Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Bupati Madina Melayat ke Rumah Korban Tanah Longsor Bekas Tambang

  • account_circle Roy Adam
  • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
  • print Cetak

Bupati Ketika Melayat di Rumah Salah Satu Korban Tanah Longsor/Istimewa.

LINGGABAYU (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution bersama rombongan secara langsung melayat ke rumah duka korban longsor bekas tambang emas di Desa Simpang Bajole dan Desa Bandar Limabung, Kecamatan Linggabayu.

Kedatangan Bupati ke rumah korban didampingi Kepala Dinas Sosial Dedi Hermansyah, Kepala BPBD Edi Sahlan, Kapolres AKBP Muhammad Reza CAS, dan forkopimcam setempat.

Rombongan tidak hanya berhenti di satu tempat, tapi mengunjungi satu per satu rumah korban.

Bupati menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang terjadi.

“Pemerintah daerah turut berdukacita atas musibah yang terjadi dan berharap agar keluarga bisa bersabar menerima cobaan ini,” katanya, Jumat (29/4).

Bupati Sukhairi menjelaskan, para korban yang tertimbun adalah ibu rumah tangga dan meninggalkan banyak anak.

“Ada yang empat ada yang enam (anak). Kami dari pemerintah sangat prihatin dan mengucapkan turut berdukacita kepada 12 keluarga korban,” ungkap Bupati.

Menurut Bupati, para korban pada Kamis (28/4) sore sekitar pukul 16.00 WIB melakukan aktivitas mencari butiran-butiran emas secara tradisional atau mendulang di lubang bekas tambang orang lain. Tanpa diduga dinding lubang longsor dan menimbun para korban.

“Tanpa disadari mungkin terjadi longsor dan mereka tertimbun. Barangkali cuma 10 hingga 15 menit, tapi sudah kehabisan oksigen dan meninggal dunia,” jelas Sukhairi.

Kedua belas korban dimakamkan hari ini di pemakan umum masing-masing desa. Sembilan korban merupakan warga Desa Bandar Limabung dan tiga lainnya warga Desa Simpang Bajole.

Bupati Madina menambahkan, Pemerintah Kabupaten Madina sudah berulang kali meminta masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan tanpa izin karena sangat berbaya bagi jiwa dan lingkungan.

Namun hingga hari ini tambang emas liar masih marak. Bupati menduga hal tersebut sangat berkaitan dengan desakan ekonomi.

“Sudah beberapa kali pemerintah Kabupaten Madina, bahkan saya langsung sudah mengimbau masyarakat dan Kapolres juga langsung mengimbau masyarakat untuk menghentikan kegiatan tambang tanpa izin karena kegiatan tersebut sangat berdampak dan beresiko, namun karena ekonomi banyak masyarakat masih melakukan aktivitas tersebut” pungkas Bupati.

Untuk diketahui sebelumnya dikabarkan 12 ibu rumah tangga meninggal dunia akibat tertimbun tanah longsor bekas lubang tambang emas.

 

Peliput: Roy Adam

  • Penulis: Roy Adam

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    Ini Data Bencana 15 Desa di Kecamatan Natal

    • calendar_month Minggu, 14 Okt 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        NATAL (Mandailing Online) – Setidaknya 15 desa di Kecamatan Natal mengelami bencana pertengahan Oktober ini akibat luapan sejumlah sungai menyusul curah hujan yang tinggi. Bersadar data yang tercatat dari Posko Bencana melalui Ketua PMI Kecamatan Natal Hendra Barani Hutasuhut, Minggu (14/10/2018) untuk wilayah Desa- desa di Kecamatan Natal yang terkena dampak banjir meliputi […]

  • Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    Warga Tapus Minta Cabut Izin PT.M3

    • calendar_month Rabu, 8 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perwakilan Masyarakat Tapus Kecamatan Lingga Bayu kembali mendatangi Dinas Pertambangan dan Energi Mandailing Natal (Madina) minta menghentikan dan mencabut izin aktivitas PT. Madinah Madani Mining (PT.M3) sebelum masyarakat bertindak anarkis. Pasalnya, keberadaan PT.M3 hingga saat ini hanya menjadi masalah bagi warga di Kelurahan Tapus. “Hingga saat ini perusahaan tersebut hanya menimbulkan […]

  • Bupati Madina Berkeinginan Ada Produk Film Sibaroar

    Bupati Madina Berkeinginan Ada Produk Film Sibaroar

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Madina menyampaikan keinginan adanya penggarapan kisah Sibaroar dalam bentuk film. Itu dicuatkan bupati usai menonton pementasan drama musikal “Sibaroar Raja Nasakti” di Gedung Serba Guna, Panyabungan, Sabtu (30/9/2017) oleh Jeges Art yang disutradarai Askolani Nasution. Bupati menyatakan menyambut baik pementasan itu, sehingga jika difilmkan tariknya semakin memikat. Pengambilan gambar katanya […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 33)

    MARSIDAO-DAO (episode 33)

    • calendar_month Jumat, 5 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara Sora ni lonceng ona potuk-potuk tarbege, mandokon alai mangaso marsiajar. Mararuaran daganak-daganak sikola i marlojongi. Adong na kehe tu parjagalan i manabusi panganon sipanganon. Pala na donok bagasna tingon sikola i, taru tu bagasna do kehe nangkan mangan indahan. Si Poso tu parjagalani do mangalao. Tarpaida tu ibana Si […]

  • IAIN Sumut Masih Tunggu Izin Jadi UIN

    IAIN Sumut Masih Tunggu Izin Jadi UIN

    • calendar_month Senin, 29 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan – Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara masih menunggu izin dari pusat terkait rencana perguruan tinggi agama Islam itu berubah status menjadi Universitas Islam Negeri. Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara Prof Nur Ahmad Fadhil Lubis di Medan, Sabtu, menyebutkan, pihaknya sudah menyampaikan berkas-berkas usulan perubahan tersebut ke Bappenas dan Kementerian PAN. […]

  • Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

    Pengeroyokan Terus Terjadi: Islam Solusi Hakiki

    • calendar_month Selasa, 30 Mei 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd Aktivis Dakwah Hari ini kita dikejutkan dengan banyaknya berita pengeroyokan anak dibawah umur. Bukan hanya anak yang menjadi korban tetapi pelakunya juga seorang anak dibawah umur. Seperti kasus pengeroyokan anak laki-laki kelas dua SD berinisial MHD, usia 9 tahun, warga Sukaraja, Kabutapen Sukabumi, Jawa Barat yang tewas akibat dikeroyok oleh […]

expand_less