Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Tradisi Marsialapari di Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
  • print Cetak

Panen padi di kawasan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal. (foto : Kotanopan Madina)

Tradisisatu ini merupakan salah satu tradisi masyarakat Mandailing di Sumatera Utara. Namanya adalah Marsialapari.

Marsialapari adalah suatu tradisi saling membantu dalam budaya masyarakat Mandailing. Tradisi ini biasanya dilakukan pada saat menggarap persawahan, mereka saling membantu satu sama lain dan menggarap sawah mereka secara bergantian. Selain untuk memudahkan dalam menggarap sawah, tradisi ini juga sangat berkaitan dengan nilai-nilai serta filosofi masyarakat Mandailing. Dimana rasa persatuan dan tolong menolong mereka junjung tinggi dan mereka curahkan dalam tradisi Marsialapari.

Sejarah Marsialapari

Tradisi ini merupakan salah satu tradisi lama masyarakat Mandailing yang masih diterapkan hingga sekarang, khususnya dalam bidang pertanian. Biasanya dilaksanakan pada saat proses manajak (membabat sawah), marsuan eme (menanam padi) dan manyabi (memanen padi).

Pada prosesi tersebut mereka saling membantu secara bergantian, baik antara saudara, teman, maupun tetangga untuk menggarap sawah mereka. Tradisi ini kemudian diwariskan secara turun-temurun dan masih terus dilakukan hingga sekarang.

Fungsi dan Makna Tradisi Marsialapari

Tradisi Marsialapari ini difungsikan untuk saling tolong-menolong antar masyarakat, khususnya dalam bidang pertanian. Dimana mereka saling membantu satu sama lain secarabergantian dalam menggarap sawah mereka. Tradisi Marsialapari ini mencerminkan jiwa sosial masyarakat Mandailing, dimana rasa persatuan serta saling membantu mereka junjung tinggi dan menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Walaupun secara sukarela, bukan berarti mereka yang membantu tidak akan mendapatkanapa-apa. Dalam tradisi Marsialapari ini penggarapan sawah dilakukan secara bergantian. Contohnya apabila penggarapan sawah di tempat si A sudah selesai, maka si A akan ikut membantu ke tempat si B yang sudah membantu tadi, dan begitu seterusnya. Sehingga apabila ada 4 keluarga yang berpartisipasi, maka keempat keluarga tersebut harus saling membantu secara bergantian.

Manfaat Tradisi Marsialapari

Dengan siklus timbal balik dan saling menguntungkan tersebut tentunya akan lebih meringankan pekerjaan mereka. Karena semua pekerjaan dilakukan secara bersama-sama sehingga akan terasa lebih mudah dan lebih cepat selesai. Selain itu juga akan membuat biaya penggarapan sawah tersebut lebih murah, sehingga mereka tidak perlu membayar pekerja untuk mengerjakan sawah mereka.

Nilai-Nilai Dalam Tradisi Marsialapari

Dalam tradisi Marsialapari ini tentu memiliki nilai-nilai penting yang terdapat di dalamnya, terutama adalah nilai-nilai sosial dan budaya.

Nilai Sosial

Dalam tradisi Marsialapari ini segala pekerjaan di dalamnya mereka lakukan secara bersama-sama dan gotong royong. Dari sinilah semangat kebersamaan dan persatuan mereka akan terus tumbuh dan menciptakan suatu tatanan masyarakat yang harmonis.

Nilai Budaya

Rasa persatuan dan kebersamaan merupakan salah satu unsur penting dalam budaya masyarakat Mandailing. Hal tersebut mereka terapkan di setiap kehidupan mereka, salah satunya dalam tradisi Marsialapari ini.

Perkembangan Tradisi Marsialapari

Dalam perkembangannya, tradisi Marsialapari ini masih terus dijaga dan dilestarikan hingga sekarang. Bagi masyarakat di sana, selain sebagai salah satu warisan budaya, nilai-nilai dan manfaat dalam tradisi Marsialapari ini tentu dirasa sangat penting bagi kehidupan mereka.Tidak hanya pada bidang pertanian saja, esensi dalam tradisi Marsialapari ini juga bisa diterapkan dalam hal apapun. Kesadaran seperti itulah tentunya yang sangat diperlukan, sehingga tradisi ini tetap hidup seiring dengan perkembangan zaman.

