Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Rakyat Diminta Tabayyun Saat Penista Agama Makin Tumbuh Berkembang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Nonny Handayani
Ibu Peduli Generasi

Politikus Kapitra Ampera meminta pihak yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri segera mencabut laporannya. Ferdinand Hutahaean sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP KNPI karena cuitan di Twitter yang diduga bermuatan ujaran kebencian mengandung unsur SARA. (jpnn.com,10/01/2021)

Bahkan Menag Gus Yaqut pun mendadak membela Ferdinand Hutahaean. Menag meminta agar warga Tabayyun dan jangan melontarkan cacian. Gus Yaqut meminta semua cooling down. Menurutnya, Ferdinand mualaf  dan belum memahami agama Islam secara mendalam, termasuk dalam hal akidah. Masyarakat diajak menghormati proses hukum dan tidak buru-buru menghakimi Ferdinand Hutahaean. (WE Online, Jakarta. 09/01/2022)

Terulang kembali, mengapa kasus penistaan agama terus kembali terulang? Para oknum ini rasanya seperti kebal dan anti hukum. Negara kita yang mayoritas muslim rupayanya hanya sebatas kata pemanis saja, pada faktanya narasi-narasi yang menghinakan Islam begitu mudah lepas dan bebas, bagi aparat laporan rakyat pun hanya dijalankan sebatas formalitas saja.

Tidak bisa dipungkiri, derasnya arus sekuler menjadi salah satu penyebab terus munculnya penistaan agama dan mempermainkan agama. Hasil cetakan dari sekuler yakni kebebasan yang mana termasuk di dalamnya kebebasan berpendapat juga kebebasan beragama. Para oknum ini bebas berpindah-pindah agama dan bebas mengeluarkan pendapatnya sesuka hati yang bisa menyakiti perasaan umat.

Ideologi sekularisme yang menaungi seluruh UU yang tercipta, yang menempatkan negara tidak memposisikan agama sebagai yang utama. Keberadaan agama bukanlah satu satunya rujukan utama untuk mengatur kehidupan manusia. Wajar jika pada akhirnya agama banyak dinistakan. Maka sebab itu tergambar dengan jelas bahwa penghinaan dan mempermaikan agama islam akan tetap ada dan makin tumbuh subur jika sistem sekuler masih mencengkram kuat di negri ini.  

Jika kita berharap pada sistem sekarang untuk menuntaskan masalah penistaan ini, jelas sangat mustahil. Karena pada faktanya saat ini kasus penistaan seperti ini bukanlah sesuatu yang penting. Sudah banyak masyarakat yang melapor ke aparat negara untuk memproses para oknum tetapi tetap saja cerita akhirnya hanya sebatas permohonan maaf kepada masyarakat.

Memang serba salah hidup dalam sistem kufur seperti saat ini, jika penista agama ditindak tegas, akan berbenturan dengan HAM dan kebebasan berpendapat. Jadi semakin serba salah.

Dan harus disadari, saat ini negara tidak menjadikan Islam sebagai panduan hidup dan bukan hukum Al Qur’an yang diterapkan. Padahal sebagai muslim kita wajib terikat dengan aturan Allah dan berhukum dengan hukum Al Qur’an. Umat akan semakin terhina karena tidak ada yang menjaga agama ini dengan berani.

Kasus sejenis ini bisa dihentikan bila islam dipraktikkan menggantikan pemikiran dan sistem demokrasi sekuler. Islam melarang pemeluknya menghina agama lain. Islam yang dipraktikkan secara politik akan menghalangi terus berkembangnya konflik sosial dipicu agama. Sebab, salah satu tujuan diterapkannya syariat Islam adalah memelihara dan melindungi agama.

Dalam islam masyarakat boleh mengeluarkan atau berpendapat bahkan berkewajiban mengoreksi penguasa ketika ia melihat ada kebijakan yang menyimpang dari syariat. Tetapi negara dalam islam pun sudah pasti akan menjaga akidah umat-nya sehingga apa yang disampaikan tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam.

Negara pun akan melindungi umat dari penistaan agama. Khalifah akan menjamin kehidupan antarsesama pemeluk agama dapat berjalan harmonis, saling menghormati, dan menghargai. Khalifah akan menyatukan pemikiran dan peraturan yang benar kepada umat islam. Sehingga tidak akan terjadi muslim dan non muslim saling mengolok-olok dan menista agama.

Negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku penistaan agama, sehingga akan mencegah siapa pun untuk melakukan hal demikian.  Khalifah Umar bin Kaththab ra., beliau pernah mengatakan, “Barang siapa mencerca Allah atau mencaci salah satu Nabi, maka bunuhlah ia!” (diriwayatkan oleh Al-Karmani rahimahullah yang bersumber dari Mujahid rahimahullah)

Masya Allah ini semua adalah bentuk penjagaan negara terhadap akidah umat. Begitulah gambaran pemimpin umat muslim yang tegas dan beribawa. Tidak ada kata kompromi kepada para penista agama. Dan untuk seseorang yang murtad, Khalifah akan memberikan sanksi tegas berupa hukuman mati. Ini merupakan konsekuensi dari pilihannya memeluk Islam, yang kemudian murtad, ia akan dihukum mati.

