Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Pembentukan Provinsi Tapanuli Rawan Konflik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Potensi konflik di seputar aspirasi pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) dinilai masih cukup besar. Karenanya, masyarakat Sumut diingatkan untuk mengedepankan dialog jika terjadi perbedaan pendapat atas keputusan DPR RI yang menyetujui dilakukan pembahasan lagi Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan Protap.

“Saya yakin, begitu RUU Protap mulai dibahas lagi, maka akan muncul lagi tarik-menarik, pro kontra. Potensi konflik sosial masih ada. Jangan sampai ada korban lagi,” ujar pengamat politik Sabar Sitanggang kepada JPNN di Jakarta, kemarin (31/10).

Doktor sosiologi lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, memang benar bahwa DPR lewat rapat paripurna beberapa hari lalu menyetujui pembahasan RUU Protap dilanjutkan. Hanya saja, dia mengingatkan, keputusan di DPR merupakan keputusan politik.

Menurutnya, sering kali keputusan politik dibuat tanpa mempertimbangkan secara matang realitas sosial di lapangan.

Dikatakan, pembentukan Protap merupakan sesuatu yang “panas”, karena dulu sudah memakan korban, yakni Abdul Aziz Angkat, yang saat itu Ketua DPRD Sumut. Sejumlah tokoh yang mendukung dan melakukan aksi demo anarkis itu pun sebagian masuk bui.

Lantas apa yang harus dilakukan agar RUU Protap bisa dibahas secara mulus tanpa ada konflik? Dia menyarankan, segenap elemen masyarakat Sumut, yang pro dan kontra, agar duduk bersama, yang difasilitasi DPRD Sumut.

Agar tidak ada yang main klaim bahwa kubunya mewakili suara rakyat, usul Sabar, agar dilakukan jajak pendapat alias referendum. “Saya sarankan dilakukan saja referendum. Rakyat Sumut ditanya, setuju atau tidak dengan Protap. Jika sudah ada hasil jajak pendapat, semua pihak harus menerima,” ujar dia. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

    Tumpang Sari Kakao-Kelapa Di Panyabungan Barat

    • calendar_month Kamis, 10 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tumpangsari antara pohon kelapa dengan pokok kakao terbukti cukup bagus dalam budidaya kakao, sehingga tanaman pelindung kakao tidak melulu tanaman jenis Gamal. Petani di beberapa desa Kecamatan Panyabungan Barat, Mandailing Natal (Madina) sudah lama melakukan tumpang sari antara pohon kelapa dengan tanaman kakao milik mereka, dan cukup berhasil. Selain hasil panen […]

  • April, Truk Melebihi Tonase Akan Ditindak

    April, Truk Melebihi Tonase Akan Ditindak

    • calendar_month Jumat, 17 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Pada April nanti pihak Perhubungan dan Inpormatika Madina akan menindak keras terhadap truk melebihi tonase yang melintas di jalan provinsi pada wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), terutama jalur Panyabungan-Natal dan kawasan Pantai Barat. Saat ini sosialisasi peraturan tentang pelarangan bagi setiap kenderaan yang melebihi tonase di jalan Propinsi antara Jembatan Merah menuju […]

  • PARRODANG: BERTAHAN SEPANJANG ZAMAN

    PARRODANG: BERTAHAN SEPANJANG ZAMAN

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Holik Nasution Parrodang, begitu ia disebut. Pekerjaan ini identik dengan para pencari ikan di kawasan Rodang Tinapor, hamparan rawa besar. Rodang ini membentang mulai dari Desa Huraba, Siabu, Bonandolok, Simangambat, Hutapuli dan batas muara Batang Gadis di sebelah barat (Mandailing Natal) hingga ke batas Sayur Matinggi di sebelah utara (Tapanuli Selatan). Selain menjadi […]

  • Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    Antisipasi Banjir Warga Harapkan Pelurusan Sungai

    • calendar_month Selasa, 26 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, (Mandailingonline) -Banjir bandang yang melanda 6 desa di Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal beberapa waktu lalu telah membawa kerugian besar bagi masyarakat yang ada disekitar bantaran Aek Ranto Puran. Daerah yang paling parah untuk banjir kali ini adalah desa Manyabar kecamatan Panyabungan. Selain merusak pemukiman warga juga merusak lahan persawahan.Untuk mengantisipasi banjir di desa […]

  • Marsarak Mate

    Marsarak Mate

    • calendar_month Rabu, 30 Des 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Cerpen Mandailing Karya : Mustopa Kamal Batubara   Potang ni ari na sangat jogi, i toru ni alibutongan na manorangi. Hajogianna tibo-tibo mago harani rimbus ni udan na ro mangompoti. Ngon bagas papan maralaskon tano, u paligi-ligi rimbus ni udan naso juo maradian. I samping tingkap au martungkol isang painte udan anso siang. “Rahmat, madung […]

  • Kadis PUPR Madina Pantau Progres Pengaspalan Jalan di Rantobaek

    Kadis PUPR Madina Pantau Progres Pengaspalan Jalan di Rantobaek

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    RANTO BAEK- Mandailing Online : Pengerjaan Ruas Jalan Padang Silojongan – Ranto Panjang Kecamatan Ranto Baek Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah memasuki tahap pengaspalan. Untuk memastikan mutu pengaspalan jalan sesuai. “Harus kami pastikan mutu pengaspalan jalan ini seauai dengan kualutas dan perencanaan sehingga saya dan tim turun langsung ke lokasi, ” Kata Elpiyanti Harahap Kepala […]

expand_less