Jumat, 13 Mar 2026
light_mode

Ketika Kemiskinan Kian Meningkat, Orang Kaya Tetap Beli Mobil Mewah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 14 Okt 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Berdasarkan hasil pengukuran Gross National Income (GNI) atau pendapatan nasional bruto per kapita, Indonesia masuk dalam negara termiskin nomor 100 di dunia. Sedangkan dikutip dari World Population Review, Indonesia masuk dalam urutan ke-73 negara termiskin di dunia karena pendapatan nasional bruto RI tercatat US$3.870 per kapita pada 2020. Dan mengutip dari gfmag.com, Indonesia menjadi negara paling miskin nomor 91 di dunia pada 2022. (CNN.indonesia.com, 30/09/2022)

Tapi anehnya belum lama ini di negeri kita Indonesia baru meluncur mobil mewah merk Range Rover, ini merupakan kendaraan mewah generasi kelima dan dibanderol mulai Rp 5,9 miliar dengan status off the road. Meskipun mahal dan baru meluncur, namun stok yang tersedia di Indonesia sudah nyaris habis terjual. Sebagaimana disampaikan Irvino Edwardly, Direktur Pemasaran PT JLM Auto Indonesia, bahwa kendaraan tersebut rupanya berstatus limited dan hanya tersedia 50 unit di dalam negeri hingga akhir tahun ini dan nyaris ludes terjual. (Oto.detik.com, 27/09/22)

Sudah mencengangkan sekali bukan. Di tengah banyaknya rakyat yang makin sempit hidupnya, segelintir orang membeli mobil mewah. Alangkah baiknya jika uang yang mereka miliki, mereka bagikan kepada orang-orang miskin. Tetapi ini sangat mustahil terjadi dalam sistem kapitalisme hari ini. Sebab dengan penerapan sistem kapitalisme ini membuat manusia tidak mempunyai hati nurani karena kita dituntut untuk memikirkan diri kita sendiri. Kita dituntut hanya peduli dengan keluarga inti kita tanpa peduli dengan kesengsaraan orang lain. Sistem kapitalisme mengajarkan manusia untuk bersifat individualisme, yang mana hanya menumpuk-numpuk harta kekayaan agar menjadi orang kaya raya. Sebab dengan banyaknya harta, maka mereka akan bahagia. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia menjadi angkuh dan materialistis.

Dan ketimpangan makin nyata di tengah kehidupan, bahkan sistem kapitalis telah sukses mematikan naluri kemanusiaan orang-orang kaya. Jika mereka ingin memberi maka hanya sekedar saja dan pastinya ada manfaat yang ingin mereka dapatkan. Seperti untuk mempertahankan ketenaran atau bahkan untuk mempertahankan jabatan yang dimiliki supaya orang melihat bahwa dia baik, walaupun nyatanya ada imbalan yang ingin dia miliki ketika ingin memberi. Begitulah sistem kapitalisme mengajarkan manusia bersikap. Kita dituntut jika ingin memberi harus melihat asas manfaat apa yang akan kita dapatkan. Tidak semata-mata karena mengharap pahala dan keridhoan Allah semata.

Sangat berbeda pada saat sistem Islam diterapkan. Seban Islam menjaga agar naluri kemanusiaan tetap terjaga melalui berbagai kewajiban syariat yang telah ditetapkan, bahkan menjadikannya sebagai amal kebaikan. Hal ini hanya akan terwujud ketika negara menjaga umatnya terikat dengan hukum syara dan juga menerapkan syariat secara nyata dalam kehidupan.

Sistem Islam juga tidak akan ada orang super kaya yang kekayaannya tidak masuk akal hingga menyamai kekayaan suatu negara seperti yang terjadi hari ini. Dan memang dalam sistem Islam juga ada orang kaya, tetapi kekayaannya tetaplah wajar karena hasil usaha yang syar’i.

Ketika rakyat memiliki barang mewah pun itu sah-sah saja dimiliki oleh seorang muslim, asalkan harta itu bersumber dari jalan yang halal dan untuk sesuatu yang halal. Namun, umat Islam juga bersikap zuhud sehingga  tidak memuja kemewahan. Mereka juga gemar bersedekah dan peduli pada nasib orang miskin.

Bagi umat Islam, kekayaan digunakan untuk mendekat pada Allah Swt., bukan untuk dipamerkan. Itulah sebabnya, orang kaya dalam Islam akan gemar sedekah, infak fī sabīlillāh, dan berwakaf.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KNKT: Aek Latong tak layak dilintasi

    KNKT: Aek Latong tak layak dilintasi

    • calendar_month Jumat, 1 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK – Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tadi malam merekomendasikan bahwa Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) bagian tengah di Aek Latong, Tapanuli Selatan, tidak layak dilintasi kendaraan roda empat karena kondisi jalan tersebut sudah sangat tak mungkin untuk digunakan sehingga perlu jalan alternatif. Sebuah kecelakan terjadi di Jalinsum bagian tengah Aek Latong Tapsel, pekan lalu, yang […]

  • Sabtu Depan Bandara Abdul Haris Buka Penerbangan

    Sabtu Depan Bandara Abdul Haris Buka Penerbangan

    • calendar_month Senin, 6 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bandara Abdul Haris Nasution di Mandailing Natal (Madina), Sumut akan membuka penerbangan pada Sabu depan (11/1/2025). Kepastian itu disampaikan Bupati Madina Ja’far Sukhairi Nasution di aula kantor bupati Madina, Senin (6/1/2024) didampingi Kepala Dinas Perhubungan Madina Adi Wardana Hasibuan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Madina Ahmad Duroni Nasution. Hadir juga Kepala […]

  • Pecinta Alam Madina Bersihkan Sungai Aek Mata Panyabungan

    Pecinta Alam Madina Bersihkan Sungai Aek Mata Panyabungan

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sugai Aek Mata yang melintasi kota Panyabungan, sangat kotor penuh sampah dan bau busuk. Terpanggil demi kebersihan ibukota kabupaten Mandailing Natal (Madina), Kelompok Pecinta Alam Kabupaten Mandailing Natal  melakukan pembersihan sepanjang bantaran sungai itu, Sabtu (27/8). “Saya merasa senang, kegiataan ini bisa dilakukan,” kata Ketua Pelaksana, Abdul Aziz didampingi Ketua […]

  • Mangaraja Kumala Oloan Nasution : FPPAB Masih Terbentur Dana

    Mangaraja Kumala Oloan Nasution : FPPAB Masih Terbentur Dana

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Forum Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal, Emil Nasution gelar Mangaraja Kumala Oloan Nasution mengungkapkan masih banyak kendala yang dihadapi organisasi ini dalam upaya meningkatkan kinerja dan program FPPAB. Itu dikatakannya pada acara Konsolidasi dan Sosialisai Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat dan Budaya se-Kabupaten Mandailing Natal di aula Hotel Abara, Panyabungan, […]

  • Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    Camat Siabu Berterimakasih Kepada Bupati Madina Tinjau Pengungsi

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Camat Siabu Sudrajat Batubara mengucapkan terimakasih kepada Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution yang sudah meninjau ratusan warga yang mengungsi di SDN 037 Tanggabosi, Kecamatan Siabu, pada Kamis, 27 November 2025 lalu. Ucapan terimaksih disampaikan Batubara kepada Mandailing Online, Kamis (11/12). Tak hanya meninjau, […]

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

expand_less