Minggu, 26 Jul 2026
light_mode

Lomba Kebun Kopi, Kuatkan Mutu Produk Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
  • print Cetak

Usai penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Kebun Kopi Arabika Spesiality

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Lomba Kebun Kopi Arabika Spesiality di Mandailing Natal selama 4 bulan sukses terlaksana.

Berbagai perkebunan kopi arabika yang dikelola petani di Mandailing Natal (Madina) disertakan dalam lomba.

Lomba itu sendiri berlangsung selama 4 bulan, dimulai sejak Mei hingga Agustus 2019. Diselenggarakan gabungan 3 lembaga, yakni PT. Kopi Rakyat Indonesia (PT.KRI); Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIGKM).

“Awalnya kita rencanakan hanya 3 bulan. Tetapi ternyata memakan waktu 4 bulan,” ujar Edisyah Putra Tanjung, panitia lomba yang juga Supervisor PT. KRI kepada Mandailing Online, Senin (19/8/2019) di Panyabungan.

Di hari yang sama, Direktur Operasional PT.KRI, Taufiq menyatakan lomba ini bertujuan memotivasi petani kopi. Output-nya petani mampu mencapai tata kebun berstadar SOP (standar operasional prosedur). Agar petani mampu mengembangkan sisi kualitas dan kuantitas produksi.

“Dan perlombaan ini direncanakan senantiasa dilaksanakan tiap tahun,” ujarnya.

Berdasar kondisi selama ini, mutu produk hilir kopi yang dihasilkan petani umumnya masih belum mencapai standar yang diharapkan. Sedangkan sisi kuantitas juga masih rendah per hektar.

Memang selama ini, upaya meningkatkan pemahaman petani kopi termasuk sosialisasi dan pendampingan terus diupayakan pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Untuk itulah perlombaan ini menjadi penting sebagai salah satu unsur pemotivasi.

Sementara itu, Ahmad Yasir Lubis seorang agronomis menjawab Mandailing Online di hari yang sama menyatakan, lomba ini diharapkan mampu mendorong peserta lomba menerapkan tata kelola kebun kopi yang menjadi percontohan bagi petani lainnya.

Untuk itu, harus ada follow up pasca lomba. Termasuk dari sisi kemitraan, yakni kerjasama petani dengan mitra kerja berbasis bagi hasil. Kemitraan ini terutama di segmen pendampingan dan perawatan. Sehingga sisi kelemahan petani dapat tertanggulangi. Dan terpentig adanya jaminan pasar terhadap petani.

“Berdasarkan hasil kunjungan-kunjungan kita ke berbagai kebun kopi yang dikelola petani, masih banyak tata kelola yang belum memenuhi SOP,” katanya.

Oleh karena itu, inti dari kemitraan tersebut adalah seluruh syarat-syarat standar berkebun kopi harus singkron dalam semua tahapan. Sehingga petani mampu bersaing dalam hal kualitas di pasaran ekspor.

Ada tiga komponen yang dinilai dalam perlombaan itu. Pertama komponen Lahan, kedua Teknik Budidaya, ketiga Panen dan Pasca Panen.

Penilaian terhadap komponen Lahan meliputi ketinggian lahan dari atas permukaan laut (dpl) serta dari sisi konservasi. Konservasi terdiri pula dari berbagai sisi, yakni naungan, lubang tanam, tapak kuda/terasering dan rorak.

Penilaian terhadap komponen Teknik Budidaya meliputi varietas bibit, jarak tanam, pemupukan, pemangkasan, sanitasi serta pengendalian hama dan penyakit.

Penilaian terhadap komponen Panen dan Pasca Panen meliputi panen petik merah, pulping, fermentasi dan penjemuran.

Pemenang pertama di perlombaan ini diraih Muhammad Irsal Nasution, petani kopi di Desa Pagar Gunung Kecamatan Kotanopan. Dia mengumpulkan 92 poin.

Pemenang kedua  diraih H. Bahrin Lubis, petani kopi dari Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal. Kebunnya berlokasi di Ulu Badak. Dia mengumpul 88 poin.

