Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kelakuan Para Pemuda Membuatku Menangis

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Pemerhati Generasi Muda tinggal di Barus

Hari ini aku termenung melihat para pemuda yang sangat sekuler dan individualis. Bagaimana tidak, banyak dari mereka dalam pergaulannya suka sekali melemparkan kata-kata yang tidak pantas dan tidak layak untuk diucapkan oleh seorang muslim. Kata-kata yang mereka keluarkan itu adalah kata-kata kotor dan menjijikkan. Tetapi hal itu dianggap lumrah dan menjadi bahasa sayang kata mereka. Dan ini semua mereka dapatkan awalnya dari tontonan dan publik figur.

Sungguh sedih sekali hati ini melihat kelakuan para pemuda hari ini. Aku menangis dan tak mampu berkata-kata saat mereka melemparkan semua ucapan itu. Rasanya telingaku panas dan hatiku hancur berkeping-keping sehingga membuatku sedih sekali sampai aku ingin meneteskan air mata jikalau mendengarkan perkataan mereka itu.

Bukan itu saja.

Setiap malam aku juga menyaksikan para anak muda berbaris-baris untuk bermain game online di jembatan dekat rumahku. Mulai dari selesai salat isya sampai tengah malam anak-anak muda itu di sana. Hal ini membuatku termangu dan dalam hatiku bertanya apakah orang tua mereka tidak merasa kehilangan anaknya sehingga tidak mencari mereka. Tetapi kurasa orang tuanya tidak mencarinya sebab setiap malam mereka selalu di sana tanpa pernah absen kecuali jaringan rusak.

Sedih sekali rasanya hati ini. Bagaimana nasib negeri ini ke depannya jika keseharian mereka tak pernah diisi dengan kegiatan yang mendekatkan mereka kepada Allah. Bagaimana para pemuda generasi muslim ini bisa terpaut dengan masjid jika aktivitas mereka selalu jauh dari yang Allah perintahkan. Apakah generasi penerus seperti Al-Fatih akan muncul dari generasi ini? Sungguh ini adalah kemustahilan.

Iya bagaimana lagi ini semua adalah kenyataan yang harus aku dan kita semua hadapi sebab kita hidup dalam sistem kapitalisme-sekuler yang mana semua aturan yang berlaku dalam sistem ini sangat menjauhkan kita dari aturan Allah yang Maha Pencipta dan Pengatur.

Sistem kapitalisme memang menciptakan generasi yang tidak patuh kepada aturan Allah. Karena memang sistem ini memberikan fasilitas kepada umat agar selalu mementingkan kesenangan dunia. Makanya dalam sistem kapitalisme ini lahirlah berbagai macam media dan alat untuk memudahkan umat bermaksiat kepada Allah dan jauh dari aturannya.

Jelaslah sudah sistem kapitalisme ini memang hanya mementingkan keuntungan apa yang didapatkan para kapitalis dengan membuat sesuatu kepada umat. Kalau mendapatkan manfaat dan keuntungan besar maka akan dipublikasikan dan diberikan dengan mudah kepada umat walaupun itu jelas haram. Seperti membuat tontonan dan games online yang tak berfaedah.

Begitulah kenyataan hidup kita sebab tak mau menerapkan sistem Islam kaffah. Sistem Islam kaffah adalah sistem yang berasal dari Allah. Sehingga dengan menerapkan sistem ini maka hidup kita akan bahagia dunia dan akhirat. Sebagaimana yang telah Rasullulah terapkan, diikuti oleh sahabat dan para tabiut tabiin. Islam berjaya 1300 tahun dengan peradaban yang gemilang dan generasi yang luar biasa.

