Kamis, 6 Agu 2026
light_mode

Menemukan Peradaban dalam Prasasti Sorik Marapi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
  • print Cetak

Askolani Nasution

Catatan : Askolani Nasution

Ketika melihat dokumen “Prasasti Sorik Marapi” saya segera berpikir banyak hal, hal yang saya tahu juga menjadi pikiran para arkeolog yang mendalami prasasti ini :

1) Di mana pusat peradaban sekitar Gunung Sorik Marapi, sehingga prasasti itu diletakkan di puncak gunung tertinggi di Kabupaten Mandailing Natal itu?

2) Untuk masyarakat mana prasasti itu dibuat,

3) Apakah kita manusia Mandailing yang sekarang adalah garis keturunan langsung dari manusia di kawasan Mandailing yang hidup pada masa prasasti itu dibuat?

Sebagai informasi awal, Prasasti Sorik Marapi ditemukan 1891, masa kolonialisme ketika perkebunan kopi telah mencapai puncaknya di kawasan Asisten Residen Angkola-Mandailing. Pada masa itu, Tano Bato, kota terdekat dari Gunung Sorik Marapi, sampai-sampai memiliki 22 PAL gudang kopi yang akan diekspor ke Eropah melalui Pelabuhan Pantai Barat.

Salah satu prasasti Sorik Marapi

Kolonialisme Belanda memang bukan hanya membawa ahli-ahli demografi, perkebunan, sosial budaya, agama, tetapi mereka juga membawa arkeolog dan antropolog ke daerah jajahan. Tentu saja maksudnya, selain untuk memahami tanah jajahan, juga untuk membuka kemungkinan peluang-peluang bagi keuntungan kolonialisme. Karena itulah prasasti ini ditemukan. Penemuan itu lebih awal dibanding penemuan candi Simangambat tahun 1920 oleh Schnitger. Prasasti Sorik Marapi kemudian disimpan di Museum Nasional, Jakarta dengan nomor inventaris D 53, D 65, D 83, dan D 84. Prasasti ini menjadi buku terbuka yang menarik para arkeolog dan sejarawan untuk mendeskripsikan kontekstualitas sosial masa itu.

Prasasti D84, misalnya, terdapat tulisan “Swasti çakawarsa atita 1164 bulan asuji suklapaksa trayodasi manggalawāra sana tatakala caitya bhagi sira”. Oleh epigrafis Damais (1911-1966) diterjemahkan sebagai “Selamat tahun saka setelah 1164 bulan asuji paruh terang tanggal 13 hari manggala, ketika bangunan suci diberikan kepada mereka/beliau).

Dari terjemahan tersebut dapat dipahami bahwa:

1) Prasasti itu dibuat tahun saka 1164. Tahun itu diyakini bersamaan dengan tanggal 27 Juli 1242. Menurut kitab “Pararaton”, masa itu adalah masa pemerintahan Anusapati (1227-1248) dari Kerajaan Singosari. Kerajaan itu bukan hanya meluaskan kekuasaannya ke seluruh Jawa, tetapi sampai ke Pulau Sumatera yang ketika itu dibawah pengaruh Kerajaan Sri Wijaya.

2) Ada bangunan suci yang diberikan kepada “beliau”. “Beliau” dalam prasasti tersebut diyakini merujuk kepada Ken Arok yang meninggal tahun 1227. Ken Arok adalah maharaja penting yang membawa kebesaran bagi Kerajaan Singosari dan diyakini sebagai titisan dewa.

Kembali ke asumsi awal, sebuah prasasti pada jamaknya selalu berada di dekat sebuah peradaban penting yang menjadi pusat kerajaan. Kota Yogyakarta misalnya, diyakini lahir dari sebuah peradaban gunung “Merapi”, yakni Kerajaan Mataram Kuno. Peradaban itu punah ketika Gunung Merapi meletus tahun 1006.

Ketika prasasti Sorik Marapi dibuat, tahun 1242 Masehi, sebelum periode kerajaan-kerajaan bermarga Nasution, kerajaan mana yang berperadaban tinggi di lembah gunung Sorik Marapi? Apakah peradaban itu, kalau ada di lembah Sorik Marapi, juga punah karena letusan?

Sebagai catatan, Sorik Marapi meletus pertama tercatat tahun 1830, jauh sebelum itu tentu pernah ada letusan lain tapi tidak tercatat. Karena sekalipun peradaban Mandailing misalnya telah mengenal aksara, tetapi aksara Mandailing tidak pernah digunakan untuk mencatat peristiwa. Sebab, budaya Mandailing lebih kuat dalam tradisi verbal, bukan literasi.

