Jumat, 23 Okt 2026
light_mode

Sistem Sekuler Beri Panggung, Pelaku Pelecehan Seksual Bebas Berlenggang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd
Akademisi dan Pemerhati Sosial Masyarakat

 

Miris! Bebasnya terpidana kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur mendapat sambutan meriah bak pahlawan. Terang saja hal ini dinilai berbagai pihak terlalu berlebihan, hingga mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Sebagaimana diberitakan, penyanyi dangdut, Saipul Jamil menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman selama delapan tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang, Jakarta Timur, Kamis, 2 September 2021. Perwakilan keluarga, kerabat, dan tim kuasa hukumnya telah menanti sejak pagi di penjara Cipinang. Saipul dijemput dengan menggunakan mobil Porsche merah. Tidak hanya itu, ia juga terlihat mendapatkan karangan bunga yang dikalungkan ke lehernya.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti, mengaku prihatin dengan penyambutan pembebasan penyanyi dangdut Saipul Jamil yang diglorifikasi atau dirayakan seperti pahlawan, bahkan diliput besar-besaran berbagai media. Padahal, Saipul Jamil adalah pelaku kekerasan seksual pada anak. Itu perbuatan tercela, dia khawatir para penonton TV menjadi memaklumi penyebab Saipul Jamil masuk penjara,” kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (5/9).

Reaksi keras juga datang dari netizen melalui medsos, di Twitter, kata Saipul Jamil merajai trending topic. Kebanyakan mencuitkan kalimat pedas bercampur kesal melihat penyambutannya yang disambut bak pahlawan. Hingga mendapat petisi yang berisi pemboikotan Syaiful Jamil untuk tampil di layar kaca. Petisi yang diunggah daring melalui situs change.org oleh Lets Talk and enjoy ini diketahui ditujukan untuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Jangan biarkan mantan narapidana pencabulan anak diusia dini (pedofilia) masih berlalu-lalang dengan bahagia di dunia hiburan, sementara korbannya masih terus merasakan trauma,” tulis keterangan petisi tersebut Minggu (5/9).

Ya, tak seharusnya memang terpidana kasus pelecehan seksual disambut dengan meriah seperti tak bersalah. Terlihat hanya di Indonesia mantan napi, kasus cabul lagi, pas bebas malah tv berebut mengundang. Bagaimana perasaan korbannya melihat Saipul Jamil sudah tampil di stasuin TV, apalagi baru bebas orang-orang menyambut seperti dia habis pulang perang bak pahlawan. Apa kabar mental korban? Hukuman penjara dia saja tidak bisa buat korban lupa kejadian itu dan tentu saja tak setimpal dan membuat jera pelaku. Ini adalah kejahatan luar biasa dan bukan kali ini saja terjadi di negeri mayoritas muslim ini.

Bukan kali ini saja di negeri mayoritas muslim ini para pelaku amoral diperlakukan dengan istimewa, sebut saja kasus para selebritis lainnya di tanah air yang tersangkut kasus serupa, dimana mereka notabene adalah publik figure pemberi contoh yang semua perilakunya dapat memberikan dampak negatif dan positif bagi bagi masyarakat. Namun mirisnya di negeri yang mengadopsi sekularisme liberal tak menganggap perbuatan zina, pelecehan seksual sebagai dosa dan harus dihukum berat baik oleh negara maupun hukum sosial.

Jika setiap pelaku kejahatan seksual terlebih dia adalah publik figur diperlakukan seperti ini, jangan harap negeri ini akan bebas dari tindak kejahatan seksual pada anak. Tentu dengan penyambutan berlebihan tersebut, dikhawatirkan Saipul Jamil bisa merasa tidak bersalah atas perbuatannya. Jadi berikutnya bisa menganggap kekerasan seksual sebagai sesuatu yang normal. Ini sangat berbahaya. Dampaknya akan berimbas pada anak korban ataupun korban-korban kekerasan seksual lainnya menjadi makin takut terbuka atau bicara atas apa yang dialaminya. Selain itu, psikologi korban menjadi terpukul kembali dan bisa jadi sulit pulih ketika pelaku seperti Saipul Jamil malah disambut seperti pahlawan.

