Jumat, 1 Mei 2026
light_mode

Pertanian Tersisihkan di Perkotaan: Antara Makan Atau Tempat Tinggal?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 2 Jul 2018
  • print Cetak

Oleh : Syaiful Bahri
Mahasiswa Pascasarjana IPB Program Studi Agribisnis

Sensus penduduk Indonesia pada tahun 2010 menunjukkan angka 237.641.326 jiwa dan di tahun 2018 diproyeksikan jumlah penduduk mencapai 265.015.300 jiwa (www.bps.go.id). Pertumbuhan penduduk Indonesia cenderung meningkat tiap tahunnya, terlihat dari data sensus penduduk tahun 1971 sampai 2010 dan data proyeksi jumlah penduduk Indonesia berdasarkan BPS hingga tahun 2035.Meningkatnya jumlah penduduk tentu berdampak pada meningkatnya kebutuhan manusia akan pangan dan tempat tinggal.

Kebutuhan akan pangan dapat dipenuhi dengan dua cara yaitu melalui produksi pangan dalam negeri atau impor. Memproduksi pangan dalam negeri tentu membutuhkan lahan yang cukup, sebagai contoh, untuk memproduksi ±5.4 ton beras dibutuhkan lahan seluas satu hektar (asumsi: produktivitas padi nasional adalah 9 ton GKP perhektar dan konversi GKP ke beras adalah 0.5). Disisi lain, kebutuhan lahan tidak hanya dari sektor pertanian, melainkan juga untuk tempat tinggal atau pemukiman maupun bisnis contohnya rumah, apartemen, toko, dan gedung perkantoran terutama di kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya. Untuk itu perlu adanya regulasi penggunaan lahan, khususnya di kota-kota padat penduduk seperti Jabodetabek.

Kendala yang dihadapi saat ini adalah lahan yang semakin terbatas, sedangkan permintaannya semakin meningkat. Berdasarkan kurva supply-demand lahan (lihatilustrasi gambar 1), terlihat bahwa lahan merupakan barang yang tidak dapat diproduksi atau bersifat tetap/ fix good. Dalam market, meningkatnya permintaan lahan akan menggeser kurva demand ke kanan sehingga harganya akan meningkat. Fenomena inilah yang terjadi di sekitar penyangga ibu kota Jakarta seperti Tangerang, Bekasi, Bogor Depok, dimana lahan untuk pertanian semakin terkikis. Meningkatnya harga lahan membuat pemilik lahan yang tadinya memiliki usahatani beralih menjual lahan tersebut ke pengembang property.

Keputusan pemilik lahan dapat dijelaskan menggunakan konsep opportunity cost of land. Opportunity cost of land merupakan benefit atau keuntungan yang hilang akibat memilih alternatif yang berbeda dalam penggunaan lahan. Sebagai contoh, pemilik lahan memiliki lahan seluas satu hektar, kemudianapakah lahan digunakan untuk usahatani padi atau dibangun ruko untuk disewakan atau dijual. Keputusan tersebut tentu dapat dilihat dari benefit and cost penggunaan lahan (lihat tabel 1).

Pada kasus di atas, maka keputusan pemilik lahan adalah menjual lahan kepada pengembang property karena keuntungan yang diterima lebih besar. Umumnya seorang pemilik lahan tidak mau menggunakan lahan untuk kegiatan usahatani karena risiko yang dihadapi terlalu besar terutama risiko gagal panen dan harga jual komoditas pertanian yang tidak pasti. Hal tersebut menjadi masalah utama dalam pertanian khususnya usahatani.

