Sabtu, 28 Feb 2026
light_mode

GURU PEMBURU

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
  • print Cetak

Cerpen: Rina Youlida Nurdina

Arfan anak murid yang duduk di bangku kelas lima SD, tergolong soleh dan rajin. Disiplin yang sudah mulai tertanam dalam dirinya merupakan buah dari didikan ayah bundanya.

Ayahnya bekerja sebagai salah satu pejabat pemerintah dan bundanya seorang guru di satu SMP terkemuka di kota. Dengan disiplin dan sifat mandiri yang sudah tertanam dalam diri, setiap hari Arfan membuatnya mampu mengurus dirinya sendiri mulai dari bangun tidur hingga menyiapkan diri untuk berangkat sekolah dan tak lupa sarapan dan membawa bekal yang selalu bundanya sediakan. Selanjutnya diantar sang ayah ke sekolah yang kebetulan searah jalan ke kantor.

Sebagai anak tunggal yang penuh kasih sayang dan dalam kehidupan keluarga yang berkecukupan, Arfan bangga dengan disiplin yang orangtuanya terapkan karena ia menganggap itu sangat berguna untuk dirinya kini dan nanti. Pada malam hari, bundanya tak pernah melewatkan waktu untuk membimbing Arfan belajar walau terkadang hanya satu jam saja belajarnya. Terbukti dengan prestasi yang Arfan raih di sekolah selalu sebagai juara kelas dan sudah beberapa kali ikut olimpiade utusan sekolah.

Beberapa bulan berlalu. Waktu untuk ujian akhir semester tinggal beberapa hari lagi. Arfan sudah mulai merasa ada yang aneh dan berubah yang ibunya alami di beberapa waktu belakangan ini. Ayah yang selalu sibuk dengan urusannya yang padat di kantor tak mampu memberi solusi dan jawaban yang menyenangkan hati Arfan saat bertanya, kenapa sang ibu berubah. Setiap ia bertanya pada bundanya kenapa sekarang bunda sudah jarang bembimbing belajar karena selalu terlihat sibuk dengan laptop dan hape, bundanya hanya menjawab “Bunda sedang berburu”.

Arfan berusaha memahami bundanya. Dalam kebingungannya, ia mencoba mengerti maksud dari berburu sebagai satu cara untuk mendapatkan sesuatu dengan cara-cara yang yang luar biasa yang butuh kecepatan tinggi dan senjata yang luar biasa. Dengan kepolosannya yang terbayang dibenaknya tentu bundanya sedang kerja keras belajar di laptop dan hape untuk peroleh hewan buruan di hutan. Tak sungkan ia juga bercerita dengan bangga pada teman-temannya di sekolah jika bundanya kini sudah menjadi seorang pemburu. Pujian demi pujian pun ia terima dari teman-temannya yang menganggap jika bunda Arfan sangat hebat dan keren.

Suatu hari, salah seorang teman Arfan yang kesal dengan sikap Arfan yang sangat membanggakan bundanya yang kini telah menjadi seorang pemburu mencoba menyakiti Arfan dengan sengaja menoyor kepala Arfan dan mengatakan jika Arfan hanya membual dan berbohong. Arfan yang tidak terima dengan perlakuan temannya itu langsung tersulut emosinya dan balas menghajar temannya dengan gaya smack down yang mungkin dia perolah dari tontonan di televisi. Akibat dari perkelahian mereka, akhirnya keduanya mendapat surat panggilan orang tua untuk dihadiri keesokan harinya.

Bunda Arfan kaget dengan surat panggilan yang ia terima, apalagi suratnya berisi informasi jika anaknya yang baik budi telah melakukan perkelahian di sekolah. Bunda tidak percaya jika anaknya itu bisa melakukan tindakan yang sama sekali belum pernah ia lakukan selama sekolah. Berbeda dengan ayahnya, yang justru merasa itu hal biasa dan santai saja dengan informasi tentang anaknya yang ia peroleh. Ayahnya justru merasa bangga dan menganggap jika itu adalah hal yang wajar bagi anak laki-laki. Ia menenangkan istrinya dan mengatakan jika Arfan harus kuat dan mampu menjaga dirinya walaupun ia hanya seorang anak tunggal dimana sebagian besar orang menganggap jika Arfan adalah anak manja yang lemah.

Bunda yang sangat sibuk dengan aktifitasnya di laptop hari ini ia kesampingkan dulu demi menghadiri surat dari sekolah. Sesampainya di sekolah, ibu dari temannya yang juga mendapatkan surat yang sama sudah duduk dengan raut muka kesal. Tentu saja ia kesal karena anaknya yang dihajar oleh Arfan mengalami memar di bagian wajah dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Ibu wali kelas datang dan menyalami kedua orang tua murid itu dengan santun. Dengan panjang lebar ibu wali kelas menceritakan kronologi kejadian kemarin di sekolah yang mengakibatkan perkelahian kedua muridnya itu. Arfan dan temannya berantem juga turut duduk bersama dalam rungan dengan wali kelas dan orangtuanya.

