Senin, 21 Sep 2026
light_mode

Ibukota Baru Untuk Kepentingan Siapa?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 29 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh: Susi Aisyah
Pegiat Literasi Medan

 

Nasi goreng dimakan malam hari / Tambah lezat dicampur terasi

Presenden buruk terjadi berulang kali / Bukti penguasa tak mencintai rakyatnya tulus dari hati

Polemik pemindahan Ibukota masih terus berlanjut. Pasalnya banyak pakar dan kalangan yang menilai rencana ini terkesan buru-buru dan memaksakan kehendak. Padahal tidak urgen dan mendesak. Banyak hal yang jauh lebih penting difikirkan untuk segeran diselesaikan. Banyaknya gugatan masyarakat tidak diindahkan, padahal negeri ini menganut sistem yang menjamin kebebasan berpendapat.

Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menyatakan, penggunaan APBN untuk mengongkosi proyek ibu kota negara (IKN) baru adalah bukti bahwa proyek ini tak punya rencana matang. Pakar ekonomi Universitas Indonesia itu berpendapat, dengan kondisi begini, seharusnya pemerintah berani menunda proyek IKN dan memastikan bahwa proyek ini bernaung pada rencana induk yang baik, selain juga memastikan bahwa mayoritas warga menyetujui proyek ini. “Lah, mau bangun ibu kota tahun ini juga (tapi); dananya enggak jelas, baru akan dicari. Ini model pembangunan apa? Bukan metode Sangkuriang kan, bukan sim salabim. Ini mengurus negara,” tutupnya. (Kompas, Sabtu 23/01/2022).

Untuk Siapa?

Justru kita bingung melihat penguasa negeri ini. Begitu jelas terlihat pemimpin oligarki bekerja untuk membangun kekuatan mereka sendiri tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Mestinya, kebutuhan rakyat yang jadi prioritas untuk dipenuhi. Masih banyak rakyat yang kelaparan, pengangguran, wabah covid juga belum kunjung usai. Semua masalah ini memerlukan fokus agar selesai dari akarnya.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu anggota HILMI, Dr. Riyan M.Ag. Ia mengatakan “bahwa rencana pemerintah ini sangat terburu-buru, jangan sampai yang kita khawatirkan malah akan berujung inkonstitusional, seperti UU Omnibus Law. Ia juga mengatakan bahwa ketika masyarakat menggugat menunjukkan bahwa kinerja pemerintah, DPR, dan lembaga politik itu tidak berjalan dengan benar, dan ini kemudian membutuhkan pengawasan secara menyeluruh dari masyarkat agar jangan sampai ini dibiarkan terjadi lagi,” imbuhnya.

Kemungkinan ada kepentingan politik di balik ini semua. Bukan politik dalam arti mengurusi urusan dan kepentingan rakyat. Namun ditengarai adanya kepentingan oligarki politik rezim serta korporasi/pihak swasta yang terlibat.

Menyoroti ungkapan soal ketidakjelasan skema pembiayaan proyek tersebut pun patut untuk kita pertimbangkan. Yang mana pada awalnya, pemerintah mengatakan tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun kemudian, pemerintah mengumumkan skema pembiayaan pembangunan IKN Nusantara hingga 2024 akan lebih banyak dibebankan pada APBN, yakni 53,3 persen. Sisanya, dana didapat dari Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), swasta, dan BUMN sebesar 46,7 persen. Bahkan, anggaran pemindahan IKN pada 2022 akan menggunakan dana Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Ini yang membuat banyak pihak menyayangkan rencana besar ini.

Katanya sistem demokrasi adalah sistem pemerintahan yang diselenggarakan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi adalah sistem sosial dan politik pemerintahan diri dengan kekuasaan-kekuasaan pemerintah yang dibatasi hukum dan kebiasaan untuk melindungi hak-hak perorangan warga negara, namun nyatanya tak jarang suara rakyat dibungkam jika tidak sesuai kehendak pemangku kebijakan.

Bagaimana Peran Negara dalam Islam

Islam memandang bahwa negara dan pemerintah adalah pelayan umat (publik). Politik dalam Islam dikenal dengan pengaturan urusan umat secara umum. Dimana negara wajib memenuhi kebutuhan pokok rakyat beserta berbagai kebutuhan lain yang diperlukan untuk hidup layak. Negara menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk hajat hidup rakyat, bukan malah menyusahkan rakyatnya dengan beban yang terus bertambah.

