Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Kopi Luwak Mandailing Dipromosikan ke Jepang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
  • print Cetak

TAPSEL, – Organisasi perdagangan dan industri Jepang (The Japan Chamber of Commerce and Industry International Division) melalui Mr Hiroyuki Amaya, bermitra dengan Forum Pengelolaan DAS Lintas Kabupaten dan Lembaga Sipirok Lestari, membuka peluang promosi kopi luwak Sipirok dan Pakantan ke Provinsi Sizuoka dan Fukuoka di Jepang.

Seperti yang dikatakan ketua Forum Pengelolaan DAS (Daerah Aliran Sungai) Lintas Kabupaten Awaluddin Pulungan, Minggu (22/9).

“Sebelumnya kita juga sudah melakukan pembicaraan dan bisnis maching di kantor konsulat Jepang di Medan pada pertengahan Mei 2013, disaksikan oleh Konsul Jepang Mr Yuji HAMADA,” kata Awal.

Disebutkan, untuk memancing minat investor kopi luwak agar lebih giat dan gemar berinvestasi di daerah ini, Forum Pengelolaan DAS bersama Lembaga Sipirok Lestari telah melaksanakan inisiasi “Luwak Coffee Morning” bersama beberapa pelaku usaha pengelola coffee shop yang khusus diundang dari Jepang untuk melihat langsung proses pembuatan kopi luwak di Workshop Kopi Luwak milik Lembaga Sipirok Lestari di Medan.

“Kemudian dilanjutkan berkunjung ke lokasi-lokasi kebun kopi organik masyarakat binaan Forum Pengelolaan DAS yang lokasinya di daerah kawasan Desa Sialaman, Sipirok, Tapsel, dan Desa Pakantan, Mandailing Natal, bersama Mr Atsuhiro Tsunoda, Tour Leader Kopi Luwak dari Tokyo,” ujarnya. Dijelaskannya, akhir tahun 2013 ini, mereka akan mempromosikan potensi sumber daya alam kopi luwak Sipirok dan Pakantan ini ke Prefectur (provinsi) Obihiro di Hokkaido.

Direktur Lembaga Sipirok Lestari Irsan Simanjuntrak SP, melalui Divisi Pemasaran Luar Negeri Drs Tono Sareng juga menjelaskan, potensi sumber daya alam kopi luwak yang akan dipromosikan ke Prefecture Obihiro, Hokkaido tersebut yaitu kopi luwak premium.

“Selama ini, dalam menarik investor asing, hanya dilakukan melalui pertemuan para pengusaha nasional dan asing di Jakarta dan daerah lain. Sehingga hasilnya terkesan lamban dan kurang optimal,” ujarnya.

Yang terpenting menurut Tono, dengan upaya pertemuan bisnis langsung dari setiap stakeholder, akan memberikan dampak positif terhadap kelangsungan petani kopi organik dan perkembanganbiakan luwak (musang) dengan komitmen kemitraan yang kuat dengan Forum Pengeloaan DAS Lintas Kabupaten, selaku penyuluh konservasi dan lingkungan di tingkat grass root pada petani kopi organik Sialaman dan Pakantan.

“Mempromosikan potensi daerah ini penting, karena akan meningkatkan nilai tambah perekonomian dan kesejahteraan masyarakat petani kopi. Bisa dibayangkan, jika kami mampu menarik investor untuk berinvestasi di Sipirok dan Pakantan, dengan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya masyarakat akan mengalami peningkatan,” terangnya.

Dikatakan, mereka akan gabung dengan Paket Minat Wisata Alam Kopi Luwak Tour, dimana setiap kunjungan wisatawan Jepang akan menikmati kopi luwak di lading-ladang kopi masyarakat yang alami. Jika beruntung, wisatawan dapat langsung melihat luwak di alam liar kebun kopi, sehingga dapat memberi dampak ekonomi yang jamak.

Tono menambahkan, untuk saat ini permintaan kopi luwak sangat tinggi dan belum terpenuhi. Itu diakibatkan keterbatasan areal kebun kopi alami yang organik dan ramah lingkungan.