Pemenang ketiga diraih Abdul Rahman, petani kopi di Desa Sibiobio Kecamatan Kotanopan. Dia mengumpul 86 poin.

Pemenang keempat diraih Bahri Mustofa, petani dari Desa Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan. Kebunnya berlokasi di Putusan. Dia mengumpul 83 poin.

Tim juri terdiri dari 3 orang, yakni Ahmad Yasir Lubis seorang Agromis. Riki Wijayadi, pengusaha restauran kopi. Safruddin seorang praktisi kopi dari Mandailing Julu.

Penyerahan hadiah dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati Madina pada 17 Agustus 2019 malam usai resepsi kenegaraan.

Penyerahan trofi dan hadiah dilakukan oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution; Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution; Komisaris Utama PT.KRI, Revolin; Kapolres Madina, Irsan Sinuhaji.

Sementara itu, di parade HUT RI ke-74 ini, para petani kopi yang bermitra dengan PT. KRI turut ambil bagian dalam pawai di kota Panyabungan. Kontingen petani kopi ini memperoleh juara II.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Derita Palestina, Derita Kita

    Derita Palestina, Derita Kita

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Suci Hati, S.M Aktivis Dakwah Kota Medan Berita tentang seorang jurnalis yang mengalami tindak kejahatan yang dialami jurnalis Fatima tewas beserta tujuh anggota keluarganya telah menjadi target sasaran serangan brutal tentara Israel karena foto-foto yang menjadi hasil karya dokumentasi beliau terhadap warga Gaza (19/04). Mengingat tentang kondisi saudara kita yang ada di Palestina penderitaan […]

  • Madina Zona Hijau Covid-19

    Madina Zona Hijau Covid-19

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kabupaten Mandailing Natal masih berada dalam posisi zona hijau dalam peta Covid-19. Itu diungkap Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution menjawab wartawan usai rapat terbatas dengan Gugus Tugas Covid-19 dan Forkopinda di aula kantor bupati Madina, Rabu (15/2/2020). Zona Hijau adalah status wilayah tanpa kasus yang dikonfirmasi, atau tanpa ada pelancong yang terinfeksi yang […]

  • Bendera Merah Putih Kurang Laku

    Bendera Merah Putih Kurang Laku

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendera Merah Putih kurang diminati di Mandailing Natal (Madina). Hal itu tergambar dari menurunnya omzet penjualan bendera ini yang dialami sejumlah pedagang bendera di Panyabungan menjelang HUT RI tahun ini. Tak tanggung tanggung, penurunannya hingga 60 persen. Seorang penjual bendera, Ruslan Ependi (30), Jum’at (15/08/2014) mengaku mengalami penurunan yang cukup signifikan […]

  • Tenaga Honorer Sudah Dilema Sejak Masa Amru

    Tenaga Honorer Sudah Dilema Sejak Masa Amru

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dilema tenaga honorer di Pemkab Madina ternyata sudah muncul sejak masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay pasca terbitnya PP Nomor 48 tahun 2005. Temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Provinsi Sumut membuat pemerintahan Amru pusing. Pasalnya penggajian ribuan tenega honorer menjadi masalah setelah munculnya PP 48. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Madina, Imran […]

  • Pemkab Madina Buka Lowongan CPNS Tahun 2013

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 19Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) resmi mengumumkan penerimaan CPNS formasi tahun 2013. Pengumuman itu bernomor 800 / 501 / K / 2013 tanggal 20 September 2013 tentang Penerimaan//Penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Mandailing Natal Dari Pelamar Umum formasi ditandatangani Wakil Bupati Madina, Dahlan hasan Nasution. Penerimaan CPNS ini berdasar surat […]

  • Investor Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

    Investor Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Rendahnya tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Madina masih terlihat jelas. Untuk itu masyarakat meminta kepada Pemkab Madina untuk memberikan perubahan dengan mendatangkan investor. Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Keluarga Besar Mahasiswa Mandailing Natal (Gambema Madina) Agussalam Nasution didampingi Sekretaris Musliadi Nasution kepada METRO di Panyabungan, Rabu (4/1). Keduanya menyebutkan, sesungguhnya masyarakat […]

expand_less