Setelah ibu wali kelas selesai bercerita, bunda terlihat geleng-geleng kepala sambil tersenyum menatap anak tampannya Arfan. Tanpa ragu, bunda meminta maaf atas kekhilafan yang telah anaknya lakukan. Ia mengaku bersalah pada mereka semua karena telah memberikan informasi yang multi tafsir pada anaknya sehingga menjadi bahan cerita di sekolah jika bundanya sudah menjadi seorang pemburu.

Bunda kemudian menceritakan jika benar ia berkata pada Arfan bahwa ia sedang sibuk berburu, namun bukan untuk berburu hewan di hutan atau apapun itu yang ada di pemikiran sang buah hatinya Arfan. Ia menjelaskan jika saat ini guru-guru di seluruh Indonesia tengah disibukkan dengan perubahan cara kerja yang menuntut guru untuk melengkapi administrasi yang dibutuhkan untuk penilaian kinerja guru dan administrasi lainnya dari aplikasi yang bisa dikerjakan melalui media laptop ataupun smart phone.

”Jadi, yang saya buru adalah sertifikat, bukan hewan”, kata bunda Arfan dengan perasaan agak bergidik dalam hatinya.

Akhirnya terpecahankan sudah masalahnya, selanjutnya Arfan dan temannya juga saling bermaafan. Namun, namanya juga anak-anak, Arfan tetap mengaku jika bundanya adalah seorang pemburu walau hanya seorang pemburu sertifikat.*

Rina Youlida Nurdina adalah cerpenis / tinggal di Panyabungan, Mandailing Natal / guru Bahasa Indonesia

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mata Guru Roa Sisean

    Mata Guru Roa Sisean

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Nanisuratkon: Djasinaloan 20 Desember 2000   malos mali-mali i topi dalan laos tu roba parjolo do au marsantabi di sipanangion sipambege na martua laoskon jolo inang induri pamiari ni lapung dohot bota on ma sada turi jamitahon bisuk dohot poda sinondang ni bulan tula alak manduda marsidua tona ni ompunta ompu na martua na […]

  • Soal TKA China di OTP Geothermal, Data Disnaker Madina Beda dengan LIPAN

    Soal TKA China di OTP Geothermal, Data Disnaker Madina Beda dengan LIPAN

    • calendar_month Rabu, 18 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (LIPAN) mengungkap temuan tentang jumlah tenaga kerja berbahasa China di OTP Geothermal, Mandailing Natal. Ketua LIPAN Mandailing Natal (Madina), Sutan Batang Hari Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (17/7/2018) di Panyabungan mengungkapkan bahwa lembaga itu menemukan sekitar 60 orang tenaga kerja asing berbahasa China di lokasi […]

  • Hidangan Kopi Mandailing di Pendaftaran Sofwat-Zubeir

    Hidangan Kopi Mandailing di Pendaftaran Sofwat-Zubeir

    • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hidangan kopi Mandailing mewarnai gegap gempita pendaftaran pasangan Sofwat-Zubeir di KPU Madina, Sabtu (5/9/2020). Tim membagikan minuman kopi kebanggan Mandailing itu kepada para seribuan simpatisan di halaman gedung KPU Madina. Suguhan kopi Mandailing ini menggambarkan visi pasangan calon Sofwat-Zubeir sangat kuat terhadap upaya pengembangan perkebunan kopi Mandailing di Mandailing Natal (Madina). […]

  • DPRD Madina Harus Ambil Tindakan

    DPRD Madina Harus Ambil Tindakan

    • calendar_month Selasa, 11 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Terkait Pengadaan Sarana Dan Prasarana KB PANYABUNGAN : DPRD Kabupaten Mandailing Natal semestinya harus melakukan pemanggilan terhadap Kakan Pemberdayaan Perempuan terkait pemberitaan tentang pengadaan sarana Dan Prasarana KB yang di tapung pada tahun anggaran 2010.yang berasal dari Anggaran Pemerintah Pusat. Hal tersebut di sampaikan salah seorang tokoh masyarakat, B Nasution kepada Wartawan baru-baru ini di […]

  • Sah! Ini Struktur PAPBD Madina Tahun 2021

    Sah! Ini Struktur PAPBD Madina Tahun 2021

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dan DPRD telah mengesahkan Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PAPBD) melalui rapat paripurna Persetujuan Bersama Terhadap Rancangan PAPBD Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2021 pada Kamis (30/9) di ruang rapat paripurna DPRD Madina, Panyabungan. Adapun struktur pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah hasil persetujuan bersama terhadap rancangan […]

  • Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    Kenapa Inses Bisa Terjadi Secara Berulang?

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Akhir-akhir ini kita dikejutkan dengan berita-berita yang menyayat hati. Serasa tidak ada habisnya, di berbagai daerah di negeri kita tercinta ini hampir setiap hari dikabarkan berita hamil karena hubungan inses dan pelecehan seksual yang dilakukan seorang ayah kepada anaknya, seorang paman mencabuli keponakannya, dan masih banyak lagi kasus yang tidak […]

expand_less