Adanya peradaban penting masa Prasasti Sorik Marapi bukan hal yang muskil. Pada abad 9 – 11 misalnya, atau bahkan disebut sejak abad ke lima, Mandailing sudah menjadi jalur perdagangan penting. Jalur itu disebut menghubungkan Barus – Barumun – Pasaman. Jalur pedalaman itu terkait dengan peran Sungai Batang Gadis, Batang Angkola dan Sungai Barumun sebagai jalur perdagangan penting.

Menurut arkeolog Ari Soedewo, asal kata Mandailing bisa juga terkait dengan kata [mandala]. Mandala adalah diagram berbentuk tertentu sebagai lambang alam semesta dan menjadi tempat meditasi. Jika terkait dengan sebutan “bangunan suci”, nama kawasan Mandala Sena, di Kecamatan Lembah Sorik Marapi, patut menjadi asumsi awal sebagai tempat meditasi dari bangunan suci dimaksud. Setidaknya, Desa Mandala Sena menyimpan jejak penting dalam peradaban prasasti Sorik Marapi. Tentu saja semuanya harus ditindaklanjuti dengan penelitian yang lebih mendalam. (bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Snowden Bocorkan Penyadapan SBY dan Menteri oleh Australia

    Snowden Bocorkan Penyadapan SBY dan Menteri oleh Australia

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Hubungan Indonesia – Australia bakal semakin memanas. Pasalnya, Senin (18/11), whistleblower asal AS, Edward Snowden kepada media Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan harian Inggris The Guardian, membocorkan dokumen yang menunjukkan badan mata-mata Australia telah menyadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan sang istri, Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri senior juga menjadi target penyadapan. AFP […]

  • Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    Gagasan Memproduksi Film “Sibaroar” Kian Menguat

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MEDAN (Mandailing Online) – Gagasan untuk mewujudkan film “Sejarah Sibaroar Nasution” makin menguat dalam pertemuan terbatas di Hotel Madani, Medan, pada Rabu (31/1). Pertemuan itu digagas oleh Ikatan Keluarga Nasution (Ikanas) Sumatera Utara plus Naposo Nauli Bulung Ikanas Medan. Sutradara film Mandailing dari Jeges Art, Askolan Nasution diundang mewakili bakal penulis skenario, plus Adenin […]

  • Kritik Marx Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Raya Mahasiswa UIN Jakarta

    Kritik Marx Terhadap Penyelenggaraan Pemilu Raya Mahasiswa UIN Jakarta

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : AGUSTIAR HARIRI LUBIS Mantum Himpunan Mahaiswa Mandailing Natal Jakarta Periode 2017-2018   Karl Marx, tanpa perlu dipertanyakan lagi pemikiran canggihnya yang masih dipergunakan sampai sekarang, pastinya, Aktivis mahasiswa mengetahui apa dan bagaimana pemikiran Karl Marx yang tertuang dalam DAS KAPITAL sehingga mampu mempengaruhi kehidupan sosial disetiap sudut bumi, termasuk kehidupan sosial di pojok […]

  • Seorang Gadis Diperkosa Ditaman Raja Batu. Anggota Satpol PP Madina Diduga Terlibat

    Seorang Gadis Diperkosa Ditaman Raja Batu. Anggota Satpol PP Madina Diduga Terlibat

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seorang Perempuan Warga Pidoli lombang, Panyabungan berinisial SN (20) atau sebut saja mawar ‘diduga’ mengalami tindak asusila Taman Raja Batu pada rabu, (06/11) sekitar Pukul 15:00 Wib. Salah seorang terlapor dan diamankan diduga anggota Satpol PP Madina. Salah seorang diduga terlapor kini diamankan di Polres Madina berinisial I. I diduga adalah […]

  • Sukhairi: Pemkab Madina Butuh UKM Kembangkan Ekonomi

    Sukhairi: Pemkab Madina Butuh UKM Kembangkan Ekonomi

    • calendar_month Minggu, 10 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhairi Nasution menyatakan bahwa Pemkab Madina sangat membuka diri bagi pelaku UMKM dalam menggerakkan ekonomi daerah. Itu dikatakannya saat membuka kegiatan Warkop Dewan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Madina dan Bazar Ramadan di Kantor Korda Dewan UKM Madina, Jl Darul Ikhlas, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, […]

  • Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Sebuah video penyiksaan anak dibawah umur beradar di group WhatsApp. Dalam video itu terlihat seorang anak disiksa sekelompok orang dengan cara kepala dipukul pakai tangan dan diancam disulut api rokok. Dalam video itu terdengar percakapan terkait pencurian rokok. Setelah ditelusuri, lokasi kejadian diketahu di Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal […]

expand_less