Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Narasi Deradikalisme Isu Basi Digoreng Kembali

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 18 Feb 2022
  • print Cetak

Oleh: Nuraty S.Pd
Ibu rumah tangga, tinggal di Madina

 

Di tengah panasnya polemik soal pemindahan ibu kota negara (IKN), publik kembali disuguhi narasi soal radikalisme dan terorisme di dunia pesantren, kampus, masjid dan lain sebagainya.

Narasi perang melawan radikalisme, terorisme masih terus bergulir dari tahun ke tahun sepertinya tidak pernah selesai. Isu ini terus-menerus diopinikan di tengah umat.

Namun sampai saat ini publik belum juga mengetahui kejelasan apa dan siapa yang termasuk dalam kategori radikal. Sebab, penegak hukum dan pejabat negara ketika menyeru perang melawan kelompok radikal, mereka memberikan data dan bukti yang minim terkait narasi radikalisme itu sendiri.

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Kepala Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT), Komjen Boy Rafli Amar dilansir dari Tempo.co (25 Januari 2022), beliau mengatakan masih menemukan adanya pondok pesantren yang diduga terafiliasi dengan jaringan teroris. Jumlahnya mencapai ratusan pondok pesantren di berbagai wilayah.

“Ada 11 pondok pesantren yang menjadi afiliasi Jamaah Anshorut Khalifah, 68 pondok pesantren afiliasi Jamaah Islamiyah dan 119 pondok pesantren afiliasi Anshorut Daulah atau simpatisan ISIS,” katanya dalam pemaparan di Komisi III DPR.

Berita yang sama terkait terorisme dilansir CNN Indonesia (26 Januari 2022), Direktur Keamanan Negara Badan Intelijen Keamanan Mabes Polri Brigjen Umar Effendi mengaku bakal melakukan pemetaan terhadap masjid-masjid untuk mencegah penyebaran paham terorisme.

Hal itu ia sampaikan dalam agenda Halaqah Kebangsaan Optimalisasi Islam Wasathiyah dalam Mencegah Ekstremisme dan Terorisme yang digelar MUI disiarkan di kanal YouTube MUI.

Aroma islamofobia terkait nerasi yg dipaparkan di atas, bagaimana tidak akhirnya umat islam jadi takut dengan agamanya sendiri, bahkan menjadi takut menunjukkan jati dirinya sebagai muslim. Hal ini akan makin memuluskan agenda moderasi beragama (MB) di tengah umat yang tengah masif diaruskan saat ini. Membuat umat jauh dari nilai-nilai dan aturan Islam. Kepribadian Islam secara pelan dan pasti akan tercerabut dari diri umat melalui moderasi beragama.

Narasi deradikalisme ini disematkan kepada mereka yang teguh pada ajaran Islam secara kaffah seolah-olah keberadaan mereka ini sangat membahayakan bagi pemerintahan. Sehingga keberadaannya harus dihilangkan dan alhasil masyarakat pun jadi takut memahami agamanya, pun takut mengamalkan ajaran islama secara kaffah dikarenakan akan dicap sebagai redikal, teroris dan lain sebagainya.

Istilah radikalisme begitu masif diopinikan oleh media dengan melekatkan pada mereka yang teguh dalam melaksanakan ajaran Islam. Mereka yang berpenampilan secara islami pun akhirnya turut dicurigai. Umat Islam yang menyerukan ajaran Islam kafah juga turut dicap sebagai muslim yang berpaham radikalisme.

Isu radikalisme terus digoreng, sementara minyak goreng yang menjadi kebutuhan rakyat kosong di pasaran setelah dipatok satu harga oleh negara.

Ketiadaan “Junnah”  Lahirkan Kriminalisasi Islam

Meski ini negeri berpenduduk mayoritas muslim, stigmatisasi dan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan kaum muslim terus terjadi. Sedangkan di negeri yang kaum muslimin menjadi minoritas, mereka menjadi sasaran genosida. Mereka terusir dari negerinya dan seolah setiap jengkal bumi Allah tidak boleh mereka tapaki. Negeri-negeri kaum muslim di wilayah lain pun tidak tersentuh untuk membantu. Sungguh miris.

