Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode

RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian 6)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Apr 2022
  • print Cetak

Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)

 

Tak adil rasanya kalau kita tidak melongok kegiatan kaum hawa menjelang Ramadhan tiba. Di awal Ramadhan biasanya mereka mulai sibuk mepersiapkan bahan-bahan marpangir, sepertinya mereka ingin di bulan suci dan penuh rahmat ini,  tampil beda dengan hari hari biasa.   Mereka berkelompok kelompok mencari bahan baku seperti :  abelu,  pandan musang, singgolom,  tapak leman, sangge sangge doli,  kembang pinang.

Bahan bahan itu nantinya akan diiris iris halus kemudian dijemur sampai kering.  Biasa menjemurnya di atas atap atau di tempat yang tidak terjangkau oleh ayam. Bahaya kalau menjemurnya di halaman rumah,  ayam kurik tak akan peduli dengan kepunyaan majikannya sekalipun.  Ia akan tetap mengais ngais, bisa jadi apa yang telah dikerjakan menjadi sia sia. Bahan marpangir yang sudah mulai kering hancur berantakan. Air mata bisa meleleh memikirkannya, apalagi sebentar lagi menjelang hari raya. Gawat.

Menurut cerita bahan bahan yang digunakan untuk marpangir sudah digunakan para putri raja raja yang cantik jelita, sejak jaman dahulu kala. Bedanya kalau bahan marpangir ala putri raja disiapkan oleh para dayang-dayang, sementara gadis gadis setelah itu cukup dengan olahan tangan sendiri. Tentu hasilnya tetap sama, karena dikerjakan oleh tangan gadis-gadis yang tiada kalah cantiknya.  Pantas saja pemuda kampung sebelah, matanya tertuju ke kampung kami, banyak gadis yang memesona. 

Kegiatan marpangir itu dilakukan di rumah masing masing atau di tepian pemandian, sehari sebelum puasa. Tidak seperti sekarang marpangir dilakukan beramai ramai,  di pemandian yang sama, antara laki laki dan perempuan di tempat yang sama pula, campur aduk tidak karuan. Sejak kapan pula laki laki ikutan marpangir. Maknanya sudah hilang. 

Masa itu kalau sholat taraweh di masjid penuh sesak, sementara kipas angin belum tersedia, udara akan menjadi pengab. Tapi jangan khawatir badan tetap mengeluarkan aroma mewangi. Aromanya sama,  karena bahan baku marpangirnya yang sama, sholat tetap khusuk.  Lain dengan zaman kiwari, aromanya berbagai rupa, bercampur pula dengan alkohol. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 3 PAN Madina

    DCS Dapil 3 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PAN Madina

  • Masjid di Amerika Serikat Diduga Dibakar

    Masjid di Amerika Serikat Diduga Dibakar

    • calendar_month Selasa, 7 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kebakaran ini. Sebuah masjid di Joplin, Missouri, Amerika Serikat rusak total setelah terbakar, Senin 6 Agustus 2012. Pihak berwenang masih menyelidiki apakah insiden ini disengaja atau tidak. Laman CNN memberitakan, otoritas setempat sedang menginvestigasi penyebab munculnya api. Kamera keamanan hancur karena kebakaran ini. Seorang saksi mata menuturkan api membakar masjid […]

  • Kekerasan Verbal pada Anak

    Kekerasan Verbal pada Anak

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Ummi Zaimah Mahasiswa S2 Jurusan Pendidikan Biologi, Unimed   Kekerasan pada anak sering kita lihat terjadi di media sosial atau bahkan sering terjadi di sekitar kita. Orang tua, kerabat, dan keluarga yang seharusnya mengasuh, melindungi dan memberikan kasih sayang kepada anak justru menjadi penyebab utama yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Kekerasan pada anak di […]

  • “Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

    “Mengintip” Peta Persaingan Akhir Seleksi Calon Anggota KPID Sumut

    • calendar_month Sabtu, 25 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dahlan Batubara pemerhati media komunikasi massa dan media sosial   Proses Seleksi Calon Anggota KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Sumut 2021-2024 sudah mendekati klimaks. Dalam tiga bulan terakhir, telah berlangsung empat tahap. Tim Seleksi yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Prof. Dr. Khairil Ansari, M.Pd itu sudah menyerahkan hasil kerjanya berupa daftar 21 […]

  • Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    Hindari Pemuda Dari Narkoba, Warga Harapkan Pembangunan Lapangan Sepakbola

    • calendar_month Senin, 6 Mar 2017
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Panyabungan, 6/3 (Mandailing Online) –  Untuk mengantisipasi para pemuda  terhadap penggunaan narkoba, warga desa Rantonatas kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal harapkan pembangunan lapangan sepak bola. Harapan itu disampaikan oleh warga masyarakat desa itu kepada pada Dprd Kabupaten Mandailing Demokrat, Dodi Martua Tanjung, S.Pi pada reses I tahun  2017  beberapa hari yang lalu. Selain itu […]

  • Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    Perambah Hutan Madina Masih Merajalela

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Pengusaha kilang sawmill berkedol IPK dari Dinas Kehutanan Madina masih merajalela melakukan aktivitasnya dihutan Aek Nabara-Mandailing Natal,escapator dan Truck logging beraksi dimusim hujan hingga jalan menuju desa tersebut,hancur berlobang dan berlumpur. Toguan Lubis warga Aek nabara Batang Natal Kabupaten Mandailing Natal,kepada wartawan Selasa (23/11) mengatakan, saat musim penghujan ini aktipitas kegiatan pengusaha kilang saw […]

expand_less