Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
  • print Cetak

Bupati Ketika Melayat di Rumah Salah Satu Korban Tanah Longsor/Istimewa.

LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu.

Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza CAS, dan forkopimcam setempat.

Rombongan tidak hanya berhenti di satu tempat, tapi mengunjungi satu per satu rumah korban.

Bupati menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi.

“Pemerintah daerah turut berdukacita atas musibah yang terjadi dan berharap agar keluarga bisa bersabar menerima cobaan ini,” katanya, Jumat (29/4).

Bupati Sukhairi menjelaskan, para korban yang tertimbun adalah ibu rumah tangga dan meninggalkan banyak anak.

“Ada yang empat ada yang enam (anak). Kami dari pemerintah sangat prihatin dan mengucapkan turut berdukacita kepada 12 keluarga korban,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, para korban pada Kamis (28/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB melakukan aktivitas mencari butiran-butiran emas secara tradisional atau mendulang di lubang bekas tambang orang lain. Tanpa diduga dinding lubang longsor dan menimbun para korban.

“Tanpa disadari mungkin terjadi longsor dan mereka tertimbun. Barangkali cuma 10 hingga 15 menit, tapi sudah kehabisan oksigen dan meninggal dunia,” jelas Sukhairi.

Kedua belas korban dimakamkan hari ini di pemakan umum masing-masing desa. Sembilan korban merupakan warga Desa Bandar Limabung dan tiga lainnya warga Desa Simpang Bajole.

Bupati Madina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Madina sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbaya bagi jiwa dan lingkungan.

Namun hingga hari ini tambang emas liar masih marak. Bupati menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

“Sudah beberapa kali pemerintah Kabupaten Madina, bahkan saya langsung sudah mengimbau masyarakat dan Kapolres juga langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin karena kegiatan tersebut sangat berdampak dan beresiko, namun karena ekonomi banyak masyarakat masih melakukan aktivitas tersebut” pungkas Bupati.

Untuk diketahui sebelumnya dikabarkan 12 ibu rumah tangga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor bekas lubang tambang emas.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    Komnas HAM: Polri teror wartawan di Bima

    • calendar_month Jumat, 6 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    strong>JAKARTA – Kepala Kepolisian RI Jenderal Timur Pradopo diminta untuk menghimbau anggota-anggotanya di Bima, Nusa Tenggara Barat untuk segera menghentikan intimidasi terhadap sejumlah pekerja jurnalistik. Hal itu diungkapkan anggota Komisi III DPR Ahmad Yani menanggapi pernyataan Ketua Komnas HAM terkait adanya teror terhadap sejumlah wartawan di Bima. “Berdasarkan informasi ini, kita meminta kepada Kapolri untuk […]

  • Pesantren Pertanyakan Pendidikan Gratis

    Pesantren Pertanyakan Pendidikan Gratis

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kotanopan (MO) – Program pendidikan gratis yang sudah berlangsung untuk tingkat SLTA di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuai protes dari kalangan pesantren. Pasalnya program pasangan Hidayat-Dahlan ini tak mengikutkan pesantren dan Madrastah Aliyah. Pimpinan Pesantren Subulussalam, Kotanopan, Esmin Pulungan, S. Ag menilai Pemkab Madina tidak adil dalam memberlakukan program pendidikan gratis tersebut karena hanya diperuntukkan […]

  • Kadis Juga Tersinggung, Dua Guru Diperiksa

    Kadis Juga Tersinggung, Dua Guru Diperiksa

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    SELUMA, – Kemarin, dua orang guru SMAN 6 Seluma dipanggil dan diperiksa terpisah oleh Kementerian Agama (Kemenag) dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Seluma. Salah satunya guru agama SMAN 6 Seluma, Thamrin, S.Ag. Dia diperiksa Kemenag guna mengklarifikasi dan untuk memastikan apakah benar Alquran atau buku lainnya yang diinjak 6 siswa. Thamrin ke Kemang membawa barang […]

  • Pemkab Madina Layangkan Teguran Ke-2 Kepada PT. Palmaris

    Pemkab Madina Layangkan Teguran Ke-2 Kepada PT. Palmaris

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) melayangkan surat teguran kedua terkait indikasi kebandelan PT. Palmaris Raya menyelesaikan persoalan sengketa lahan dengan warga Transmigrasi UPT 3 dan 4 desa lainnya di Kecamatan Batahan. “Kita sudah berikan surat tegoran kedua kepada perusahaan itu, batas tegoran kita berikan sampai pada 27 Desember 2013 ini agar mereka […]

  • Tuntut 3 Pelaku Pemerkosaan Ditangkap, Warga Desa Pidoli Lombang Bloked Jalan Nasional

    Tuntut 3 Pelaku Pemerkosaan Ditangkap, Warga Desa Pidoli Lombang Bloked Jalan Nasional

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ratusan Warga Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) bloked jalan nasional tepatnya di kawasan titi kuning dekat kantor Polisi Militer. mereka juga membakar ban bekas ditengah jalan sebagai bentuk kekecewaan kepada Polres Madina yang dinilai lamban menangkap 3 pelaku perkosaan SN warga desa pidoli yang terjadi […]

  • BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    BOLANG – Ornamen Tradisional Mandailing (bagian 3)

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Edi Nasution Berikut ini diterakan ornamen-ornamen yang terdapat pada tutup ari dari Sopo Godang dan Bagas Godang. 5. Bintang na Toras melambangkan pendiri huta Makna: Huta tersebut didirikan oleh Natoras yang sekaligus berkedudukan sebagai pimpinan pemerintahan dan pimpinan adat yang dilengkapi dengan Hulubalang, Bayo-bayo Nagodang, Datu, dan Sibaso. 6. Rudang melambangkan suatu Huta yang […]

expand_less