Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Mar 2017
  • print Cetak


Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial)
Sejarahwan Mandailing

Basyral Hamidi Harahap

Syekh Abdul Manan Siregar lahir di Sipirok pada tahun 1894 dan wafat pada tahun 1989 di Padangsidimpuan. Pada usia mudanya ia bercita-cita menjadi ulama. Ia pun meningkalkan desanya, Sipirok, berjalan kaki selama berhari-hari menempuh jarak hampir 300 kilometer menuju Basilam di Tanjungpura. Untuk belajar agama pada Syekh Abdul wahab Rokan di Basilam. Kelak sambil belajar ia menjadi asisten ulama besar itu selama 8 tahun. Syekh Abdul Manan belajar 2 tahun di Masjidil Haram dan Jabal Kubeis di Mekkah. Ulama ini memperdalam pengetahuannya dalam ilmu fikih, tasawuf dan ilmu falak. Selama di Mekkah Suekh Abdul Manan belajar pada Syekh abdul Qadir Al-Mandily dan Syekh Ahmad Nur Rawa.

Syekh Abdul Manan kembali ke Sipirok dan menikah dengan Siti Rayo Hasibuan gelar Hj. Siti Aisyah (1907-1992). Mereka dianugrahi tiga orang putera dan empat orang puteri, masing-masing: Ali Musa Siregar, H.M Ja’cub Siregar, Hj. Hafsah Siregar, Hj. Syarifah Siregar, Hj. Salmah Siregar, Hj. Aisyah Siregar dan Drs. H. Ali Husin Siregar.

Syekh Abdul Manan lebih dikenal di Padangsidimpuan dengan nama Kulipah Manan. Ulama ini mendirikan Parsulukan  tarikat Naqsabandiyah Babussalam di Ujung Padang, Padangsidimpuan.

Syekh Haji Muhammad Hasan Lubis (1888-1957) lahir di Saba Dolok, Mandailing. Ia berasal dari keluarga sederhana. Cita-citanya untuk menuntut ilmu agam Islam di Labuhan, Belawan, diawalai dengan berjalan kaki dari Saba Dolok ke Sibolga. Ketika itu usianya 20 tahun. Tiba di Sibolga dia tidur di emper penginapan. Pemilik penginapan kemudian membolehkannya tidur di lantai bawah. Takdir Allah menentukan, anak pemilik penginapan sedang sakit. Dengan ridho  Allah, ia dapat menetmbuhkan penyakit anak tersebut, yang sebelumnya sudah berobat ke tabib-tabib, tetapi tak kunjung sembuh. Dengan membaca surat Al-Fatihah, ia memohon kepada Allah agar anak itu dapat disembuhkan. Anak itu sembuh. Maka sang musafir itu boleh tidur di penginapan. Bukan itu saja, setelah pemilik penginapan mengetahui rencana perjalan sang musafir, ia membekali ongkos dari Sibolga menuju Belawan.

Pada usia 30 tahun ia menikah dengan Siti Suleha yang dianugerahi seorang putera dan enam orang puteri, masing-masing: Sutan Marcuncang Alam meninggal di Sibolga, Fatimah Syam di Gunung Barani, Masturo di Kuala Binjai, Sawiyah di Lumban Dolok, Nur Miah ibu dari Salamat pemilik penginapan Salamat di Kotanopan, Arba’iah di Medan dan Adawiyah di Medan.

Syekh Haji Muhammad Hasan Lubis selain berdakwah di Labuhan dan desanya Mandailing. Rumahnya sendiri di Saba Dolok di pakai sebagai tempat pengajian yang diahdiri banyak jamaah di antaranya Syekh Muaramais.

Panggilan kampung halaman sangat kuat. Ulama ini kembali ke Saba Dolok bersama isteri dan tiga anak-anaknya untuk memnuhi permntaan masyarakat kampungnya.

Syekh Haji Muhammad Hasan Lubis selain berdakwah, juga mengajar seni bela diri, pencak silat, menembak dan ilmu-ilmu gaib. Ia juga seorang pejuang yang terlibat dalam perjuangan melawan Belanda di Sumatera Timur dan Tapanuli Selatan.

