Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Kapitalisme Tidak akan Mampu Memuliakan Kaum Perempuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Pada tanggal 25 November 2022 kemarin Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mengadakan siaran pers dengan tema hari peringatan kekerasan terhadap perempuan. Mereka melakukan ini karena melihat banyaknya kaum perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, ada yang mengalami luka-luka ringan dan berat, bahkan ada yang sampai meninggal.

Oleh karena itu, dalam siaran pers Komnas Perempuan meminta agar negara memberikan sanksi yang tegas dan memberikan keadilan kepada kaum perempuan dan keluarga korban yang mengalaminya. Dan mereka mengatakan bahwa yang menjadi korban adalah istri, pembunuhan terhadap istri, dan penganiayaan terhadap istri. Mereka juga menemukan 15 kasus pembunuhan terhadap istri sejak 2015. Hasil pemantauan media maupun analisis putusan pengadilan menunjukkan adanya lapisan dan bentuk penganiayaan seperti dicekik, ditindih, dipukul, dibekap, ditendang, dibacok, dimutilasi, dibanting, dibakar hingga pembuangan mayat. Sedangkan menyangkut motif pembunuhan, varian terbanyak adalah pertengkaran dan cemburu. Motif ini berakar dari gagasan kepemilikan laki-laki terhadap perempuan, di mana perempuan dipandang sebagai properti dan di bawah kendali laki-laki. (Komnasperempuan.go.id, 25/10/22)

Di sini jelas bahwa perempuan dianggap hanya sebagai barang yang boleh diperlakukan apa saja, sebab kaum lelaki memiliki hak atas pemilikan perempuan. Makanya dengan penganiayaan dan persoalan yang dialami perempuan membuat kaum perempuan bersuara untuk memperjuangkan hak mereka.

Apakah benar bisa menyelesaikan persoalan?

Kita lihat saja sudah berapa tahun kaum perempuan memperjuangkan hak mereka. Apakah memberikan hasil? Atau malah semakin membuat mereka terpuruk? Iya kita lihat saja begitu banyak kasus-kasus yang terjadi terhadap perempuan hari ini. Jadi jelas sudah memang apa yang diperjuangkan kaum perempuan hari ini tidak akan membuahkan hasil. Sebab mereka meminta agar perempuan dan lelaki memiliki hak yang sama atas dirinya dan jangan dianggap rendah oleh lelaki. Dan mereka juga meminta hak untuk bisa bekerja seperti kaum lelaki, serta mereka juga meminta untuk bisa berpakaian sesuka hati seperti kaum lelaki tanpa memperhatikan batasan aurat lelaki dan perempuan itu berbeda. Hal ini bukan semakin memuliakan perempuan tapi semakin membuat perempuan semakin tertindas.

Apalagi karena kita hidup dalam pengaruh kapitalisme, dimana setiap orang berhak atas diri mereka sendiri, sehingga mereka bebas melakukan apapun yang mereka mau dan mereka inginkan. Termasuk kaum perempuan. Perempuan bebas mengekspresikan dirinya tanpa tahu batasan apa yang telah Allah tetapkan. Perempuan keluar rumah dan bekerja di luar rumah tanpa menutup aurat sesuai syariatNya serta mereka juga sering melakukan pekerjaan yang tidak sesuai syariat, perempuan dengan ikhlas mau melakukan hubungan yang belum halal dengan laki-laki tanpa peduli apa kerugian yang mereka dapatkan.

Iya, ini semua karena kita masih hidup dalam pengaruh kapitalisme, di mana negara tidak mengurusi batasan hubungan laki-laki dan perempuan, negara tidak juga mengurusi hak dan kewajiban setiap perempuan. Hal ini sangat berbeda dengan jika kita hidup dalam naungan sistem Islam kaffah. Dimana dalam sistem Islam segala hal yang dilakukan manusia harus sesuai hukum syariat, baik bagaimana hubungan kita terhadap diri sendiri, hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita dengan sesama manusia. Semua hal itu diatur dalam sistem Islam kaffah dengan sebaik-baiknya. Dan kaum perempuan memiliki hak untuk dilindungi dan memiliki kewajiban untuk menutup aurat ketika keluar rumah serta kaum perempuan tidak wajib untuk bekerja sebab dalam pemberian nafkah itu dilimpahkan kepada ayahnya, saudara lelakinya, pamannya, dan jika semua ini tidak mampu memberikan nafkah maka negaralah yang berkewajiban memberikannya. Begitulah indahnya kehidupan perempuan dalam sistem Islam kaffah.

