Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah S.Pd
Guru dan pegiat literasi Islam

Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih dari cukup. Sekitar 1,8 juta ton belum tersalurkan. Rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton ditolaknya mentah-mentah. Jangan sampai beras dalam gudang itu dibuang srbagaimans dua tahun lalu (CNBCIndonesia,15/03/2021).

Tahun 2019 sangat menyedihkan bahkan mengalami expired sebab terlalu banyak di gudang dan tidak disalurkan. Masa kadaluwarsa yang ditetapkan pemerintah pun sudah terlewat setahun bahkan ada yang empat bulan lagi akan kadaluarsa. Akhurnya beras  tak kayak konsumsi itu akan dibuang (Kompas com, 19 juli 2019).

Beginilah potret buram terkait kebijakan yang dipaksakan para cukong. Masalah ini belum usai juga. Sudah sekian lama dan rahun ini terulang lagi. Melimpahnya beras akibat impor jor-joran yang dipaksakan. Kita dipaksa beli pesawat rongsokan, beras impor, kedelai impor oleh satu negara. Padahal stok dalam negeri sudah lebih dari cukup. Dampaknya harga gabah pun menurun dan perani rugi karena hasilnya tak menguntungkan. Petani tak lagi didengar keluhannya. Kasihan para petani. Kita tidak punya posisi tawar sebagai negara yang berdaulat.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu dipegang janjinya terkait dengan janji  mensejahterakan masyarakat. Namun realitanya justru harapan jauh dari kenyataan. Impor seharusnya dilakukan karena menipisnya stok, bukan karena alasan lain. Seorang pemimpin yang benar- benar menyayangi masyarakatnya akan menetapkan kebijaksanaan sesuai aspirasi masyarakat bukan karena yang lain. Negara ini mesti punya taring. Negara ini sudah merdeka, namun tak bisa menolak kehendak para cukong.

Akhirnya keinginan swasembada pangan tak terealisir. Entah kapan bisa terealisir. Sejak merdeka bukan tidak bisa. Namun karena kebijakan  yang pro kapital akhirnya swasembada itu hanya  mimpi saja. Indobesia dalam cengkeraman penjajahan ekonomi.

Negeri ini masih banyak lahan kosongnya, masih banyak pakar pertaniannya, lumayan canggih sains dan teknologinya. Seharusnya kondisi ini  lebih dari cukup dapat mensejahterakan masyarakat.

Namun karena political will semuanya jadi lain.

Semoga para pemimpin segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang menginginkan tidak lagi tergantung pada asing. Indonesia bisa swasembada pangan jika mau. Ayo sadarlah para penimpin kami. Belalah kepentingan kami. Kami masyarakatmu yang dalam kesulitan. Wujudkanlah swasembada pangan. Itulah harga diri bangsa ini. Tolaklah kebijakan yang menjajah kembali negeri ini.Sesungguhnya kita bisa, asal kita mau.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    Bentrokan di Kebun Limau Mungkur Tukang Sayur Tewas Dikeroyok

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    STM HILIR-Areal Perkebunan Sawit Limau Mungkur STM Hilir milik PTPN II kembali bergejolak. Jumat (13/1) sore jelang malam, dua kubu pemuda perang. Seorang yang diketahui sebagai tukang sayur tewas dikeroyok dan sedikitnya 18 orang lainnya luka-luka. Pertempuran berdarah itu, dikabarkan terjadi antara kubu Pendi Kesi dan Lingga. Belum diketahui pasti penyebab terjadinya bentrokan tersebut. Informasi […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 2)

    • calendar_month Sabtu, 15 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sastra Klasik Seni sastra Mandailing ditularkan melalui tradisi yang khas, misalnya melalui medium berikut: [4] 1. Marturi.  Tradisi bercerita dalam konteks sosial Mandailing yang dilakukan secara verbal. Cerita ditularkan secara turun-temurun. Plot menggunakan alur maju dan banyak memuat ajaran tentang budi pekerti. 2. Ende Ungut-ungut dibedakan atas temanya. Ende merupakan ungkapan hati, ekspresi kesedihan karena […]

  • Calhaj Bayar Rp 820.000 Untuk Tes Kesehatan di RSUD Panyabungan

    Calhaj Bayar Rp 820.000 Untuk Tes Kesehatan di RSUD Panyabungan

    • calendar_month Kamis, 11 Jan 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para calon jamaah haji ( Calhaj ) Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) tahun 2024 yang hendak tes kesehatan di RSUD Panyabungan, siap siap anda akan dikenai biaya Rp.820.000. Bayaran ini kata dr. Rusly Pulungan sesuai ketetapan Peratuan Daerah. ” Rp.820.000 itu sesuai sistem pembayaran tes kesehatan dan di atur di […]

  • Ketidakpastian Nasib Honorer

    Ketidakpastian Nasib Honorer

    • calendar_month Rabu, 20 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Ketidakpastian nasib sedang menyelimuti honorer Tenaga Suka Rela (TKS) di Mandailing Natal (Madina). Situasi ini bermula saat kepala OPD mengeluarkan surat edaran pada awal januari 2022 yang menyebutkan masa bakti tenaga honorer untuk tahun 2021 telah berakhir. Sejak saat itu sampai hari ini, Rabu (20/4) baik gaji maupun SK penugasan untuk […]

  • KPK segera kirim rekomendasi pemecatan ke Kemendagri

    KPK segera kirim rekomendasi pemecatan ke Kemendagri

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengirimkan surat rekomendasi pemberhentian tersangka Hidayat Batubara sebagai Bupati Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Juru Bicara KPK Johan Budi SP menyatakan, rekomendasi itu diberikan sebagai bagian kelanjutan dari langkah KPK. Dia menuturkan, rekomendasi tersangka kasus dugaan suap pengurusan alokasi Dana Bantuan Daerah (DBD) dari Provinsi […]

  • Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    Jafar, Siaswa SMK Negeri 2 Panyabungan Juara I LKS Tingkat Sumut

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Prestasi gemilang kembali ditorehkan putra Mandailing Natal (Madina). Kali ini, Jakfar kelas XI TKK SMK Negeri 2 Panyabungan meraih juara I Lomba Kompetensi Siwa (LKS) tingkat Provinsi Sumatera Utara. Dalam catatan Kabupaten Mandailing Natal, baru baru kali ini pelajar dari Madina meraih juara I pada ajang tersebut. “Alhamdulilah Ananda Jakfar yang […]

expand_less