Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Ray Rangkuti: Hentikan Politisasi Sepakbola

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
  • print Cetak


JAKARTA – Prestasi timnas sepakbola Indonesia yang berhasil sampai ke final piala AFF 200 tak pelak mengundang meningkatnya animo masyarakat Indonesia.

ak luput di antaranya para politisi yang kini seolah mulai berlomba mencuri keuntungan politik dari kemenangan-kemenangan menawan tim nasional. Mulai dari klaim sepihak Presiden SBY yang menyatakan keberhasilan tim nasional adalah kongres pesepakbola yang digagas oleh beliau dilanjutkan dengan nonton bareng ke stadion Senayan hingga jamuan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Melihat gelagat tak sehat tersebut sebaiknya masyarakat Indonesia harus menyatakan secara serentak menolak politisasi timnas Indonesia.

“Selain untuk jangka pendek dan panjang akan dapat merusak kinerja timnas, juga cara-cara murahan mencari popularitas diri dan parpol harus ditolak,” ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti dalam pesan singkatnya, Sabtu(25/12/2010).

Menurut Ray, kemenangan timnas merupakan hasil kinerja rakyat Indonesia yang selalu setia dalam kondisi apapun timnas, memberi dukungan dan perhatian tulus.

Oleh karena itu sudah sejatinya kemenangan-kemenangan menawan timnas ini juga dikembalikan kepada rakyat Indonesia.

“Para politisi sejatinya belajar dari rakyat Indonesia bagaimana cara mencintai negeri ini tanpa pamrih. Berduyun-duyun dengan tangan, kaki dan keringat sendiri, rakyat Indonesia berebut tiket di Istora Senayan agar dapat memberi dukungan secara langsung kepada para pemain,” jelasnya.

Bahkan untuk tujuan itu,lanjut Ray, rakyat Indonesia menjual bahkan sesuatu yang paling penting dalam hidupnya. Datang ke Senayan lalu berhimpitan dan berdesakan sejak pagi untuk sekadar mendapatkan satu atau dua tiket sejak pagi hingga kadang malam hari.

“Merekalah pecinta sejati timnas tanpa harus merasa tampil sebagai pemberi jasa. Politisi kita alih-alih belajar dari sikap satria rakyat Indonesia itu, kini, dengan cara murahan mereka mulai berlomba memperlihatkan seolah paling berjasa dalam membangun timnas. Itu sesuatu yang mereka kerjakan tanpa keringat dan kesulitan yang dahsyat seperti yang dilakukan para pecinta sepakbola Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh Ray melanjutkan, ada hal ironis yang ditunjukkan oleh mereka para politisi, bahkan untuk menonton di Istora dan Bukit Jalil, Kuala Limpur pun mereka meminta fasilitas khusus.

“Kalau tidak tiket gratis setidaknya pelayanan mendapatkan tiket secara mudah tanpa keringat. Itu cara mencintai timnas secara licik, murahan dan tidak bermoral,” tandasnya.
Sumber : Tribun

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    Kepala Sekolah Berkualitas Dipecat, Warga Protes Pemkab Madina

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Inilah akibatnya jika kepala sekolah yang berkualitas diganti oleh pemerintah daerah dan digantikan oleh orang lain yang belum tentu berkualitas. Warga pun memprotes dan menyalahkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) yang dinilai tak mau mempertahankan kepala sekolah bermutu. “Ibu kepala sekolah Dorima sudah serasi bagi kami dan sudah sesuai dengan harapan […]

  • Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 1)

    Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        Catatan : Dahlan Batubara Otonomi Daerah menuntut setiap kepala daerah untuk lebih visioner dan gesit serta inovatif dalam menggenjot laju pembangunan daerah. Di sisi lain, memajukan sektor-sektor penting di daerah serta upaya memakmurkan penduduk bukan perkara mudah. Itu membutuhkan kemauan luar biasa dari pemimpin suatu daerah. Dan, semua orang pasti satu pemahaman bahwa […]

  • Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    Pemkab Madina: Pendirian Tower di Madina Square Belum Ada Izin

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Mandailing Natal, Parlin Lubis menyatakan bahwa pendirian tower mini T-20 di atas salah satu ruko di kompleks Madina Square, Panyabungan belum memiliki izin. “Sampai sekarang ini tower tersebut belum memiliki izin, dan kita baru menerima permohonan izin mereka semalam, namun tidak kita proses akibat dari […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 1)

    • calendar_month Selasa, 27 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Di Mandailing, berbagai macam bentuk ornamen (hiasan) tradisional dapat kita temukan pada bagian Tutup Ari dari Sopo Godang (Balai Sidang Adat) dan Bagas Godang (Rumah Besar Raja). Dalam bahasa Mandailing, ornamen-ornamen tersebut disebut bolang yang juga berfungsi sebagai simbol atau lambang memiliki makna-makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Mandailing. Di dalamnya terkandung […]

  • Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    Konflik Lahan Warga Tapus Vs PT.M3 Ditangani Poldasu

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      LINGGA BAYU (Mandailing Online) – Konflik antara warga Kelurahan Tapus,  Kecamatan Lingga Bayu, Mandailing Natal (Madina) versus PT. Madina Madani Mining (M3) soal klaim lahan di kelurahan itu mulai ditangani Polda Sumut. Lahan itu seluas 4 hektar berada di sisi timur Kelurahan Tapus. Menurut warga, lahan itu merupakan tanah adat dan memiliki sertifikat yang […]

  • Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    Status Tertinggal, Dana Desa Sopo Batu Tahun 2025 Rp 571 Juta. Untuk Energi Alternatif Rp130 Juta, Buat Jalan Desa Cuma Rp30 Juta

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan|| Mandailing Online – Meski berstatus desa tertinggal, Desa Sopo Batu, Kecamatan Panyabungan, dari data yang diperoleh dari laman kementerian desa baru merealisasikan Dana Desa thun 2025 sebesar Rp571,3 juta dari total pagu Rp894 juta. Serapan anggaran itu setara 63,9%. Penyaluran dilakukan dua tahap. Tahap Satu Rp428,8 juta (75,06%) dan Tahap Dua Rp142,4 juta (24,94%). […]

expand_less