Selasa, 11 Agu 2026
light_mode

Formulasi ”Negeri Beradat Dan Taat Beribadat” dalam Menentukan Pemimpin Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
  • print Cetak

Raja Bangun Nasution

Oleh : Raja Bangun Nasution

 

Konsekuensi Madina sebagai serambi Mekkah-nya Sumatera Utara harus mengedepankan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-sehari. Begitu juga ketika menentukan pemimpin lima tahun ke depan.

Bahwa Madina akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang tahapannya direncanakan akan dimulai September mendatang.

Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang sangat strategis dalam terwujudnya masyarakat yang berada dalam Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (Qs. 34 : 15), yaitu masyarakat Islami yang dalam sistem kehidupannya menerapkan prinsip-prinsip Islam.

Kepemimpinan dalam Islam tidak dibenarkan jika terdiri dari orang-orang zalim, fasik, nifaq, kufur dan syirik. Apabila terdapat seorang pemimpin yang seperti ini dalam Islam, maka eksistensi kepemimpinannya akan batal, tidak sah dan tidak memperoleh ketajallian Allah, syafa’at Rasul-Nya, serta restu penghuni bumi.

Memilih seorang pemimpin adalah bagian dari urusan dunia sekaligus akhirat. Memilih pemimpin bagian dari urusan agama yang sangat penting. Islam tidak mengenal dikotomi atau sekulerisasi yang memisahkan antara dunia dan akhirat, termasuk dalam memilih pemimpin.

Contoh paling ideal pemimpin Islam tentu saja Nabi Muhamad Saw. Ia merupakan seorang yang memimpin dengan hati. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21).

Islam mengenal empat sifat yang mutlak dimiliki oleh seorang pemimpin. Sifat ini menjadi sebuah keharusan untuk membentuk tatanan masyarakat. Jika salah satu dari keempatnya hilang, maka bisa dipastikan akan terjadi kekacauan. Korbannya, lagi-lagi, adalah masyarakat.

Adapun empat sifat itu ialah Siddiq (Jujur), Amanah (Tidak berkhianat), Tabligh (komunikatif/santun bertata bahasa) dan Fatonah (Visioner).

Sidiq, saat ini dapat diartikan sebagai integritas, orang yang berintegritas berarti bertingkah laku sesuai dengan ucapannya.

Amanah. Berarti memiliki kredibilitas. Tidak hanya jujur, tetapi juga harus dapat dipercaya. -Tabligh artinya komunikatif. Bagi pemimpin seharusnya dapat menyampaikan pesan dengan baik. Mampu menyesuaikan ketika komunikasi dengan kaum intlektual dan orang awam.

Fatonah artinya cerdas. Pemimpin hendaknya mengemukakan konsep yang cerdas. Mengerti apa yang harus dipersiapkan untuk bekal generasi yang akan datang.

Empat indikator ini harus menjadi tolak ukur untuk menentukan siapa pemimpin Madina lima tahun mendatang.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah. Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi […]

  • Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    Batahan Tutup Pintu Negosiasi Dengan PT Palmaris

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak 6 desa di Kecamatan Batahan, Mandailing Natal (Madina) menutup pintu bagi negosiasi dengan PT. Palmaris Raya. Mereka juga mendesak Pemkab Madina menjalankan rekomendasi PT. Palmaris agar pihak perusahaan sawit itu berhenti mendekati warga. Sikap 6 desa ini tertuang dalam notulen rapat pertemuan antara warga dengan manajemen perusahaan yang difasilitasi Muspika […]

  • Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    Bentuk Tim Investigasi Kerusuhan di PT SMM Madina

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padangsidempuan, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Demokrat, Tiaisah Ritonga meminta pimpinan DPRD Sumut segera bentuk tim investigasi, mengungkap kerusuhan dan penembakan warga di kawasan Base Camp Sihayo II PT Sorikmas Mining (SMM) Desa Hutagodang Muda, Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal ini diperlukan guna mengungkap fakta sebenarnya yang terjadi dalam kasus tersebut. Demikian […]

  • Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution

    • calendar_month Kamis, 3 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – H. Muhammad Ja’far Sukhairi Nasution medrupakancalon wakil bupati Madina berpasangan dengan calon bupati Madina Drs. H Dahlan Hasan Nastion. Sebelum mencalon wakil bupati, Ja’far Sukhairi Nasution adalah wakil ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Kebangkitan Bangsa. Pria yang murah senyum ini merupakan putra Panyabungan. Di dalam visi misi pasangan calon […]

  • DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    DCS Dapil 5 NASDEM Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 5 dari NASDEM Madina. Memperebutkan 9 kursi Meliputi Kecamatan Panyabungan Utara, Siabu, Bukit Malintang, Huta Bargot dan Naga Juang.

  • Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    Carut Marut Negeri Akibat Sombong Kepada PenciptaNya

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Essay : Siti Khadijah Sihombing   Tidakkah kamu merasakan kerusakan negeri ini? Taukah kamu bahwa negeri ini telah rusak? Sudah tampak jelas duhai saudara semuanya, kerusakan ini telah nampak di depan mata, baik di kota sampai pelosok desa. Tak ada kesejahteraan dan kebahagiaan lagi yang dirasakan umat. Umat hari ini dipaksa untuk tunduk dan patuh […]

expand_less