Kita lihat saja pada masa Rasulullah, terjadi perang karena mempertahankan hak seorang perempuan. Di mana kejadian ini terjadi karena kasus seorang muslimah yang disingkapkan jilbabnya oleh kaum Yahudi dari Bani Qainuqo. Kejadian itu berawal di mana seorang perempuan muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqo. Orang-orang Yahudi tersebut melecehkan dengan meminta agar perempuan itu menyingkap jilbabnya. Tentunya dia menolak, tapi salah seorang dari kaum Yahudi tersebut diam-diam mengikat ujung pakaian perempuan Muslimah itu, sehingga ketika dia berdiri tersingkaplah auratnya dan membuatnya jatuh tersungkur. Perempuan itu menjerit dan minta tolong. Melihat kejadian itu, seorang muslim yang kebetulan berada di lokasi berusaha menolong, tetapi dia justru dikeroyok orang-orang Yahudi hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut membangkitkan kemarahan kaum Muslimin untuk menuntut balas atas perilaku kaum Yahudi. Maka, sejak itu bentrokan dan perkelahian antara kaum Muslimin dan Yahudi Bani Qainuqa kerap kali terjadi. Akhirnya Bani Qainuqo diusir dari Madinah karena awalnya telah mengusik hak seorang perempuan.

Begitulah indahnya hidup dalam sistem Islam. Perempuan akan aman tanpa harus lelah berkoar-koar mempertahankan haknya sebab segala aturannya sudah Allah tetapkan dan negara harus menjalankannya tanpa menghilangkan salah satu hukum yang telah dibuat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    Kebutuhan Tenaga Ahli Teknologi Informasi Mencapai 1.000 Orang per Bulan

    • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sumber : Bisnis.com / Editor : Dahlan Batubara JAKARTA (Mandailing Online) – Jika Anda atau anak Anda bingung memilih jurusan di perguruan tinggi, dan mudah mencari kerja setelah wisuda, maka ini satu solusi. Permintaan terhadap tenaga ahli Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) di Indonesia mencapai 1.000 per bulan. Tetapi akibat minimnya generasi muda yang menekuni […]

  • Warga Batang Natal Tolak Kehadrian PT Inanta

    Warga Batang Natal Tolak Kehadrian PT Inanta

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Penduduk Kecamatan Batang Natal menolak kehadiran PT. Inanta di wilayah itu. Alasannya, kawasan itu adalah daerah rawan bencana, terutama banjir dan longsor. Selain alasan itu, warga juga tidak ingin muncul masalah akibat ekspansi perusahaan kapitalis yang sejauh ini marak di kawasan Pantai Barat yang tidak jelas penyelesaiannya dan mengakibatkan rakyat selalu dalam […]

  • Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    Madina Darurat Bencana, Al Washliyah Wajibkan Kader Bantu Masyarakat dan Buka Posko Bantuan

    • calendar_month Sabtu, 18 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution melalui SK Bupati Nomor 360/0947/K/2021 menetapkan status Darurat Bencana Banjir selama selama 14 hari ke depan sejak surat tersebut dikeluarkan pada Sabtu (18/12). Menyahuti surat tersebut, kader Al Jam’iyatul Washliyah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) wajib membantu masyarakat terdampak banjir yang terjadi di […]

  • Genjot PAD Dari Air Bawah Tanah, Sosialisasi Digalakkan

    Genjot PAD Dari Air Bawah Tanah, Sosialisasi Digalakkan

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Upaya mengenjot pendapatan asli daerah terus digerakkan Pemkab Mandailing Natal (Madina), salah satunya dari sektor air bawah tanah. Salah satu kiatnya melakukan sosialisasi kepada para pengusaha yang memanfaatkan air bawah tanah bagi kegiatan komersil. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Dinas Pertambangan dan Energi Madina di mess Pemprovsu di Natal, Kamis (19/12/2013) termasuk […]

  • Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    Pengumuman Proklamasi Kemerdekaan Pertamakali di Panyabungan

    • calendar_month Senin, 21 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan ini adalah hasil pencatatan terhadap penuturan lisan Almarhum Ibrahim Dalimunthe saat masih hidup di Medan tanggal 7 April 1995 yang dicatatat oleh Ir. M.Noor El Husein Dalimunte. Penuturan langsung dari pelaku di Panyabungan, Mandailing, Sumatera Utara pada hari-hari setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta. Berikut ini hasil catatannya : Pada tanggal 18 Agustus […]

  • Surat Bupati Madina Viral, Laporkan Ular Sebesar Batang Kelapa Kepada Menteri PU

    Surat Bupati Madina Viral, Laporkan Ular Sebesar Batang Kelapa Kepada Menteri PU

    • calendar_month Kamis, 24 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Surat bupati Madina kepada Menteri PUPR viral di media sosial. Surat tanggal 22 Juni 2021 itu menyebutkan keberadaan rongga-rongga tanah di kawasan Taman Raja Batu yang menjadi sarang binatang jenis babi dan ular sebesar pohon kelapa berakibat meresahkan mayarakat. “Sebagai upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, lokasi tersebut kami timbun dan kami tata […]

expand_less