya : di Sibanggor Julu banyak indikasi-indikasi keterancaman tubuh penduduk yang […]

  • Visi dan Misi Paslon 01 Harun- Ichwan Terukur, Mahasiswa Deklarasi Dukungan

    Visi dan Misi Paslon 01 Harun- Ichwan Terukur, Mahasiswa Deklarasi Dukungan

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online): Sejumlah mahasiswa yang berkuliah di Medan asal Mandaing Natal ( Madina) berkumpul dan melakukan deklarasi mendukung paslon 01 Harun-Ichwan Aliansi Mahasiswa asal Madina yang yang tergabung dari beberapa kampus di medan yakni UINSU, USU DAN UNIMED itu beralasan, dukungan terhadap paslon Harun- Ichwan bukan tidak punya dasar. Mereka menganggap Pemerintahan sebelum […]

  • PANWASLUKA MADINA DI KUKUHKAN

    PANWASLUKA MADINA DI KUKUHKAN

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan : Menjelang Pilkada Madina yang tidak akan lama lagi berlangsung, Panwaslu Kabupaten Mandailing Natal mengukuhkan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Tingkat Kecamatan yang bertempat di Hotel Madina Sejahtera Dalan Lidang Panyabungan, Rabu (23/3). Dalam acara pengukuhan Panwaslukada se Madina ini dihadiri Pj. Bupati Madina Ir. Aspan Sopian, anggota KPU […]

  • Direktur Utama  PT ALN Ditahan Mabes Polri

    Direktur Utama PT ALN Ditahan Mabes Polri

    • calendar_month Jumat, 4 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Direktur Utama PT Agro Lintas Nusantara (ALN), Yosua Irawan Lau, resmi ditahan pihak Bareskrim Mabes Polri. Penahanan itu, terkait dugaan tindak pidana pemalsuan Akta Otentik yang digunakan sebagai salah satu upayanya untuk merampas lahan Koperasi Pengembangan Universitas Sumatera Utara (KP USU) di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sehingga […]

  • Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    Pupuk Bersubsidi Langka, Petani Madina Resah

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pupuk bersubsidi zenis ZA dan Ponska kembali langka di Mandailing Natal (Madina). Akibatnya para pertani resah. Sejumlah petani Kecamatan Siabu, Panyabungan dan beberapa wilayah lainnya mengaku pusing memasuki musim tanam saat ini. “Kita kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi terutama jenis ZA, Ponska pada kios-kios pengecer, karena barangnya tidak ada,” ujar Erwin […]

expand_less