Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 3)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

Jalan Pos di Mandailing tahun 1890. Arsip Leiden, Belanda (Madina Madani/Basyral Hamidi Harahap)

Masa Kolonial

Beberapa tonggak sastra yang berkembang pada masa kolonial antara lain:

Willem Iskander (1840-1876) Pria kelahiran Pidoli bernama asli Sati Nasution ini menulis beberapa buku, antara lain:

1) “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” (Terjemahan). Padang: Van Zadelhoff and Fabritius (1865).

2) “Leesboek van W.C. Thurn in het Mandhelingsch Vertaald.” Batavia: Landsdrukkerij. (1871)

3) “Si Bulus-bulus Si Rumbuk-rumbuk.” (1872)

4) “Taringot di Ragam-ragam ni Parbinotoan dohot Sinaloan ni Alak Eropa.” Naskah ini diadaptasi dari buku “Ceritera Ilmu Kepandaian Orang Putih” yang ditulis oleh Abdullah Munsyi, seorang sastrawan dan ahli tata bahasa Melayu. (1873)

Soetan Martua Raja (Siregar). Ia lahir dari keluarga aristokrat di Bagas Lombang Sipirok, berpendidikan HIS, sekolah elite di Pematang Siantar. Karyanya adalah:

1) “Hamajuon” (Bahan Bacaan Sekolah Dasar)

2) “Doea Sadjoli: Boekoe Siseon ni Dakdanak di Sikola.” (1917). Buku ini menimbulkan daya kritik terhadap pemikiran anak-anak. Ditulis dengan aksara Latin (Soerat Oelando) yang relatif mengembangkan pedagogik sekuler. Buku ini mengadopsi poda, semacam storyteller yang berisi petuah, ajaran moral dalam konteks tingkat berpikir anak-anak.

3) “Ranto Omas” (Golden Chain), 1918.

Soetan Hasoendoetan (Sipahutar), penulis novel dan jurnalis. Karya-karyanya:

1) Turi-Turian (cerita bertutur, mengisahkan hubungan interaksi antara manusia dengan penguasa langit).

2) “Sitti Djaoerah: Padan Djandji na Togoe.” (1927-1929), sebuah serial berbahasa Angkola Mandailing yang dimuat secara berantai dalam 457 halaman. Serial ini dimuat di mingguan “Pustaha” yang terbit di Sibolga. Kisah ini diyakini menjadi alasan pembaca membeli surat kabar tersebut. Serial ini mengadopsi cerita-cerita epik, turi-turian, dan berbagai terminologi sosial masyarakat Angkola-Mandailing dan ditulis dengan gaya bertutur novel. Ini selaras dengan berkembangnya berbagai novel berbahasa Melayu yang dipublikasikan pemerintah kolonial. Dalam sejarah kesusastraan Indonesia, masa ini dikenal dengan masa Angkatan Balai Pustaka atau Angkatan 20-an. Soetan Hasundutan mengatakan bahwa ia menulis novel roman ini karena terinspirasi dengan novel “Siti Nurbaja” (Marah Rusli, 1922) yang sangat populer ketika itu.

3) “Datoek Toengkoe Adji Malim Leman.” (1941), terbitan Sjarief, Pematang Siantar.

Mangaradja Goenoeng Sorik Marapi, menulis buku: “Turian-turian ni Raja Gorga di Langit dohot Raja Suasa di Portibi.” Buku ini diterbitkan Pustaka Murni Pematang Siantar bertajuk tahun 1914.

Sutan Pangurabaan. Karyanya, “Ampang Limo Bapole.” (1930), “Parkalaan Tondoeng” (1937), “Parpadanan” (1930), dan sebuah buku berbahasa Melayu “Mentjapai Doenia Baroe” (1934). Di samping buku-buku yang ditulis Willem Iskander, buku-bukunya juga menjadi buku bacaan untuk sekolah-sekolah masa kolonial.

Soetan Habiaran Siregar menggali bahasa, tari-tarian, dan lagu yang berasal dari Angkola-Mandailing. Ia menulis beberapa turi-turian, antara lain:

1) “Turi-turian ni Tunggal Panaluan”.