Khalifah sebagai penguasa tertinggi dalam kepemipinan Khilafah memahami benar bahwa kekuasaan tertinggi ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan bersama.

بِهِ وَيُتَّقَى وَرَائِهِ مِنْ يُقَاتَلُ جُنَّةٌ اْلإِمَامُ

Sungguh Imam/Khalifah adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya (HR Muslim).

Sayannya umat muslim saat ini tidak bisa banyak berharap kepada penguasa untuk menuntaskan masalah mempermainkan dan menistakan ajaran Islam. Karenanya, mereka sendiri adalah pelaku penjaga sistem sekuler. Sudah saatnya kita untuk mencampakkan sistem zolim sekuler saat ini. Seruan penegakan syariat Islam harus terus disuarakan. Tanpa sistem Islam kafah, umat Islam akan sulit menjalani kehidupan sebagai muslim yang hakiki.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    KESUSASTRAAN MANDAILING (bagian 2)

    • calendar_month Jumat, 9 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Askolani Nasution Beberapa tonggak sastra yang berkembang di kolonial tersebut patut dicatat periode-periode pertumbuhan sastra berikut: Willem Iskander (1840-1876). Ia menulis dalam bahasa Mandailing yang amat imajinatif terutama karena dipengaruhi kemampuannya yang tinggi dalam penguasaan bahasa Melayu. Karya-karyanya dipublikasikan secara luas setelah kematiannya, antara lain: “Hendrik Nadenggan Roa, Sada Boekoe Basaon ni Dakdanak.” […]

  • Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    Warga dan Muspika Tinjau Lahan Sangketa Yang Digarap PT.PSU

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATANG NATAL (Mandailing Online) – Warga 4 Desa bersama camat, Danramil dan Polsek Muara Soma kembali melakukan peninjauan lahan adat yang dikuasi PT. PSU di Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina). Laha-lahan tersebut telah ditanami sawit oleh PT. PSU (PT.Perkebunan Sumatera Utara), padahal lahan-lahan itu sudah bersertifikat atas nama masyarakat. Ke-empat desa itu adalah Desa […]

  • Gagalnya Revisi UU ITE

    Gagalnya Revisi UU ITE

    • calendar_month Kamis, 25 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Susi Ummu Ameera Pegiat literasi tinggal di Medan “Iklim demokrasi pasti mati” begitulah ungkapan Muslim Arbi sebagai pengamat sosial politik dalam menanggapi hasil survey Indikator Politik Indonesia yang memperlihatkan bahwa 53,7 persen anak muda setuju UU ITE direvisi. Ungkapan seperti ini adalah wajar. Kita bisa melihat semakin banyak masalah yang muncul dan demokrasi tidak […]

  • Fraksi Golkar Prioritaskan Peningkatan SDM Cerdas Berakhlakul Karimah

    Fraksi Golkar Prioritaskan Peningkatan SDM Cerdas Berakhlakul Karimah

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Fraksi Partai Golkar DPRD Madina berupaya mendorog peningkatan Sumber Daya Manusia yang unggul dilandasi ahlakul karimah. Dan itu akan menjadi prioritas program kebijakan Fraksi Golkar dalam perumusan APBD Madina tahun 2020, disamping sektor lain seperti ekonomi, infrastruktur dan lainnya yang tetap menjadi perhatian Fraksi Golkar. “Menciptakan SDM unggul harus dimulai […]

  • Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    Minggu Pembuka JiFFest 2013, SUKSES!

    • calendar_month Kamis, 21 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah absen selama dua tahun, JiFFest (Jakarta International Film Festival) kembali di gelar di bulan November 2013. Pemutaran film yang dimulai akhir pekan lalu berlangsung dengan sangat sukses. JiFFest 2013 menghadirkan dua program highlights, Pop Up Festival dan Retrospective Bong Joon Ho yang diadakan dari hari Jumat (15/11) sampai dengan Minggu (17/11). Tiga film Indonesia […]

  • BKD Siap Hadapi Proses Hukum

    BKD Siap Hadapi Proses Hukum

    • calendar_month Sabtu, 8 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika Terbukti Ada Dugaan Pelanggaran Penerimaan CPNS 2010 SIDIMPUAN- Aliansi Mahasiswa Peduli Birokrat Bersih (AMPBB) beraudiensi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padangsidimpuan (Psp), Kamis (6/1) di kantor BKD Psp, Jalan Kenanga Psp. Audiensi ini terkait adanya dugaan pelanggaran dalam penerimaan CPNS tahun 2010 di Pemko Psp. “Jika memang AMPBB bisa membuktikan adanya dugaan pelanggaran dalam […]

expand_less