Ada beberapa keistimewaanya, anatar lain ketika belanda menangkapnya sebagai pemimpin perlawanan terhadap belanda di Medan. Ia di foto oleh polisi yang menangkapnya foto itu kemudian diserahkan kepada Sultan Deli. Sultan Deli dan permaisuri mengatakn hal itu tidak mungkin, karena pada saat pemotretan itu Syekh Haji Muhammad Husin Lubis sedang di jamu minum oleh Sultan Deli dan permaisuri. Peristiwa lain, ketika Belanda menyerang Benteng Huraba di Angkola Jae, pasukan Belanda melihat tuan syekh ini di sana. Belanda mengurungkan serangannya. Padahal pada sat yang sama ia sedang berada di Saba Dolok.

Ulama besar Syekh abdul Qadir Al-Mandily mempunyai tiga isteri yang beasal dari Hutasiantar. Isteri pertama melahirkan tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, ialah: Syekh Ja’far Abdul kadir, Hj. Zainab, Syekh Muhammad Ya’gub Abdul kadir dan abdus Salam. Istri kedua melahirkan anak tunggal ialah Abdul Hamid. Isteri ke tiga melahirkan dua anak perempuan dan satu laki-laki ialah: Hj. Rahmah, Hj. Halimah dan Taisir.

Syekh ja’far Abdul kadir lahir di Mekkah pada tahun 1894 dan wafat di Panyabungan 1958. Syekh ini adalah seorang hafiz Al-Qur’an. Salah seorang anak didiknya ialah Gari terkenal almarhum Abdul Khualid Daulay.

Pada tahun 1935 Syekh Ja’far Abdul Kadir mendirikan Madrasah Mardiyatul Islamiyah di Panyabungan dan dikemudian hari sebagai pendiri Masjid Raya Al-Qurra’ Wal Huffazh di Mekkah 1923-1924. Belajar pada ayahnya di Masjidil Haram 1924 samapi 1926. Madrasah As Sholatiah di Mekkah 1927 sampai 1931 Madrasah Darul Ulum Al Diniyah di Mekkah 1932-1934. Hai’ah Kibaril ‘Ulama di Masjidil Haram 1934-1936.

Pada usia 25 tahun syekh Muhammad Ya’gub Abdul Kadir pergi ke India untuk belajar di Jami’ah Islamiyah Dabhel di Surrat, India, 1939-1940. Pada kesempatan itu ia juga mengajar di perguruan tersebut. Ketika perang duani ke II berkecamuk, ia ke Mandailing dan menetap di Hutasiantar. Ia menikah dengan Darwisyah Matondang dari Hutapungkut. Darwisyah Matondang adalh lulusan perguruan Islam Rahma El Yunusiyah di Padang Panjang. Mereka dikaruniai sepuluh orang anak delapan laki-laki dan dua perempuan, ialah: Ya’Muri, Yaisy, Yasykuri, Yazid, Yani’ah, Yazdad, Ya’la, Ya’ruf, Yatiah dan Yasyfi.

Ulama ini adalah seorang Hafiz Al-qur’an ahli haditd dan sirah Nabi. Ia adalah orang kedua setelah Syekh Ali Hasan Ahmad Addary yang terkenal sebagai ulama ahli hadits di Tapanuli Selatan.

Syekh Muhammad Yakub Abdul Kadir juga aktif dalam perjuangan menegakkan kemerdekaan dengan menjadi anggota  dewan pertahanan Kabupaten Batanggadis 1945-1950. Ia juga berkecimpung dalam politik melalui pencalonannya sebagai anggota konstituante dengan tanda gambar Ka’bah pada pemilu 1955.

Prestasinya di bidang dakwah di tandai dengan sejumlah surat-surat penghargaan dan paiagam, antara lain:

  1. Al’-Allamah As-Syaid Idrus Albar, Ketua Mahkamah Syariah Hadramaut.
  2. Al’-Allamah Ali Al-Maliki, Wakil Menteri Pengetahuan zaman Syarif Husain di Mekkah.
  3. Al’-Allamah Al-Maulawy Abdurrahman Asy-Syahrowardy, Presiden Direktur Jami’ah Islamiyah Dabhel, Surrat, India.
  4. Al’- Allamah Asy-Syekh Umar Hamdan, Muhaddits Besar Madinatul Munawarah.
  5. Shahibul Fadhilah Muhamad Hafiz Abdul latif, Maha guru Darul Ulum Al-Ulya di Mekkah.
  6. Shahibul Fadilah Muhammad Hasan Al-Masysyath, ketua Mahkamah tinggi di Mekkah.
  7. Kiyai Muhammad Baqir, Guru besar seluruh Tanah jawa yang ada di Mekkah.
  8. Kiyai Ahjad, Ulama Besar dari Jawa Barat yang berada di Mekkah.

