Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Fix Hanya Dua Pasangan Cakada Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
  • print Cetak

Oleh: Dr. M. Daud Batubara

Dipertengahan masa-masa pemilihan umum untuk legislatif yang lalu, tebaran bau pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Madina sepertinya mulai tercium. Wanginya telah semerbak di lopo (kedai kopi), yang sampai saat ini bagi orang Mandailing, lopo merupakan episentrum bersosialisasi dalam banyak hal yang berhubungan dengan masyarakat di Madina. Bahkan tidak terlalu keliru bila disebut lopo di Mandailing dapat dijadikan lokasi termudah dan tercepat mengukur persepsi masyarakat, terutama mengukur persepsi kaum pria dewasa terkhusus masalah politik.

Saat itu, prediksi para pemikir-pemikir politik telah menembus jauh ke ranah pilkada dengan menggunakan  Politick Forecasting (Peramalan Politik).

Peramalan politik ini bertujuan untuk meramalkan hasil dari peristiwa politik, berupa sejumlah peristiwa seperti keputusan politik, tindakan oleh para pemimpin politik dan bidang lain yang berkaitan dengan politisi dan lembaga politik. Bidang peramalan politik yang berkaitan dengan pemilihan umum sangat populer, terutama di antara khalayak pasar massal, ia sering menggunakan matematika, statistik dan ilmu data dengan pendekatan kuantitatif.
Peramalan dilakukan terhadap keberadaan partai yang akan mengusung, orang-orang partai yang berencana mencalon di pilkada, sampai pada orang-orang yang berusaha berada di belakang partai sebagai pem-backup, namun berusaha menjadikan partai tersebut sebagai bahtera di pilkada.

Keputusan politik yang terjadi kali ini agak melenceng dari perkiraan politik di episentrum lopo di Mandailing. Hal ini terlihat dari ramainya informasi bahwa pertanggal pendaftaran sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, sepertinya keputusan politik dalam hal pengusungan Calon Kepala Daerah (Cakada) oleh pengambil keputusan di internal partai telah menentukan pasangan yang partai percayai akan dapat memenangkan pesta demokrasi pada parhelatan Pilkada Serentak di Tahun 2024 ini.

Jauh hari, di masyarakat terdengar info dari sebuah tim merencanakan borong partai pengusung. Tentu ini bukan main-main karena tim ini dianggap mampu melakoni rencana tersebut, baik dari sisi lobi dan koneksitas, apalagi finansial.

Bisa saja partai-partai yang berhak mengusung (sebelum terbit Putusan MK), secara matematis melihat peluang ini sebagai sesuata yang menguntungkan terutama sisi finansial. Mungkin pula hal seperti ini akan mempengaruhi pola pengambilan keputusan partai di tingkat daerah sebagai pemasok informasi bagi pengurus partai di tingkat pusat.

Peramalan awalnya, akan terjadi peristiwa Melawan Bumbung Kosong, dengan gambaran bahwa ada tim yang merespon tiap pembukaan pendaftaran di partai dengan positif ikut mendaftar. Kondisi ini telah memicu debat di lopo bahwa diyakini partai-partai akan pasang tarif tinggi sesuai kondisi tim ini secara umum diyakini punya kemampuan finansial yang mumpuni.

Seiring waktu dinamika politik usungan bergeser secara perlahan, ternyata partai-partai besar mulai memunculkan gambaran yang berbeda dengan perediksi awal. Banyak kaum awam, mulai melihat fenomena ini sebagai persepsi yang salah dan sepertinya kurang percaya. Tapi partai, terutama partai-partai yang memiliki kursi menentukan, tentu tidak akan mengambil risiko dari sebuah keputusan yang dapat merugikan, ketika sudah melihat kesediaan waktu sudah relatif menyempit.

Benar saja, partai-partai besar mulai menunjukkan arah kebijakannya masing-masing. Orang di Mandailing mulai mencium rebakan informasi dengan berbagai tingkat kekecewaan, karena tim yang dibesar-besarkan dan diyakini akan memberi pengganti upah harian terbesar dan terloyal, semakin redup dari parhelatan politik pilkada.

Oleh tim lain, tentu dengan jeli melihat fenomena usungan politik ini sebagai peluang, dan mulai merentangkan sayap dengan cermat, untuk mengitari partai-partai sebagai sebuah harapan akan ikut berlayar.

Sayangnya, sampai di pertengahan waktu dalam penentuan usungan, sebahagian partai sepertinya masih juga tetap berada keyakinannya, sehingga boleh dipersepsikan tidak “move on” dan menerima kenyataan bahwa kondisi politik pada tim yang diharapkan, telah berakhir dan seharusnya melanjutkan hidup dengan keberanian dan optimisme suasana politik yang baru meskipun tidak sesuai lagi dengan ekspektasi awal.

