Rabu, 22 Jul 2026
light_mode

Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
  • print Cetak

Bupati Ketika Melayat di Rumah Salah Satu Korban Tanah Longsor/Istimewa.

LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu.

Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza CAS, dan forkopimcam setempat.

Rombongan tidak hanya berhenti di satu tempat, tapi mengunjungi satu per satu rumah korban.

Bupati menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi.

“Pemerintah daerah turut berdukacita atas musibah yang terjadi dan berharap agar keluarga bisa bersabar menerima cobaan ini,” katanya, Jumat (29/4).

Bupati Sukhairi menjelaskan, para korban yang tertimbun adalah ibu rumah tangga dan meninggalkan banyak anak.

“Ada yang empat ada yang enam (anak). Kami dari pemerintah sangat prihatin dan mengucapkan turut berdukacita kepada 12 keluarga korban,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, para korban pada Kamis (28/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB melakukan aktivitas mencari butiran-butiran emas secara tradisional atau mendulang di lubang bekas tambang orang lain. Tanpa diduga dinding lubang longsor dan menimbun para korban.

“Tanpa disadari mungkin terjadi longsor dan mereka tertimbun. Barangkali cuma 10 hingga 15 menit, tapi sudah kehabisan oksigen dan meninggal dunia,” jelas Sukhairi.

Kedua belas korban dimakamkan hari ini di pemakan umum masing-masing desa. Sembilan korban merupakan warga Desa Bandar Limabung dan tiga lainnya warga Desa Simpang Bajole.

Bupati Madina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Madina sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbaya bagi jiwa dan lingkungan.

Namun hingga hari ini tambang emas liar masih marak. Bupati menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

“Sudah beberapa kali pemerintah Kabupaten Madina, bahkan saya langsung sudah mengimbau masyarakat dan Kapolres juga langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin karena kegiatan tersebut sangat berdampak dan beresiko, namun karena ekonomi banyak masyarakat masih melakukan aktivitas tersebut” pungkas Bupati.

Untuk diketahui sebelumnya dikabarkan 12 ibu rumah tangga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor bekas lubang tambang emas.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    Akhirnya Guru di Madina Terima Dana Sertifikasi

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Guru di Mandailing Nata (Madina) sedikit bernafas lega. Akhirnya, mereka menerima dana tunjangan sertifikasi sejak Senin (1/11). Namun, Dinas Pendidikan (Disdik) baru mencairkan dana itu untuk 6 bulan, sedangkan 6 bulan lagi dijanjikan segera dibayarkan. “Sesuai petunjuk dan dana yang kita terima baru mencukupi untuk pembayaran 6 bulan. Sisanya akan segera dibayarkan,” kata Sekretaris […]

  • Darul Mursyid Latihan OSN di Bogor dan Medan

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Menjelang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi Sumut, Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid mengirim pelajarnya mengikuti latihan di Bogor dan di Medan sejak tanggal 19 hingga 25 Mei 2013. “Dua tempat latihan yang berbeda ini digunakan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meraih sukses pada OSN tingkat provinsi 2013 yang akan […]

  • Shooting di Tapsel, Dimas Anggara Perani Lafran Pane di Film “Demi Waktu”

    Shooting di Tapsel, Dimas Anggara Perani Lafran Pane di Film “Demi Waktu”

    • calendar_month Kamis, 10 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL (Mandailing Online) – Aktor Dimas Anggara didaulat memerankan sosok pendiri HMI di film “Demi Waktu”. Film “Demi Waktu” memulai shooting perdana di Desa Pangurabaan, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumut, Rabu (9/10), kampung kelahiran Prof. Lafran Pane. Film yang skenarionya ditulis oleh Jujur Prananto ini digarap oleh sutradara film “Habibie Ainun”, Faozan Rizal ini menceritakan […]

  • Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    Polisi Dalami Peristiwa Pengeroyokan Giawa di Muara Batang Gadis

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Unit Reskrim Polisi Sektor (Polsek) Maura Batang Gadis, Mandailing Natal (Madina) saat ini masih mendalami laporan pengeroyokan korban bernama Mencari Hati Giawa yang terjadi pada Sabtu (5/10/2024). Laporan dari korban masuk tanggal 5 Oktober 2024 dengan nomor LP/B/38/X/2024/SPKT/POLSEK MUARA BATANG GADIS/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMATRA UTARA. Tiga orang diduga pelaku […]

  • Putra Batang Natal Ketuai Forum Kajian dan Penulisan Hukum di Unimal, Aceh

    Putra Batang Natal Ketuai Forum Kajian dan Penulisan Hukum di Unimal, Aceh

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LHOKSEUMAWE (Mandailing Online) – Halvionata Auzora Siregar dipercaya menjadi ketua Forum Kajian dan Penulisan Hukum (FKPH) di Fakultas Hukum, Unimal. Dia adalah mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 di Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe, Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam. Halvionata Auzora Siregar adalah putra Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara, anak dari pasangan Halomoan Siregar dan Yanti […]

  • Sanusi Pane Pengusul Bahasa Indonesia

    Sanusi Pane Pengusul Bahasa Indonesia

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan ringkas : Askolani Nasution Yang pertama mengusulkan bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia adalah Sanusi Pane. Beliau lahir di Muara Sipongi, 14 November 1905. Secara administratif, masa kini Muara Sipongi berada di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Itu yang diceritakan kepala Balai Bahasa Medan, tanggal 23 September lalu, ketika saya diajak makan siang di ruang […]

expand_less