Minggu, 1 Mar 2026
light_mode

Foto Prewedding, Apakah Boleh Dalam Islam?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
  • print Cetak

Oleh: Ummu Taqiyya
Ativis dakwah/mompreneur, tinggal di Tapanuli Utara

 

Sudah tidak asing lagi bukan mendengar kata “Prewedding“? Prewedding mempunyai arti pranikah atau sebelum pernikahan. Laki-laki dan perempuan yang ingin menikah tak jarang mengabadikan momen sebelum nikah dengan acara foto yang disebut foto prewedding. Hal ini semakin menjadi trend di kalangan pasangan yang hendak menikah. Berbagai konsep foto terbaru, gaya terunik, agar menjadi trendsetter.

Sebelum saya menikah dan belum mengkaji islam, menganggap prewedding itu bukan hal yang tabu dan bahkan dianggap sesuatu yang keren. Itulah saatnya dijadikan kenang-kenangan dengan calon suami nanti.

Tapi bersyukurnya pemahamanku berubah sejak Allah menuntunku untuk memperbaiki diri, memahami segala aturan dari Sang Pencipta yaitu ajaran islam. Apa gunanya melabeli diri ini sebagai penganut agama islam, tapi tidak mau mengamalkan aturan dari-Nya?

Islam bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta (hablum minallah), namun juga mengatur hubungan manusia dengan sesamanya (hablum minannas) dan mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri (hablum minannafsi).

Dari aspek hablum minannas sendiri, islam mengatur bagaimana sistem pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Tidak boleh berdua-duaan (khalwat) antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom (belum menikah), campur baur (ikhtilat) ketawa ketiwi bareng teman-teman yang berbeda jenis kelamin.

Bersentuhan ataupun tidak bersentuhan tetap saja dianggap khalwat jika berdua-duaan. Begitupun dengan foto prewedding yang tentunya dilaksanakan dengan foto berdua saja.

Foto pas lamaran, tukar cincin, bukankah itu juga termasuk foto prewedding (foto sebelum nikah)?

Lalu, sebegitu pentingkah foto berdua sebelum pernikahan?

Momen sekali seumur hidup?

Agar orang-orang tau siapa calon yang akan engkau nikahi?

Justru sekali seumur hidup harus diawali dengan ketaatan, menjalankan rangkaian pernikahan sesuai yang Allah perintahkan. Sebab, ketaatan akan membuahkan keberkahan dan sebaliknya kemaksiatan akan membuahkan kesengsaraan.

Sebelum nikah seakan ingin memperlihatkan pada dunia, “ini lho calonku” bahkan bisa menghabiskan banyak biaya untuk foto prewedding tapi setelah menikah tak ada keberkahan, sakinah mawaddah warahmah. Tidak mau kan?

Bersabarlah dalam menjalankan kehidupan sesuai yang Allah inginkan. Jangan hanya karena mengikuti trend, tapi mengundang murka Allah, mengabaikan syariat-Nya. Ingatlah bahwa kita hidup hanya untuk meraih ridho Allah, bukan ridho manusia.

Boleh mengabadikan foto berdua tapi lakukanlah setelah akad nikah, setelah ijab qabul, setelah kalian resmi menjadi pasangan halal. Tapi ingat meskipun sudah menikah, foto yang mesra, jangan pula dipamerkan, nanti jomblo-jomblo pengen juga kan gawat. Kemesraan pasangan halal cukup berdua saja yang tahu, orang lain tak perlu tahu, agar tidak mengundang rasa hasad, fikiran kotor orang-orang yang melihatnya.

Jika masih ada juga yang mengatakan “Ini foto prewedding syari tanpa sentuhan”, tolong hentikanlah, jangan menyesatkan orang banyak terutama generasi muslim yang masih awam dan belum memahami islam. Saatnya kita sebagai ummat muslim sadar hakikat penciptaan hidup kita, untuk apa kita hidup, dan mau kemana kita setelah mati. Agar hidup yang kita jalani bukan sekedar hidup tanpa aturan. Karena kita diciptakan dan juga diberi aturan dari Allah.

Sudah yuk jangan tunda waktumu untuk memperbaiki diri, memahami islam sebagai agamamu, jalan hidupmu.

Semoga kita bisa istiqomah mengkaji islam dan mendakwahkannya pada ummat manusia, bahwa Allah bukan hanya Sang Pencipta tapi juga Sang Pengatur. Hidup di bumi Allah, harus ikut aturan Allah.

Wallahu a’lam bisshowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Gunung Baringin Bingung Soal Renovasi Parit

    Masyarakat Gunung Baringin Bingung Soal Renovasi Parit

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Pembangunan sangat diharapkan semua warga, tetapi jika ada proyek pembangunan tak memakai plang merek, alamat akan menimbukan kebingungan di kalangan warga. Ini yang terjadi di Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal (Madina). Warga terheran-heran karena tiba-tiba sejumlah pekerja langsung kasak-kusuk mengerjakan pemolesan dinding-dinding parit dengan semen. “Kami heran, […]

  • Jalur Payabungan-Natal Longsor

    Jalur Payabungan-Natal Longsor

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Jalan jalur Panyabungan-Natal, Kabupaten Mandailing Natal baru saja dihantam tanah longsor. Titik longsor berada di antara Desa Bulu Soma dengan Desa Tarlola Kecamatan Batang Natal. Longsor terjadi sekira pukul 17.00 WIB, Senin (9/5/2016). Informasi yang dihimpun dari beberapa penduduk Bulu Soma via telefon selular pukul 17.25 WIB, tebing di atas […]

  • Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    Atika di Kesulitan Jangkau Zona Banjir

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kawasan Pantai Barat merupakan zona terparah hantaman banjir di Mandailing Natal (Madina). Bahkan hari Senin (20/12/2021) atau dua hari setelah banjir melanda masih banyak desa di kawasan ini belum terjangkau tim pemerintah menyebabkan penanganan terkendala. Itu pula akhirnya Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution harus melewati jalur Batang Toru-Natal untuk bisa mencapai dua kecamatan […]

  • Warga Hutapuli Tolak PT Sorikmas Mining

    Warga Hutapuli Tolak PT Sorikmas Mining

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) Warga Hutapuli, Kecamatan Siabu, yang tergabung dalam Forpera menyurati Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution dengan maksud menolak kehadiran PT Sorikmas Mining di desa mereka. Dalam surat yang ditandatangani 264 warga tersebut meminta 3 hal kepada Pemkab Madina. Pertama, hutan di wilayah Hutapuli tidak membutuhkan reboisasi dan rehabilitasi karena […]

  • Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    Polres Tapsel Harus Ungkap Rentetan Kasus Pembunuhan di Palas

    • calendar_month Selasa, 18 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PALAS (Mandailing Online) – Polres Tapanuli Selatan didesak mengungkap berbagai kasus pembunuhan di Kabupaten Padang Lawas (Palas). “Kalau menurut catatan saya sebagai putra asal Desa Sigorbus, yang tersiar di media cetak sudah beberapa kali kasus pembunuhan yang terjadi, hanya beberapa kasus yang terungkap. Karena itu saya mengharapkan kepada Kapolres Tapsel untuk segera mengungkap semua […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi I) Hari : Rabu, Pukul : 08.00 s/d 10.00 wib Tanggal : 10 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000001 ALWIN HAMDANI BATUBARA 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung […]

expand_less