Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

Rakyat Diminta Tabayyun Saat Penista Agama Makin Tumbuh Berkembang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Nonny Handayani
Ibu Peduli Generasi

Politikus Kapitra Ampera meminta pihak yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri segera mencabut laporannya. Ferdinand Hutahaean sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP KNPI karena cuitan di Twitter yang diduga bermuatan ujaran kebencian mengandung unsur SARA. (jpnn.com,10/01/2021)

Bahkan Menag Gus Yaqut pun mendadak membela Ferdinand Hutahaean. Menag meminta agar warga Tabayyun dan jangan melontarkan cacian. Gus Yaqut meminta semua cooling down. Menurutnya, Ferdinand mualaf  dan belum memahami agama Islam secara mendalam, termasuk dalam hal akidah. Masyarakat diajak menghormati proses hukum dan tidak buru-buru menghakimi Ferdinand Hutahaean. (WE Online, Jakarta. 09/01/2022)

Terulang kembali, mengapa kasus penistaan agama terus kembali terulang? Para oknum ini rasanya seperti kebal dan anti hukum. Negara kita yang mayoritas muslim rupayanya hanya sebatas kata pemanis saja, pada faktanya narasi-narasi yang menghinakan Islam begitu mudah lepas dan bebas, bagi aparat laporan rakyat pun hanya dijalankan sebatas formalitas saja.

Tidak bisa dipungkiri, derasnya arus sekuler menjadi salah satu penyebab terus munculnya penistaan agama dan mempermainkan agama. Hasil cetakan dari sekuler yakni kebebasan yang mana termasuk di dalamnya kebebasan berpendapat juga kebebasan beragama. Para oknum ini bebas berpindah-pindah agama dan bebas mengeluarkan pendapatnya sesuka hati yang bisa menyakiti perasaan umat.

Ideologi sekularisme yang menaungi seluruh UU yang tercipta, yang menempatkan negara tidak memposisikan agama sebagai yang utama. Keberadaan agama bukanlah satu satunya rujukan utama untuk mengatur kehidupan manusia. Wajar jika pada akhirnya agama banyak dinistakan. Maka sebab itu tergambar dengan jelas bahwa penghinaan dan mempermaikan agama islam akan tetap ada dan makin tumbuh subur jika sistem sekuler masih mencengkram kuat di negri ini.  

Jika kita berharap pada sistem sekarang untuk menuntaskan masalah penistaan ini, jelas sangat mustahil. Karena pada faktanya saat ini kasus penistaan seperti ini bukanlah sesuatu yang penting. Sudah banyak masyarakat yang melapor ke aparat negara untuk memproses para oknum tetapi tetap saja cerita akhirnya hanya sebatas permohonan maaf kepada masyarakat.

Memang serba salah hidup dalam sistem kufur seperti saat ini, jika penista agama ditindak tegas, akan berbenturan dengan HAM dan kebebasan berpendapat. Jadi semakin serba salah.

Dan harus disadari, saat ini negara tidak menjadikan Islam sebagai panduan hidup dan bukan hukum Al Qur’an yang diterapkan. Padahal sebagai muslim kita wajib terikat dengan aturan Allah dan berhukum dengan hukum Al Qur’an. Umat akan semakin terhina karena tidak ada yang menjaga agama ini dengan berani.

Kasus sejenis ini bisa dihentikan bila islam dipraktikkan menggantikan pemikiran dan sistem demokrasi sekuler. Islam melarang pemeluknya menghina agama lain. Islam yang dipraktikkan secara politik akan menghalangi terus berkembangnya konflik sosial dipicu agama. Sebab, salah satu tujuan diterapkannya syariat Islam adalah memelihara dan melindungi agama.

Dalam islam masyarakat boleh mengeluarkan atau berpendapat bahkan berkewajiban mengoreksi penguasa ketika ia melihat ada kebijakan yang menyimpang dari syariat. Tetapi negara dalam islam pun sudah pasti akan menjaga akidah umat-nya sehingga apa yang disampaikan tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam.

Negara pun akan melindungi umat dari penistaan agama. Khalifah akan menjamin kehidupan antarsesama pemeluk agama dapat berjalan harmonis, saling menghormati, dan menghargai. Khalifah akan menyatukan pemikiran dan peraturan yang benar kepada umat islam. Sehingga tidak akan terjadi muslim dan non muslim saling mengolok-olok dan menista agama.

Negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku penistaan agama, sehingga akan mencegah siapa pun untuk melakukan hal demikian.  Khalifah Umar bin Kaththab ra., beliau pernah mengatakan, “Barang siapa mencerca Allah atau mencaci salah satu Nabi, maka bunuhlah ia!” (diriwayatkan oleh Al-Karmani rahimahullah yang bersumber dari Mujahid rahimahullah)

Masya Allah ini semua adalah bentuk penjagaan negara terhadap akidah umat. Begitulah gambaran pemimpin umat muslim yang tegas dan beribawa. Tidak ada kata kompromi kepada para penista agama. Dan untuk seseorang yang murtad, Khalifah akan memberikan sanksi tegas berupa hukuman mati. Ini merupakan konsekuensi dari pilihannya memeluk Islam, yang kemudian murtad, ia akan dihukum mati.

Khalifah sebagai penguasa tertinggi dalam kepemipinan Khilafah memahami benar bahwa kekuasaan tertinggi ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan bersama.

بِهِ وَيُتَّقَى وَرَائِهِ مِنْ يُقَاتَلُ جُنَّةٌ اْلإِمَامُ

Sungguh Imam/Khalifah adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya (HR Muslim).

Sayannya umat muslim saat ini tidak bisa banyak berharap kepada penguasa untuk menuntaskan masalah mempermainkan dan menistakan ajaran Islam. Karenanya, mereka sendiri adalah pelaku penjaga sistem sekuler. Sudah saatnya kita untuk mencampakkan sistem zolim sekuler saat ini. Seruan penegakan syariat Islam harus terus disuarakan. Tanpa sistem Islam kafah, umat Islam akan sulit menjalani kehidupan sebagai muslim yang hakiki.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • STAIM Madina Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang Kedua

    STAIM Madina Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Gelombang Kedua

    • calendar_month Senin, 1 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal (STAIM) kembali melaksanakan  pembukaan pendaftaran mahasiswa baru untuk gelombang kedua tahun akademik 2016/2017. Pendaftaran dibuka dari tanggal 2 hingga 29 Agustus 2016. ”Kita akan melayani pendaftaran mahasiswa baru gelombang kedua mulai tanggal 2 s/d 29 Agustus untuk menampung animo masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan keperguruan […]

  • Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    Pemda Harus Libatkan Pelaku Usaha di Penyusunan Kebijakan Daerah

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah daerah harus melibatkan kalangan pelaku usaha dalam setiap perumusan kebijakan pembangunan daerah, terutama sektor ekonomi. Kebijakan dan program pembangunan daerah yang hanya berdasar asumsi birokrat semata akan berakibat tidak singkronnya kebijakan dengan kondisi rill yang dihadapi masyarakat. Sebaliknya, jika setiap perumusan kebijakan ekonomi berdasar dari masukan para pelaku usaha maka […]

  • Atika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di Hutabangun Jae

    Atika Letakkan Batu Pertama Pembangunan Masjid Taqwa di Hutabangun Jae

    • calendar_month Sabtu, 6 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution menghadiri Peletakan Batu Pertama Masjid Taqwa dan Peresmian Ranting Muhammadiyah di Desa Hutabangun Jae, Kecamatan Bukit Malintang, Sabtu (6/8) Atika mengaku senang dapat berkumpul dan bersilaturahmi pada acara peletakan batu pertama Masjid Taqwa. Atika merasa bangga kepada ibu-ibu Aisyiyah yang sangat […]

  • IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    IKM Dukung Paslon Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Ikatan Keluarga Minang ( IKM) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) menyatalan dukungan kepada Paslon nomor urut 1 Harun- Ichwan pada Pemilukada serentak yang akan digelar bulan November depan. Sikap tersebut diutarakan Ketua IKM Harmansyah Tanjung saat silaturahmi Harun Mustafa Nasution dengan pengurus IKM Minggu 29/9/2024. “Saya yakin pasangan Harun- Ichwan […]

  • Kandidat dan Jargon

    Kandidat dan Jargon

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ini dia masing-masing pasangan calon bupati/wakil bupati Mandailing Natal untuk Pilkada 2015. Nomor urut 1 pasangan Yusuf Nasution-Imron Lubis mengusung jargon “Berhasil”. Nomor urut 2 pasangan Dahlan Hasan-Jakfar Sukhairi berjargon “Lanjutkan”. Nomor urut 3 pasangan Saparuddin Haji-Miswaruddin Daulay mencuatkan jargon “Sahabat Muda”. Desain/grafis   : Dahlan Batubara  

  • Pemkab Madina Launching Vaksinasi Ibu Hamil

    Pemkab Madina Launching Vaksinasi Ibu Hamil

    • calendar_month Kamis, 9 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jakfar Sukhairi didampingi ketua TP-PKK Madina Hj. Eli Mahrani Jakfar Sukhairi beserta rombongan pimpinan OPD terkait, datang meninjau launching sekaligus pelaksanaan vaksinasi untuk ibu hamil di komplek kantor bupati lama, Kelurahan Dalan Lidang, Kamis (09/09/21). Bupati menekankan vaksinasi sangat perlu bagi ibu hamil karena risiko […]

expand_less