Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Aku Ingin Diratukan, Tapi Sistem Telah Merampasnya

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
  • print Cetak

Oleh: Nesty Laila Sari

 

Sejak awal menikah, aku punya impian sederhana: ingin diratukan. Sebagai seorang istri, aku hanya ingin taat kepada suami, merawat anak-anakku, dan membangun rumah tangga dengan penuh kebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian.

Namun, kenyataannya berbeda jauh. Setelah melewati hari demi hari, aku merasakan bahwa jalan ini tidak mudah. Terlebih setelah memiliki anak, ternyata bukan hanya impianku yang memudar, tapi juga beban tanggung jawabku semakin berat. Aku harus merawat anak, mengurus rumah, memenuhi kebutuhan suami, bahkan mengusahakan biaya hidup yang seharusnya bukan hanya menjadi tugasku.

Ya, aku paham betul bahwa merawat anak adalah amanah dari Allah, kewajiban mulia seorang ibu. Tapi pertanyaannya: mengapa seluruh biaya hidup dan keperluan anak harus aku yang menanggung? Ke mana tanggung jawab seorang suami?

Aku tidak menafikan bahwa suamiku telah berusaha keras. Ia mencoba memenuhi kebutuhan keluarga, memberikan yang terbaik dari apa yang mampu ia usahakan. Tetapi apa daya, sistem hari ini begitu kejam. Hidup semakin mahal, pekerjaan sulit dicari, dan rakyat dibiarkan berjuang sendiri tanpa ada solusi yang meringankan.

Semua ini adalah akibat dari sistem sekularisme yang memengaruhi negeri ini. Sistem yang membuat negara abai terhadap rakyatnya, seolah buta dan tuli terhadap penderitaan keluarga-keluarga kecil seperti kami. Lalu, bagaimana mungkin seorang suami bisa memuliakan istrinya dan mendidik anak-anaknya dengan tenang jika ia sendiri terhimpit oleh sistem yang menindas?

Tidak heran, banyak yang akhirnya memilih jalan pintas. Ada yang menempuh perceraian, ada yang lari pada judi online untuk menenangkan jiwa, bahkan ada pula istri yang terpaksa berutang melalui pinjol demi sekadar bertahan hidup — meski akhirnya terjerat lilitan hutang.

Sementara itu, para pemimpin negeri justru sibuk menikmati kekayaan dari rakyat, bersenang-senang di atas penderitaan istri-istri yang tertekan dan suami-suami yang kebingungan mencari nafkah.

Maka, sungguh bukan suamiku yang gagal. Yang gagal adalah sistem hari ini, yang tidak pernah memberi jalan keluar untuk rakyatnya. Yang menindas, bukan menolong. Yang membiarkan, bukan mengayomi. Dan selama sistem ini terus dipertahankan, kisah getir para istri sepertiku akan terus berulang.***

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    Kabut Asap di Langit Madina Kian Tebal

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dalam beberapa hari terakhir asap menyelimuti wilayah Mandailing Natal (Madina). Dan sejak Rabu hingga hari ini Kamis (2-3/9) ketebalan asap kian meningkat. Pantauan Mandailing Online, Kamis (3/9), asap ini membuat warga resah. Sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker saat melaju di jalanan. Sejauh ini data resmi belum diperoleh dari pemerintah […]

  • 11 Nama Pelajar Darul Mursyid Latihan OSN

    • calendar_month Senin, 27 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Jumlah pelajar Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid yang mengikuti latihan OSN (Olimpiade Sains Nasional) sebanyak 11 pelajar. Rombongan pelatihan ini dibagi dalam dua kelompok dan lokasi berbeda. Sebagian mengikuti latihan di Medan, sebagian lainnya latihan di Bogor, Jawa Barat. Pelajar yang mengikuti latihan di Bogor meliputi, Imam Muchlizar siswa Darul […]

  • Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 3Komentar

    JAKARTA, (MO) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gunakan militer hadapi rakryat. Hal itu dikatakan Tantowi Yahya, anggota komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan militer. Dia menilai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Nasional sudah cukup baik. Namun persoalannya, Inpres itu dapat disalahgunakan para kepala daerah dalam mempertahankan posisi […]

  • SYARIAH MEMELIHARA AGAMA, NYAWA DAN HARTA

    SYARIAH MEMELIHARA AGAMA, NYAWA DAN HARTA

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Wabah pandemi Corona (Covid-19) menyingkap satu fakta yang kasatmata. Tidak lain kegagapan sekaligus kegagalan sistem Kapitalisme di berbagai negara—termasuk di negeri ini—dalam memelihara agama, nyawa dan harta manusia. Di negeri ini, penyebaran Covid-19 hingga hari ini masih mengkhawatirkan. Menurut data per 2 Mei 2020, ada penambahan 609 kasus positif. Total kasus positif Covid-19 menjadi 27.549 […]

  • Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM,  Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    Pertek Eselon II di Madina Disebut Sudah di BKSDM, Mutasi Tinggal Tunggu Waktu

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-  Kabar terbaru berembus dari lingkup Pemkab Madina. Setelah beberapa bulan pasca asesmen, Pertimbangan Teknis (Pertek) untuk mutasi pejabat eselon II dikabarkan sudah berada di tangan BKSDM. Selasa 21/4/2026 Informasi yang beredar menyebut sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama akan bergeser ke jabatan baru. Ada 8 nama dan jabatan yang sudah keluar  Peraturan Teknis dari […]

  • Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 253 Bangun Pagar Balai Desa Aek Bargot

    Mahasiswa KKN Unimal Kelompok 253 Bangun Pagar Balai Desa Aek Bargot

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Mahasiswa KKN Universitas Malikussaleh kelompok 253 membangun pagar di balai desa Aek Bargot, Kecamatan Padang Bolak Julu, Padang Lawas Utara, Selasa (02/11/2021). Mahasiswa yang bergabung dalam kelompok 253 meliputi Pandapotan (Ilmu Politik), Lina Mardiana Harahap (Teknik Informatika), Resti Ani Hutagalung (Administrasi Publik), Yulina Sari (Administrasi Publik), Nur Azizah Hasibuan (Administrasi Publik), […]

expand_less