Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah S.Pd
Guru dan pegiat literasi Islam

Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih dari cukup. Sekitar 1,8 juta ton belum tersalurkan. Rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton ditolaknya mentah-mentah. Jangan sampai beras dalam gudang itu dibuang srbagaimans dua tahun lalu (CNBCIndonesia,15/03/2021).

Tahun 2019 sangat menyedihkan bahkan mengalami expired sebab terlalu banyak di gudang dan tidak disalurkan. Masa kadaluwarsa yang ditetapkan pemerintah pun sudah terlewat setahun bahkan ada yang empat bulan lagi akan kadaluarsa. Akhurnya beras  tak kayak konsumsi itu akan dibuang (Kompas com, 19 juli 2019).

Beginilah potret buram terkait kebijakan yang dipaksakan para cukong. Masalah ini belum usai juga. Sudah sekian lama dan rahun ini terulang lagi. Melimpahnya beras akibat impor jor-joran yang dipaksakan. Kita dipaksa beli pesawat rongsokan, beras impor, kedelai impor oleh satu negara. Padahal stok dalam negeri sudah lebih dari cukup. Dampaknya harga gabah pun menurun dan perani rugi karena hasilnya tak menguntungkan. Petani tak lagi didengar keluhannya. Kasihan para petani. Kita tidak punya posisi tawar sebagai negara yang berdaulat.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu dipegang janjinya terkait dengan janji  mensejahterakan masyarakat. Namun realitanya justru harapan jauh dari kenyataan. Impor seharusnya dilakukan karena menipisnya stok, bukan karena alasan lain. Seorang pemimpin yang benar- benar menyayangi masyarakatnya akan menetapkan kebijaksanaan sesuai aspirasi masyarakat bukan karena yang lain. Negara ini mesti punya taring. Negara ini sudah merdeka, namun tak bisa menolak kehendak para cukong.

Akhirnya keinginan swasembada pangan tak terealisir. Entah kapan bisa terealisir. Sejak merdeka bukan tidak bisa. Namun karena kebijakan  yang pro kapital akhirnya swasembada itu hanya  mimpi saja. Indobesia dalam cengkeraman penjajahan ekonomi.

Negeri ini masih banyak lahan kosongnya, masih banyak pakar pertaniannya, lumayan canggih sains dan teknologinya. Seharusnya kondisi ini  lebih dari cukup dapat mensejahterakan masyarakat.

Namun karena political will semuanya jadi lain.

Semoga para pemimpin segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang menginginkan tidak lagi tergantung pada asing. Indonesia bisa swasembada pangan jika mau. Ayo sadarlah para penimpin kami. Belalah kepentingan kami. Kami masyarakatmu yang dalam kesulitan. Wujudkanlah swasembada pangan. Itulah harga diri bangsa ini. Tolaklah kebijakan yang menjajah kembali negeri ini.Sesungguhnya kita bisa, asal kita mau.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Jambur Baru Batangnatal Mankrak. Garda Pantai Barat Akan Lapor Ke Tipikor

    Proyek Jalan Usaha Tani di Desa Jambur Baru Batangnatal Mankrak. Garda Pantai Barat Akan Lapor Ke Tipikor

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Proyek jalan usaha tani di Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 dan 2025 diduga mangkrak dan belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Erisandi Nasution, Ketua Gerakan Pemuda Pantai Barat (Garda Pantai Barat), menyatakan bahwa proyek tersebut terindikasi mangkrak setelah melakukan konfirmasi langsung […]

  • MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    MAU DIBAWA KEMANA GENERASI KITA?

    • calendar_month Selasa, 31 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Elvi Hasan, SE Aktivis Peduli Generasi Sistem pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan telah melahirkan bencana jangka panjang bagi kehidupan manusia abad ini. The lost generation pun di depan mata. Tidak heran angka kriminal dan kerusakan moral kian meningkat di kalangan anak-anak dan remaja sebagai bukti kegagalan sistem kapitalis dalam  memenuhi kebutuhan […]

  • Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    Jelang 17 Agustus, Peminat Bendera Merah Putih Masih Sepi

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bisnis bendera merah putih di Panyabungan masih lesu menjelang HUT RI ke-71 tahun ini. Sejumlah pedagang musiman bendera di sepanjang jalan Willem Iskander, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal masih sepi dikunjungi pembeli. Roni salah seorang pedagang bendera kepada Mandailing Online, Jum’at, (5/8) menyebutkan sejak menggelar dagangannya beberapa minggu yang lalu hingga sampai […]

  • Partisipasi Pemuda Dalam Percepatan Pembangunan di Mandailing Natal

    Partisipasi Pemuda Dalam Percepatan Pembangunan di Mandailing Natal

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Maradotang Pulungan   Baik buruknya suatu bangsa dilihat dari kualitas pemudanya. Tergantung pada karakter dan moral pemudanya. Sampai-sampai untuk menggambarkan betapa berharganya pemuda sebagai aset suatu bangsa, Presiden Soekarno pernah mengatakan “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncangkan dunia”. Pemuda adalah simbol kekuatan, masa depan dan harapan suatu bangsa. Pemuda memiliki tipe […]

  • Pemagaran TPU Belum Selesai

    Pemagaran TPU Belum Selesai

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pembangunan pagar Tempat Pemakaman Umum (TPU) dari Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (BLHKP) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga sampai sekarang ini masih banyak yang belum selesai. Padahal, diduga proyek tersebut sudah habis masa kontraknya.(MB)

  • Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    Kontraktor Pasar Baru Panyabungan Belum Bayar Gaji Pekerja

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah pekerja mengaku belum memperoleh gaji bulan ini dari kontraktor pembangunan Pasar Baru Panyabungan. Para pekerja yang berasal dari kawasan Kecamatan Panyabungan, yakni Desa Gunungtua Julu, Gunungtua Tonga dan Gunungtua Panggorengan kepada wartawan menyatakan sangat gelisah karena gaji yang tak pasti itu. “Sudah sebulan ini kami tak terima gaji. Sudah terus […]

expand_less