Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah S.Pd
Guru dan pegiat literasi Islam

Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih dari cukup. Sekitar 1,8 juta ton belum tersalurkan. Rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton ditolaknya mentah-mentah. Jangan sampai beras dalam gudang itu dibuang srbagaimans dua tahun lalu (CNBCIndonesia,15/03/2021).

Tahun 2019 sangat menyedihkan bahkan mengalami expired sebab terlalu banyak di gudang dan tidak disalurkan. Masa kadaluwarsa yang ditetapkan pemerintah pun sudah terlewat setahun bahkan ada yang empat bulan lagi akan kadaluarsa. Akhurnya beras  tak kayak konsumsi itu akan dibuang (Kompas com, 19 juli 2019).

Beginilah potret buram terkait kebijakan yang dipaksakan para cukong. Masalah ini belum usai juga. Sudah sekian lama dan rahun ini terulang lagi. Melimpahnya beras akibat impor jor-joran yang dipaksakan. Kita dipaksa beli pesawat rongsokan, beras impor, kedelai impor oleh satu negara. Padahal stok dalam negeri sudah lebih dari cukup. Dampaknya harga gabah pun menurun dan perani rugi karena hasilnya tak menguntungkan. Petani tak lagi didengar keluhannya. Kasihan para petani. Kita tidak punya posisi tawar sebagai negara yang berdaulat.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu dipegang janjinya terkait dengan janji  mensejahterakan masyarakat. Namun realitanya justru harapan jauh dari kenyataan. Impor seharusnya dilakukan karena menipisnya stok, bukan karena alasan lain. Seorang pemimpin yang benar- benar menyayangi masyarakatnya akan menetapkan kebijaksanaan sesuai aspirasi masyarakat bukan karena yang lain. Negara ini mesti punya taring. Negara ini sudah merdeka, namun tak bisa menolak kehendak para cukong.

Akhirnya keinginan swasembada pangan tak terealisir. Entah kapan bisa terealisir. Sejak merdeka bukan tidak bisa. Namun karena kebijakan  yang pro kapital akhirnya swasembada itu hanya  mimpi saja. Indobesia dalam cengkeraman penjajahan ekonomi.

Negeri ini masih banyak lahan kosongnya, masih banyak pakar pertaniannya, lumayan canggih sains dan teknologinya. Seharusnya kondisi ini  lebih dari cukup dapat mensejahterakan masyarakat.

Namun karena political will semuanya jadi lain.

Semoga para pemimpin segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang menginginkan tidak lagi tergantung pada asing. Indonesia bisa swasembada pangan jika mau. Ayo sadarlah para penimpin kami. Belalah kepentingan kami. Kami masyarakatmu yang dalam kesulitan. Wujudkanlah swasembada pangan. Itulah harga diri bangsa ini. Tolaklah kebijakan yang menjajah kembali negeri ini.Sesungguhnya kita bisa, asal kita mau.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 24 Murid Paud Permata Indah Wisuda

    24 Murid Paud Permata Indah Wisuda

    • calendar_month Senin, 30 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN SELATAN ( Mandailing Online) –  Sebanyak 24 orang murid PAUD Permata Indah, Roburan, Kecamatan Panyabungan di wisuda. Acara wisuda pada murid PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) tersebut berlangsung di gedung SDN 147 Roburan, Sabtu (28/5). Prosesi wisuda murid PAUD Permata Indah tersebut berlangsung hikmat dan meriah, dierangkai dengan berbagai prtunukan dari para murid PAUD […]

  • Gordang Sambilan Akan Bertabuh di Kalimantan Timur

    Gordang Sambilan Akan Bertabuh di Kalimantan Timur

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak lama lagi tabuhan gordang sambilan akan mengumandang di kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Perkembangan ini terkait sudah selesainya pihak IMAM menyediakan alat-alat gordang sambilan, berupa perkusi, suling, talempong, tali sasayat, gong dan saleot. IMAM (Ikatan Masyarakat Asal Mandailing) merupakan organisasi perkumpulan yang didirikan etnis Mandailing yang bermukim di Balikpapan, Kalimantan Timur […]

  • BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 1)

    BISNIS KRIPIK SINGKONG BANJARKOBUN DARI PINGGIR JALAN (Bagian 1)

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Cara Membaca dan Mengisi Celah Ekonomi Mikro di Madina Di Mandailing Natal, usaha kecil sebenarnya tidak pernah benar-benar mati. Bisnis ini hanya bergerak pelan. Kadang nyaris tak terlihat. Kadang muncul sebentar lalu tenggelam lagi. Di sudut pasar tradisional, di dapur rumah-rumah kecil, di warung kopi pinggir jalan, di lorong […]

  • KPU Sidimpuan plenokan logistik

    KPU Sidimpuan plenokan logistik

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Komisi Pemilihan Umum Kota Padang Sidempuan, Provinsi Sumatera Utara, memplenokan logistik pemilihan kepala daerah untuk mendapatkan spesifikasi dan kualitas material yang baik serta menutup kemungkinan untuk disalahgunakan. “Logistik yang akan dicetak harus memiliki spefikasi tertentu,” kata Ketua KPU Padang Sidempuan Arbanur Rasyid yang dihubungi di Medan, mengenai tahapan pilkada yang dilalui. Menurut […]

  • Songsong 1 Muharram, Pawai Obor dan Tablig Akbar Berlangsung Besok Malam

    Songsong 1 Muharram, Pawai Obor dan Tablig Akbar Berlangsung Besok Malam

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menyambut 1 Muharram 1441 Hijriah, Pawai Obor dan Tablig Akbar akan dilangsungkan di Mandailing Natal, besok, Sabtu malam (31/8/2019). Lokasinya dipusatkan di dua lokasi, yakni di Panyabungan dan Sinunukan, dengan waktu yang bersamaan. Berdasar jadwal yang tetapkan panitia, pawai obor di Panyabungan dilangsungkan ba’da Isya sekira pukul 20.00 WIB. Pawai obornya […]

  • RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian satu)

    RAMADHAN DI KAMPUNG KAMI (bagian satu)

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diceritakan Tagor Lubis dari Pojok Kedai Lontong Medan (kenangan masa kecil di Mandailing 1970 – 1980)   Ramadhan bulan penuh rahmat,  bulan penuh berkah, serta bulan penuh ampunan. Dan banyak lagi sebutan untuknya. Dahulu, waktu kami masih kanak kanak, saat saat seperti ini adalah hari hari yang sangat menyenangkan, bagaimana tidak sebentar lagi kami akan […]

expand_less