Senin, 24 Agu 2026
light_mode

B A B I A T (Episode 2)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Apr 2022
  • print Cetak

Karya: Halak Kotanopan

Sesampai di desa terdekat, sang suami menghentikan motor mereka di depan warung kopi pertama yang mereka temukan.

Sang istri turun dan langsung jatuh pingsan di pinggir jalan. Sang suami tidak punya kekuatan lagi untuk membantu istrinya. Dia hanya sanggup mendekati istrinya sebelum terjatuh lunglai.

Tidak urung kejadian ini membuat orang orang di warung kopi berhamburan keluar. Memang, pada pagi hari biasanya warung kopi sudah banyak didatangi oleh para lelaki. Sudah seperti sebuah kebutuhan, mereka terbiasa  menyeruput secangkir kopi ditambah sepotong  pisang goreng sebagai pengisi perut sebelum berangkat ke kebun untuk menyadap karet. Kalau istri di rumah belum sempat menyiapkan sarapan, mereka juga bisa menyantap sedikit beras ketan di warung kopi, sambil bersenda gurau.

“Ada apa…? Apa yang terjadi..? tanya seorang lelaki yang paling dahulu sampai ke dekat suami istri tersebut sambil mencoba mendudukkan sang suami.

Tidak ada jawaban, kedua suami istri tersebut masih tidak bisa menjawab. Keduanya masih pucat pasi.

“Tolong ambilkan air..!”, kata yang lain.

Segera mereka memberi minum sang suami dan mencoba menyadarkan sang istri dengan membasuhkan air pada mukanya.

Tidak lama kemudian, orang orangpun mulai ramai dan mereka segera menggotong kedua suami istri tersebut masuk ke dalam warung kopi.

“Ada apa lae…? Apa yang terjadi? Mereka mencoba kembali mencari tahu informasi dari sang suami yang sudah mulai membuka matanya.

“A… a.. adong nagkin na Gogoi”, jawab sang suami pelan, seperti berbisik, seolah olah takut kedengaran yang lain.

“Maksudmu kalian tadi ketemu Raja i?”, tanya yang lain dengan suara seperti tersedak.

Na Gogo i maksudnya adalah yang Kuat, ini merupakan kata panggilan untuk harimau di daerah itu. Dari namanya sendiri sudah jelas menggambarkan keperkasaan hewan yang satu ini. Kadang masarakat di daerah tersebut menamakannya juga sebagai Raja i, yang berarti sang Raja.

Sebenarnya bahasa daerah untuk harimau sendiri adalah babiat. Tapi masyarakat sana punya pantangan untuk menyebut langsung nama babiat. Pantang menyebut langsung nama babiat, seperti kita pantang memanggil nama dari orang yang lebih tua dari kita. Tidak sekedar ditakuti, sebenarnya keberadaan babiat di daerah tersebut cenderung disegani, bahkan dihormati.

Ada juga yang memanggilnya dengan Ompung i. Malah salah satu marga di daerah tersebut mengangkat babiat sebagai mora mereka. Na Mora i, begitu mereka memanggilnya.

Tidak ayal mendengar nama Na Gogo i, membuat semua yang hadir, langsung terdiam, terhenyak. Kemunculan nama Na Gogo i juga memunculkan berbagai pemikiran di masing masing benak mereka. Sang kepala desa yang sudah hadir pun segera memberikan instruksi pada warganya.

“Badaruddin…, segera umumkan ke warga kalau hari ini tidak boleh ada yang berangkat ke kebun maupun ke sawah!”.

“Anak anak yang mau ke sekolah juga harus diantar oleh orang dewasa!”, lanjut kepala desa memberikan arahan pada Badaruddin, pemuda yang menjadi ketua Karang Taruna di desa tersebut.

