Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Wantimpres: Pelayanan Jamksemas Harus Tetap Berjalan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 1 Mar 2011
  • print Cetak


Medan,

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang mengurusi masalah kesehatan, Siti Fadillah Supari, mengatakan, tugas terdepannya ialah mengkritisi kebijakan eksekutif, agar lebih merakyat dan masyarakat di Indonesia dapat selalu sehat.

Meskipun sebagai mantan Menteri Kesehatan lanjutnya, tidak melulu kinerjanya hanya fokus kepada kesehatan saja, akan tetapi memang harus lebih besar lagi porsinya.

“Jadi, pengawasan saya termasuk memberikan saran dan perhatian soal harga obat-obatan yang naik,” ungkap Ketua Dewan Kesehatan Masyarakat ini, dalam acara Dialog Publik Aktif Membangun Kelurahan/Desa Siaga Aktif Menghadapi Bencana di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Senin (28/02/2011).

Oleh karena itu sebutnya, hal yang terpenting yang harus tetap dilakukan oleh pemerintah agar rakyat senantiasa selalu sehat dan tidak lagi mengeluhkan tingginya biaya perobatan, maka untuk membantu itu Jamkesmas harus tetap berjalan. Karena Jamkesmas sangat membantu bagi rakyat yang kurang mampu untuk berobat.

“Jamkesmas ialah sebagai basic pelayanan kesehatan dasar harus tetap berjalan. Tidak boleh ada masyarakat miskin yang terlantar kesehatannya, dan jangan ada lagi kasus busung lapar di Indonesia,” paparnya.

Sebagai inisiator Desa Siaga, Siti Fadilah mengungkapkan, tujuan Desa/Kelurahan Siaga ialah untuk menolong masyarakat Desa/Kelurahan itu sendiri saat ketika bencana datang tiba-tiba. Dan tentunya lanjut Fadillah, tidak akan ada lagi kepanikan yang ketika bencana datang.

“Konsep Desa Siaga yang baik bisa menolong diri masyarakatnya saat bencana. Kalau Desa atau Kelurahan Siaga eksis masyarakat pun bisa cepat mengambil tindakan. Untuk itu, seluruh perangkat Desa/Kelurahan harus aktif untuk selalu memberikan imbauan dan masukan kepada masyarakat, serta bila perlu diadakan sebuah simulasi bencana, yang manfaatnya sangat penting untuk menolong masyarakat itu sendiri ketika datang bencana,” ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin dalam sambutannya saat membuka secara resmi acara tersebut mengatakan, paradigma penanggulangan bencana. Kata Eldin, seharusnya pro aktif mulai dari kesiapsiagaan hingga pemulihan sosial. “Mudah-mudahan dialog ini bisa membuka sinergitas dan antisipatif seluruh pihak. Sehingga bisa mencegah banyaknya korban dan kerugian ekonomi,” katanya.

Sejalan dengan Undang-Undang No 24 Tahun 2007, proses tanggap bencana meliputi pra bencana, tanggap darurat hingga paska bencana. Namun, menurut Eldin, mitigasi hingga koordinasi kecepatan penanggulangan bencana termasuk logistik memang belum sepenuhnya teratasi dengan baik. (BS-024)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ingin Nagih “Hutang Pilkada” TGSC Datangi Kantor Saipullah Nasution di Kantor Bupati Madina

    Ingin Nagih “Hutang Pilkada” TGSC Datangi Kantor Saipullah Nasution di Kantor Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online –Pemandangan tak biasa terjadi di Kantor Bupati Mandailing Natal, Bukit Payaloting, Kamis (30/4/2026). Rombongan mengatasnamakan Tim Gordang Sambilan Canter (TGSC) mendatangi ruang kerja Bupati Saipullah Nasution. Tujuan mereka satu” menagih utang Pilkada”. Ketua TGSC Miswaruddin Daulay memimpin langsung rombongan itu. Namun upaya mereka kandas. Bupati Saipullah tak ada di kantor. “Harus dijadwalkan dulu […]

  • SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    SMP Muara Batanggadis Cuma Ada 1 Guru PNS

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Panyabungan (MO)- Ini terjadi di SMP Negeri 6 Kecamatan Mura Batang Gadis, Madina. Sekolah ini hanya diisi 1 guru PNS merangkap kepala sekolah. Selebihnya diperkuat beberapa tenaga guru honor. Kondisi ini gambaran kepincangan sebaran tenaga pendidik, di mana wilayah terpencil seperti Kecamatan Muara Batang Gadis mengalami kekurangan guru. Sementara di kawasan kota-kota di Madina kelebihan […]

  • Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    Kadis PU Madina Soal Jembatan Sinunukan : 4 Perusahaan Harus Ikut Membantu Biaya

    • calendar_month Kamis, 8 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SINUNUKAN (Mandailing Online) : Empat perusahaan harus ikut menalangi biaya perbaikan jembatan di kilometer 12 Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Mandailing Natal. Keempat perusahaan itu bergerak di perkebunan sawit yakni PT. Gruti, PT. Palmaris, PT. Sago Nauli dan PTPN IV. Hal itu dikatakan  Plt. Kadis PU Madina Syahruddin Nasution, ST yang dilansir Malintang Pos […]

  • 30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    30% rakyat Indonesia tanpa listrik

    • calendar_month Minggu, 5 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Indonesia masih kekurangan listrik. Sedikitnya 30 persen rakyat Indonesia saat ini belum menikmati listrik. Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Unsur Pemangku Kepentingan, Tumiran. Meski menolak dikatakan krisis, namun dia mengakui masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan energi. “Banyak daerah yang dipotret betul oleh DEN, masih banyak kekurangan,” katanya. […]

  • Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    Nazar Sebut Anas Terlibat Belasan Proyek

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kubu Anas Urbaningrum memang masih belum tahu pasti makna proyek-proyek lain yang dituduhkan oleh KPK. Jika ocehan M. Nazaruddin selama ini benar, berarti setidaknya ada 20 kasus lain terkait dengan suami Athiyyah Laila itu. Saat ini, semua proyek itu sudah disampaikan kepada komisi antirasuah. Hal itu diungkapkan kuasa hukum M. Nazaruddin, Elza Syarief […]

  • Harga Kantalan Terus Turun

    Harga Kantalan Terus Turun

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga karet (kantalan-bahasan Mandailing) di tingkat petani terus mengalami peturunan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Darwis (43) petani karet di Panyabungan kepada wartawan, Kamis (18/7) mengatakan, penjualan pada Kamis pagi sekitar 7.000 hingga 7.500 rupiah per kilo gram. Pekan sebelumnya masih menembus angka 7.500 hingga 8.000 rupiah per kilo gram. “Kita […]

expand_less