Dan dengan diterapkannya sistem islam kaffah maka generasi penerus seperti Muhammad Al-fatih akan lahir dan membuat para musuh Islam gentar dan ketakutan. Muhammad Al-fatih adalah pemuda yang hidupnya hanya untuk beribadah kepada Allah. Sejak beliau kecil ibunya sudah memberikan maklumat kepadanya tentang bisyaroh Rasulullah mengenai penaklukan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih dari kecil sudah diserahkan kepada seorang ulama agar dididik menjadi hamba yang taat kepada Allah dan juga semenjak beliau baligh tidak pernah sekalipun beliau meninggalkan shalat malam. Beliau juga ahli dalam segala bidang ilmu dan menguasai banyak bahasa. Saat umur 19 tahun beliau sudah menjadi Khalifah dan umur 21 tahun beliau sudah menaklukkan Konstantinopel. Muhammad Al-fatih adalah generasi yang lahir dari sistem islam kaffah yang hidupnya hanya untuk Allah saja.

Makanya hari ini kita harus memperjuangkan sistem Islam kaffah untuk tegak kembali agar generasi muda hari ini seperti generasi para terdahulu kita.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    Publik Butuh Sistem yang Mendukung Tujuan Takwa

    • calendar_month Jumat, 2 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Anita Safitri, S.Pd Anggota Komunitas Madina Menulis Bulan Ramadan 2021 tinggal sebentar lagi, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengeluarkan Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Siaran Pada Bulan Ramadhan. KPI menegaskan bahwa selama bulan Ramadan 2021 siaran televisi diperketat. Lembaga penyiaran diminta untuk tidak menampilkan muatan yang mengandung Lesbian, Gay, Biseksual dan […]

  • 4 Oknum LSM Pemeras Guru Ditangkap

    4 Oknum LSM Pemeras Guru Ditangkap

    • calendar_month Selasa, 27 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Empat oknum yang mengaku LSM Pemantau Penggunaan Keuangan Negara (P2KN) ditangkap polisi karena selalu memeras para kepala sekolah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Aksi mereka dikabarkan sudah sering memeras pihak sekolah di berbagai kawasan di Madina dengan memaksa pihak sekolah memberikan uang. “Mereka dijerat dengan pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal […]

  • Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu Sudrajat Batubara mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang sudah meninjau ratusan warga yang mengungsi di SDN 037 Tanggabosi, Kecamatan Siabu, pada Kamis, 27 November 2025 lalu. Ucapan terimaksih disampaikan Batubara kepada Mandailing Online, Kamis (11/12). Tak hanya meninjau, […]

  • Pemungutan Suara Ulang Madina

    Pemungutan Suara Ulang Madina

    • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Spanduk & Baliho Dilarang Berdiri MADINA- Komisi Pemilihan Umum Mandailing Natal akan menghadirikan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Madina, Kamis (24/2). Pertemuan itu untuk menjelaskan secara teknis bahwa tahapan dan jadwal pemungutan suara ulang telah dimulai ”Kita akan sosialisasikan kepada mereka (7 pasangan calon, red) secara teknis pelaksanaan pemungutan suara ulang ini. Seperti […]

  • Kades Hutabaringi Julu Akui Persoalan Dana Desa dan Perangkat Desa Selalu Jadi Topik Masalah

    Kades Hutabaringi Julu Akui Persoalan Dana Desa dan Perangkat Desa Selalu Jadi Topik Masalah

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Kades Hutabaringin julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Darman Rangkuti mengakui persoalan di Desa yang dipimpinnya telah lama berkembang. Kades sebut pengelolaan dana desa dan pengangkatan perangkat desa selalu jadi topik masalah. “tentang permasalahan didesa saya, sudah lama berkembang mulai dari pengangkatan aparat saya sampe […]

  • 13 Anggota DPRD Madina Usulkan Pansus SMGP

    13 Anggota DPRD Madina Usulkan Pansus SMGP

    • calendar_month Rabu, 17 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak Selasa (6/2/2021) sebanyak 13 anggota DPRD Mandailing Natal menginisiasi pembentukan Pansus SMGP. “Ada 13 anggota dewan yang menginisiasi Pansus pada Selasa,” ujar anggota DPRD Mandailing Natal dari PKS, Budiman Borotan menjawab Mandailing Online via telefon selular, Rabu (17/2/2021). Budiman menyatakan, 13 anggota dewan itu berasal dari lintas fraksi, yakni Fraksi […]

expand_less