Jumat, 10 Apr 2026
light_mode

Praktek Dugaan Pungli Dana BOS di Madina Diibaratkan ” Manajemen Jahiliah” . Praktisi Hukum Desak APH Turun Tangan

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

 

ilustrasi

MADINA||Mandailing Online – Praktik pungutan liar Dana BOS di Kabupaten Mandailing Natal menjadi sorotan. Sejumlah Kepala Sekolah mengaku wajib setor “biaya administrasi” minimal Rp1 juta kepada Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina setiap kali dana cair. Praktisi hukum senior menyebut ini “manajemen jahiliah”.

“Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kepala sekolah sebagai pihak yang terzolimi tentu tidak nyaman dengan cara-cara praktek manajemen jahiliah yang masih terjadi di Madina,” kata M. Amin Nasution, Praktisi Hukum Senior Jumat saat dimintai pendapatnya (10/4/2026).

Menurut Amin, di satu sisi kepala sekolah dituntut berprestasi mengelola sekolah yang dinahkodainya, disisi lain mereka terpaksa mengikuti praktek menyalah  “Suatu paradoks yang lahir dari abuse of power. Jika dikumulasikan dengan lebih dari 400 SD dan SMP sederajat di Madina, jumlah yang dikorupsi sangat signifikan,” tegasnya.

Sebelumnya, seorang Kepala Sekolah yang minta namanya dirahasiakan mengungkap modus pungutan. Dana BOS memang masuk ke rekening sekolah sesuai print out resmi. Namun, saat pencairan, Manager Dana BOS meminta setoran bervariasi tergantung jumlah siswa dan dana yang diterima.

“Paling rendah yang kita setor itu Rp1 juta rupiah, tergantung siswanya. Yang nyetorkan kalau tidak Kepala Sekolah disuruh Operator sekolah,” ujar sang kepala sekolah lewat pesan singkat WhatsApp pada Media.

Manager Dana BOS Dinas Pendidikan Madina, Isa Rangkuti, membantah keras tuduhan tersebut. “Saya bantah itu, karena saya tidak pernah melakukan pengutipan itu meski dikatakan biaya administrasi,” kata Isa.

Amin Nasution mendesak Aparat Penegak Hukum, baik Polisi maupun Jaksa, segera menelusuri pengakuan kepala sekolah ke media “Agar praktek manajemen jahiliah tidak terjadi lagi di Madina, terutama yang bersentuhan dengan dunia pendidikan, demi optimalnya proses pencerdasan generasi muda Madina,” tutupnya.

Pungutan dengan dalih “biaya administrasi” saat pencairan Dana BOS termasuk pungli. Aturan jelas. Dana BOS harus digunakan 100% untuk operasional sekolah, tanpa potongan. (*)

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    Jelang Ajaran Baru, Harga Kebutuhan Sekolah di Madina Naik

    • calendar_month Jumat, 7 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) -Jelang tahun ajaran baru, sejumlah kebutuhan Sekolah Anak mengalami kenaikan harga. Kenaikan harga terjadi pada kebutuhan sekolah jenis seragam dan buku. Baju seragam anak untuk Sekolah Dasar yang biasa Rp. 130 ribu kini tembus di angka Rp. 140 ribu. Kata Asna (44) Salah seorang pedagang di Pusat Pasar Baru Madina. Jum’at […]

  • Mendulang Prestasi di Tengah Minimnya Apresiasi

    Mendulang Prestasi di Tengah Minimnya Apresiasi

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tak lelah mendulang prestasi dan mengharumkan nama daerah di tengah keringnya apresiasi dari pemerintah tentu tidak mudah. Kondisi itu harus dirasakan Karateka Rahmania Amalia Suayb. Karateka yang berdomisili di Kelurahan Longat, Panyabungan Barat ini seperti buih di tengah lautan. Prestasi yang ia raih tak terlihat oleh pemerintah maupun masyarakat. Padahal alumni […]

  • Sekitar 18 Anak-anak Keracunan Penuhi Puskesmas Muarasipongi

    Sekitar 18 Anak-anak Keracunan Penuhi Puskesmas Muarasipongi

    • calendar_month Jumat, 12 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput  : Salman Rais Daulay  / Editor : Dahlan Batubara MUARASIPONGI (Mandailing Online) – Puskesmas Muarasipongi malam ini, Jum’at (12/5/2017) dipenuhi pasien anak-anak yang keracunan makanan. Anak-anak dari Desa Simpang Mandepo, Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal diarikan ke puskesmas itu setelah keracunan makanan yang diduga dari makanan jajanan siomai yang dijual pedagang keliling. Kepala […]

  • Satu Unit Rumah di Kampung Baru Ludes Terbakar

    Satu Unit Rumah di Kampung Baru Ludes Terbakar

    • calendar_month Kamis, 27 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA-Mandailing Online: satu unit rumah semi permanen di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Madina ludes dilalap si jago merah siang ini 27/6. Pemilik rumah diketahui bernama Satjan Hutabarat. Kebakaran terjadi saat ru ah sedang ditinggal pemiliknya. Api dengan cepat menghanguskan seisi rumah. Kades Kampung Baru Antonius pada Mandailing Online mengatakan, kejadian sekitar Pukul 13:45 […]

  • Pengawasan jajanan sekolah lemah!

    Pengawasan jajanan sekolah lemah!

    • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sebanyak 8,5 persen jajanan anak di sekolahan tidak memenuhi standar kesehatan, karena menggunakan berbagai bahan baik itu pemanis maupun pewarna. Hal ini menimbulkan keraguan bagi para orang tua murid, terlebih baru-baru ini ditemukan siswa SD keracunan usai makan bakso kojek. Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Medan, T Bahrumsyah, pengawasan terhadap jajanan anak […]

expand_less