2) “Panangkok Saring-Saring tu Tambak na Timbo” (1983)

Dan karya lainnya. Selain itu, ia juga membuat komposisi lagu yang dibuat menggunakan komposisi beat berirama cha-cha.

Selain sastra berbahasa Mandailing Angkola tersebut, penting dicatat sastrawan Mandailing juga memiliki peran dalam pertumbuhan sastra Indonesia yang berbahasa Melayu mengadopsi warna lokal.

Misalnya novel “Azab dan Sengsara” (1921) yang ditulis Merari Siregar. Novel ini mengangkat kontekstual adat dan budaya semacam kawin paksa, harta warisan, hubungan kekerabatan, dan tradisi lokal Mandailing-Angkola.

Sastra Mandailing kontemporer tidak lagi berkembang sejak pra-kemerdekaan, dikarenakan berubahnya kurikulum pendidikan yang memakai bahasa Nasional dengan sendirinya mengikis pemakaian bahasa Mandailing. [4]

Sumber: Wikipedia

Referensi Wikipedia:

[4] Askolani Nasution (27 Januari 2014). “Kesusatraan Mandailing”. www.jendelasastra.com.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    Wakil Bupati Tinjau Vaksinasi di 2 Puskesmas

    • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus melakukan upaya-upaya untuk mencapai target vaksinasi 50 persen. Tak hanya meluncurkan beberapa program, baik Bupati Madina H. M. Ja’far Sukhairi Nasution maupun Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution turut serta ke lapangan untuk meninjau vaksinasi. Seperti pada Sabtu (6/11) Wakil Bupati Atika didampingi Asisten 1 […]

  • Besok Wakil Bupati Ngantor di Pantai Barat

    Besok Wakil Bupati Ngantor di Pantai Barat

    • calendar_month Selasa, 25 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) sesuai jadwal yang diperoleh dari Diskominfo Pemkab Mandailing Natal( Madina ), program ngantor di wilayah Pantai Barat dimulai oleh Wakil Bupati Atika Azmi Utami besok Rabu 26/7/2023 ” Kecamatan Sinunukan menjadi jadwal kunjungan pertama Wakil Bupati, dan hari ke dua akan bertolak ke Kecamatan Batahan ” kata Kadis Kominfo Matua Batubara. Direncanakan, […]

  • Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Jambur Baru Batangnatal Mankrak. Garda Pantai Barat Akan Lapor Ke Tipikor

    Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Jambur Baru Batangnatal Mankrak. Garda Pantai Barat Akan Lapor Ke Tipikor

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Proyek jalan usaha tani di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 dan 2025 diduga mangkrak dan belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Erisandi Nasution, Ketua Gerakan Pemuda Pantai Barat (Garda Pantai Barat), menyatakan bahwa proyek tersebut terindikasi mangkrak setelah melakukan konfirmasi langsung […]

  • Ini Pemicu Ricuh Hitung Suara Pilkades di Desa Huta Damai Panyabungan Utara

    Ini Pemicu Ricuh Hitung Suara Pilkades di Desa Huta Damai Panyabungan Utara

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ): Tadi malam, aksi protes antara pendukung calon Kepala Desa di Desa Huta Damai, Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal sempat terjadi ricuh, pendukung pasangan nonor urut 3 atas nama Agus Marlampos protes hasil penghitungan suara panitia Pilkades Desa itu, pasalnya hasil perhitungan suara yang dimenangkan Cakades petahana Albert Paulus Sihombing nomor urut […]

  • Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    Massa Demo ke DPRD Madina, Menyegel 3 Ruangan Fraksi

    • calendar_month Kamis, 27 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan elemen masyarakat Mandailing Natal (Madina) yang tergabung dalam Forum Masyarakat Penyelamat Madina berunjukrasa ke DPRD Madina, Rabu (27/9), menuntut agar segera mungkin lembaga wakil rakyat menghentikan kisruh politik karena sudah membahayakan daerah. Aksi demo ini berlangsung disaat belum mulainya rapat paripurna DPRD Madina akibat belum cukup quorum. Kelompok 18 terdiri […]

expand_less