Segera cerita tersebut tersebar dengan cepat. Tidak cuma di desa itu, tapi juga ke desa sebelah dan akhirnya membuat geger semua desa di kecamatan tersebut. Cerita tersebut ramai diperbincangkan di kedai kopi. Setiap ada momen untuk berkumpul, baik itu ada hajatan untuk syukuran maupun saat ada kemalangan, cerita kemunculan babiat itu tidak pernah luput dari topik pembicaraan.

“Kemarin, warga di desa Manambin memukul cenang untuk memanggil pulang para petani dari kebun”, kata si Puddin, pemuda yang pekerjaan sehari harinya menarik becak mesin tersebut.

“Soalnya, saat Oji Latif lewat di batas desa, tiba tiba dia merasa ada yang melompat ke atap mobil”, lanjutnya.

Oji Latif adalah salah seorang saudagar kopi di daerah tersebut. Dia sering mendatangi para pedagang pengumpul langsung ke desa desa mereka.

“Begitu Oji Latif berhenti sejenak, dia kemudian sadar bahwa na Gogo i lah yang sedang bertengger di atap mobilnya. Tentu saja Oji Latif dan seorang pegawainya hanya bisa terdiam di dalam mobil sampai Raja i turun dan melompat ke dalam hutan”, lanjut si Puddin seolah olah melihat sendiri kejadian tersebut.

“Wah… berarti daerah jelajahannya sudah semakin jauh ya…” kata yang lain , menanggapi cerita si Puddin.

Cerita kemunculan harimau di daerah tersebut terus bertambah, baik yang melihat langsung bagaimana harimau tersebut sedang menyeret seekor kijang maupun yang hanya menemukan jejak kaki peninggalan sang Raja hutan di sawah maupun kebun mereka.

Lama kelamaan cerita cerita keluarnya sang Raja hutan dari kediamannya itu mulai mengganggu penduduk. Tidak hanya keamanan keluarga yang terancam, beberapa orang sudah mulai merasa terancam perekonomiannya.  Ya, terancam karena pendapatan utama mereka sangat tergantung pada hasil sadapan karet mereka. Belanja mingguan sang istri didapat dari hasil menyadap karet  tiap minggunya. Sekarang sudah lebih dua minggu mereka tidak berani menyadap karet. Tabungan mereka yang tidak begitu banyak sudah terpaksa harus diambil.

“Bah, apa yang harus kita perbuat nih…?”, tanya si Lokot suatu ketika saat duduk duduk dikedai kopi.

Dari jam 6 tadi pagi, sepulang dari mesjid dia sudah nongkrong di kedai kopi karena dia belum berani juga ke kebun karetnya. Kebetulan kebun peninggalan orang tuanya tersebut agak jauh dari perkampungan. Karena itu istrinya tidak memperbolehkannya mengambil resiko pergi meyadap karet.

“Tolong tambah dulu airnya tulang”, pinta si Lokot sambil menyodorkan gelas kopinya yang sudah mulai habis, tapi masih ada bubuk kopi yang tertinggal di dasar gelas pada si empunya warung.

“Iya, kehadiran na Gogo i membuat saya tidak berani kesawah nih”, sambut yang lain dari meja sebelah.

“Apa pemerintah tidak bisa bertidak?”, kata si Lokot sambil memperbaiki duduknya.

“Apa pak Lurah tidak bisa bilang agar pak Camat meminta Koramil memburunya?”, lanjutnya lagi.

Kelihatannya si Lokot mulai gusar dengan kondisi sekarang ini.

“Tidak segampang itu”,  jawab si Lubis yang duduk di dekat pintu.

“Jangan lupa, Harimau Sumatera merupakan salah satu binatang yang sudah dilindungi”, lanjutnya.

Walaupun si Lubis sekolahnya tidak tinggi, hanya tammat SMA, wawasannya cukup luas. Dia tidak pernah berhenti belajar. Dia rajin membaca koran ataupun mendengarkan berita di TV. Bahkan seisi desa paham betul bagaimana dia menanamkan disiplin belajar pada anak anaknya. Tidak heran anak anaknya selalu mendapat rangking pertama di kelas masing masing.

