Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Skema Penghitungan Jam Mengajar Diubah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 26 Nov 2013
  • print Cetak

Ringankan Beban Tatap Muka di dalam Kelas

JAKARTA – Perhitungan jam mengajar saat ini memicu polemik. Banyak guru bersertifikat gagal mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP). Pemicunya mereka gagal mengejar beban mengajar 24 jam tatap muka per pekan. Sistem perhitungan beban mengajar itu segera diubah.

Rencana pengubahan sistem penghitungan beban jam mengajar ini tertuang dalam revisi Peraturan Pemerintah 74/2008 tentang Guru. Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidikan (Kapus Bangprodik) Kemendikbud Unifah Rosyidi menuturkan, revisi PP tersebut sampai sekarang belum rampung.

“Di antara yang dibahas dan membuat pembahasan PP ini lama adalah tentang pengaturan baru beban jam mengajar,” kata Unifah. Dia menuturkan Mendikbud Mohammad Nuh sudah mengeluarkan sikap bahwa pembahasan PP itu harus sudah tuntas di internal Kemendikbud akhir tahun ini.

Unifah menjelaskan sejalan dengan implementasi kurikulum baru, maka skema penghitungan beban jam mengajar guru diubah. Saat ini beban mengajar guru murni hanya dihitung dari tatap muka di kelas. Untuk mengajar target minimal memperoleh TPP, guru harus mengajar selama 24 jam tatap muka per pekan.

Meskipun belum ditetapkan, Unifah mengatakan sudah ada bayangan tentang skema penghitungan beban jam mengajar yang baru. “Dasarnya adalah prinsip kurikulum 2013,” katanya. Dimana tugas guru tidak hanya mengajar di ruang kelas saja.

Tetapi dalam kurikulum baru itu, guru juga dituntut untuk bisa mendampingi siswa di luar kelas. Seperti pengamatan, penelitian, dan sebagainya. Bahkan aktivitas diluar pengajara, seperti merancang tugas, mengoreksi, dan mengisi rapor juga bisa dihitung menjadi beban mengajar.

Unifah menuturkan secara detail skema baru penghitungan jam mengajar masih digodok sampai saat ini. Dia berharap para guru menunggu dengan sabar hingga kebijakan baru ini benar-benar rampung. “Intinya penerapan kurikulum baru memiliki konsekuensi terhadap perhitungan beban kerja guru,” tandasnya.

Jika skema baru ini dimulai tahun depan, berarti belum semua guru akan menjalaninya. Sebab sampai tahun depan, belum seluruh sekolah di Indonesia menjalankan kurikulum baru. Sesuai dengan tujuan awal, pengubahan skema penghitungan jam mengajar ini mengacu implementasi kurikulum 2013.

Meskipun begitu Kemendikbud memandang bahwa skema baru penghitungan beban mengajar ini akan disambut baik oleh guru. Khususnya bagi guru yang saat ini kekurangan jam mengajar dan tidak bisa mendapatkan kucuran TPP. Dengan penghitungan aktivitas di luar mengajar di dalam kelas, para guru tadi tidak perlu mengajar di banyak sekolah untuk mengejar beban mengajar minimal. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ratusan Orang Berseragam OKP Serang Polantas

    Ratusan Orang Berseragam OKP Serang Polantas

    • calendar_month Senin, 9 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN –  Ratusan orang mengenakan atribut Organisasi Kepemudaan (OKP) Ikatan Pemuda Karya (IPK), menyerang tiga orang petugas Polisi Lalu Lintas Polresta Medan yang sedang bertugas di Jalan Balaikota perempatan Jalan Raden Saleh Kecamatan Medan Barat, Sabtu (7/12) sore. Bahkan, ratusan orang mengenakan atribut IPK yang mengendarai sepeda motor itu sempat menyerang Pos Lalu Lintas di […]

  • Pemagaran TPU Belum Selesai

    Pemagaran TPU Belum Selesai

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga sampai sekarang ini masih banyak yang belum selesai. Padahal, diduga proyek tersebut sudah habis masa kontraknya.(MB)

  • 75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    75 % anggota DPRD Sumut “wajah baru”

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah 75 persen anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2014-2019 yang dilantik di Medan, merupakan “wajah baru”. Sedangkan 25 persen lagi merupakan “wajah lama” karena menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut periode 2009-2014 yang berasal dari tujuh partai politik (parpol). Ke-25 wajah lama itu adalah Ajib Shah, Helmiati, […]

  • Pemberdayaan Ekonomi Muara Mais: Optimalkan Potensi Lahan untuk Pertanian

    Pemberdayaan Ekonomi Muara Mais: Optimalkan Potensi Lahan untuk Pertanian

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Masyarakat Desa Muara Mais, Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) menunjukkan semangat dalam meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pertanian dan perkebunan. Dengan memanfaatkan lingkungan alam yang subur dan mendukung, warga setempat mengoptimalkan lahan untuk bercocok tanam, terutama komoditas hortikultura dan tanaman perkebunan. Mahasiswa STAIN Madina yang melakukan KKN di desa itu, melaporkan […]

  • Pusat Setuju 185 M Untuk Pembangunan Jalan Pantai Barat Madina

    Pusat Setuju 185 M Untuk Pembangunan Jalan Pantai Barat Madina

    • calendar_month Senin, 19 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kementerian Pekerjaan Umum RI setuju mengalokasikan dana sebesar 185 milyar rupiah untuk pembangunan dan peningkatan jalan di kawasan Pantai Barat Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Program ini merupakan multi years yang diproyeksikan dimulai pada tahun anggaran 2013 hingga tahun 2015. Persetujuan ini menyusul hasil pengkajian Kementerian PU terhadap usulan Kabupaten Madina. Ditjen […]

  • DPRD Madina Usul Pola Pendidikan Akhlakul Karimah

    DPRD Madina Usul Pola Pendidikan Akhlakul Karimah

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Komisi I DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pola pendidikan yang menekankan kepada pengauatan akhlakul karimah. Sekretaris Komisi I, M. Rahim Nasution menyatakan usulan itu akan diajukan dalam bentuk Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), Selasa (20/10). Ranperda itu menyangkut  pengelolaan dan penyelanggaraan pendidikan dasar yang memiliki kandungan pengembangan kemampuan  dan mendidik sumber […]

expand_less