Kamis, 30 Apr 2026
light_mode

Tanah Ulayat Bukan Tanah Nagara, Patuan Mandailing Siapkan Konsolidasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) –
Masih banyak masyarakat berasumsi tanah ulayat telah menjadi tanah negara. Padahal tidak demikian.

Kajian hukum yang dilakukan Forum Pelestarian dan Pengembangan Adat dan Budaya Kabupaten Mandailing Natal (FPPAB Madina) bahwa negara tidak pernah mengabaikan perkara ini. Negera jelas mengakui.

“Bahkan negara memfasilitasi inventarisasi tanah ulayat itu,” kata Raja Panusunan Mandailing Godang, H. Hasanul Arifin Nasution, S.Sos glr Patuan Mandailing kepada wartawan, Senin (16/3/2026) di Panyabungan.

Hal itu dijelsakan Patuan Mandailing menanggapi prihal tanah ulayat. Dimana masyarakat adat Mandailing Natal, tanah ulayat masih menimbulkan anggapan yang beragam.

Berdasarkan pengamatannya selama ini, masih ada kalangan masyarakat adat yang berasumsi bahwa tanah ulayat itu sepenuhnya sudah jadi hak negara, sudah menjadi tanah negara, dan karena itu, mereka menilai tidak ada lagi yang perlu didiskusikan.

“Mereka kira sudah tak ada persoalan,” imbuhnya.

Padahal, kajian hukum di FPPAB Madina pun menyebut bahwa negara tidak pernah mengabaikan perkara ini. Negera jelas mengakui. Bahkan negera memfasilitasi inventarisasi tanah ulayat itu.

Menurutnya, jika masyarakat adat sudah paham tentang Tanah Ulayat atau tanah adat itu, Pemkab Madina dalam hal ini Bupati dan DPRD Madina, tidak punya alasan untuk mengabaikan penguatan melalui Perda. Jangan pula nanti, setelah muncul Perda, justru internal masyarakat adat masih berpolemik.

“Oleh karena itu, sembari terus menjalin komunikasi informal dengan Pemkab Madina, kami akan terus menggalang dialog di kalangan internal agar terbentuk pemahaman dan sikap yang jernih, jelas dan tegas,” tandas Patuan Mandailing yang belum lama ini didiualat kembali untuk memimpin FPPAB Madina.

Dia menyebutkan, dia akan melakukan terobosan yang kiranya dapat mempercepat penguatan keberadaan hak ulayat, tanah ulayat dan tanah adat dan hukum adat.

Selanjutnya, dia juga mengatakan, saudara-saudara yang terus melakukan kajian dan sempat menyampaikan pemikiran ke publik tentang tanah ulayat ini tentu merupakan hal positif dan punya tanggung jawab lebih untuk bersama-sama membangun pemahaman yang jernih dan sikap tegas.

“Pada akhirnya, bersama Pemerintah Daerah, kita akan melakukan inventarisasi tanah ulayat, dimana lokasi dan berapa luasannya. Tentu, untuk konteks Mandailing Natal, ada titik-titik sensitif yang perlu disikapi dengan bijaksana,” simpulnya. (dab/rel)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sihepeng Raya Sepakat Menangkan Paslon 1 Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    Sihepeng Raya Sepakat Menangkan Paslon 1 Harun – Ichwan di Pilkada Madina

    • calendar_month Selasa, 15 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    SIHEPENG ( Mandailing Online) : Tokoh masyarakat perwakilan Sihepeng Raya, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) lakukan pertemuan khusus dengan Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution. Pertemuan itu dilakukan di Pasar Sihepeng Selasa 15/10/2024. Sahman Nasution selaku tokoh Masyarakat Sihepeng mengaku, untuk mewujudkan cita cita Amru Daulay sebagai Bupati pertama yang […]

  • Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    Bekas Galian Kabel Optik Resahkan Pengguna Jalan

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – Para pengendara roda 4 ke atas dihimbau berhati-hati jika melewati jalur Panyabungan-Natal dari titik Jembatan Merah hingga Muara Soma Kecamatan Batang Natal, sebab, di jalur ini sedang ada proyek penggalian kabel optic jaringan telefon. Demikian dikatan R. Lubis, salah seorang supir kepada Mandailing Online, Kamis (2/7) di Panyabungan. Dikatakan […]

  • Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    Acara Mendengarkan Pidato Kenegaraan Sepi

    • calendar_month Kamis, 16 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Acara mendengarkan pidato kenegaraan di ruang paripurna DPRD Mandailing Natal (Madina), Kamis (16/8) sangat sepi. Hingga pukul 11.00 Wib atau satu jam setelah acara dimulai jumlah anggota dewan yang hadir hanya 12 orang dari total 40 orang jumlah anggota DPRD Madina. Acara dibuka oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Kahytami Daulay ini […]

  • Jangan Cari Untung Berkedok Ormas

    Jangan Cari Untung Berkedok Ormas

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Sudah menjadi rahasia umum, banyak sekali oknum-oknum dari ormas-ormas yang tidak jelas kiprahnya, membuat resah masyarakat dan instansi-instansi pemerintah, termasuk kalangan swasta. Menanggapi masalah tersebut, Kasubdit Ormas Ditjen Kesbangpol Kemendagri, Bahtiar, menjelaskan, dengan adanya UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan diharapkan hal-hal buruk tersebut bisa dieliminir. “Karena Undang-undang Nomor […]

  • Tak ada THR untuk PNS

    Tak ada THR untuk PNS

    • calendar_month Senin, 30 Jul 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sampit, Kalteng (MO)- Pemerintah Kabupatan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah memastikan pegawai negeri sipil (PNS) tidak mendapat Tunjangan Hari Raya (THR). “Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor. 13 Tahun 2005, tentang tunjangan bagi PNS pemerintah di larangan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR),” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kotim Kusdinata di […]

  • Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

    Kutipan di Aek Sijorni Kecewakan Pengunjung

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        TAPSEL – Pengunjung Aek Sijorni kecewa akibat banyaknya kutipan di beberapa titik di lokasi wisata itu. Alhasil, himbauan Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) tak mempan untuk mempertahankan nama baik Aek Sijorni yang berada di Kecamatan Sayur Matinggi itu. Betapa tidak, soalnya saat libur Tahun Baru, Rabu 1 Januari 2020 banyak pengunjung berbagai daerah yang […]

expand_less