Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Ummu Taqiyya
Aktivis, alumni Komunitas Menulis Online, tinggal di Tapanuli Utara

Hidup di dalam sistem yang berlandaskan kapitalisme-sekuler semakin menyengsarakan kehidupan manusia. Bagaimana tidak? Sistem ini hanya menerapkan hukum sesuai hawa nafsu berdasarkan akal manusia, memisahkan agama dari kehidupan, mencampakkan hukum dari Tuhan sehingga problematika kehidupan kian hari kian parah, masalah bertambah tanpa ada penyelesaian hakiki sehingga masalah terus berulang.

Satu masalah yang tidak pernah habis yaitu masalah rumah tangga, mulai dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), pertengkaran dan percekcokan suami-istri, perselingkuhan, masalah ekonomi rumah tangga, dan sebagainya yang akhirnya menyebabkan perpisahan atau perceraian, bahkan yang parahnya sampai terjadi pembunuhan antara suami-istri.

Setiap tahunnya angka dan kasus perceraian terus meningkat. Dikutip dari laman Merdeka.com (12/9/20), Dirjen Bimas Islam, Kamarudin Amin mengatakan bahwa berdasarkan data Peradilan Agama Mahkamah Agung, sejak tahun 2015 sampai 2019 telah terjadi peningkatan perceraian di Indonesia khususnya yang beragama Islam. Pada tahun 2015 terdapat 394.246 kasus, dan terus meningkat setiap tahunnya hingga pada tahun 2019 mencapai 480.618 kasus.

Siapa yang mau rumah tangganya tidak harmonis hingga memutuskan untuk bercerai? Pasti tidak ada yang menginginkannya, terutama bagi keluarga muslim yang menginginkan rumah tangga sakinah, mawaddah warohmah dan tak ingin bercerai tanpa alasan syari, sebab Allah membenci perceraian meskipun itu dibolehkan.

Penyebab Meningkatnya Angka Perceraian dalam Rumah Tangga Muslim

Sebagian keluarga muslim masih enggan menjalankan pernikahannya sesuai apa yang Islam ajarkan, jika menerapkannya itupun hanya sebagian, seperti melangsungkan pernikahan saja yang sesuai islam, tapi setelah menjalankan pernikahannya jauh dari nilai islam, tidak sesuai syariat. Masih banyak ummat muslim yang menikah hanya sekedar merubah status tanpa tahu tujuan dari pernikahan itu sendiri.

Jika setiap pasangan yang menikah memahami hakikat pernikahan, visi-misi berumah tangga, pertanggungjawaban dunia akhirat maka tidak ada yang berani menyia-nyiakan pernikahannya apalagi sampai bercerai.

Konon lagi di zaman sekarang yang didukung oleh sistem kapitalis yang bertolak belakang dari syariat islam, sehingga mudah sekali bahtera rumah tangga itu patah dan hancur. Misalnya, tidak ada pengaturan sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan, sehingga mudah sekali bagi mereka dihasut syaithon untuk berselingkuh, bahkan berzina setelah menikah.

Lain halnya jika sistem islam diterapkan, maka bukan hanya ibadah saja yang diatur, tetapi segala aspek kehidupan juga diatur mulai dari bangun tidur sampai bangun negara, termasuk juga mengatur sistem pergaulan. Di dalam islam, kehidupan laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom itu terpisah, tidak boleh adanya khalwat, ikhtilat tanpa ada alasan yang syar’i. Sehingga interaksi antara laki-laki dan perempuan itu terjaga di dalam islam, tidak seperti di sistem sekarang, dimana tidak ada pelarangan berdua-duaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom, hukum yang diterapkan juga tidak membuat efek jera bagi pelaku maksiat.

Seorang muslim wajib terikat dengan syariat Islam secara kaffah (menyeluruh),  bukan hanya diterapkan oleh individu, namun juga di dalam bermasyarakat dan bernegara. Karena sungguh aturan Islam merupakan aturan sempurna dari Sang Pencipta, sehingga jika aturan ini diterapkan maka setiap problematika akan terselesaikan termasuk masalah rumah tangga.

Untuk mewujudkan penerapan syariat islam secara kaffah dibutuhkan tiga pilar yaitu ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan kewenangan negara.