Kondisi di last minut waktu pendaftaran ke KPU, keadaan boleh disebut telah semakin memaksa bertindak cepat dan cerdas. Lilitan aturan yang akan ditanggung oleh partai yang berhak mengusung di periode ini apabila tidak mengusung Cakada, maka akan kehilangan hak di periode depan dalam mengusung pasangan Cakada.

Ekspektasi untuk memperoleh Ikan Mera (Jurung Besar), secara perlahan semakin mengecil. Bahkan dengan aturan tersebut semakin terjepit. Anehnya, ada tim yang secara terus-menerus masih berburu sampai detik nadir terakhir waktu pendaftaran pada kondisi ini, akhirnya juga belum diberi kesempatan oleh partai yang belum memiliki usungan tersebut, entah alasan apa belum tertelusuri.

Hakikinya, dua partai terakhir yang apabila bersepakat, berhak mengusung satu pasangan Cakada, akan tetapi malah salah satunya telah mengambil keputusan memberikannya pada Cakada yang sudah kelebihan perahu.

Boleh jadi, salah satu partai dari dua partai terakhir sengaja dirancang maksimal untuk diambil oleh Pasangan Cakada yang sudah berlebih, bila hipotesa tim-nya akan lebih menguntungkan perolehan suara dengan pola fight satu lawan satu.

Fix sudah, Cakada Madina hanya dua Pasangan (Harun-Ichwan) dan (Saifullah-Atika). Mau tidak mau, satu partai terakhir dipastikan pada posisi sangat khawatir terhadap dalam lilitan aturan ke periode depan. Malah, ibarat permainan terjadi ‘Terbalik Point’. Posisi akhir dari satu partai terakhir boleh disebut akan menyerahkan diri kemanapun yang dianggap mereka berkenan menerima.

Sebagian menganalisa dinamika ini sebagai dampak dari kuatnya harapan terhadap kehadiran salah satu tim yang awalnya sangat semangat dan jauh hari telah mempersiapkan tim sampai ke akar bawah. Tapi itulah dinamika politik, maka disebut dengan Politick Forecasting, karena liar dan cepatnya gerak laju perubahan kepentingan di dalamnya.

Dr. M. Daud Batubara, Staf Ahli Bupati Madina Bid. Pemerintahan dan Hukum

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi Kepung Persembunyian Perampok Toko Emas

    Polisi Kepung Persembunyian Perampok Toko Emas

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN,- Polisi melakukaan pengejaran terhadap para pelaku perampokan toko mas Suranta, hingga ke luar kota. Sebanyaknya 3 tempat di luar kota Medan yang diduga tempat bersembunyinya para pelaku perampokan itu, sudah dikepung Polisi. Hal tersebut disampaikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan, Kompol Jean Calvijn Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (24/9) petang. Hanya saja, mantan Kapolsek […]

  • Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    Atika Ungkap Alasan Berpasangan dengan Saipullah

    • calendar_month Jumat, 11 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        BUKIT MALINTANG (Mandailing Online) – Keputusan berpasangan dengan Saipullah Nasution untuk mengarungi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) tahun 2024 lahir dari pertimbangan dan dukungan banyak pihak, termasuk Bupati HM Jafar Sukhairi Nasution. Hal itu diungkapkan calon wakil bupati Atika Azmi Utammi Nasution usai menyerahkan santunan kepada anak yatim dan piatu […]

  • Soal Dana Beasiawa, Dollar : Belum Dikucurkan. Kabag Humas: Sudah Dicairkan

    Soal Dana Beasiawa, Dollar : Belum Dikucurkan. Kabag Humas: Sudah Dicairkan

    • calendar_month Selasa, 19 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Beasiswa tahun 2015 untuk mahasiswa miskin asal Mandailing Natal sejauh ini belum dikatahui nasibnya. Seperti dilansir surat kabar Malintang Pos, edisi Senin (18/1), Kadis Pendidikan Madina Sahdan Lubis, Ap melalui Kasi Subsidi dan bantuan Dollar Hafrianto mengatakan bahwa belum ada di kucurkan karena masih ada kendala di Bank BNI. “Dalam waktu […]

  • Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu. Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza […]

  • Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

    Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Ketua Pam Swakarsa Lembaga Independen Masyarakat Naga Juang, Parimpunan Siregar, meminta Pemkab Madina segera melakukan antisipasi dampak penggunaan air raksa (merkuri) terkait aktivitas penambangan liar di kecamatan itu. “Merkuri menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak yang […]

  • AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    AS Sadap Ratusan Juta Email Jerman

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BERLIN – Dinas rahasia Amerika serikat telah menyadap setengah miliar panggilan telepon, email atau sms di Jerman dalam sebulan. Ini membuat Jerman menjadi negara bidikan dinas rahasia AS yang tertinggi, lapor koran Jerman Der Spiegel seperti dikutip AFP. Laporan Der Spiegel yang mengutip dokumen-dokumen rahasia ini diperkirakan akan kian mempertegang hubungan Jerman dengan Amerika. Jerman […]

expand_less