Ulama ini menulis dua buku Ratib Haddad dan limpahan Ilahi. (bersambung / dikutip dari buku Madina Madani)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    Olimpiade Sains Nasional, MAN 1 Raih Emas

    • calendar_month Senin, 6 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing online) – Madrasah Aliah Negeri (MAN) 1 Mandailing Natal (Madina) seperti tiada hari tanpa prestasi. Kali ini, Husny Abdillah, utusan MAN 1 Madina meraih emas di ajang Olimpiade Sains #2 Global Youth Action (OSN GYA) bidang matematika, 28 November 2021 lalu secara online melalui g-from. Padahal, baru beberapa hari lalu sejumlah pelajar MAN 1 […]

  • Siphon Irigasi Batang Gadis yang Rusak Mulai Diperbaiki

    Siphon Irigasi Batang Gadis yang Rusak Mulai Diperbaiki

    • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Siphon Irigasi Batang Gadis di Lintas Timur Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang patah mulai diperbaiki. Siphon irigasi yang patah tersebut telah hampir dua tahun tidak bisa mengairi ratusan hektar sawah di sejumlah desa di Kecamatan Panyabungan. Bupati Mandailing Natal H.M.Ja’far Sukhairi Nasution saat melihat pekerjaan perbaikan irigasi yang […]

  • Terpaksa Tinggal di Bawah Tenda Darurat

    Terpaksa Tinggal di Bawah Tenda Darurat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      DI BAWAH TENDA – Beberapa anak-anak keluarga korban kebakaran di Desa Ujung Marisi, Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal saat ini harus tinggal di bawah tenda darurat bersama kelarga mereka, Senin (8/6). Mereka berharap kepada pemerintah dan masyarakat luas turut membantu menyumbangkan bahan bangunan bagi pembangunan kembali rumah yang sudah rata dengan tanah, paska kebakaran 8 unit […]

  • Lakalantas, 208 orang tewas di Sumut

    Lakalantas, 208 orang tewas di Sumut

    • calendar_month Jumat, 25 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di daerah Sumatera Utara meningkat. Dari data yang diperoleh di Direktorat Lalulintas Sumut pada bulan Januari sampai September 2013, sejumlah 208 orang meninggal dunia akibat laka lantas tersebut. “Untuk wilayah kerja Polda Sumut, kasus kecelakaan maupun korban meninggal, Medan yang tertinggi,” ujar Kasi Laka Subdit Bin […]

  • Suara Terbungkam

    Suara Terbungkam

    • calendar_month Senin, 13 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Prosa Karya : Halvionata Auzora Siregar   Ketika mendengar sebuah jeritan menyayat hati dari seorang perempuan yang dianggap sebagai tiang dari sebuah negara, di akhir tahun yang penuh duka, duka bagi perempuan, negara bahkan apa yang diperjuangkan oleh sang feminisme Indonesia R.A Kartini dan Dewi Sartika telah dirobohkan oleh hawa nafsu. Akhir tahun kini penuh […]

  • Fraksi Golkar Prioritaskan Peningkatan SDM Cerdas Berakhlakul Karimah

    Fraksi Golkar Prioritaskan Peningkatan SDM Cerdas Berakhlakul Karimah

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Madina berupaya mendorog peningkatan Sumber Daya Manusia yang unggul dilandasi ahlakul karimah. Dan itu akan menjadi prioritas program kebijakan Fraksi Golkar dalam perumusan APBD Madina tahun 2020, disamping sektor lain seperti ekonomi, infrastruktur dan lainnya yang tetap menjadi perhatian Fraksi Golkar. “Menciptakan SDM unggul harus dimulai […]

expand_less