Kebijakan yang perlu dilakukan agar pertanian tidak semakin tersisihkan terutama di daerah perkotaan yaitupemerintah perlu membatasi peruntukan penggunaan lahan pertanian dengan pemukiman. Lahan pertanian yang semakin sempit terutama di perkotaan dapat diatasi dengan menerapkan teknologi hidroponik dalam usahatani. Selain itu, areal yangtidak terpakai dapat dimanfaatkan untukkegiatan usahatani seperti padi, jagung, sayur-mayur, dan lain-lain.Harga komoditas pertanian yang cenderung fluktuatif perlu dikendalikan oleh pemerintah agar tidak merugikan petani. Selain itu petani harus kreatif dalam meningkatkan nilai tambah dari suatu komoditas pertanian seperti misal membuat produk kreatif seperti beras organik, sayur organik, dan lain-lain.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

    Menyongong Idul Fitri dan Aktualisasi Takwa

    • calendar_month Senin, 4 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Muhbib Abdul Wahab Ramadhan merupakan sebuah sistem pendidikan Rabbani yang sangat efektif bagi pembentukan kesadaran diri dan karakter mulia. Pendidikan Ramadhan bersifat holistic integrative dan komprehensif, meliputi: pendidikan spiritual, sosial, intelektual, akhlak (moral), fisik, kesehatan, ekonomi, politik, dan budaya. Tujuan pendidikan Ramadhan adalah mengatualisasikan takwa pada diri mukmin yang berpuasa dalam kehidupan sehari-hari. Ibarat […]

  • Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

    Lahan Pertanian Diserobot Ratusan Warga Madina Terancam Kehilangan Lahan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan. Sekitar 500-an warga di Dusun Bulung Gadung dan Dusun Bronjong Desa Selebaru Kecamatan Batang Gadis Kabupaten Madina, terancam kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian akibat aksi penyerobotan tanah yang dilakukan oleh pengusaha. Kepada MedanBisnis, Selasa (27/9) di Medan, Saroha Siregar (37) salah satu perwakilan masyarakat asal Madina yang ditemui mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan […]

  • Real Madrid jajaki peluang transfer Bale

    Real Madrid jajaki peluang transfer Bale

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memberi sinyal awal bahwa klubnya sedang dalam pembicaraan untuk merekrut Gareth Bale. Komentar dia diucapkan menyusul adanya spekulasi bahwa Real mempersiapkan tawaran yang melebihi rekor transfer dunia, yaitu Pound 80 juta yang pernah mereka bayar untuk Cristiano Ronaldo pada 2011. Ancelotti mengatakan dalam sebuah konferensi pers di pusat pelatihan Real […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 21)

    MARSIDAO-DAO (episode 21)

    • calendar_month Rabu, 25 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Muli tingon bagas Basiron i, iobarkon ia tu dadaboru nia nangkan poken na ro ma alai mangalao tu Bilah. “Alhamdulillah, bahat ma ita soni nalao tu Bilah. Oi baya, jop doma roangku, jabat tolu bagas kahanggi mandongani ita,” ning dadaboru i. “Imada, syukur ma ita. Harana mur martondi ma […]

  • Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    Fahrizal Efendi dan Upaya Pengembangan Pesantren Abinnur Al-Islami

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Pondok Pesantren Abinnur Al-Islami merupakan asset penting bagi umat muslim di Mandailing Natal. Asset penting karena pesantren ini sejak berdiri pada tahun 2006 telah fokus untuk melahirkan santri-santri hafizul Qur’an. Pesantren yang berlokasi di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara ini juga fokus dalam kitab klasik, yakni kitab […]

  • Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    Ini Kali Ketiga, SMA Negeri 1 Kotanopan Sabet Juara Umum RM2C

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) – Group Marching Band Gita Perdana Karya SMA Negeri 1 Kotanopan, Mandailing Natal kembali menyebet juara umum di kejuaran  Raja Majestik Marching Competition (RM2C). Kepala Sekolah SMAN 1 Kotanopan, Annagian Siregar, Kamis (13/10) mengungkapkan, group marching band sekolah itu berhasil meraih juara I Display And Showmanship, Juara I General Effect, Juara […]

expand_less