Jika setiap orang memiliki ketakwaan kepada Allah, maka dia akan berusaha menjalani kehidupan sesuai dengan yang Allah perintahkan, takut untuk berbuat maksiat, begitu juga pasangan suami istri yang memiliki ketakwaan maka akan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi pasangannya, menunaikan segala hak dan kewajibannya di dalam rumah tangga, sebab mereka paham bahwa rumah tangga adalah ibadah terlama yang dijalankan untuk menggapai ridho Allah dan berbuah SyurgaNya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 1)

Begitupun dengan adanya kontrol masyarakat, maka setiap orang akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, sehingga ketika ada yang ingin berbuat maksiat maka masyarakat akan segera mencegah dan mendakwahkannya.

Kewenangan negara juga pilar penting dalam menerapkan segala aturan Sang Pencipta, sehingga kemaksiatan yang dilakukan rakyatnya akan dihukum berdasarkan hukum dari Allah yang Maha Adil, rakyat akan takut dan merasa jera jika ingin kembali bermaksiat.

Semoga syariat islam kembali terterapkan secara kaffah di bumi Allah, dan rumah tangga keluarga muslim dapat berdiri kokoh untuk terus menjalankan ibadah serta tak mudah patah akibat godaan syaithon yang terkutuk.

Wallahu a’lam bis showab

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    Tiada Ayah Ibu, 11 Bocah Terancam Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 13 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Satu keluarga di Desa Hutaimbaru, Panyabungan Timur, Mandailing Natal terancam kelaparan jika tak dibantu segera. Mereka adalah 11 bocah yang masih kecil-kecil ditinggal ibu yang wafat dua bulan lalu, sedangkan ayah mereka sudah 4 bulan di dalam penjara. Otomatis, 11 bocah itu saat ini hanya diasuh oleh Ummi Roiyah (18) […]

  • Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    Panwaslu Adakan Sosialisasi Di Lapas Klas IIB Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, Untuk memperkecil pelanggaran Pemilu serta memberikan pengetahuan terkait tata cara pemilu kepada masyarakat binaan (narapidana) , Pengawas Pemilu Mandailing Natal (Panwaslu Madina) melakukan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Panyabungan, selasa (4/2) Ketua Panwaslu Madina, Hendri Pulungan, S.sos yang didampingi anggotanya Ahmad Husein, SH dan Sekretaris Panwaslu Madina, Sarman Nasution, Sag dihadapan para anak […]

  • Sukhairi-Atika Perjuangkan Investasi Pabrik Sawit Bersama Koperasi Petani

    Sukhairi-Atika Perjuangkan Investasi Pabrik Sawit Bersama Koperasi Petani

    • calendar_month Rabu, 25 Jan 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintahan Sukhairi-Atika saat ini tengah berupaya keras menghadirkan investasi pendirian Pabrik Minyak Sawit Tanpa Uap (PMTU) di Mandailing Natal (Madina), Sumut. Pabrik ini kelak akan didirikan satu perusahaan (investor) bersama sejumlah koperasi yang dibentuk para petani sawit. Sejauh ini tim dari Pemkab Madina telah melakukan komunikasi dengan PT. Nusantara Green Energy […]

  • Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    Kecelakaan Maut Di Panyabungan, 3 Tewas 1 Kritis

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 13Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua sepeda motor adu kambing menyebabkan 3 orang tewas dan satu kritis di jalur lintas Sumatra titik Parbagunan, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sekitar 22:30 WIB, Selasa (17/9/2013). Nama korban tewas, Devi (15) warga Jalan Abri, Kelurahan Panyabungan yang masih duduk di Kelas II SMA Negeri 1 Tanobato; Rahmad Ali (17) […]

  • Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    Pemekaran: Jalan Pintas Penguasaan atau Jalan Panjang Kesejahteraan?

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Ada satu kesalahan berpikir yang terus berulang setiap kali wacana pemekaran daerah muncul: seolah-olah membelah wilayah otomatis berarti membagi kesejahteraan. Padahal, pengalaman sejak era Reformasi 1998 justru menunjukkan hal yang lebih rumit — dan seringkali lebih pahit. Pemekaran, dalam praktiknya – baik untuk provinsi atau kabupaten/kota, terlalu sering menjadi […]

  • Tak Berkategori

    KPK Tangkap Kadis PU Mandailing Natal

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dua orang yang ditangkap KPK di Medan, Selasa (14/5) kemarin tiba di markas antikorupsi ini. Mereka adalah Plt Kadis PU Kabupaten Mandailing Natal Khairil Anwar dan seorang swasta berinisial Surung Panjaitan.(detik)

expand_less