Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Polres Madina Didesak Proses Penghina Wartawan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 2 Jun 2017
  • print Cetak

Screenshot akun Pariz di Facebook

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polres Mandailing Natal didesak secepatnya memproses kasus penghinaan profesi wartawan oleh seorang gadis berinisial Ra.

Ra yang disebut berdomisli di kawasan Panyabungan itu dilaporkan ke Polres Mandailing Natal terkait statusnya di akun facebook menghina profesi wartawan.

Pengaduan dilayangkan sejumlah wartawan ke Polres Madina pada Selasa (30/5) lalu. Pengaduan itu tertuang dalam surat laporan Polisi Nomor : LP/ 67/ V/ 2017/ SU/ RES MD atas nama pelapor Muhammad Putra Saima mewakili seluruh wartawan yang bertugas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Gadis berusia 25 tahun yang ditengarai pemilik akun Pariz di facebook memposting tulisan menghina wartawan di wal-nya tanggal 29 Mei 2017, satu hari setelah terjadinya penjaringan 5 wanita di café dan karaoke oleh Satpol PP Madina di kawasan Panyabungan menyusul surat edaran Pemkab Madina tentang ketentuan terhadap café dan karaoke tak beroperasi malam selama Ramadan.

Pemilik akun Pariz itu diduga merasa terganggu oleh pemberitaan di media massa seputar penjaringan 5 wanita tersebut.

Dalam status di wal facebook tersebut ditulis : “Tak, punya otak tapi gk di pake, ng perlu kau merusak nama baik orang untuk keharuman namau anjing, kalo belum bisa jadi wartawan jangan jadi wartawan,,,,kebiasaan kau kek gitu bangga tapi banyak yang merugikan dan mengecilkan hati orang, dimana mana yang namanya wajah di sensor. Kalo belum lulus jadi wartawan jangan jadi wartawan anjeng, Gk kau pikirkan keadaan orang,,,yang kau pikirkan dirimu sendiri, supaya/pa dianggap worr, bahkan malah makin banyak yang membencimu, ujung ujungnya nanti kau mati di tangan orang”.

Semantara itu, Kapolres Madina AKBP Martri Sonny, Selasa menyatakan akan menindaklanjuti kasus itu.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Madina, Sarmin Harahap, mendesak Polres Madina supaya secapatnya memproses pemilik akun facebook Pariz yang telah menghina dan mengancam wartawan.

“Kita melihat pelaku pemilik akun Pariz tersebut telah menunjukan tidak koperatif, karena telah menghapus akun-nya di Facebook setelah sejumlah wartawan melakukan pengaduan,”ujarnya.

Sumber : Media Berantas Kriminal / Malintangpos Online

Editor  : Dahlan Batubara

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera yang menduduki ranking ketiga dari 33 pemprov dalam penyelewengan uang Negara sesuai temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) memperburuk citra Pemprov Sumut secara kelembagaan. Dalam kasus korupsi saja, sudah ada Gubernur Sumut non aktif, Syamsul Arifin terpaksa masuk penjara termasuk sejumlah kepala daerah di Sumut yang juga telah dikerangkeng dalam kasus […]

  • Bukittinggi diguncang gempa bumi

    Bukittinggi diguncang gempa bumi

    • calendar_month Rabu, 20 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bukittinggi, (MO) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa Bukittinggi, Sumatera Barat, diguncang gempa berkekuatan 3,1 skala Richter Selasa. Belum ada laporan terjadinya kerusakan bangunan yang disebabkan oleh gempa tersebut. Data dari BMKG gempa terjadi pada pukul 07:25:38 WIB berkekuatan 3,1 SR kedalaman 10 Km lokasi 35 LS, 100.35 BT, pusat gempa berada […]

  • Rambin Kampung Baru Rusak

    Rambin Kampung Baru Rusak

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN UTARA (Mandailing Online) – Rambin di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, rusak parah menyebabkan petani kesulitan membawa hasil pertanian. Kerusakan titi gantung ini juga sudah menjadi ancaman dan sering membahayakan masyarakat yang sehari-hari melewatinya mencari nafkah di seberang Sungai Batang Gadis. Kerusakan berada di lantai rambin. Papan lantai sudah banyak yang lapuk, […]

  • Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    Begini Awalnya Dubes Paraguay Tertarik Islam

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Hidayah adalah rahasia Allah, tidak ada yang bisa menghalang-halanginya. Setidaknya itulah yang diyakini setiap umat Islam. Hidayah inilah yang dirasakan Duta Besar Republik Paraguay untuk lima negara ASEAN, Cecar Estebon Grillion setelah resmi menjadi muallaf ketika mengucapkan dua kalimat syahadat usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (27/9). Ia mengungkapkan, Islam itu […]

  • Kejari Madina Bantah Isu Dugaan Kutipan Uang Pengamanan

    Kejari Madina Bantah Isu Dugaan Kutipan Uang Pengamanan

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ||Mandailing Online-melalui Kepala Seksi Intelijen, Jupri Wandy Banjarnahor, S.H., M.H., didampingi sejumlah Kepala Seksi Kejaksaan. Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Bani Immanuel Ginting S, S.H., M.H menyampaikan keterangan resmi dan klarifikasi terkait isu yang berkembang di media online maupun media sosial mengenai dugaan atau tuduhan adanya kutipan uang setoran pengamanan oleh Kepala Dinas […]

  • Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    Digugat, Gambar Mengerikan di Bungkus Rokok

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Menurut para penggugat, gambar gigi busuk, jenazah, bisa membuat konsumen rokok depresi. Lima perusahaaan rokok menuntut Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) karena tidak setuju dengan undang-undang baru yang mengharuskan mereka memasang gambar peringatan kesehatan di bungkus rokok. Menurut mereka, hal tersebut melanggar kebebasan berekspresi sebagai warga negara dan bisa membuat mereka kehilangan […]

expand_less