Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Lagi-lagi KKB Berulah, Kapankah Papua Aman?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
  • print Cetak

Oleh: Susi Ummu Ameera
Pegiat Literasi

Sebanyak sembilan tenaga kesehatan (nakes) korban kekerasan yang dilakukan KKB (kelompok kriminal bersenjata) di Puskesmas Kiwirok, Pegunungan Bintang, Provinsi Papua pada Senin lalu, saat ini sedang menjalani pemulihan trauma dan pengobatan. (19/7).

Pelayanan kesehatan dihentikan, seraya menunggu jaminan keamanan dari pemerintah untuk para tenaga kesehatan yang bertugas. Namun hingga saat ini belum ada balasan dari pihak pemerintah untuk jaminan keamanan di sana.

Serangan terhadap nakes seharusnya menampar pemerintah untuk bertindak tegas dalam memberantas kelompok separatis ini. Negara ini bisa mandiri – lepas dari intervensi internasional dalam membuat kebijakan terkait itu.

Karena serangan ini merupakan isyarat bahwa kelompok ini benar-benar mengancam keselamatan rakyat. Mengganggu aktifitas- aktifitas vital masyarakat dan merusak persatuan serta mengancam kedaulatan. Maka butuh penyelesaian tepat dan cepat.

Kekerasan separatis yang dilakukan KKB sudah nyata di depan mata, bukan dugaan atau prasangka buruk semata. Oleh karenanya, pemerintah harus bertindak secepat mungkin sebelum kondisi semakin buruk dan mereka semakin bringas dan brutal. Sudah lebih 12 kejahatan yang mereka lakukan, seolah tidak ada rasa takut untuk berbuat kejam seperti itu. Bahkan di beberapa media sosial banyak video yang beredar menunjukkan bagaimana aktifitas mereka dan rancangan kejahatan mereka disebarkan bebas.

Namun kita melihat bahwa negara sepertinya maju mundur untuk menyelesaikan kelompok saparatis ini. Belum ada tindakan konkrit dan tegas untuk menumpasnya. Padahal sudah jelas meresahkan dan mengancam nyawa masyarakat. Desakan dari berbagai pihak pun sudah berdatangan karena merasa iba dan geram dengan kondisi di sana. Namun lagi-lagi seolah pemerintah kehilangan taringnya.

Berbeda dengan Islam dalam menumpas kejahatan. Islam mewajibkan negara menjamin keselamatan rakyat dan memberantas tuntas setiap tindakan separatisme. Sistem Islam juga menghasilkan tata kehidupan yang menutup munculnya benih disintegrasi. Agar tidak ada kecemburuan sosial yang menjangkit masyarakat.

Sejatinya, dalam sistem kapitalistik hari ini menyebabkab pintu disintegrasi separatisme terbuka lebar. Mulai dengan bermacam ketidakadilan yang dihadapi masyarakat Papua, sistem ekonomi yang timpang jauh dari pemerataan pun mereka rasakan.

Juga karena masuknya asing melalui media-NGO. Memprovokasi rasa kecewa publik terhadap pemerintah dan mengarahkan menjadi gerakan separatisme. Dengan alasan Papua kaya tapi rakyatnya menderita.

Dalam Islam tidak ada pilih kasih dalam hal periayahan (pengurusan) terhadap rakyat di wilayah mana pun berada. Kebutuhan primer akan terpenuhi dengan jaminan yang  telah ditetapkan oleh hukum syara‘, bahkan kebutuhan sekunder juga akan diupayakan untuk dipenuhi oleh negara, baik muslim ataupun non muslim yang menjadi warga negara khilafah. Semua akan bisa terlaksanan karena negara akan mengelola SDA secara mandiri dan untuk kepentingan rakyat bukan untuk kepentingan asing.

Sudah pantas bagi pemerintah untuk melirik dan mempertimbangkan tawaran solusi dari Islam untuk negeri ini. Masyarakat sudah bosan hidup dalam keterpurukan dan keresahan yang tak kunjung menghilang. Yakinlah, dengan Islam hidup akan berkah dan sejahtera. ***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Akan Melakukan Swab Corona Mulai Senin

    Pemkab Madina Akan Melakukan Swab Corona Mulai Senin

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Madina berencana melakukan rangkaian swab test massal di daerah ini. Pelaksanaan swab direncanakan dimulai sejak Senin (19/10/2020). Pjs Bupati Madina, Ir.H.Dahler Lubis,MMA menjawab wartawan di Bagas Godang Madina, Jum’at (16/10) menyebutkan swab ini dijadwal akan berlangsung selama dua pekan atau 14 hari. Target jumlah hari itu […]

  • Mabes Polri Kembangkan Kasus Irwasda Polda Lampung

    Mabes Polri Kembangkan Kasus Irwasda Polda Lampung

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA, – Markas Besar Kepolisian RI masih mendalami dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus penggunaan narkoba jenis sabu-sabu oleh Inspektur Pengawas Daerah Kepolisian Daerah Lampung Komisaris Besar Suyono. Penyidikan ini juga dikembangkan kepada pemasok sabu kepada perwira (pamen) menengah itu yang diduga melibatkan oknum-oknum Polri lainnya. Kepala Bagian Produksi dan Dokumentasi Divisi Hubungan Masyarakat Polri […]

  • 3 Pebruari Lubuk Larangan Tano Bato Dibuka

    3 Pebruari Lubuk Larangan Tano Bato Dibuka

    • calendar_month Senin, 28 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Kabar gembira buat para mancing mania, pasanya 3 Pebruari nanti, akan dibuka Lubuk Larangan Tano Bato, Kelurahan Tano Bato, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp Utara), Psp. Nantinya, Hasil penjualan tiket dari lubuk larangan ini akan digunakan untuk kepentingan sosial masyarakat sekitar. Ketua Panitia Amin Harahap Minggu (27/1) menuturkan, lubuk larangan ini sudah lama dijaga […]

  • Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    Jokowi Sebut Batak Mandailing, Raja di Mandailing Berreaksi

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Raja di Mandailing berreaksi terhadap sebutan Batak Mandailing oleh Presiden Jokowi. Mandailing itu bukan suku, tapi sebuah bangsa. Sehingga tak bisa disebut suku Batak atau sub suku Batak. Hal itu dikatakan Raja Onggara Lubis, dari kerajaan Hutanagodang Ulu Pungkut menjawab Mandailing Online, Kamis (21/3/2019) menanggapi munculnya sebutan “Batak Mandailig” oleh Presiden […]

  • Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    Rumah Tangga Patah Karena Ketiadaan Islam Kaffah

    • calendar_month Sabtu, 3 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ummu Taqiyya Aktivis, alumni Komunitas Menulis Online, tinggal di Tapanuli Utara Hidup di dalam sistem yang berlandaskan kapitalisme-sekuler semakin menyengsarakan kehidupan manusia. Bagaimana tidak? Sistem ini hanya menerapkan hukum sesuai hawa nafsu berdasarkan akal manusia, memisahkan agama dari kehidupan, mencampakkan hukum dari Tuhan sehingga problematika kehidupan kian hari kian parah, masalah bertambah tanpa ada […]

  • Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (2-selesai)

    Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (2-selesai)

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEJUANG PATTANI YANG TERLUPAKAN (Catatan: Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dalam Road4Peace. Senin, 18 November 2013, Bumi Patani) Kemuning senja menemani perjalanan kami, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali ke Malaysia. Mentari berjalan perlahan ke balik bukit-bukit hijau sepanjang jalan yang mengular entah dimana ujungnya. Pattani, Narathiwa, Yala di Negeri Patani (kini […]

expand_less