Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Pembentukan Provinsi Tapanuli Rawan Konflik

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 1 Nov 2013
  • print Cetak

JAKARTA (Mandailing Online) – Potensi konflik di seputar aspirasi pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap) dinilai masih cukup besar. Karenanya, masyarakat Sumut diingatkan untuk mengedepankan dialog jika terjadi perbedaan pendapat atas keputusan DPR RI yang menyetujui dilakukan pembahasan lagi Rancangan Undang-undang (RUU) pembentukan Protap.

“Saya yakin, begitu RUU Protap mulai dibahas lagi, maka akan muncul lagi tarik-menarik, pro kontra. Potensi konflik sosial masih ada. Jangan sampai ada korban lagi,” ujar pengamat politik Sabar Sitanggang kepada JPNN di Jakarta, kemarin (31/10).

Doktor sosiologi lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan, memang benar bahwa DPR lewat rapat paripurna beberapa hari lalu menyetujui pembahasan RUU Protap dilanjutkan. Hanya saja, dia mengingatkan, keputusan di DPR merupakan keputusan politik.

Menurutnya, sering kali keputusan politik dibuat tanpa mempertimbangkan secara matang realitas sosial di lapangan.

Dikatakan, pembentukan Protap merupakan sesuatu yang “panas”, karena dulu sudah memakan korban, yakni Abdul Aziz Angkat, yang saat itu Ketua DPRD Sumut. Sejumlah tokoh yang mendukung dan melakukan aksi demo anarkis itu pun sebagian masuk bui.

Lantas apa yang harus dilakukan agar RUU Protap bisa dibahas secara mulus tanpa ada konflik? Dia menyarankan, segenap elemen masyarakat Sumut, yang pro dan kontra, agar duduk bersama, yang difasilitasi DPRD Sumut.

Agar tidak ada yang main klaim bahwa kubunya mewakili suara rakyat, usul Sabar, agar dilakukan jajak pendapat alias referendum. “Saya sarankan dilakukan saja referendum. Rakyat Sumut ditanya, setuju atau tidak dengan Protap. Jika sudah ada hasil jajak pendapat, semua pihak harus menerima,” ujar dia. (jpnn)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    Kontradiktif Rezim Sekuler, Ajarannya Ditolak Dananya Ditarik

    • calendar_month Jumat, 29 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Masalah Keumatan, tinggal di Sidikalang Negeri kaya raya itu bergelar sebagai bumi gemah rifah loh jinawi, apa yang tak ada bumi pertiwi ini. Hutannya terhampar menyimpan kekayaan alam yang tak terhitung jumlahnya. Laut, sungai, danau, teluknya terbentang luas memiliki keaneka ragaman hayati yang tak ternilai. Kiranya dengan setumpuk sumber […]

  • Kualitas Serai Wangi Madina Kalahkan Srilanka dan India

    Kualitas Serai Wangi Madina Kalahkan Srilanka dan India

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kualitas serai wangi dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengalahkan serai wangi dari negara Srilangka dan India. “Kualitas serai wangi asal Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal ini kwalitasnya mencapai 45 %,  sementara serai wangi asal negara Srilanka dan India mempunyai kualitas 25 % saja,” ungkap Anwar Mahjuddin dari Biosurya Global Sdn. Bhd, Malaysia […]

  • Madrastah Kotasiantar Gagas Pendirian Tsanawiyah Plus

    Madrastah Kotasiantar Gagas Pendirian Tsanawiyah Plus

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tahun Ajaran 2014/2015 menjadi sangat istimewa bagi masyarakat Kelurahan Kotasiantar, Panyabungan, Mandailing Natal. Dinamika pendidikan madrastah yang selama ini dikelola sendiri oleh masyarakat terus berprogres membaik. Selain dapat menamatkan sebanyak 98 murid MDTA Islamiyah Darussalam Kotasiantar, lembaga pendidikan swadaya masyarakat ini juga mewisuda sebanyak 64 anak didik Rohudotul Athfal  Darussalam. […]

  • Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    Antisipasi Banjir, Warga Minta Sungai Aek Mata Panyabungan di Dikeruk

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online )- Diawal  musim penghujan ini, warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai aek mata mulai khawatir banjir, kekawatiran itu akibat terjadinya pendangkalan dan tunpukan sampah di sungai aek mata. Memang ketika musim penghujan tiba, sejumlah pemukiman warga di sepanjang sungai aek mata selalu menjadi langganan banjir. Ini yang membuat Sobir warga pasar […]

  • Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    Buntut Penikaman dan Penembakan Usai Kibotan

    • calendar_month Jumat, 23 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Serahkan 28 Senjata Warga Hutatua di Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, mengibarkan bendera putih pasca kisruh dengan desa tetangga saat acara kibotan dan penggerebekan ladang ganja. Sedikitnya 28 senapan rakitan dan 12 butir peluruh timah diserahkan kepada polisi. (foto ridwan lubis) SERAHKAN SENJATA: Warga Hutatua, Kecamatan Panyabungan Timur, Madina, menyerahkan 28 pucuk senjata api rakitan […]

  • Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    Tokoh Masyarakat Pilih Saipullah untuk Lanjutkan Pembangunan Pantai Barat

    • calendar_month Jumat, 18 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Tokoh masyarakat di wilayah pantai barat Mandailing Natal (Madina) menilai Saipullah Nasution sebagai sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan di kabupaten paling selatan Sumatera Utara ini. Mereka yakin Saipullah sebagai birokrat yang bakal mampu melanjutkan pembangunan Madina, khususnya di wilayah pantai barat. “Pak Saipullah itu birokrat senior di pemerintahan pusat. Pernah […]

expand_less