Kondisi miris ini telah dikabarkan dalam hadis Rasulullah saw. (HR Abu Dawud 3745),

Hampir tiba masanya kalian diperebutkan seperti sekumpulan pemangsa yang memperebutkan makanannya.” Maka seseorang bertanya, ”Apakah karena sedikitnya jumlah kita?” ”Bahkan kalian banyak, namun kalian seperti buih mengapung. Dan Allah telah mencabut rasa gentar dari dada musuh kalian terhadap kalian. Dan Allah telah menanamkan dalam hati kalian penyakit Al-Wahn.” Seseorang bertanya, ”Ya Rasulullah, apakah Al-Wahn itu?” Nabi  bersabda, ”Cinta dunia dan takut akan kematian.”

Allah SWT berfirman:

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS at-Taubah [9]: 32).

WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    AMP2M Pesimis Terhadap Kepemimpinan Hidayat-Dahlan

    • calendar_month Sabtu, 16 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Puluhan massa menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Madina (AMP2M) kembali melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Mandailing Natal (Madina), Komplek Perkantoran Payaloting, Selasa (12/07/2011). Dalam pernyataan sikapnya AMP2M menyebutkan, Bupati dan Wakil Bupati Madina Periode 2011-2016 H M Hidayat Batubara SE dan Drs Dahlan Hasan Nasution yang dilantik 28 Juni lalu, tugas […]

  • Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    Diduga Cemburu, Suami Bunuh Istri

    • calendar_month Senin, 25 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Diduga karena cemburu, AH (25) warga Desa Simangambat TB Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal, menikam istrinya SN (22 ) sehingga menyebabkan meninggal dunia. Peristiwa terjadi di rumah mereka, Senin (25/6) sekira pukul 08.00 WIB. Menurut saksi mata R ( 22 ) yang merupakan tetangga korban,  kronologi kejadian berawal dari pertengkaran dan […]

  • Serahkan E-KTP

    Serahkan E-KTP

    • calendar_month Kamis, 19 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Mandailing Natal (Madina), M Jamil Lubis disaksikan Camat Panyabungan, Drs Sahnan Pasiribu menyerahkan KTP elektronik kepada warga Panyabungan secara simbolis di Aula Kantor Camat Panyabungan, Rabu (18/7).“E-KTP ini merupakan identitas diri secara online yang bisa di akses diseluruh Indonesia sehingga punya banyak manfaat terhadap masyarakat […]

  • 2013, Jalan di Sihapas dan Gading Akan Diaspal

    2013, Jalan di Sihapas dan Gading Akan Diaspal

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PALAS, (MO) – Kepala Bidang Perencanaan Wilayah Bappeda Kabupaten Padang Lawas (Palas), Rahmat Siregar ST mengutarakan, Tahun Anggaran (TA) 2013 mendatang, pihaknya memprogramkan pembangunan di wilayah Sihapas dan Gading. Mengingat, masih ada sekitar 60 persen jalan kabupaten di wilayah tersebut masih jalan tanah. “Sehingga, untuk menselaraskan dengan program bupati, pembangunan di wilayah tersebut diprioritaskan, termasuk […]

  • Warga Aek Galoga Temukan Jasad Bayi Perempuan

    Warga Aek Galoga Temukan Jasad Bayi Perempuan

    • calendar_month Kamis, 6 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) Warga Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang Kecamatan Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi yang tertimbun tanah berjenis kelamin perempuan yang diperkirakan berusia 2 minggu. Penemuan bayi malang ini pertama kali ditemukan oleh saksi mata Anwar (53) yang curiga melihat gundukan tanah pas di pekarangan rumahnya pada hari Rabu […]

  • GAJI BUPATI DPR setuju gaji bupati dinaikkan

    GAJI BUPATI DPR setuju gaji bupati dinaikkan

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menyatakan dukungannya terhadap permintaan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang menuntut kenaikan gaji bupati. Menurutnya hal tersebut tidak menjadi masalah selama kenaikan gaji tidak diikuti dengan pembengkakan biaya operasional. “Kalau gajinya sudah diperbesar jangan kemudian cari yang lain,” kata Pramono saat ditemui di Gedung DPR […]

expand_less