Sabtu, 7 Mar 2026
light_mode

Bupati Minta Aparat Hengkang Dari Areal Tambang Ilegal

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 28 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot yang sudah banyak memakan korban akhirnya membuat Bupati Mandailing Natal (Madina) Aspan Sofian Batubara angkat bicara.

Aparat penegak hukum yang ikut membeking tambang emas ilegal supaya angkat kaki atau jangan ikut-ikutan. Hal itu disampaikan Aspan pada pembukaan Musda III Majelis Ulama Indonesia (MUI) Madina di Hotel Madina Sejahtera, Kelurahan Dalan Lidang, Panyabungan, Rabu (25/05/2011).

“Diminta kepada aparat hukum supaya jangan ikut membeking tambang emas ilegal itu dan kalau ada supaya secepatnya angkat kaki agar tambang itu kita tertibkan. Karena informasi yang kita terima dari masyarakat, banyak aparat hukum yang ikut membeking tambang emas ilegal,” ujarnya.

Penertiban akan segera dilaksanakan karena Aspan khawatir, tambang emas tersebut akan menjadi pemicu bentrok sesama masyarakat akibat rebutan lahan. Sebab masing-masing mengklaim areal tambang adalah milik bersama. Dampaknya penambangan menjadi tidak terkoordinir.

“Itu makanya saya sebagai Pj Bupati Madina meminta kepada pimpinan aparat hukum supaya menindak anggotanya yang ikut membeking illegal minning ini,” tegas Aspan.

Bupati Madina juga menginstruksikan bawahannya supaya menertibkan tambang emas ilegal tersebut, jangan malah ikut membekingi. Karena akibat tambang emas ini sudah banyak korban yang bermatian. Mulai dari korban yang mati di areal tambang, hingga penyakit yang ditimbulkan limbahnya.

“Kita dari pemerintah sudah melakukan sosialisasi dampak yang ditimbulkan tambang, kita juga telah menyurati Kepala Desa yang bersangkutan supaya melakukan penegoran terhadap warganya,” imbuhnya.

Mengenai keberadaan mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri, Pemkab Madina melalui Dinas Kesehatan dan Bapedalda sudah mengeluarkan surat agar mesin galundung ditertibkan. Dinas Kesehatan juga sudah melakukan sosialisi penyakit yang ditimbulkan limbah merkuri, ungkap Aspan.

“Dari data yang kita peroleh, jumlah mesin galundung yang beroperasi di Madina cukup banyak. Itu akan secepatnya kita tertibkan sebelum jumlahnya bertambah. Kita tidak mau nanti masyarakat Madina terserang penyakit gara-gara limbah mesin galundung,” tandas Aspan.

Sementara berdasarkan pantauan, kondisi lokasi tambang saat ini semakin memprihatinkan. Dalam melakukan penambangan, penambang asal menggali lubang tanpa memikirkan keselamatan. Jika tidak segera ditertibkan, areal tambang emas ilegal ini diprediksi bakal menjadi kuburan massal. (BS-026)
Sumber : Beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

    Kaum Ibu di Desa Hutapuli Nyatakan Saroha dengan Atika

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah ibu-ibu di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku sepakat memilih perempuan pada pemilihan bupati dan wakil bupati kabupaten ini. Bagi mereka, perempuan lebih peka dan mengerti keadaan kaum hawa. Hotmaida Hasibuan, salah satu warga Desa Hutapuli, yang diwawancarai seputar pilihan pada Pilkada ini mengaku akan memilih Atika […]

  • Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    Skandal Nazaruddin OC Kaligis Pertanyakan Penggeledahan Tas Nazaruddin

    • calendar_month Minggu, 14 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    DEPOK – Pengacara M Nazaruddin, OC Kaligis mempertanyakan tas hitam kliennya yang digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tanpa sepengatahuan suami Neneng Sri Wahyuni. “Nazar tidak dilibatkan. Padahal dalan pasal 129 KUHAP berisi penyidik memperlihatkan benda yg akan disita, kepada keluarganya. Karena akan dimintai keterangan benda itu,” kata OC Kaligis di depan Rutan Mako Brimob […]

  • Pj Bupati Madina Santuni 30 Anak Yatim Piatu

    Pj Bupati Madina Santuni 30 Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Senin, 20 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pj Bupati Madina Ir H Aspan Sofyan Batubara, beserta Hj Mahreni Nasution mengadakan penyantunan kepada 30 anak yatim piatu, Minggu (19/9) di Kelurahan Pasar Hilir, Kecamatan Panyabungan, atau di kediaman mertuanya. Itu dilakukan sebagai wujud syukur terhadap ridho dan karunia sehingga diberi kesempatan untuk berbakti dan mengabdi terhadap Madina yang merupakan bagian wilayah lelulur. Aspana […]

  • Ini Dia Syarat Calon Kepala Desa

    Ini Dia Syarat Calon Kepala Desa

    • calendar_month Kamis, 13 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 4Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailiung Online) – Bagi yang berambisi  mencalonkan diri di ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Mandailing Natal, wajib membaca syarat-syarat yang harus terpenuhi. Syarat calon kepala desa ini berdasar Peraturan Bupati Kabupaten Mandailing Natal Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa, yang disahkan pada […]

  • Kaget Siswanya Pelaku Sodomi

    Kaget Siswanya Pelaku Sodomi

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Keenam Bocah Sudah Kembali Bermain PINTU PADANG Kepala SMK Negeri 1 Pintu Padang dan sejumlah guru mengaku kaget atas perbuatan MS (17), siswa kelas satu yang menyodomi 6 bocah dan memerkosa seorang murid SD. Alasannya, MS bukan lah siswa yang terkenal nakal, bahkan cenderung pendiam. Pengakuan kaget ini dilontarkan kepala sekolah (kasek), Adanan Harahap SPd, […]

  • Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    Tambang Rakyat vs Pemda Lemah Visi (bagian 2)

    • calendar_month Minggu, 15 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Dahlan Batubara   Tambang emas yang dikelola rakyat di Hutabargot dan Nagajuang harus dipandang sebagai suatu lapangan kerja yang diciptakan oleh rakyat. Itu bukan lapangan kerja yang diciptakan negara. Dan, seharusnya pemerintah daerah sebagai instrumen negara di tingkat daerah sudah sejatinya berterimakasih kepada rakyat yang mampu menciptakan lapangan kerja. Bukankah pemerintah daerah […]

expand_less