Sekian pengenalan tentang Tradisi Marsialapari di Mandailing, Sumatera Utara. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang tradisi dan budaya masyarakat di Indonesia.

Sumber : kebudayaan.kemdikbud.go.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dugaan Pengendapan BPJS, Bupati Juga Bertanggungjawab

    Dugaan Pengendapan BPJS, Bupati Juga Bertanggungjawab

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt.Bupati Madina, Dahlan Hasan dinilai juga harus ikut bertanggung jawab terhadap dugaan pengendapan dana BPJS (Badan Penyelengara Jaminan Sosial) Kesehatan di Dinas Kesehatan Mandailing Natal (Madina) sebesar Rp.5,1 Milyar pada salah satu bank di kota Panyabungan “Pencairan BPJS kesehatan ini tentu diketahui oleh Plt Bupati Madina, karena setiap pengeluaran uang […]

  • Kadis Pendidikan Madina: Sultan Sakit Akibat Konsumsi Makanan Kadaluarsa

    Kadis Pendidikan Madina: Sultan Sakit Akibat Konsumsi Makanan Kadaluarsa

    • calendar_month Jumat, 21 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Arbiuddin Harahap menjenguk M.Sultan, siswa SD 116 Percontohan, Kelurahan Longat, Kecamatan Panyabungan Barat, Jumat, (21/1/2022) Sultan jatuh sakit usai mengkonsumsi jajanan yang diduga kadaluarsa diberikan oleh pihak sekolah. Peristiwa yang dialami Sultan ini  mendapat perhatian serius dari  Arbiuddin karena Sultan masih berbaring lemah di […]

  • Para Caleg Mulai Perang Poster di Panyabungan

    Para Caleg Mulai Perang Poster di Panyabungan

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Poster-poster para calon anggota legislatif (caleg) DPR RI, DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten mulai perang alat peraga di kota Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Pantauan wartawan, Jum’at (16/8/2013), poster dan baliho serta spanduk para caleg ramai di sepanjang jalan protokol Panyabungan maupun taman kota. Pesan- pesan yang tertulis umumnya ucapan selamat berpuasa […]

  • Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

    Polres Madina Sosialisasi Bahaya Merkuri

    • calendar_month Sabtu, 9 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Polres Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dengan tokoh agama sepakat memberikan sosialisasi bahaya merkuri (air raksa-red) terhadap kesehatan manusia dalam jangka pendek dan panjang baik terhadap warga yang bersentuha, galundung, air raksa, kuik, aula mapolres madina, hutabargot, kota panyabungann langsung juga dengan warga yang menghirup udara. Termasuk bahayanya terhadap mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi dengan merkuri […]

  • Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    Mantan Hakim MK: Mahkamah Konstitusi Bisa Mendiskualifikasi Paslon Curang

    • calendar_month Selasa, 9 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mahkamah Konstitusi (MK) tidak saja berwenang mendiskualifikasi petahana yang memutasi pejabat sebagaimana larangan UU Pilkada. Lebih dari itu, MK memiliki kewenangan mendiskualifikasi paslon di Pilkada yang terbukti melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis dan massif (TSM). Dilansir Tribunnews, mantan hakim MK, Maruarar Siahaan mengatakan jika pelanggaran TSM terbukti, MK berwenang menyatakan paslon […]

  • Calhaj Madina Masuk Kloter 11

    Calhaj Madina Masuk Kloter 11

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Calon jamaah haji (calhaj) asal Kabupaten Mandailling Natal (Madina) yang berjumlah 491 orang, masuk ke dalam kelompok terbang (Kloter) 11 embarkasi Medan. Hal ini sesuai hasil Qur’ah atau penentuan waktu dan jadwal yang diselenggarakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (18/9). Hal ini disampaikan Kepala Seksi Urusan Haji dan Umroh, Kantor Kemenag Kabupaten […]

expand_less