Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Kegiatan Penambang Liar Pemkab Harus Antisipasi Dampak Penggunaan Merkuri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 11 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan. Ketua Pam Swakarsa Lembaga Independen Masyarakat Naga Juang, Parimpunan Siregar, meminta Pemkab Madina segera melakukan antisipasi dampak penggunaan air raksa (merkuri) terkait aktivitas penambangan liar di kecamatan itu.

“Merkuri menyebabkan kerusakan pada sistem saraf meskipun hanya terpapar dalam tingkat yang relatif rendah. Hal ini terutama berbahaya bagi ibu yang sedang hamil. Perkembangan anak-anak yang belum lahir (janin) akan terpengaruh karena senyawa merkuri dapat menyebabkan cacat fisik maupun mental pada kelahiran janin. Sehingga sebelum menjamur lebih baik diantisipasi,” kata Parimpunan Siregar, di Payabungan, Selasa (10/1).

Dikatakannya, saat ini sejumlah penambang emas tradisional tidak berizin sudah memasuki kecamatan ini, sehingga tidak tertutup kemungkinan pendirian pabrik galundung (alat pemisah emas dari batu/tanah. Uap merkuri tidak berwarna dan bisa terhirup oleh pernafasan memasuki tubuh manusia maupun hewan.

“Kita tidak mau daerah kita menjadi Minamata kedua dari Jepang karena buangan sisa industri plastik yang memakai merkuri dibuang ke laut di Teluk Minamata yang ikannya dikonsumsi oleh manusia, sehingga terjadi banyak hal diakibatkannya seperti gatal-gatal, bayi cacat sampai kepada tingkat kematian,” sebutnya.

Tokoh masyarakat Naga Juang, Eddy Gultom, menambahkan, ribuan pekerja tambang sudah memasuki wilayah Naga Juang.

Ia khawatir limbah merkuri akan mencemari lingkungan, terutama sungai yang airnya digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah sama-sama kita ketahui bagaimana bahaya pencemaran lingkungan akibat air raksa. Mungkin dampaknya tidak langsung, tapi proses yang bertahun-tahun. Saya khawatir anak-cucu kami akan terkena dampaknya,” imbuhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan dan Kebersihan Madina, Miswar Tanjung, sebelumnya berjanji akan melakukan penertiban terhadap keberadaan galundung yang tidak mempunyai izin di sejumlah lokasi. Ia menduga galundung itu membuat beberapa sungai tercemar mercuri.

“Dinas Kesehatan telah menyatakan sejumlah sungai di wilayah Kecamatan Hutabargot positif tercemari air raksa dan meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi mengkonsumsinya.
Tidak tertutup juga kemungkinan sejumlah sungai di Panyabungan, Panyabungan Utara, termasuk di Naga Juang tercemar,” ujarnya.

Miswar mengaku kesulitan melakukan penertiban, karena menyangkut aktivitas khalayak banyak. “Tapi kita masih melakukan upaya pendekatan dan sosialisasi terhadap masyarakat,” sebutnya. (henri.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tahun 2022 Dinas PU-PR Bangun 11 Ruas Jalan

    Tahun 2022 Dinas PU-PR Bangun 11 Ruas Jalan

    • calendar_month Sabtu, 2 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sepanjang tahun 2022 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelontorkan dana sebesar Rp 44 miliar untuk pembangunan 11 (sebelas) ruas jalan kabupaten. Dana pengerjaan pembangunan kesebelas ruas jalan itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022. Demikian disampaikan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Madina Elvi Yanti kepada […]

  • Tak Berkategori

    Bupati Madina Kemungkinan Disidangkan di Medan

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    JAKARTA – Tiga tersangka kasus suap terkait proyek pembangunan di Mandailing Natal (Madina) yang bersumber dari Bantuan Dana Bawahan (BDB) Provinsi Sumatera Utara, kemungkinan besar nantinya akan disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan. Demikian dikemukakan Juru Bicara KPK, Johan Budi, kepada JPNN di Jakarta, Selasa (21/5). Menurutnya, kemungkinan tersebut sangat terbuka, mengingat di […]

  • Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

    Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN, (MO) – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dikumpulkan dari 34 lembaga di Sumut,selama tahun 2011 saja,ada 344 dari 8.277 kasus kekerasan terhadap perempuan yang merupakan kekerasan seksual. “Kasus kekerasan dalam rumah tangga ada 7.120 […]

  • Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    Ini Sengketa Pilkada Gunung Mas yang Berujung Penangkapan Akil Mochtar

    • calendar_month Jumat, 4 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, – Ketua MK Akil Mochtar ditangkap KPK atas dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Bagaimana awal sengketa Pilkada Gunung Mas tersebut? Dikutip dari situs www.mahkamahkonstitusi.go.id, Jumat (4/10/2013), sidang sengketa dengan nomor perkara 121/PHPU.D-XI/2013 dan 122/PHPU.D-XI/2013 diajukan oleh Alfridel Jinu dan Ude Arnold Pisi, juga oleh Jaya Samaya Monong dan Daldin. […]

  • Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    Jalinsum Titik Mandailing Julu Diperbaiki, Supir Harus Waspada

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Malintang Pos) :  Supir perlu waspada, sejumlah titik jalan Lintas Sumatera titik Tambangan-Muarasipongi saat ini dalam pelebaran. Pantauan, Selasa (28/9), ruas Jalinsum di sekitar Muara Mais Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) sedang pembangunan parit dan pelebaran badan jalan. Sejumlah alat berat terlihat sedang berada di badan jalan. Begitu juga tumpukan material memasuki sebagian […]

  • Menunggu “Pepesan Kosong” Dari Panwaslu Madina?

    Menunggu “Pepesan Kosong” Dari Panwaslu Madina?

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Akhiruddin Matondang   KEKHAWATIRAN banyak pihak terhadap terjadinya kecurangan pada pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara Desember mendatang adalah sesuatu yang lumrah. Masyarakat sudah lebih dulu menyimpan rasa pesimis terwujudnya pilkada yang bersih, langsung, aman, rahasia, jujur dan adil seperti diamanatkan undang-undang. Tantangan untuk menjadikan pilkada demokratis sepertinya […]

expand_less