“Dimana pihak buyer atau peminat kita dari Jepang menginginkan dari kebun kopi yang alami dan tidak dari lahan bekas tebangan kawasan hutan. Ini sangat menggembirakan buat kami yang perduli dengan konservasi hutan dan Pengeloaan DAS terpadu. Dengan permintaan 20 Kg kopi luwak per bulan, merupakan bonus dari alam buat petani kita di kawasan ini,” terangnya.

Sehingga pihaknya berharap, dengan adanya memorandum dengan beberapa buyer Jepang, target 500 Kg kopi luwak per tahun dapat terpenuhi. Tentunya dengan semangat kesadaraan lingkungan dan eksistensi harmonisasi alam dengan luwak (musang) dapat terjaga dengan kepedulian semua stakeholder yang ada.

“Mudah-mudahan usaha kerjasama ini berkelanjutan untuk mempromosikan potensi daerah kopi luwak premium dan wisata alam luwak tour Silaman dan Pakantan, dimana orang lain akan mengetahui potensi SDA Kopi Luwak ini jika tidak ada promosi partisipatif ke negara lain,” pungkasnya mengkairi. (metro)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    HIRUK PIKUK DUNIA PENDIDIKAN

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Julia Sitanggang, S.Pd Karyawan swasta, anggota Majelis Taklim Islam Kaffah, tinggal di Tapanuli Tengah   Pendidikan adalah cara untuk mengangkat kelas sosial. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi dasar pembangunan negara-negara maju. Namun faktanya, masih banyak anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk mengenyam pendidikan tinggi, khususnya universitas. (Sumber MEDIA […]

  • PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (1)

    PELESTARIAN WARISAN BUDAYA MANDAILING (1)

    • calendar_month Sabtu, 5 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Z Pengaduan Lubis Bangsa Mandailing, suku bangsa Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing adalah salah satu dari sekain ratus suku bangsa penduduk asli Nusantara. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku bangsa tersebut turun-temurun mendiami wilayah etnisnya sendiri yang terletak di Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu “Tano Rura […]

  • Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    Potensi Pemuda Rantau yang Diabaikan Pemda Madina

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nanda Sri Wahyuni Pulungan Anak muda adalah aset negara. Kita percaya bahwa anak muda masih mempunyai banyak energi, ide-ide segar dan mau belajar. Mereka berani mengambil resiko dan tidak ragu mencoba hal-hal baru. Sudah saatnya, Mandailing Natal membuka mata, pikiran dan hati seluas-luasnya bahwa selamanya bumi Gordang Sambilan tidak akan pernah berkembang jika […]

  • Dana Pembangunan RSU Panyabungan Belum Jelas

    Dana Pembangunan RSU Panyabungan Belum Jelas

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) telah meminta Pemprovsu penundaan dana pembangunan RSU Panyabungan, namun sejauh ini belum rasionalisasinya, baik pemangkasan maupun pengurangan dana BDB (Bantuan Daerah Bawahan) tahun 2013. Rencana pembangunan RSU Panyabungan diproyeksikan bersumber dari BDB sebesar Rp.32 milyar. Plt. Sekda Madina, Marwan Bakti Siregar didampngi Kabag Humasy, Arbiuddin Harahap kepada […]

  • Lagi, Pembakar Camp PT ALM Ditangkap

    Lagi, Pembakar Camp PT ALM Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 24 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Pelarian Kepala Desa Sukamakmur Khoirun Nasution dan Ketua LSM Badan Investigasi Nasional (BIN) Parlindungan Hasibuan, berakhir. Dua tersangka pembakaran camp PT Anugerah Langkat Makmur (ALM) di Desa Sukamakmur, Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina ini, ditangkap petugas dari dua lokasi berbeda di Kota Padangsidimpuan. “Kita berhasil mengamankan keduanya dari lokasi berbeda di Padangsidimpuan pada Sabtu […]

  • Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar. Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW). “Dengan persiapan apa adanya sudah bisa […]

expand_less