Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Maksimalkan Peran Pemuda dalam Perubahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Hadijah, S.Pdi
Pengamat Kebijakan Publik

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melakukan sosialisasi mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya kepada generasi muda melalui acara ‘Nusantara Goes  to Campus’ di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman, pada Senin (07/08/2023), Poskaltim.id.

Nusantara Goes to Campus merupakan rangkaian acara yang dilakukan oleh OIKN untuk memberikan pemahaman terkait pembangunan dan konsep IKN kepada generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045.

Kepala OIKN Bambang Susantono berharap acara ini mampu menyiapkan mahasiswa sebagai agent of change yang akan menjadi penerus IKN nantinya.

Kuntum khoiru ummatin ukhrijat linnasi takmuruna bill maru’uf watan hàuna anil munkar wa tuminnuna biilah (kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh umat manusia. Menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah).

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan perkataan yang orator, “beri aku seribu orang tua, niscaya akan dicabut semeru dari akarnya. Dan beri aku 10 pemuda, niscaya aku akan guncangan dunia”.

Ungkapan yang powerful dari Bung Karno terkait peran pemuda tak berlebihan kiranya jika pemuda saat ini dijadikan harapan utama sebagai agent of change. Kondisi carut marut multidimensi peradaban global menuntut adanya para pelaku perubahan sistem, namun sangat di sayangkan potensi pemuda dalam pengaruh kapitalisme sekuler saat ini hanya difokuskan pada pemulihan dalam aspek ekonomi.

Pemuda hanya difokuskan pada sektor usaha dan teknologi yang justru akan menandulkan daya kritis mereka terhadap kondisi umat yang sesungguhnya, hal ini pembajakan intelektualisme pemuda yang seharusnya memberikan solusi-solusi pada masalah global dan ini juga hanya akan semakin memupuk sifat individualisme di kalangan pemuda dengan berfokus hanya pada pencapaian-pencapaian materi yang bersifat individu.

Oleh karenanya menambah sosok pemuda sebagai agent of change tentu harus memiliki modal penting yang harus diperhatikan.

Yang pertama:  Modal ideologi. Ideologi yang dimaksud tentunya ideologi Islam, berbeda dengan ideologi kapitalisme maupun sosialis atau komunis .

Islam dibangun berlandaskan akidah yang menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia dan kehidupan terdapat Pencipta, yang menciptakan ketiganya serta segala sesuatu yang menyertainya, Dialah Allah.

Oleh karena itu Ideologi ini akan terkoneksi dengan aturannya berupa hukum syariah, baik itu dari al quran maupun as sunnah. Yang mengontrol kehendak manusia adalah syariah bukan kesukaannya.

Ideologi Islam yang sempurna dan paripurna ini menjadi modal besar, menjadi modal utama bagi pemuda yang ingin menjalankan perannya sebagai agent of change. Ideologi yang terbukti telah membawa keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran manusia lebih dari 13 abad dalam Khilafah Islamiyah.

Yang ke dua: Adanya roadmap dan masterplan yang jelas dan komprehensif. Masterplan memungkinkan para pemuda memiliki gambaran yang jelas mengenai desain sistem yang akan dibangun sebagai sistem pengganti sistem rusak saat ini, sedangkan footmate thariqah atau metode, ini sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan masterplàn tadi. Roadmap ini harus mengacu pada Manhàj dakwah Nabi SAW, yang telah terbukti mampu mengantarkan umat pada perubahan hakiki.

Yang ketiga: Komunitas atau jamaah.
Sangat diperlukan adanya komunitas atau jamaah atau kelompok yang memperjuangkan perubahan tersebut secara terus menerus dan konsisten.

Hal ini sebagai konsekuensi logis karena perubahan yang sistemik, perubahan global tidak mungkin dilakukan secara individual tetapi membutuhkan adanya komunitas global.

Diharapkan pemuda Muslim mampu mereposisi dan kemudian merealisasi perannya sebagai agent of change dengan menjadikan  ideologi Islam sebagai dasar mengkaji master plan dan roadmap yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW sebagai agent of change yang telah terbukti mampu mengubah peradaban yang gelap gulita menuju peradaban yang terang benderang.

Wallahualam bii showab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Kependudukan Dimutilasi, 3 SKPD Baru Diciptakan

    Dinas Kependudukan Dimutilasi, 3 SKPD Baru Diciptakan

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal saat ini menunggu pengesahan Susunan Organisasi Perangkat Daerah dari Biro Otda Sumatera Utara. Perubahan Susunan Organisasi Perangkat Daerah itu sebelumnya telah direkomendasikan oleh DPRD Mandailing Natal (Madina) pada Jum’at (30/9) lalu dalam rapat paripurna berdasar berdasar laporan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Madina. Di dalam laporan Pansus yang […]

  • Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    Kadis Pendidikan Madina: Peran Orangtua Penting Tingkatkan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kadis Pendidikan Imron Lubis MM mengatakan, peran orangtua penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal. “Sesuai data masih banyak orangtua memanfaatkan tenaga anaknya membantu mencari nafkah yang seharusnya mengecam pendidikan,” ujar Imron Lubis MM di ruang kerjanya kepada wartawan, Senin (2/5). “Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di […]

  • Muhammadiyah: Ada Sejarah Panjang di Balik Lahirnya UU Perkawinan

    Muhammadiyah: Ada Sejarah Panjang di Balik Lahirnya UU Perkawinan

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Republika Online, JAKARTA — Alasan pengajuan judicial review terhadap pasal 2 ayat 1 UU No 1/1974 tentang Perkawinan dinilai tak berdasar. Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat, para pemohon uji materi tersebut tidak paham akan posisi agama dalam konstitusi. “Ada sejarah yang panjang di balik lahirnya UUP 1974. Tidak ada hak konstitusi warga yang dirugikan oleh aturan […]

  • Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    Pembangunan di Desa Angin Barat Tambangan Sesuai dengan Harapan

    • calendar_month Sabtu, 24 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Progres capaian pembangunan dibiayai Dana Desa di Desa Angin Barat, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) TA. 2020 terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Capaian itu terbukti dengan selesainya pembangunan jalan rabat beton menuju sentra produksi, begitu pula dengan pembangunan drainase jalan desa. Hal tersebut membuat tokoh masyarakat menyampaikan terimakasih kepada seluruh unsur […]

  • Tekad Kibarkan Bendera Pesantren ke Panggung Internasional

    Tekad Kibarkan Bendera Pesantren ke Panggung Internasional

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Hilmy Mahdy Daulay dan Hamdian Noor Harahap dua siswa Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang terpilih mewakili Sumut pada Olimpiade Sains Nasional, menyatakan tekadnya lolos ke tingkat internasional. “Saya akan kibarkan bendera pesantren di olimpiade internasional, Insya Allah,” tekad Hilmy siswa Darul Mursyid asal Padang Lawas ini. Dia akan berlaga […]

  • Jalur Jembatan Merah-Simpang Gambir Menyedihkan

    Jalur Jembatan Merah-Simpang Gambir Menyedihkan

    • calendar_month Rabu, 23 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jalan jalur Jembatan Merah – Simpang Gambir, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di beberapa titik kondisinya sangat menyedihkan. Di banyak titik badan jalan terdapat lubang besar, sehingga sangat menyulitkan bagi pengguna jalan, bahkan rawan terjadi kecelakaan. Kondisinya yang paling parah antara lain mulai dari titik Desa Tano Bato Kecamatan Panyabungan Selatan hingga […]

expand_less