Selasa, 3 Mar 2026
light_mode

Mengenal Bahasa Mandailing (2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 17 Nov 2016
  • print Cetak

Oleh: Basyral Hamidi Harahap (in memoriam)

 

 

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

Almarhum Basyral Hamidi Harahap

BAHASA DAUN

Prof. C.A. Van Ophuysen, ahli bahasa Melayu dan bahasa Mandailing menulis sejumlah artikel tentang bahasa Mandailing. Salah satu diantaranya ialah tulisan berjudul  De Poezie in het Bataksche Volksleven, 1886. Tulisan ini membahas bahasa daun dan 80 ende dan ungkapan tradisional Mandailing.

Van Ophuysen pernah menjadi direktur Kweekschool Padangsidimpuan selama 7 tahun. Kemudian menjabat guru besar bahasa Melayu di Universitas Leiden. Bekas muridnya di Kweekschol Padangsidimpuan, Rajiun Harahap gelar Sutan Kasayangan Soripada, pernah menjadi asistennya di Universitas Leiden sebagai repititor bahasa Melayu.

Pada tanggal 13 Januari 1885 terjadi kebakaran besar di Padangsidimpuan, rumah Van Ophuysen ikut terbakar bersama dokumen penelitiannya tentang bahasa Mandailing yang sangat berharga. Tulisan Van Ophuysen yang paling terkenal tentang bahasa dan sastra Mandailing ialah tentang ende-ende dan bahasa daun atau bladerentaal.

Sesungguhnya ramuan bahasa daun itu tidak hanya terdiri dari dedaunan, karena ada bahan-bahan lain yang diikutsertakan dalam menyatakan sesuatu pesan.

Jika seseorang ingin menjawab atau memberitahukan tentang kesediaannya, kemauannya, keinginannya, atau cintanya, ia boleh  mengirimkan bulung ni pau, daun pakis, maknanya adalah  au, aku.  Daun pau rara, pakis merah, berarti ra, mau atau ingin. Jadi kedua jenis daun pakis ini bermakna ra au, saya mau.

Dalam masyarakat Barat dikenal dengan ungkapan katakan dengan bunga. Dalam hal ini makna bunga yang dikirimkan berkaitan dengan nama dan warna bunga yang bersangkutan

Menurut Van Ophuysen, orang Mandailing adalah satu-satunya suku bangsa yang memiliki bahasa daun. Oleh karena itu, penulis berpendapat sewajarnya bahasa daun ini dimasukan ditetapkan sebagai salah satu khasanah kebudayaan orang  Mandailing.

 Keberadaan bahasa daun mengisaratkan betapa orang Mandailing sangat sensitif dan dekat dengan alam. Mereka mempunyai filosofi yang mendasari sikap dan prilaku mereka dalam bergaul dengan alam. Sehingga mereka pada dasarnya adalah pecinta dan pelestari alam sehingga tercapai ekologi antara alam dan manusia yang seimbang.

Jika ditelaah lebih mendalam, kita dapat mencari elemen-elemen jati diri orang Mandailing dalam bahasa daun, antara lain sikapnya yang suka pada lambang-lambang sebagai cara bertutur kata. Atau mengungkapkan bahasa tubuh sebagai cara mengungkapkan sesuatu tanpa kata-kata, atau sebagai penguat kata-kata yang diucapkan, atau meneruskan kata-kata atau kalimat dengan bahasa tubuh. Orang Mandailing  juga merupakan suku bangsa yang biasa berbicara dengan tamsilan untuk melembutkan pernyataan yang seharusnya diucapkan secara  tegas dan lugas.

Dalam bahasa daun, dipakai daun-daun  yang namanya mirip atau sama dengan lafal  kata yang dipakai dalam percakapan sehari-hari. Jadi pemaknaanya bukan pada sifat-sifat daun atau benda lainnya, seperti porkis, semut, tidak diartikan sebagai rajin dan produktif, tetapi diartikan torkis, sehat wal’afiat. Dedaunan yang  dikirimkan bisa juga disertai gambar atau coretan  yang mengambarkan sesuatu, misalnya gambar sige atau parau.

