Jumat, 20 Mar 2026
light_mode

Maksimalkan Peran Pemuda dalam Perubahan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
  • print Cetak

Oleh: Siti Hadijah, S.Pdi
Pengamat Kebijakan Publik

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) melakukan sosialisasi mengenai Ibu Kota Nusantara (IKN), khususnya kepada generasi muda melalui acara ‘Nusantara Goes  to Campus’ di Gedung Auditorium Universitas Mulawarman, pada Senin (07/08/2023), Poskaltim.id.

Nusantara Goes to Campus merupakan rangkaian acara yang dilakukan oleh OIKN untuk memberikan pemahaman terkait pembangunan dan konsep IKN kepada generasi muda, khususnya mahasiswa sebagai generasi emas Indonesia tahun 2045.

Kepala OIKN Bambang Susantono berharap acara ini mampu menyiapkan mahasiswa sebagai agent of change yang akan menjadi penerus IKN nantinya.

Kuntum khoiru ummatin ukhrijat linnasi takmuruna bill maru’uf watan hàuna anil munkar wa tuminnuna biilah (kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk seluruh umat manusia. Menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran dan beriman kepada Allah).

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan perkataan yang orator, “beri aku seribu orang tua, niscaya akan dicabut semeru dari akarnya. Dan beri aku 10 pemuda, niscaya aku akan guncangan dunia”.

Ungkapan yang powerful dari Bung Karno terkait peran pemuda tak berlebihan kiranya jika pemuda saat ini dijadikan harapan utama sebagai agent of change. Kondisi carut marut multidimensi peradaban global menuntut adanya para pelaku perubahan sistem, namun sangat di sayangkan potensi pemuda dalam pengaruh kapitalisme sekuler saat ini hanya difokuskan pada pemulihan dalam aspek ekonomi.

Pemuda hanya difokuskan pada sektor usaha dan teknologi yang justru akan menandulkan daya kritis mereka terhadap kondisi umat yang sesungguhnya, hal ini pembajakan intelektualisme pemuda yang seharusnya memberikan solusi-solusi pada masalah global dan ini juga hanya akan semakin memupuk sifat individualisme di kalangan pemuda dengan berfokus hanya pada pencapaian-pencapaian materi yang bersifat individu.

Oleh karenanya menambah sosok pemuda sebagai agent of change tentu harus memiliki modal penting yang harus diperhatikan.

Yang pertama:  Modal ideologi. Ideologi yang dimaksud tentunya ideologi Islam, berbeda dengan ideologi kapitalisme maupun sosialis atau komunis .

Islam dibangun berlandaskan akidah yang menjelaskan bahwa di balik alam semesta, manusia dan kehidupan terdapat Pencipta, yang menciptakan ketiganya serta segala sesuatu yang menyertainya, Dialah Allah.

Oleh karena itu Ideologi ini akan terkoneksi dengan aturannya berupa hukum syariah, baik itu dari al quran maupun as sunnah. Yang mengontrol kehendak manusia adalah syariah bukan kesukaannya.

Ideologi Islam yang sempurna dan paripurna ini menjadi modal besar, menjadi modal utama bagi pemuda yang ingin menjalankan perannya sebagai agent of change. Ideologi yang terbukti telah membawa keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran manusia lebih dari 13 abad dalam Khilafah Islamiyah.

Yang ke dua: Adanya roadmap dan masterplan yang jelas dan komprehensif. Masterplan memungkinkan para pemuda memiliki gambaran yang jelas mengenai desain sistem yang akan dibangun sebagai sistem pengganti sistem rusak saat ini, sedangkan footmate thariqah atau metode, ini sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan masterplàn tadi. Roadmap ini harus mengacu pada Manhàj dakwah Nabi SAW, yang telah terbukti mampu mengantarkan umat pada perubahan hakiki.

Yang ketiga: Komunitas atau jamaah.
Sangat diperlukan adanya komunitas atau jamaah atau kelompok yang memperjuangkan perubahan tersebut secara terus menerus dan konsisten.

