Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Berdasarkan hasil pengukuran Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam negara termiskin nomor 100 di dunia. Sedangkan dikutip dari World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia karena pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. Dan mengutip dari gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022. (CNN.indonesia.com, 30/09/2022)

Tapi anehnya belum lama ini di negeri kita Indonesia baru meluncur mobil mewah merk Range Rover, ini merupakan kendaraan mewah generasi kelima dan dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road. Meskipun mahal dan baru meluncur, namun stok yang tersedia di Indonesia sudah nyaris habis terjual. Sebagaimana disampaikan Irvino Edwardly, Direktur Pemasaran PT JLM Auto Indonesia, bahwa kendaraan tersebut rupanya berstatus limited dan hanya tersedia 50 unit di dalam negeri hingga akhir tahun ini dan nyaris ludes terjual. (Oto.detik.com, 27/09/22)

Sudah mencengangkan sekali bukan. Di tengah banyaknya rakyat yang makin sempit hidupnya, segelintir orang membeli mobil mewah. Alangkah baiknya jika uang yang mereka miliki, mereka bagikan kepada orang-orang miskin. Tetapi ini sangat mustahil terjadi dalam sistem kapitalisme hari ini. Sebab dengan penerapan sistem kapitalisme ini membuat manusia tidak mempunyai hati nurani karena kita dituntut untuk memikirkan diri kita sendiri. Kita dituntut hanya peduli dengan keluarga inti kita tanpa peduli dengan kesengsaraan orang lain. Sistem kapitalisme mengajarkan manusia untuk bersifat individualisme, yang mana hanya menumpuk-numpuk harta kekayaan agar menjadi orang kaya raya. Sebab dengan banyaknya harta, maka mereka akan bahagia. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia menjadi angkuh dan materialistis.

Dan ketimpangan makin nyata di tengah kehidupan, bahkan sistem kapitalis telah sukses mematikan naluri kemanusiaan orang-orang kaya. Jika mereka ingin memberi maka hanya sekedar saja dan pastinya ada manfaat yang ingin mereka dapatkan. Seperti untuk mempertahankan ketenaran atau bahkan untuk mempertahankan jabatan yang dimiliki supaya orang melihat bahwa dia baik, walaupun nyatanya ada imbalan yang ingin dia miliki ketika ingin memberi. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia bersikap. Kita dituntut jika ingin memberi harus melihat asas manfaat apa yang akan kita dapatkan. Tidak semata-mata karena mengharap pahala dan keridhoan Allah semata.

Sangat berbeda pada saat sistem Islam diterapkan. Seban Islam menjaga agar naluri kemanusiaan tetap terjaga melalui berbagai kewajiban syariat yang telah ditetapkan, bahkan menjadikannya sebagai amal kebaikan. Hal ini hanya akan terwujud ketika negara menjaga umatnya terikat dengan hukum syara dan juga menerapkan syariat secara nyata dalam kehidupan.

Sistem Islam juga tidak akan ada orang super kaya yang kekayaannya tidak masuk akal hingga menyamai kekayaan suatu negara seperti yang terjadi hari ini. Dan memang dalam sistem Islam juga ada orang kaya, tetapi kekayaannya tetaplah wajar karena hasil usaha yang syar’i.

Ketika rakyat memiliki barang mewah pun itu sah-sah saja dimiliki oleh seorang muslim, asalkan harta itu bersumber dari jalan yang halal dan untuk sesuatu yang halal. Namun, umat Islam juga bersikap zuhud sehingga  tidak memuja kemewahan. Mereka juga gemar bersedekah dan peduli pada nasib orang miskin.

Bagi umat Islam, kekayaan digunakan untuk mendekat pada Allah Swt., bukan untuk dipamerkan. Itulah sebabnya, orang kaya dalam Islam akan gemar sedekah, infak fī sabīlillāh, dan berwakaf.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

    Banyak PNS ‘Lari’ dari Taput

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TARUTUNG-Anggota Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tapanuli Utara (Taput), Jasa Sitompul, menyampaikan kritik atas banyaknya PNS setingkat eselon II dan III ‘lari’ dari Pemkab Taput dan memilih berkarir di daerah lain. Kondisi itu menyebabkan proses pembangunan terhambat, sebab PNS yang pindah umumnya para pejabat potensial dan layak menduduki jabatan strategis. Kepala Badan Kepegawaian […]

  • Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    Peran Penting Trio Anak Mandailing, Sebelum Soekarno Pembacakan Teks Proklamsi

    • calendar_month Minggu, 18 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Peranan trio anak Mandailing (Adam Malik, Pangulu Lubis, Rahmat Nasution) dalam menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia jarang dipublikasi. Padahal berita itu sangat vital dan disiarkan satu setengah jam sebelum Soekarno membacakan teks Proklamasi di Pengangsaan Timur 56, Jakarta. (Dikutip dari buku Madina Madani ditulis Basyral Hamidi Harahap) Perlu dicatat peranan anak Mandailing: Adam Malik, Pangulu […]

  • Kepala Dinas PU Kabupaten Batu Bara Lebaran di Penjara

    Kepala Dinas PU Kabupaten Batu Bara Lebaran di Penjara

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah empat kali tidak memenuhi panggilan penyidik Pidsus Kejati Sumatera Utara, Kepala Dinas PU dan Pertambangn Kabupaten Batubara Irwansyah Nasution akhirnya ditangkap Tim Penyidik Kejati Sumut di kawasan Asrama Haji Medan, Jumat (19/08/2011). Warga Kompleks Citra Wisata Blok VI No 36, Medan, ini tidak memenuhi panggilan pihak kejaksaan sehubungan dengan pengusutan dugaan korupsi pembangunan tujuh […]

  • Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Timbul Sihombing menyatakan, Senin (12/5/2014) pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap anggota Satuan Narkoba saat melakukan tugas. “Diduga anggota kita dikeroyok pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika golongan 1 jenis ganja,” sebutnya menjawab wartawan. Anggota Satuan Narkoba Bripka Frans […]

  • Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

    Membangun Desa Yang Madani Optimalisasi Pemuda Melalui Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 5 Sep 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Husein Dana desa yang dialokasikan dari pemerintahan pusat untuk daerah menjadi gerbong menuju desa yang maju, itulah tujuan dari alokasi dana desa. Tetapi dalam praktek di lapangan dana desa tidak dioptimalkan dalam melakukan pembangunan, akan tetapi sering dipergunakan dalam hal yang tidak produktif sehingga dana desa tidak berdampak begitu banyak terhadap kemajuan desa […]

  • KTNA Harus Mainkan Peran di Sektor Pertanian

    KTNA Harus Mainkan Peran di Sektor Pertanian

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kontak tani Nelayan Andalan (KTNA) lahir dengan latar belakang kebutuhan mendasar untuk menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat petani dan nelayan yang selama ini belum pernah terbebas dari berbagai keterbatasan modal, pengetahuan, tekhnologi, pelilikan lahan serta informasi dan komunikasi. Itu dikatakan Plt.Bupati Madina Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dalam pidato pelantikan KTAN […]

expand_less