Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Komisi I DPRD Madina Sidak ke SDN 116 Percontohan

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
  • print Cetak

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Madina sidak ke SDN 116 Percontohan Desa Pidoli Lombang, Panyabungan pada Selasa (9/11) kemarin.

Sidak ini merupakan tindak lanjut dari masuknya surat Pernyataan Mosi Tidak Percaya kepada Kepala SDN 116 Percontohan Ajawani.

Surat yang ditujukan kepada Ketua DPRD Madina dengan tembusan Komisi I itu memuat 7 alasan munculnya mosi tidak percaya.

Pertama, para guru menilai Kepala Sekolah tidak bisa menjalin kerja sama yang baik dan angkuh. Kedua, arogansi Kepala Sekolah menyebabkan terciptanya suasana yang tidak kondusif.

Ketiga, Kepala Sekolah melakukan tindakan diskriminasi terhadap guru. Keempat, mengimbau para guru agar lebih memprioritaskan siswa dengan status sosial lebih tinggi.

Kelima, Kepala Sekolah memaksakan kehendak dalam menentukan kebijakan sekolah. Keenam, Kepala Sekolah tidak bisa diajak musyawarah. Ketujuh, mengimbau operator sekolah menambah jumlah siswa dari yang sebenarnya dengan tujuan menambah dana BOS yang diterima sekolah.

Ajawani di hadapan anggota Komisi I DPRD Madina membantah semua alasan-alasan mosi tidak percaya tersebut.

“Saya tidak tahu di mana sikap arogan saya itu. Itu tidak benar. Ini semua di luar nalar saya,” katanya.

Ketua Komisi I Zubaidah Nasution ketika dimintai keterangan mengatakan kedatangan Komisi I ke SDN 116 sebagai langkah awal dalam menyahuti surat pernyataan Mosi Tidak Percaya para guru.

“Kita datang untuk klarifikasi surat itu. Hasil pertemuan dengan Kepala Sekolah hari ini akan jadi modal awal untuk mengambil langkah berikutnya apakah perlu rapat internal atau bagaimana,” katanya.

Zubaidah menambahkan pihaknya akan menunggu tindak lanjut dari Dinas Pendidikan Madina terkait hal ini.

“Surat ini juga, kan, sudah diserahkan ke Bupati melalui Dinas Pendidikan. Kita tunggu tindakan mereka (Disdik-red). Tapi, kita tetap memantau. Jangan sampai hal ini berlarut-larut,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Disidik Madina Abdul Husin yang dihubungi via seluler mengatakan kasus ini sudah dalam penanganan Disdik Madina.

“Persoalan ini sedang diproses. Kita sudah panggil kedua belah pihak. Tindaklanjutnya nanti kita bersama Kadis akan menghadap Bupati,” katanya.

Para guru meminta Bupati, Komisi I, dan Dinas Pendidikan bisa menghasilkan solusi terbaik, termasuk melihat track record Kepala Sekolah tersebut.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada Madina, Kuasa Hukum Ungkap Pelibatan Kadis Pendidikan, Kadis PMD dan Camat Morsip

    Pilkada Madina, Kuasa Hukum Ungkap Pelibatan Kadis Pendidikan, Kadis PMD dan Camat Morsip

    • calendar_month Jumat, 15 Jan 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pasangan calon nomor urut 01 Pilkada Serentak 2020 Mandailing Natal menggugat dan meminta Mahkamah Konstitusi membatalkan hasil pilkada yang memenangkan bupati petahana Dahlan Hasan Nasution, karena curang secara masif dan mengerahkan aparatur sipil negara tersistematis dalam memenangkan pilkada. Kuasa hukum pasangan calon nomor urut 01 Sukhairi-Atika, Adi Mansar dalam keterangan persnya yang […]

  • Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    Zakaria Rambe : Polisi Dinilai Menutup nutupi Akhir Dari Penertipan Tambang di Perbatasan Tapsel-Madina

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Medan ( Mandailing Online )- Zakaria Rambe, pengamat Hukum dan Sosial dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara meminta aparat penegak hukum (APH) khususnya Polisi dan TNI untuk terbuka terkait penertiban Penambangan Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal (Madina) beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan oleh Zakaria karena menilai Polisi dan TNI terkesan menutup-nutupi akhir dari penertiban […]

  • Tak Berkategori

    Harga Cabe Merah Tembus 40 Ribu/Kg

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam empat hari terakhir harga cabe merah di Mandailing Natal (Madina) terus mengalami kenaikan. Penjualan pada Jum’at (17/5/2013) menembus 40.000 rupiah dari sebelumnya 30.000 rupiah per kilo gram. Pengakuan para pedagang, kenaikan harga cabe merah akibat pasokan dari petani sedang turun, sehingga harga cendrung naik. “Pasokan cabe merah kita terima dari […]

  • Kades Sirambas Tidak Berniat Cabut Laporan Polisi Terkait Pengrusakan Kantor Desa

    Kades Sirambas Tidak Berniat Cabut Laporan Polisi Terkait Pengrusakan Kantor Desa

    • calendar_month Senin, 9 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat kasus warga desa Sirambas, Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang telah dilaporkan Kepala Desa nya sendiri ke Polisi dengan tuduhan pengerusakan kantor desa. Kabarnya Kades Sirmbas tidak berniat mencabut laporan. Kades menilai perlakuan warganya itu sebagai konsekuensi apa yang telah dilakukan. ” untuk niat cabut lapiran […]

  • Buka Bimtek Penguatan Kapasitas Bunda PAUD, Eli Maharani: PAUD Investasi Berharga

    Buka Bimtek Penguatan Kapasitas Bunda PAUD, Eli Maharani: PAUD Investasi Berharga

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bunda PAUD Madina Hj. Eli Maharani M. Ja’far Sukhairi Nasution membuka Bimtek Penguatan Kapasitas Bunda PAUD Tingkat Kecamatan/Desa/Kelurahan dalam Rangka Peningkatan Peran Bunda PAUD Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021 di aula Dinas Pendidikan Madina, Kamis (30/9). Dalam sambutannya Eli Maharani menyampaikan bahwa pendidikan anak pada usia dini merupakan investasi yang sangat […]

  • Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Saat ini kondisi pengamalan keagamaan di Mandailing Natal (Madina) cukup memprihatinkan. Akhlak dan moral manusianya sudah jauh dari ajaran Islam yang haikiki. Ini terlihat dari minimnya warga yang memakmurkan masjid, pengajian pengajian yang dilaksanakan warga sudah jauh berkurang. Rasa persaudaraan dan silaturrahmi sudah mulai pupus dan maraknya pelanggaran agama baik yang […]

expand_less