Hal ini sebagai konsekuensi logis karena perubahan yang sistemik, perubahan global tidak mungkin dilakukan secara individual tetapi membutuhkan adanya komunitas global.

Diharapkan pemuda Muslim mampu mereposisi dan kemudian merealisasi perannya sebagai agent of change dengan menjadikan  ideologi Islam sebagai dasar mengkaji master plan dan roadmap yang telah dicontohkan oleh Rasul SAW sebagai agent of change yang telah terbukti mampu mengubah peradaban yang gelap gulita menuju peradaban yang terang benderang.

Wallahualam bii showab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    Oknum TNI Miliki Kafe Prostitusi di Siantar

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Prostitusi di Kafe Nasional di tikungan manis Kelurahan Tong Simarimbun, Kecamatan Siantar Simarimbun, Pematangsiantar, berjalan mulus lantaran keterlibatan oknum TNI. Pekerja seks komersil (PSK) yang ditemui Tribun di Kafe Nasional mengaku aman lantaran ada beking dari oknum berseragam. ”Bahkan pemiliknya juga seorang oknum tentara. Makanya, banyak oknum petugas berpakaian loreng yang datang kemari […]

  • MTQ ke XIV Tingkat Kabupaten Dibuka

    MTQ ke XIV Tingkat Kabupaten Dibuka

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) : Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an XIV tingkat Kabupaten Mandailing Natal yang dibuka hari ini Senin (20/4) oleh bupati Madina. Kegiatan MTQ ini akan berlangsung mulai tanggal 20 hingga 23 April 2015. Pawai taaruf kafilah dari 23 Kecamatan se-Kabupaten Madina, grup dramband pelajar SD/MI,SMP/MTs […]

  • Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

    Tempat Bersejarah di Madina Diminati Wisatawan Malaysia

    • calendar_month Rabu, 23 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tempat-tempat bersejarah di Kabupaten Mandailing sangat diminati wisatawan keturunan Mandailing Malaysia. Hal itu diungkapkan pemandu perjalanan travel, Dahlan Batubara kepada wartawan di Panyabungan, Rabu (23/11/2016) di Panyabungan. “Yang paling diminati itu adalah lokasi peninggalan sejarah seperti Bagas Godang, makam raja-raja. Peringkat kedua adalah perkampungan asli Mandailing dimana mayoritas rumah-rumah penduduknya belum […]

  • Lahan PTPN IV Masih Rancu

    Lahan PTPN IV Masih Rancu

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Badan Pertanahan Nasinoal (BPN) Kabupaten Mandailing Natal menyatakan bahwa lahan-lahan yang dikuasai PTPN IV di Kecamatan Batahan masih banyak yang rancu. Kerancuan itu menyebabkan perpanjangan izin lokasi PTPN IV belum diterbitkan Pemkab Mandailing Natal (Madina) setelah berakhir masa berlakunya sejak tahun 2010 lalu. Itu diungkap Kepala Seksi Hak Tanah […]

  • Latih Paskibra, Dispora Madina Gandeng Tentara Mangga Dua

    Latih Paskibra, Dispora Madina Gandeng Tentara Mangga Dua

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggandeng Kifan B Yonif 123/RW Mangga Dua  melatih pasukan pengibaran bendera menyonsong HUT RI pada 17 Agustus 2015. Sebanyak 7 pelatih yang dikoordinatori oleh Kap. Inf. Baginda Siompul dikerahkan dalam melatih pasukan Paskibraka sejak 22 Juli lalu hingga 16 Agustus […]

  • Ziarah ke Makam Syekh H. Bahauddin Hasibuan

    Ziarah ke Makam Syekh H. Bahauddin Hasibuan

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Isamuddin Mahasiswa Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas Berziarah ke kubur bagi masyarakat muslim Indonesia merupakan hal yang lumrah, bahkan menjadi tradisi. Ziarah tidak hanya dilakukan laki-laki, perempuan pun ikut meramaikan kuburan. Tawaran pahala yang besar sebesar dua qiradh dan keinginan untuk mendo’akan kerabat yang telah meninggal menjadi alasan untuk menuju […]

expand_less