Sabtu, 2 Mei 2026
light_mode

Jalan Propinsi Pagur – Hapung Palas Menunggu Izin Menhut

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
  • print Cetak


Panyabungan.
Rencana pembukaan jalan propinsi yang menghubungkan Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Desa Pagur, Kecamatan Panyabungan menuju Hapung Kabupaten Padang Lawas, tinggal menunggu izin dari Menteri Kehutanan Republik Indonesia.
Demikian disampikan Camat Panyabungan Timur Awaluddin kepada MedanBisnis, Rabu (23/3) di Perkantoran Pemkab Mandailing Natal, Parbangunan, Kecamatan Panyabungan.

Dijelaskannya, usulan dari Madina telah disetujui oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Jalan tersebut akan dijadikan sebagai jalan propinsi. “Kalau pemerintah kabupaten Padang Lawas sudah selesai membangun sampai perbatasan Madina tinggal kita yang belum bisa membangunnya karena masuk wilayah hutan register,” ujarnya.

Panjang jalan yang direncanakan dari Pagur menuju Palas sekitar 38 KM. sejauh ini sudah dilakukan perintisan jalan baik yang dibiyai oleh APBD maupun APBD Propinsi.

“Berastagi” Madina
Awaluddin melihat apabila rencana jalan ini terealisasi beberapa lokasi yang dilewati jalan ini mamiliki pemandangan yang menyejukkan, ibarat “Berastaginya Madina”, karena berada di daerah tinggi serta pemandangan alamnya masih asli dan asri. “Berastaginya Madina” ini akan terasakan di Desa Aek Gorsing.

“Selain itu, perekonomian masyarakat Panyabungan Timur sebagai penghasil Kopi, Karet, Kulit Manis dan hasil perkebunan lainnya tentu akan bergeliat. Pasalnya peluang pemasaran akan hasil bumi dari Madina akan terbuka untuk pangsa pasar Propinsi Riau,” harapnya.

Sahminan warga Panyabungan Timur menambahkan rencana pembangunan jalan propinsi ini sudah diketahui masyarakat dan mereka menyambut baik karena perekonomian masyarakat akan meningkat.

“Kita sangat mengharapkan Pemerintah untuk melanjutkan pembangunan jalan tembus Padang Lawas, karena saya yakin kalau ini sudah terbangun hanya butuh 5 jam kita menuju propinsi Riau dan ke Palas berkisar 3 Jam. Melihat realita ini hasil – hasil bumi akan lebih mudah untuk dipasarkan,” terangnya. (zamharir rangkuti)
Sumber : Medanbisnis

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    Tak Sampai 2 % Jumlah Penduduk Madina Yang Pahami Aksara Tulak-Tulak

    • calendar_month Senin, 24 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pakar budaya Mandailing, Askolani Nasution menyatakan saat ini tak cukup 2 persen penduduk Mandailing Natal (Madina) yang menguasai aksara Tulak-Tulak. Hal itu diakibatkan aksara ini tak lagi diajarkan di sekolah-sekolah. Ini adalah sebuah kecemasan  dan memerlukan upaya dari semua pihak mengatasinya. Itu diungkap Askolani ketika menjadi narasumber di acara Konsolidasi Sosialisai […]

  • BKD Gandeng Kantor Pos

    BKD Gandeng Kantor Pos

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penerimaan berkas administrasi pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2010 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan tetap menggunakan jasa kantor pos. Ini dilakukan untuk lebih kondusifnya pelaksanaan penerimaan berkas pelamar. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina, Asrul Daulay SIP saat ditemui METRO di ruang kerjanya, Jumat (5/11) mengatakan, pada penerimaan seleksi CPNS yang tak […]

  • Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    Korupsi & Pelayanan Publik Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hasil survei KPK dan TII secara bersamaan menempatkan Medan sebagai kota yang korup dan buruk pelayanan publiknya Tanggal 1 November 2010 KPK telah mempublikasikan hasil survei terhadap instansi pusat, instansi vertikal dan pemerintah daerah yang disebut Indeks Integritas Nasional (IIN) 2010. Ini merupakan indeks gabungan antara nilai rata-rata di instansi pusat, instansi vertikal dan Pemko. […]

  • DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    DPRD Tapsel Bisa Dipidana

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Sikap sejumlah anggota DPRD Tapanuli Selatan Periode 2004-2009 yang hingga kini masih membandel dan belum melakukan pengembalian atas tunjangan komunikasi intensif (TKI) dan dana operasional (DO) pimpinan dinilai merupakan perwujudan tindakan melawan hukum. “Pemberian TKI dan DO itu diatur dalam Peraturan Pemerintah 37 Tahun 2006 yang telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun […]

  • Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    Kota Panyabungan Sarang Sampah dan Bau Busuk

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bendungan Aek Mata yang melintasi inti kota Panyabungan kondisinya sangat kotor akibat sampah menumpuk mengakibatkan wajah ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini rusak dan terkesan tidak terurus. Sampah yang menumpuk di bendungan ini akibat warga kota Panyabungan belum siap secara mental dan cultural menjaga keindahan kota serta parahnya manajemen pengelolaan […]

  • Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    Ini Tanggapan Bacalon Bupati Madina Endar Sutan Lubis Terkait Program Makan Bergizi Gratis

    • calendar_month Jumat, 24 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online): Menanggapi program nasional presiden terpilih Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis, Bacalon Bupati Mandailing Natal menilai program itu menasional. Ketika jadi Bupati nanti, ia akan menunggu juknis program tersebut untuk dilaksanakan. Namun ia membatasi ketika program itu di bebankan ke daerah, sepanjang tidak mengganggu program pembangunan daerah akan dijalankan. ” Kalau […]

expand_less