Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Rektor UMTS Diperiksa Penyidik Tipiter

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
  • print Cetak

MEDAN – Rektor UMTS Michwar Zaini diperiksa penyidik Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sebagai saksi terlapor atas dugaan data tesis palsu.

Pemeriksaan Michwar Zaini itu disampaikan Kasubdit Tipiter Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Yusuf Rizal saat ditanya Tribun terkait perkembangan kasus yang semula dilaporkan LSM Partabagsel.

“Itu kita masih periksa rektornya. Pak Michwar itu didampingi oleh pengacaranya,” kata Yusuf Rizal ditemui Tribun di Gedung Reskrimsus Polda Sumut, Rabu (8/2/2012) sekitar pukul 14.30 WIB.

Yusuf belum bisa memastikan waktu persis untuk dilaksanakan gelar perkara untuk menentukan kasus tersebut apakah layak ditingkatkan ke penyidikan.

“Gelar perkaranya selesai dulu semua pemeriksaan, kemudian akan kita pelajari dulu, baru digelar,” katanya.

Saat disinggung, apakah sesuai penyelidikan yang telah berjalan ditemukan unsur pidana, Rizal mengaku belum bisa menjawab itu.

“Belum bisa disimpulkan, nanti peserta gelar menentukan itu. Saat gelar nanti kita paparkan, ini kasusnya begini, faktanya begini. Nah, orang banyak nanti yang akan menilai apakah bisa ditingkatkan ke penyidikan atau tidak,” terang Rizal.

Dikatakan Rizal, tentunya dari terlapor Michwar Zaini penyidik meminta bukti-bukti yang diperlukan.

“Saksi ahli mungkin juga sudah diperiksa,” ujar Rizal mengaku lupa.

Sementara, disela perbincangan tersebut melintas tiga orang pria menuju ruangan penyidik Subdit Tipiter. Rizal menyebut diantara ketiga orang tersebut, yakni pria tampak berumur dan mengenakan baju liris-liris warna orange, persis berada ditengah dua orang lainnya merupakan Michwar Zaini. “Itu dia Pak Michwar dengan pengacaranya,” tunjuk Rizal. Sementara, saat hendak ditemui, Michwar Zaini bersama dua pendampingnya terus berjalan menuju ruangan penyidik Tipiter.

Menurut keterangan seorang penyidik di Tipiter, Michwar Zaini selesai diperiksa sekitar pukul 16.20 WIB, sedangkan mulai diperiksa sekitar pukul 13.00 WIB.

“Udah pulang lah,” kata penyidik tak mau dituliskan identitasnya itu kepada Tribun. Penyidik ini mengaku tidak ikut menangani dugaan kasus tesis palsu tersebut.

Sementara, dikonfirmasi Tribun via selularnya, Rektor UMTS tidak mengangkat ponselnya. Pesan singkat dilayangkan kepada Michwar juga tidak ada balasan. (fer/tribun-medan.com)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    Warga Protes Aktifitas Tambang Emas Ilegal. Bupati Madina Diminta Nonaktifkan Kades yang Terlibat Ilegal

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Kotanopan ( Mandailing Online ): sejumlah warga desa jambur tarutung, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal mendatangi lokasi aktifitas tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat jenis excavator. Warga itu hendak protes kepada pelaku tambang karena aktifitas kegiatan pengerukan material sudah hampir mendekati pondasi Masjid Al Muhtadhin yang memang tepat berada dibagian belakang masjid. ” warga […]

  • Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    Nasib Negeri Penghasil Sawit, Hidup Rakyat Makin Sulit

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Intan Marfuah Aktivis Muslimah Masyarakat Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dengan tegas menyatakan penolakan mereka terhadap rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit oleh PT Puncak Panglima Perkasa (PPP). Bahkan, aktivitas perusahaan tersebut di wilayah mereka dinilai meresahkan. Keterangan ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa (Kades) Kedang Ipil, Kuspawansyah. Ia […]

  • Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    Honor Tak Cair 3 Bulan, Pegawai PU Unjuk Rasa

    • calendar_month Jumat, 2 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sekitar 50 pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mandailing Natal (Madina) melakukan unjuk rasa ke kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah, Jum’at (2/8/2013) terkait tunjangan dan honor yang tak dibayar 3 bulan. “Dana tunjangan tidak cair sudah 2 bulan,” ujar salah seorang PNS. Sementara para […]

  • SI-GOTAP ULU

    SI-GOTAP ULU

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dr. M. Daud Batubara, MSi Si-Gotap Ulu, merupakan kata yang cukup mengerikan dan dirasakan sebagai ancaman bagi anak-anak di masa sekitar 60 sampai 70-an. Karena kata ini berasal Gotap (bahasa Mandailing) artinya potong atau penggal, sedang ulu artinya kepala. Bila kata ini digabungkan, artinya menjadi penggal kepala. Sedangankan penggunaan kata Si pada awal kata […]

  • Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

    Netralitas moderator debat kedua capres diragukan?

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu pendukung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, La Nyalla Mataliti, mempertanyakan dipilihnya Ahmad Erani Yustika sebagai moderator debat edisi kedua. Debat yang akan bertemakan Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial itu akan digelar besok, Minggu 15 Juni 2014. La Nyalla mengatakan, Ahmad Erani Yustika selama ini dikenal sebagai dosen Universitas […]

  • Dampak Positif dan Negatif Kehadiran Indomart

    Dampak Positif dan Negatif Kehadiran Indomart

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Polemik kehadiran Indomart di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) berujung munculnya kebijakan pemkab menyegel toko Indomart di Jalan Willem Iskander, Sipolu-polu Panyabungan, Jum’at pekan lalu. Alasan penyegelan itu akibat pihak PT Indomarco Prismatama selaku pengelola Indomart belum mampu memenuhi berbagai item persyaratan izin operasionalnya di Panyabungan. Lalu bagaimana dampak negatif dan positif […]

expand_less