Sabtu, 6 Jun 2026
light_mode

Kompak & Kopi Pahit Demo Kejatisu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Usut Dugaan Mark Up di Sekretariat DPRD Psp
MEDAN;
Puluhan massa yang tergabung dalam Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam (Kopi Pahit) berunjuk rasa di depan gedung Kejaksaan Tinggi Sumut, Kamis (10/2). Mereka meminta Kajatisu Sution Usman Adji SH segera mengusut dugaan korupsi di Sekreteriat DPRD Kota Padangsidimpuan tahun anggaran 2010.
“Tindakan korupsi tersebut dilakukan dengan cara me-mark up (menggelembungkan, red) dana pengadaan genset, komputer, note book, printer, AC, rak buku dan pengadaan buku,” kata kordinator aksi Hendrawan Hasibuan dalam orasinya.
Dijelaskan Hendrawan, pengadaan genset max power type 8000 LDE yang harga pasarannya hanya sebesar Rp7 juta, namun harga tersebut digelembungkan menjadi Rp75 juta. Pengadaan komputer PC yang harganya Rp5 juta per unit menjadi Rp45 juta untuk tiga unit atau sekitar Rp15 juta per unitnya.
Kemudian pengadaan note book merk Levano Rp4,25 juta dibengkakan menjadi Rp175 juta untuk tujuh unit, pengadaan printer Rp600 ribu dibengkakan menjadi Rp30 juta untuk 12 unit, pengadaan AC type LG Rp2,75 juta dibengkakan menjadi Rp60 juta untuk 12 unit. Pengadaan rak buku sebesar Rp27,5 juta dan buku sebesar Rp30 juta tapi tidak dilaksanakan.
“Bahwa diduga pengadaan tersebut dilakukan oleh oknum anggota DPRD Psp berinisial KN dengan menggunakan perusahaan orang lain,” ujarnya.
Lebih lanjut Hendrawan mengatakan, atas perbuatan tersebut negara dirugikan ratusan juta rupiah. “Memang bila dibandingkan dengan kasus-kasus yang ditangani oleh Kejatisu, mungkin ini terlalu kecil. Tapi bagi masyarakat Padangsidimpuan ini sangat besar jumlahnya,” bebernya.
Oleh karena itu, massa berharap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajatisu) agar segera mengungkap dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Padangsidimpuan yang diduga melibatkan anggota DPRD Psp berinisial KN.
Sementara itu, staf Humas Kejatisu Andre Simbolon mengatakan, Kejatisu dalam menangani kasus dugaan korupsi di Sumut tidak tebang pilih.
“Asalkan ada laporan dari masyarakat tentang adanya dugaan korupsi, kita akan tindak lanjuti hingga proses ke pengadilan. Tapi, kita minta agar masyarakat memberikan bukti-bukti tentang dugaan korupsi yang mereka miliki, agar kita dapat melakukan penyidikan,” ujarnya.
Setelah mendengarkan jawaban dari staf humas Kejatisu, koordinator aksi Hendrawan Hasibuan langsung memberikan kepada pihak Kejatisu bukti-bukti dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Psp.
Setelah memberikan bukti tersebut, para pengunjukrasa yang menggunakan payung berwarna hitam membubarkan diri dengan tertib.
Anggota DPRD Psp, KN yang dituding massa Yayasan Kompak dan Komunitas Pinggiran Payung Hitam saat dikonfirmasi METRO, Kamis (10/2) malam, enggan berkomentar. “Kalu soal itu, saya enggak mau berkomentar,” katanya singkat. (faisal/pmg)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Gubsu di Madina Positif

    Kunjungan Gubsu di Madina Positif

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kehadiran Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Eddy Rahmayadi di Mandailing Natal (Madina), Selasa (29/8/2023) sangat positif untuk daerah ini. Volume kehadiran Rahmayadi di Madina bukti perhatian besar gubernur pada kabupaten ini. “Mestinya kita berterima kasih Gubsu sering ke Madina itu bukti dia cinta Madina. Banyak hal peran Pemprovsu membangun Sumut di Madina,” […]

  • Madam Pang, Dibalik Kekuatan Timnas Thailand

    Madam Pang, Dibalik Kekuatan Timnas Thailand

    • calendar_month Kamis, 30 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tim bola Indonesia keok dipermalukan dalam laga dengan tim Thailand, kemarin. Lantas, dimana letak ketangguhan tim sepak bola Thailand? Salah satunya ditengarai adalah ketangguhan sang manajer. Nama si manajer adalah Nag Nualphan Lamsan, perempuan kaya raya yang kerap disebut Madam Pang. Ia dikenal sangat royal ke pemain-pemainnya. Saat skuat Thailand maju ke final AFF, ia […]

  • Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing :  Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 2)

    Pasca Terbitnya Hak Paten Kopi Mandailing : Penguatan Petani dan Negosiasi Mandheling Coffee (Bagian 2)

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hak Paten untuk Kopi Mandailing telah diterbitkan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM. Namanya Hak Paten Indikasi Geografis Kopi Arabika Sumatera Mandailing. Itu artinya, eksportir dari Indonesia dan produsen bubuk kopi di seluruh dunia yang memasang Mandheling Coffee sebagai nomenklatur labelnya tak dibolehkan lagi kecuali atas seizin dari Mandailing Natal. Perkembangan itu tentu memiliki […]

  • Ini Jadwal Keberangkatan Calhaj Asal Madina

    Ini Jadwal Keberangkatan Calhaj Asal Madina

    • calendar_month Selasa, 30 Apr 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – ada tiga jadwal keberangkatan calon jamaah haji ( Calhaj ) asal Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun ini. Sesuai jadwal resmi dari kantor urusan haji Kementerian Agama daerah ini, Calhaj asal Madina untuk kloter 3 embarkasi kualanamu medan berangkat pada 13 Mei 2024 dari Madina menuju Asrama Haji Medan. Kepala Seksi […]

  • Koruptor bahagia atas konflik KPK-Polri

    Koruptor bahagia atas konflik KPK-Polri

    • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK. Untuk itu, perkara yang dituduhkan kepada Novel harus segera diselesaikan. “Mengganggu. Siapa bilang enggak menganggu?” kata juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, hari ini, ketika ditanya apakah perkara Novel akan […]

  • Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    Tortor Mandailing Bukan Tortor Batak

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tarian Tortor Mandailing tidak sama dengan tarian tortor yang ada di tanah Toba. Etnis Toba tidak berhak mengklaim tortor Mandailing sebagai kesenian Batak. Sebab, kata “Batak” itu dipaksakan Kolonial Belanda sebagai nama etnis di kawasan Tapanuli di abad 19 yang hingga abad 21 ini ditolak oleh banyak etnis, termasuk […]

expand_less