Penulis mencatat 94 nama dedaunan yang sudah dikenal luas oleh orang Mandailing yang dimaksukkan oleh Vsan Ophuysen lengkap dengan maknanya dalam bahasa Mandailing  dan bahasa Belanda. Daftar itu penulis sunting lagi dengan menyusunnya menurut abjad  agar pembaca lebih mudah mencari nama daun tertentu. Terjemahan bahasa Belanda yang dibuat oleh  Prof. Van Ophuysen, penulis ganti dengan terjemahan dalam bahasa Indonesia (akan dumuat di bagian 3-red).

Pilihan daun sebagai kosa kata bahasa daun terutama didasarkan pada persamaan atau kemiripan lafal nama daun  dengan kata-kata  dalam kosa kata Mandailing. Sebagian dari daun-daun itu adalah tumbuhan obat yang biasa dipakai oleh datu sebagai pulungan ni ubat, sebagai ramuan obat. Sayang sekali orang Mandailing jaman sekarang ini tidak lagi mengenal semua dedaunan yang disebutkan oleh Van Ophuysen di dalam tulisan itu. (bersambung)    

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    Hiv/Aids Serang Padang Sidempuan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN – Pada 2010, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangsidimpuan telah mengidentifikasi tiga kasus penyakit mematikan HIV/AIDS. Dua korban telah meninggal, seorang lagi masih menjalani perobatan. “Dua korban meninggal itu sebenarnya bukan terjangkit HIV/AIDS di Padangsidimpuan. Namun keduanya selama ini merantau di Batam dan Surabaya,” kata Kadinkes, Doria Hafni Lubis, tadi pagi. Menurutnya, ketika tingkat penyakitnya […]

  • Operasi Angkat Tumor Ronggani Sukses

    Operasi Angkat Tumor Ronggani Sukses

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Operasi pengangkatan tumor dari mulut Ronggani Pulungan berlangsung sukses tadi sore di RS Mitra Sejati, Medan. Dokter yang menanganinya dr Hendry Rusdy, M.kes.Sp.BM. Muhammad Nekson Tanjung relawan yang membantu Ronggani menyatakan operasi pengangkatan tumor itu berlangsung sekitar satu jam. “Alhamdulillah operasinya berhasil jam 16 tadi,” ungkap Nekson kepada Mandailing Online […]

  • Bapel Jembatan Selat Sunda Masih Tahap Desain

    Bapel Jembatan Selat Sunda Masih Tahap Desain

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pemerintah masih mendesain badan pelaksana jembatan Selat Sunda yang menurut Peraturan Presiden (Perpres) No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda harus terbentuk pada 2012. Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin kemarin, mengatakan, desain badan tersebut tidak bisa sembarangan karena masalah yang dihadapi lebih kompleks. “Badan […]

  • Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    Bupati Tak Hadir di Paripurna Pidato Kenegaraan DPRD Madina

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution tidak menghadiri paripurna mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di DPRD Madina, Jum’at (14/8/2020). Baru kali ini seorang bupati di Madina yang tak mengahadiri agenda kenegaraan itu. Sekretaris DPRD Madina, Afrizal Nasution yang dihubungi via WhatsApp membenarkan ketidak hadiran bupati. “Benar tidak hadir, diwakili Sekda, kalau alasannya […]

  • Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    Penambang Emas Liar Marak di Nagajuang

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penambangan liar (ilegal mining) semakin menggila maraknya di Madina. Setelah beberapa tahun ini dilakoni ribuan orang di Kecamatan Hutabargot, penambangan emas tanpa izin ini juga marak di Nagajuang. Informasi yang didapat Metro, banyak dari penambang di Hutabargot yang pindah ke Nagajuang, tepatnya di Sambung Desa Humbang 1, Nagajuang. Tapi, penambang yang pindah ini banyak dari […]

  • Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAM( Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhaeri Nasution resmi buka tournamen Sepak Bola Bupati Cup I tahun 2023 yang diadakan di Lapangan Yonif 123 Kompi Senapan B Mangga Dua, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Senin (3/7/2023) Dalam sambutannya Bupati Madina memberikan support bagi para pemain yang akan bertanding kali ini. Bupati […]

expand_less