Oleh karena itu, sudah selayaknya kita terus memantau mana kebijakan penguasa yang tidak semestinya dilakukan, agar lebih fokus pada tugas pokoknya yaitu mengurusi urusan rakyatnya. Sebagaimana yang kita ketahui dalam Islam bahwa penguasa adalah pengayom bukan tuan yang bisa sesuka hati menindas. Tugas mulia mengkritik dan memberikan masukan ini juga telah Allah sampaikan dalam Al-Qur’an, yaitu dalam QS.Ali Imran ayat 104 yang berbunyi, “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”. Wallahu a’lam.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    Ini Dia Daerah-daerah yang Dilarang Rekrut CPNS

    • calendar_month Kamis, 10 Mar 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Sebanyak 244 kabupaten/kota yang tersebar di 27 provinsi bakalan gigit jari. Sebab, pemerintah tidak akan memberikan kuota formasi CPNS baru karena belanja pegawai daerah itu di atas 50 persen di APBD. “Ada 27 provinsi yang memiliki kabupaten/kota dengan belanja pegawai di atas 50 persen. Sebanyak 13 provinsi belanja pegawainya di atas 20 persen,” […]

  • Gubsu terima penghargaan pelopor inovasi daerah

    Gubsu terima penghargaan pelopor inovasi daerah

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    MEDAN, – Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, menerima penghargaan pelopor Sistem Inovasi Daerah (Sida) dari Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta. Penghargaan ini diserahkan dalam acara Puncak Hari Teknologi Nasional di Taman Mini Indonesia Indah hari ini. Penghargaan Pelopor Sida merupakan apresiasi sekaligus pengakuan pemerintah pusat kepada kepala daerah yang dinilai berkomitmen memperkuat […]

  • Peretas yang Jebol Situs Visa dan Mastercard Ternyata Bocah 16 Tahun

    Peretas yang Jebol Situs Visa dan Mastercard Ternyata Bocah 16 Tahun

    • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DEN HAAG–Aparat kepolisian Belanda mengamankan seorang remaja 16 tahun yang telah mengaku melakukan serangan cyber pada situs lawan dari WikiLeaks. website whistleblower, jaksa nasional kata. Wim de Bruin, juru bicara Kejaksaan Agung Belanda, mengatakan remaja itu telah ‘mengakui melancarkan serangan terhadap situs Visa dan Mastercard’. Sebuah pernyataan mengatakan ia ‘mungkin bagian dari kelompok peretas (hacker) […]

  • Kepala Desa Jangan Terlibat Politik Praktis

    Kepala Desa Jangan Terlibat Politik Praktis

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pejabat Bupati Mandailing Natal Ir Aspan Sopian Batubara mengingatkan seluruh kepala desa yang ada di kabupaten Mandailing Natal agar tidak terlibat dalam politik praktis terutama pada pelaksanaan pemungutan suara ulang Pilkada Kabupaten Mandailing Natal , dan ia berharap agar seluruh Kepala Desa dapat menempatkan diri di tengah-tengah berbagai kepentingan politik yang berkembang. Hal tersebut […]

  • RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    RSU Panyabungan Kini Punya Fasilitas Cuci Darah dan CT Scan

    • calendar_month Kamis, 16 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – RSU Panyabungan kini sudah memiliki CT Scan dan fasilitas cuci darah. Dengan demikian warga Mandailing Natal (Madina) tak lagi jauh-jauh ke kota besar untuk cuci darah. Di sisi lain, kehadiran fasilitas CT Scan merupakan kemajuan teknologi peralatan di rumah sakit ini karena proses analisis berbagai penyakit tak lagi menggunakan foto Rontgen […]

  • Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    Usulan Bronjong di Sungai Batang Natal, Pemkab Harus Selektif

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Madina harus selektif meneliti setiap proposal usulan pembangunan bronjong di pinggiran Sungai Batang Natal. Tidak semua abrasi sungai Batang Natal diakibatkan bencana alam secara murni. Bisa jadi banyak titik pinggiran Sungai Batang Natal dan anak sungai lainnya rusak akibat aktifitas pertambangan liar menggunakan alat berat. Oleh karenanya sangat naif apabila […]

expand_less