Kamis, 29 Okt 2026
light_mode

Coret Calon Titipan & Bermasalah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Des 2010
  • print Cetak


Medan, Jurnalis Muslim Club (JMC) dan Forum Jurnalis Peduli Anak (FJPA) meminta Komisi A DPRD Sumut mewaspadai adanya calon titipan pemerintah dan calon yang masih tersandung masalah hukum di Polda Sumut, ketika melakukan fit and propertes terhadap 15 calon komisioner Komisi Informasi (KIP) Provinsi Sumut.

Permintaan itu disampaikan Pengurus JMC dan FJPA Fakhruddin Pohan kepada wartawan di Medan, Selasa (21/12/2010), menanggapi sikap Tim Panitia Seleksi diketuai Eddy Syofian yang dinilai kurang objektif dalam melakukan seleksi calon Komisioner KI Sumut.

Fakhruddin yang akrab dipanggil Kocu ini menegaskan, Komisi A DPRD Sumut yang diketuai Hasbullah Hadi harus benar-benar selekif menentukan calon anggota KI, sebab kalau salah pilih, maka KI Sumut yang semestinya menjadi pengawal transparansi informasi yang bisa diakses oleh rakyat akan menjadi mandul.

“Saat ini kita melihat ada indikasi dari pihak-pihak tertentu sudah mengkondisikan beberapa oknum dari 15 calon anggota KI itu agar duduk menjadi Komisioner KI. Bahkan, ada seorang calon Komisioner sudah mulai digadang-gadang menjadi Ketua KI Sumut, padahal Komisioner KI Sumut belum jelas,” sebut Fakhruddin.

Tujuannya adalah agar Komisioner KI itu nantinya bisa distell (ditunggangi) untuk kepentingan pihak-pihak yang mensponsori calon anggota KI. “Padahal keberadaan KI adalah untuk memerangi para pelaku atau penghalang informasi yang seyogyanya bisa di dapat oleh masyarakat. “Kalau nantinya ada calon titipan yang dijadikan sebagai komisioner maka dikhawatirkan fungsi KI menjadi mandul,” ujarnya.

Sebelumnya, sebut Fakhruddin, JMC sudah pernah meminta Tim Panitia Seleksi Komisi Informasi Sumut agar mencoret nama M Zaki Abdullah sebagai calon komisioner KI. Sebab, mantan Anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar ini saat ini masih menduduki jabatan Komisaris di BUMD milik Pemprovsu PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ) sehingga dinilai tidak dapat independen.

Namun, kata Fakhruddin, Tim Panitia Seleksi meloloskan nama Zaki Abdullah. Ada apa dibalik munculnya kembali nama Zaki Abdullah yang lolos dalam proses pencalonan. Memang dalam persyaratan menjadi calon komisioner sesuai UU No 14 Tahun 2010 Tentang KIP, tidak ada diatur ketentuan persyaratan. Namun, UU No 14 Tahun 2010 itu mengatur bersedia melepaskan jabatan apabila diangkat menjadi anggota Komisi Informasi.

Untuk bahan analisis Komisi A DPRD Sumut, dipaparkan Fakhruddin, bahwa nama Zaki Abdullah masih tersangkut dalam kasus penjualan tanah anggota PWI Sumut yang tengah ditangani Polda Sumut. Namun hasil penyelidikan Polda Sumut tentang kasus tanah itu hingga kini belum jelas proses hukumnya.

“Kasus yang belum diproses di pengadilan ini, kata Fakhruddin, sudah mencerminkan kalau Zaki Abdullah tidak layak jadi anggota KI Sumut, sebab resikonya terlalu berat dimasa kedepannya. Sebab, Zaki masih dihadapkan pada kasus pidana, sementara Komisioner diharapkan mandiri, profesional dan tidak tercela”, tegasnya.

Panitia seleksi calon anggota KI mengumumkan 15 calon anggota KI yang akan diserahkan ke Komisi A DPRD Sumut, masing-masing, Akhmad Kadri, David Susanto, Iswan Kaputra, M Natsir Isfa, M Syahyan, M Zaki Abdullah, Mardaus Purba, Mayjen Simanungkalit, Pangihutan Sirumapea, Panogari Panggabean, Rabualam Syahputra, Ramdeswati Pohan, Robinson Simbolon, Septalina Elisabeth Pardede dan Valdesz Junianto. (BS-002)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    Kapolres Madina: Laporkan Penyebar Isu SMS Penculikan

    • calendar_month Jumat, 3 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Isu penculikan anak yang marak menyebar via short massage service (sms), tampaknya membuat gerah pihak kepolisian. Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan SIk menghimbau, agar masyarakat melaporkan pelaku penyebar sms isu penculikan tersebut. Demikian diungkapkan Kasat Reskrim, AKP SM Siregar SH kepada METRO, Kamis (2/12). Siregar menilai, bahwa isu adanya penculik anak merupakan ulah […]

  • 6 Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Pembunuhan Ferdiansyah. Polisi Terus Lakukan Pengembangan

    6 Tersangka Ditetapkan Dalam Kasus Pembunuhan Ferdiansyah. Polisi Terus Lakukan Pengembangan

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ||Mandailing  Online- Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Ferdiansyah (36), warga Desa Panyabungan Tonga, yang terjadi di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Rabu (8/4/2026). Kasat Reskrim Polres Madina, AKP Ikhwan, mengatakan bahwa penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut penyelidikan intensif terhadap insiden yang sempat memicu kesimpangsiuran […]

  • DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    DPC Khusus Ikanas Madina Salurkan Bantuan untuk 50 Masjid

    • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Selama 3 (tiga) hari ke depan DPC Khusus Ikanas (Ikatan Keluarga Nasution dohot Anak Boruna) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mendistribusikan bantuan untuk 50 masjid yang tersebar di wilayah Madina. Ketua Ikanas Khusus dr. Syarifuddin Nasution didampingi Kepala Biro Ekonomi dan Bisnis DPD Ikanas Sumatera Utara Drs. H. Syafaruddin Nasution kepada […]

  • Dana razia dompeng tak jelas

    Dana razia dompeng tak jelas

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Dana razia dompeng (alat penambang liar) di Madina Tahun 2010 untuk triwulan II di Kantor Satuan Polisi Pamong Paraja Kabupaten Mandailing Natal (Pol-PP Madina) sebesar Rp40 juta diduga “kabur” atau tidak jelas penyalurannya terhadap anggota. Akibatnya, sejumlah anggota Satpol PP Madina yang tidak mau disebutkan identitasnya merasa dipermainkan dan dirugikan. Padahal mereka sudah […]

  • Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Guru di Mandailing Nata (Madina) sedikit bernafas lega. Akhirnya, mereka menerima dana tunjangan sertifikasi sejak Senin (1/11). Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) baru mencairkan dana itu untuk 6 bulan, sedangkan 6 bulan lagi dijanjikan segera dibayarkan. “Sesuai petunjuk dan dana yang kita terima baru mencukupi untuk pembayaran 6 bulan. Sisanya akan segera dibayarkan,” kata Sekretaris […]

  • Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pedagang Pasar Sukaramai yang menjadi korban kebakaran pada, Minggu (17/10) kemarin sekira pukul 19.45 WIB sangat marah dengan Walikota Medan, Rahudman Harahap. Saat kejadian kebakaran yang meludeskan sekitar 886 kios pedagang itu, dikarenakan terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tidak itu saja, pagar pasar tersebut terkunci sehingga pedagang tidak dapat menyelamatkan […]

expand_less