Sabtu, 18 Jul 2026
light_mode

Tolak Impor Beras,  Swasembada Pangan, Kapankah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh: Alfisyah S.Pd
Guru dan pegiat literasi Islam

Budi Waseso(Buwas) geram. Sebagai direktur utama Perum BULOG beliau kini kian buas. Beliau meradang karena menurutnya kebijakan impor beras yang digagas pemerintah belum diperlukan. Beliau menolak impor beras. Sebab panen raya  masyarakat masih menyisakan banyak stok cukup untuk saat ini. Persedian beras di BULOG pun masih lebih dari cukup. Sekitar 1,8 juta ton belum tersalurkan. Rencana pemerintah akan mengimpor 1 juta ton ditolaknya mentah-mentah. Jangan sampai beras dalam gudang itu dibuang srbagaimans dua tahun lalu (CNBCIndonesia,15/03/2021).

Tahun 2019 sangat menyedihkan bahkan mengalami expired sebab terlalu banyak di gudang dan tidak disalurkan. Masa kadaluwarsa yang ditetapkan pemerintah pun sudah terlewat setahun bahkan ada yang empat bulan lagi akan kadaluarsa. Akhurnya beras  tak kayak konsumsi itu akan dibuang (Kompas com, 19 juli 2019).

Beginilah potret buram terkait kebijakan yang dipaksakan para cukong. Masalah ini belum usai juga. Sudah sekian lama dan rahun ini terulang lagi. Melimpahnya beras akibat impor jor-joran yang dipaksakan. Kita dipaksa beli pesawat rongsokan, beras impor, kedelai impor oleh satu negara. Padahal stok dalam negeri sudah lebih dari cukup. Dampaknya harga gabah pun menurun dan perani rugi karena hasilnya tak menguntungkan. Petani tak lagi didengar keluhannya. Kasihan para petani. Kita tidak punya posisi tawar sebagai negara yang berdaulat.

Sesungguhnya seorang pemimpin itu dipegang janjinya terkait dengan janji  mensejahterakan masyarakat. Namun realitanya justru harapan jauh dari kenyataan. Impor seharusnya dilakukan karena menipisnya stok, bukan karena alasan lain. Seorang pemimpin yang benar- benar menyayangi masyarakatnya akan menetapkan kebijaksanaan sesuai aspirasi masyarakat bukan karena yang lain. Negara ini mesti punya taring. Negara ini sudah merdeka, namun tak bisa menolak kehendak para cukong.

Akhirnya keinginan swasembada pangan tak terealisir. Entah kapan bisa terealisir. Sejak merdeka bukan tidak bisa. Namun karena kebijakan  yang pro kapital akhirnya swasembada itu hanya  mimpi saja. Indobesia dalam cengkeraman penjajahan ekonomi.

Negeri ini masih banyak lahan kosongnya, masih banyak pakar pertaniannya, lumayan canggih sains dan teknologinya. Seharusnya kondisi ini  lebih dari cukup dapat mensejahterakan masyarakat.

Namun karena political will semuanya jadi lain.

Semoga para pemimpin segera kembali ke pangkuan ibu pertiwi yang menginginkan tidak lagi tergantung pada asing. Indonesia bisa swasembada pangan jika mau. Ayo sadarlah para penimpin kami. Belalah kepentingan kami. Kami masyarakatmu yang dalam kesulitan. Wujudkanlah swasembada pangan. Itulah harga diri bangsa ini. Tolaklah kebijakan yang menjajah kembali negeri ini.Sesungguhnya kita bisa, asal kita mau.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

    Tabagsel Mulai Bergerak, Jangan Berhenti di Foto Bersama

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum   Ada sesuatu yang berbeda dari pertemuan para kepala daerah Tapanuli Bagian Selatan di Padangsidimpuan beberapa hari lalu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, publik melihat sinyal bahwa elite daerah mulai berbicara bukan sekadar atas nama kabupaten masing-masing, tetapi atas nama kawasan. Isu yang dibahas memang tentang bandara: * Bandara […]

  • Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    Poldasu kerangkeng mantan Bupati Palas

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Kepolisian Dearah Sumatera Utara (Polda Sumut) akhirnya menahan mantan Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis mulai, hari ini. Sejak siang tadi Basyrah Lubis masih menjalani pemeriksaan penyidik di gedung Ditreskrimsus Polda Sumut terkait korupsi proyek multi years senilai Rp 6 miliar itu berasal dari Dana […]

  • Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    Rini Tak Menduga Rencana Jual Kantor Bikin Heboh

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno tak menyangka bahwa rencananya untuk menjual kantor yang saat ini ditempatinya menjadi heboh. Padahal menurut Rini, niatnya untuk menjual gedung karena ingin melakukan efisiensi. Ia menilai gedung kantor BUMN berlantai 21 itu terlampau besar bila hanya dimanfaatkan oleh 250-an karyawannya, untuk itu ia berencana menjualnya. […]

  • Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    Kejatisu sidik korupsi BNPB Padang Lawas

    • calendar_month Senin, 23 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Penyimpangan dana bantuan bencana daerah yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2010 yang di alokasikan Bandan Nasional Panggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Padang Lawas sudah dilakukan penyidikan yang sebelumnya masih dalam penyelidikan. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) / Humas Kejati Sumut, Marcos Simaremare kepada media, kemarin mengungkapkan, tim penyidik Kejati Sumut menemukan bukti […]

  • Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    Moral Penduduk Madina Kian Merosot

    • calendar_month Senin, 24 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) – Saat ini kondisi pengamalan keagamaan di Mandailing Natal (Madina) cukup memprihatinkan. Akhlak dan moral manusianya sudah jauh dari ajaran Islam yang haikiki. Ini terlihat dari minimnya warga yang memakmurkan masjid, pengajian pengajian yang dilaksanakan warga sudah jauh berkurang. Rasa persaudaraan dan silaturrahmi sudah mulai pupus dan maraknya pelanggaran agama baik yang […]

  • ISIS Ancam Serang Piala Dunia 2022 di Qatar

    ISIS Ancam Serang Piala Dunia 2022 di Qatar

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    BAGHDAD, KOMPAS.com — Piala Dunia 2014 belum usai. Namun, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah menebar ancaman untuk Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar. ISIS memperingatkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) jika turnamen empat tahunan itu tetap digelar di Qatar, ISIS akan beraksi dengan menembakkan rudal jarak jauh Scud ke Qatar. Ancaman […]

expand_less