“Tapi kalau sudah mulai masuk ke pemukiman penduduk, dan mulai menganggu, maka tidak ada larangan untuk memburunya”, si Lokot memberikan argumennya.

“Betul itu…, saya mau ikut memburunya asal didamping oleh pak Koramil,” sambut yang lainnya yang mulai geram karena tadi pagi anaknya kembali mendesak ingin dibelikan seragam yang baru, sementara hasil sadapan karetnya tidak bisa dia ambil. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga investor Sumatera Utara tertarik berinvestasi di sektor perkebunan ubi kayu dan pendirian pabrik tepung tapioka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keinginan para investor tersebut berinvestasi di Madina tercuat dalam sebuah pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11). Ketiga investor Sumut itu yakni, Surianto, Hengky Suwongso dan Wenan. Ketiganya […]

  • Pagi Pagi Ratusan Warga Singkuang Satu Demo DPRD Madina

    Pagi Pagi Ratusan Warga Singkuang Satu Demo DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 7 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) : pagi pagi, dua ratusan warga desa Singkuang Satu, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal aksi di gedung DPRD Mandailing Natal ( Madina ) Rabu 7/6/2023. Mereka menuntut keseriusan DPRD dan Pemda terhadap tuntutan warga atas hak 20 persen kebun plasma dari PT.Rendy Permata Raya ( RPR ). Pantauan […]

  • Malam ini Pemkab Madina dan Tokoh Perantau Akan Bahas Pembangunan Strategis

    Malam ini Pemkab Madina dan Tokoh Perantau Akan Bahas Pembangunan Strategis

    • calendar_month Senin, 27 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pemkab Madina akan menggelar acara silaturahmi dan dialog  pembangunan daerah bersama para tokoh perantau. Sejumlah sektor strategis akan dibahas. Pertemuan direncanakan berlangsung malam ini, Senin (27/02/2023) pukul 18.00 WIB di Hotel Borobudur, Jakarta. Dialog juga melibatkan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D). Pertemuan tersebut akan dihadiri langsung Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution […]

  • Pemkab Madina Buka Lowongan CPNS Tahun 2013

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 19Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) resmi mengumumkan penerimaan CPNS formasi tahun 2013. Pengumuman itu bernomor 800 / 501 / K / 2013 tanggal 20 September 2013 tentang Penerimaan//Penyaringan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah Kabupaten Mandailing Natal Dari Pelamar Umum formasi ditandatangani Wakil Bupati Madina, Dahlan hasan Nasution. Penerimaan CPNS ini berdasar surat […]

  • Kaderisasi DPP IMMAN Usung Tema “Tranformasi Gerakan untuk Generasi Kritis dan Militan”

    Kaderisasi DPP IMMAN Usung Tema “Tranformasi Gerakan untuk Generasi Kritis dan Militan”

    • calendar_month Sabtu, 8 Okt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PADANGSIDIMPUAN (Mandailing Online) – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Mandailing Natal (DPP IMMAN) menggelar Latihan Kaderisasi Dasar (LKD) gelombang I dengan mengusung tema “Transformasi Gerakan untuk Generasi Kritis dan Militan” di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Padangsidimpuan, Jl. Tengku Rizal Nurdin, Pal-IV, Padangsidimpuan, Sumut. LkD ini diikuti oleh 72 orang dan berlangsung selama 2 (dua) […]

  • Pendukung ON MA Penuhi Lokasi Cabut Nomor Paslon Bupati Madina

    Pendukung ON MA Penuhi Lokasi Cabut Nomor Paslon Bupati Madina

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Pendukung Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal nonor urut 1 Harun- Ichwan dengan jargon ON MA kuasai gedung serbaguna amru daulay di Aek Godang Parbangunan tempat dimana acara pengundian nomor urut Calon Bupati dan Wakil Bupati Madina periode 2024-2029. Hampir seluruh lapangan dipenuhi pendukung ON MA. Mereka menggelar sholawatan […]

expand_less