Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin lalu, saat ini sedang menjalani pemulihan trauma dan pengobatan. (19/7).

Pelayanan kesehatan dihentikan, seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari pihak pemerintah untuk jaminan keamanan di sana.

Serangan terhadap nakes seharusnya menampar pemerintah untuk bertindak tegas dalam memberantas kelompok separatis ini. Negara ini bisa mandiri – lepas dari intervensi internasional dalam membuat kebijakan terkait itu.

Karena serangan ini merupakan isyarat bahwa kelompok ini benar-benar mengancam keselamatan rakyat. Mengganggu aktifitas- aktifitas vital masyarakat dan merusak persatuan serta mengancam kedaulatan. Maka butuh penyelesaian tepat dan cepat.

Kekerasan separatis yang dilakukan KKB sudah nyata di depan mata, bukan dugaan atau prasangka buruk semata. Oleh karenanya, pemerintah harus bertindak secepat mungkin sebelum kondisi semakin buruk dan mereka semakin bringas dan brutal. Sudah lebih 12 kejahatan yang mereka lakukan, seolah tidak ada rasa takut untuk berbuat kejam seperti itu. Bahkan di beberapa media sosial banyak video yang beredar menunjukkan bagaimana aktifitas mereka dan rancangan kejahatan mereka disebarkan bebas.

Namun kita melihat bahwa negara sepertinya maju mundur untuk menyelesaikan kelompok saparatis ini. Belum ada tindakan konkrit dan tegas untuk menumpasnya. Padahal sudah jelas meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat. Desakan dari berbagai pihak pun sudah berdatangan karena merasa iba dan geram dengan kondisi di sana. Namun lagi-lagi seolah pemerintah kehilangan taringnya.

Berbeda dengan Islam dalam menumpas kejahatan. Islam mewajibkan negara menjamin keselamatan rakyat dan memberantas tuntas setiap tindakan separatisme. Sistem Islam juga menghasilkan tata kehidupan yang menutup munculnya benih disintegrasi. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang menjangkit masyarakat.

Sejatinya, dalam sistem kapitalistik hari ini menyebabkab pintu disintegrasi separatisme terbuka lebar. Mulai dengan bermacam ketidakadilan yang dihadapi masyarakat Papua, sistem ekonomi yang timpang jauh dari pemerataan pun mereka rasakan.

Juga karena masuknya asing melalui media-NGO. Memprovokasi rasa kecewa publik terhadap pemerintah dan mengarahkan menjadi gerakan separatisme. Dengan alasan Papua kaya tapi rakyatnya menderita.

Dalam Islam tidak ada pilih kasih dalam hal periayahan (pengurusan) terhadap rakyat di wilayah mana pun berada. Kebutuhan primer akan terpenuhi dengan jaminan yang  telah ditetapkan oleh hukum syara‘, bahkan kebutuhan sekunder juga akan diupayakan untuk dipenuhi oleh negara, baik muslim ataupun non muslim yang menjadi warga negara khilafah. Semua akan bisa terlaksanan karena negara akan mengelola SDA secara mandiri dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan asing.

Sudah pantas bagi pemerintah untuk melirik dan mempertimbangkan tawaran solusi dari Islam untuk negeri ini. Masyarakat sudah bosan hidup dalam keterpurukan dan keresahan yang tak kunjung menghilang. Yakinlah, dengan Islam hidup akan berkah dan sejahtera. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    Ulang Boto Amang Markusandar di Ayu Naburuk

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dompak mangolu hayu ara nagodang pade nian ibaen parsilaungan dihatiha udan sanga hatiha las niari songon pandokon ni dongan-dongan saro tole, tai anggo madung abis ukur-ukur di ayu nagodangi, bulungnape madung rurus, punggur domai di ginjang, ulang nangkan namarsisandar di batang nagodangibe, sanga linyat itinggang punggur, mapor-por dei boto oli-olii. Pala adong dope nagiot markusandar […]

  • YATIM KINI GELARNYA

    YATIM KINI GELARNYA

    • calendar_month Senin, 30 Okt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Karya: Rina Youlida Nurdina Siang jelang sore, di keramaian pasar tardisional di kotaku, masih terasa terik meski waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Para pedagang masih banyak yang sibuk dengan dagangannya masing-masing. Namun ada pula yang mulai menyusun rak-rak kayu tempat sayuran karena sudah mulai kosong karena terjual. Terlihat pula pedagang yang membersihkan kulit bawang […]

  • Kabar Baik, Pemkab Madina Jangka Dekat Buka Formasi PPPK Tahun 2023

    Kabar Baik, Pemkab Madina Jangka Dekat Buka Formasi PPPK Tahun 2023

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Kabar baik bagi pegawai tenaga honor di lingkungan Pemkab Mandailing Natal, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia ( BKPSDM) akan kembali buka formasi Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja ( PPPK ). Formasi itu kabarnya akan dibuka untuk tenaga guru dan kesehatan. Plt Kepala Dinas BKPSDM Abdul Hamid Nasution yang […]

  • Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    Jakfar Sukhairi Daftar ke PPP

    • calendar_month Rabu, 27 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, HM Jakfar Sukhairi Nasution hari ini selain mendaftar di PKB Madina, juga di PPP. Dengan demikian Jakfar Sukhairi sudah mendaftar di 6 partai politik. Yakni PDIP, Gerindra, Berkarya, Demokrat, PKB dan PPP. Jakfar Sukhairi yang saat ini mejabat wakil bupati Madina mendaftar di sekretriat DPC Partai […]

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

  • DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    DPRD Ramai-ramai Pulangkan Duit APBD

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kejadian Lagi di Langkat LANGKAT-Indikasi tindak pidana korupsi berjamaah di Kabupaten Langkat kembali mencuat. Kali ini muncul dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Langkat yang membocorkan APBD dengan nilai Rp1,4 miliar. Kebocoran anggaran ini tercium saat sejumlah mantan dewan periode 2004-2009 ramai-ramai memulangkan uang ke kantor dewan, Rabu (26/1) siang. Pemulangan uang negara itu, […]

expand_less