Maka sungguh sangat berharap kepada stasiun televisi melakukan hal yang dapat memberikan edukasi pada masyarakat bahwa perbuatan tersebut adalah tercela dan sebagai bentuk memberikan sanksi sosial pada pelaku alangkah baiknya semua TV dapat memboikot mantan narapidana pencabulan anak diusia dini (pedofilia) muncul di televisi. Pun, untuk para pelaku agar segera bertobat dengan kesungguhan untuk tidak lagi mengulang perbuatan maksiat tersebut. Dari sisi negara sendiri harus terus melakukan penyadaran pada masyarakat untuk selalu meningkatkan iman dan takwa takut hanya pada Allah SWT, melakukan amal makruf nahi mungkar, selalu waspada dan yang terpenting adalah negara harus menerapkan hukum yang tegas dan seberat-beratnya pada pelaku agar kasus seperti ini tak terulang kembali.

Terakhir, negeri ini harus segera bertobat, kembali pada hukum aturan Islam. Agar segala tindak tanduk kemaksiatan dan kejahatan tak terus menerus menjadikan bangsa ini hilang keberkahannya.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus KTNA Madina Dilantik

    Pengurus KTNA Madina Dilantik

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) priode 2014-2019 dilantik. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua KTNA Sumut, H. Rahim Pasaribu di aula Kantor Ketahanan Pangan Madina, Kamis (20/3/2014) dihadiri Sekretaris Daerah Madina Yusuf Nasution. Nama-nama yang dilantik: AHLI ANDALAN Ponimin Nasution Ahmad Syafi’I Nasution Sudirman Batubara BADAN PENGURUS Ketua : […]

  • Pecandu Batu Akik Menurun

    Pecandu Batu Akik Menurun

    • calendar_month Rabu, 7 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) – Peminat batu akik menurun di Madina sejak 3 bulan terakhir. Sebelumnya, demam terhadap batu cincin ini sangat meriah di Madina (Mandailing Natal) ditandai dengan menjamurnya unit-unit penjualan dan tukang asah batu akik di seantro Madina yang selalu diramaikan oleh pengunjung tiap hari. “Demam batu akik cuma sekitar setahun aja, kini […]

  • KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    KETAKUTAN DI TANAH SENDIRI

    • calendar_month Jumat, 12 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Warga Sibanggor Tak Lagi Tidur Nyenyak (Bagian 2)   Laporan : Dahlan Batubara dan Seri Aida Lubis   Hamparan sawah itu kini terbengkalai. Petaninya takut ke sawah itu. Bayangan meregang nyawa di sawah oleh sebaran racun senantiasa menghantui sanubari petani. Itu gambaran terkini di kalangan petani Desa Sibanggor Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Mandailing Natal, […]

  • Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Batahan Ada 34,5 Gram Sabu Jadi Barang Bukti

    Dua Pengedar Narkoba Diringkus Polsek Batahan Ada 34,5 Gram Sabu Jadi Barang Bukti

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA( Mandailing Online ):  – Jajaran Personel Polsek Batahan, Polres Mandailing Natal (Madina) berhasil mengamankan dua orang pengedar narkoba golongan I jenis sabu-sabu, Selasa lalu (29/10/2024). 34,57 Gram sabu disita. Sesuai Rilis Pers Humasy Polres Madina, Kedua pengedar itu adalah FP (34) dan MN (29). Mereka tercatat sebagai penduduk Desa Batu Sondat, Kecamatan Batahan. Kapolsek […]

  • Mari Membangun Negara Bersama Pajak

    Mari Membangun Negara Bersama Pajak

    • calendar_month Kamis, 22 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Jony, SE, M.Si, CA, CPMA, CPHCM Halo Seluruh pembaca Mandailing Online. Salah satu elemen terpenting penerimaan negara adalah pajak. Penerimaan negara dari pajak ini menjadi tulang punggung negara dalam belanja negara, pembiayaan pembangunan dan gaji untuk Aparatur Negara. Sebagai inti dari roda perekonomian negara, penerimaan pajak mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah negara ini melalui […]

  • Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    Kapoldasu: Polisi Harus Jadi Pengayom Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kapolda Sumut Irjen Polisi Drs.Ngadino, SH.MM menekankan kepada Polres Madina bahwa polisi harus menjadi pengayom bagi masayarakat. “Sebagai polisi, kita harus memahami jati diri kita sebagai polisi yang merupakan pelindung, pengayom masyarakat,” katanya, Senin (16/11) pada pengarahannya dalam kunjungan kerja ke Mandailing Natal. Kedatangan Kapolda didampingi Dir intel Polda Sumut, Kombes […]

expand_less